Sinergi Melalui Audiensi: Pemerintah Desa Wringinanom dan PPK Ormawa UKM Kreasi Unisma Dorong Terwujudnya Sekolah Membatik Dewi Anom

Malang (27/9/2025) — Bertempat di Desa Wisata Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, telah sukses dilaksanakan kegiatan Audiensi Pemerintah Desa dalam rangka mendukung Program Sekolah Membatik Dewi Anom. Acara ini diinisiasi oleh Tim PPK Ormawa UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah (KREASI) Universitas Islam Malang sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan keterampilan dan pengembangan potensi wisata edukatif.

 

Audiensi ini menjadi momentum strategis untuk menyampaikan capaian pelatihan membatik, sekaligus memaparkan rencana pengembangan program ke depan. Dalam sambutannya, Tim PPK Ormawa UNISMA menegaskan komitmen mereka dalam memperkuat sinergi antara pemerintah desa, komunitas lokal, dan institusi pendidikan tinggi.

Kegiatan audiensi ini turut dihadiri oleh seluruh stakeholder yang berperan dalam mendukung keberlangsungan program, mulai dari pengurus ormawa, pihak perguruan tinggi, pemerintah desa, hingga mitra kolaborator, yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan tujuan Sekolah Membatik Dewi Anom sebagai sarana pemberdayaan dan pengembangan potensi Desa Wisata Wringinanom.

Dalam kesempatan tersebut, Bu Rini dari Wisnu Batik selaku mitra sekaligus pembimbing pelatihan membatik, memberikan pemaparan yang memperdalam pemahaman peserta tentang proses dan nilai seni batik. Sementara itu, M. Bisma Choirul Muttain, owner Batik’s Hub, turut berbagi wawasan mengenai pentingnya branding dalam strategi pemasaran produk batik lokal.

“Saya merasa sangat senang karena materi yang telah saya ajarkan dapat diterapkan dengan baik oleh para peserta pelatihan. Sebagai pembimbing, saya turut berbahagia melihat hasil karya mereka yang berhasil terlaksana dengan baik dan membuahkan kesuksesan,” ungkap Bu Rini, mitra dan pembimbing pelatihan membatik dari Wisnu Batik.

Selain diskusi dan pemaparan materi, acara ini turut menghadirkan momen penting berupa peresmian Komunitas Rencang Perempuan, yang diinisiasi untuk mewadahi para perempuan desa peserta pelatihan membatik agar terus berkembang secara kolektif dan berdaya. Peresmian ini menjadi simbol komitmen terhadap keberlanjutan program serta upaya pemberdayaan perempuan desa dalam bidang ekonomi kreatif.

Selanjutnya, dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan kepada peserta pelatihan terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan hasil karya mereka selama program berlangsung. Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi peserta lain untuk terus mengasah keterampilan membatik. Kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) antara Tim PPK Ormawa UNISMA dan Pemerintah Desa Wringinanom, sebagai bukti resmi dukungan program sekaligus penanda dimulainya fase baru kolaborasi dalam pengembangan Sekolah Membatik Dewi Anom. 

 

Acara berlangsung tertib dan penuh semangat kolaboratif, menghasilkan berbagai masukan konstruktif dari peserta, tokoh masyarakat, dan perangkat desa. Kegiatan ini diharapkan memperkuat kerja sama berkelanjutan antara Pemerintah Desa Wringinanom, UNISMA, dan masyarakat dalam mengembangkan wisata edukatif batik serta meningkatkan kemandirian ekonomi perempuan desa.

 

*) Pewarta: Baiq Asssyifa Ilyatul Aulia 

 

Keseimbangan dan Komitmen: Inaugurasi UNISMA 2025 Tegaskan Visi Kampus Terbaik dari Waktu ke Waktu


INAUGURASI 2025 — Malam Inaugurasi Mahasiswa Baru (Maba) UNISMA 2025, Sabtu 27 September resmi dibuka dengan sambutan penuh makna dari Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Keagamaan, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Pd., M.Pd. Dalam pidatonya, Dr. Yunus menyoroti pentingnya keseimbangan dalam menjalani kehidupan mahasiswa di UNISMA.

Dr. Yunus menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan orientasi yang telah berlangsung, mulai dari Oshika Maba, Halaqoh Diniyah, hingga malam inaugurasi ini, merupakan upaya kampus dalam menyeimbangkan aspek akademik, spiritual, dan sosial mahasiswa.

“Kehidupan butuh keseimbangan. Pagi tadi kita bersholawat, malam ini kita rayakan dengan inaugurasi dan bernyanyi. Ini menunjukkan bahwa UNISMA berusaha memfasilitasi kebutuhan intelektual dan spiritual, sekaligus memberikan ruang untuk berekspresi dan bersosialisasi,” ungkap Dr. Yunus.

Lebih lanjut, beliau menegaskan visi utama UNISMA yang unik dan berkelanjutan. UNISMA tidak berambisi untuk menjadi kampus yang ‘terbaik’ dari kampus lain, tetapi berupaya keras untuk menjadi yang ‘terbaik dari waktu ke waktu’. Filosofi ini menekankan pada perbaikan berkelanjutan dan komitmen untuk selalu meningkatkan kualitas diri.

Sambutan ini memberikan pemahaman mendalam kepada ribuan mahasiswa baru bahwa mereka bergabung dengan institusi yang menjunjung tinggi keseimbangan hidup dan memiliki tekad untuk terus berkembang. Malam inaugurasi ini pun menjadi penutup yang harmonis, merayakan keberhasilan adaptasi mahasiswa baru, sekaligus menegaskan semangat UNISMA untuk selalu menjadi lebih baik di setiap periodenya.


#UNISMA #InaugurasiMaba2025 #VisiUNISMA #KeseimbanganHidup #MuhammadYunus
Pewarta: Nafisatul Rufaidah – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Kehangatan dan Semangat Bersatu di Malam Inaugurasi UNISMA 2025


INAUGURASI 2025 — Rangkaian pengenalan kampus bagi mahasiswa baru Universitas Islam Malang (UNISMA) mencapai puncaknya dengan suksesnya penyelenggaraan Malam Inaugurasi UNISMA 2025, Sabtu 27 September. Acara ini menjadi simbolis peresmian dan ajang pemersatu bagi seluruh mahasiswa baru, menegaskan keakraban dan semangat kebersamaan di antara mereka.

Malam inaugurasi tidak hanya dirancang sebagai penutup serangkaian kegiatan orientasi, tetapi juga sebagai wadah untuk mempererat rasa persaudaraan dan kekompakan di antara mahasiswa baru dari berbagai fakultas. Suasana kebersamaan menjadi tema sentral, menandai awal yang indah untuk perjalanan mereka di dunia perkuliahan.

Kemeriahan acara mencapai puncaknya ketika ROE GRUP tampil di atas panggung, membawakan lagu-lagu hits yang berhasil memicu antusiasme peserta. Ribuan mahasiswa baru (Maba) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) secara kompak turut bergoyang bersama, menciptakan atmosfer yang hangat dan semarak. Momen ini menunjukkan bahwa perbedaan latar belakang fakultas lebur menjadi satu semangat persaudaraan di bawah panji UNISMA.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Keagamaan, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa acara ini penting untuk menanamkan rasa memiliki kampus sejak dini. “Malam ini adalah bukti nyata bahwa UNISMA adalah keluarga besar. Kami berharap semangat kebersamaan dan kekompakan yang terjalin malam ini akan terus dibawa dan diaplikasikan dalam kehidupan kampus maupun bermasyarakat,” ujarnya.

Malam Inaugurasi UNISMA 2025 sukses menjadi penanda dimulainya babak baru bagi para mahasiswa. Dengan semangat persaudaraan yang telah terjalin, mereka kini siap melangkah maju dan berjuang meraih prestasi di kampus yang berbasis Islam dan ke-Indonesiaan ini.


#UNISMA #InaugurasiMaba2025 #KebersamaanUNISMA #MahasiswaBaru
Pewarta: Anggita Oktavia – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Panggung Inaugurasi UNISMA 2025 Membara, UKM Musik Gaung 193 Beri Energi Pembuka

 


INAUGURASI 2025 — Rangkaian Inaugurasi Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Malang (UNISMA) tahun 2025 dibuka dengan penampilan memukau dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Gaung 193. Tampil dalam sesi preshow pembukaan pada hari Sabtu 27 September 2025, UKM ini berhasil menghangatkan dan mencairkan suasana di tengah antusiasme ribuan mahasiswa baru.

Penampilan UKM Musik Gaung 193 sukses membangkitkan semangat Maba sebelum dimulainya rangkaian acara resmi inaugurasi. Dengan perpaduan aransemen musik yang dinamis, mereka menyuguhkan energi positif yang membuat suasana menjadi lebih meriah dan akrab. Musik yang dibawakan berfungsi sebagai pemecah kebekuan, memastikan setiap peserta merasa disambut dan siap mengikuti acara.

Kehadiran UKM Musik Gaung 193 dalam preshow ini menegaskan peran penting organisasi kemahasiswaan dalam menciptakan atmosfer kampus yang hidup dan suportif. Mereka tidak hanya menampilkan bakat, tetapi juga menjadi representasi dari keragaman kreativitas yang ada di UNISMA.

Diharapkan, energi yang disebarkan oleh UKM Musik Gaung 193 ini akan terus menyertai mahasiswa baru dalam memulai perjalanan mereka di UNISMA. Penampilan ini juga sekaligus menjadi ajakan bagi Maba untuk aktif bergabung dalam berbagai UKM dan mengembangkan potensi non-akademik mereka.


#UNISMA #InaugurasiMaba2025 #UKMMusikGaung193 #MabaUNISMA
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

INFORMASI RESMI HALAQOH DINIYAH 2025

Kepada Mahasiswa Baru Peserta Halaqoh Diniyah 2025

Diberitahukan kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Islam Malang yang terdaftar sebagai peserta Halaqoh Diniyah Tahun 2025, bahwa informasi resmi terkait peraturan dan ketentuan dapat diakses melalui tautan berikut:

👉 Klik di sini untuk melihat pengumuman lengkap

Diharapkan seluruh peserta membaca dan memahami informasi tersebut dengan saksama, serta hadir sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Informasi Kelompok Halaqoh Diniyah 2025 bisa dilihat pada masing2 akun Mahasiswa di Aplikasi MENARA UNISMA

Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Panitia Halaqoh Diniyah 2025

Infomasi lebih lanjut bisa diakses melalui link https://lpik.unisma.ac.id/3010-2/

Merajut Tradisi, Mewarnai Nusantara: Tim PPK Ormawa UKM Kreasi Unisma Sukses Selenggarakan Lokakarya Membatik di Desa Wisata Wringinanom

Malang (21/9/2025) – Bertempat di Desa Wisata Wringinanom, Poncokusumo, telah terselenggara Lokakarya Sekolah Membatik Dewi Anom. Kegiatan ini menjadi bagian dari Program PPK Ormawa UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah (KREASI) Universitas Islam Malang yang bertujuan memberdayakan perempuan desa wisata melalui pelatihan membatik, penguatan kemandirian ekonomi, serta pelestarian budaya lokal.

Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Tim PPK Ormawa, Ketua Ormawa UKM Kreasi, Dosen Pembimbing, serta Kepala Desa Wringinanom. Selanjutnya ditayangkan video dokumentasi proses pelatihan membatik yang telah dilaksanakan sebelumnya. Setelah itu, peserta dan mitra diajak mengikuti lokakarya sekaligus pameran produk batik yang telah dihasilkan oleh warga desa. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) bersama mitra untuk merumuskan langkah tindak lanjut dalam pengembangan Desa Wisata Batik Wringinanom. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi dokumentasi.

Dalam kegiatan ini, Tim PPK Ormawa UKM Kreasi menghadirkan dua mitra utama, yaitu Wisnu Batik sebagai tenaga pelatih dan Batiks Hub yang berperan dalam aspek branding serta pemasaran produk. Bu Rini, selaku Owner Wisnu Batik, menyampaikan apresiasinya terhadap hasil karya peserta. ‘Batik yang dihasilkan sudah sangat baik, terlihat adanya kreativitas dan semangat dari para peserta untuk belajar. Ini menjadi modal berharga untuk pengembangan Desa Wisata Batik Wringinanom ke depan,’ ungkapnya.

“Kami berharap Sekolah Membatik Dewi Anom tidak hanya menjadi ruang belajar keterampilan, tetapi juga wadah bagi Masyarakat, khususnya perempuan desa wisata, untuk berdaya secara ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuktikan bahwa tradisi membatik bisa terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Desa Wringinanom,” ucap Salma, Ketua Ormawa UKM Kreasi.

Lokakarya berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari para peserta, masyarakat, dan pemangku kepentingan yang hadir. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan Desa Wringinanom semakin berkembang sebagai desa wisata berbasis budaya batik.

 

*) Pewarta: Baiq Asyifa

 

UKM Musik Gaung 193 Ciptakan Jingle Oshika Maba 2025 Universitas Islam Malang

Pada hari Sabtu, 13 September 2025, bertempat di Haze Studio, Malang, Unit Kreativitas Mahasiswa Musik Gaung 193 Universitas Islam Malang telah melaksanakan kegiatan produksi Jingle Oshika Maba 2025.

 

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari mandat Panitia Oshika Maba 2025 kepada UKM Musik Gaung 193 untuk menciptakan jingle resmi yang digunakan dalam rangkaian kegiatan orientasi mahasiswa baru Universitas Islam Malang.

Sebagai pelaksana utama, UKM Musik Gaung 193 bertanggung jawab penuh atas seluruh proses kreatif dan teknis, yang meliputi:

 

  1. Perancangan konsep musik yang menggambarkan semangat, nilai Islami, serta kebersamaan mahasiswa baru UNISMA.
  2. Penyusunan lirik dan komposisi musik dengan gaya yang modern, mudah diingat, dan bernuansa positif.
  3. Proses produksi audio meliputi perekaman vokal dan instrumen, mixing, dan mastering.
  4. Koordinasi kolaboratif dengan UKM Melati Sekar Langit (sebagai tim koreografi) dan UKM Panoramaphotografi (sebagai tim dokumentasi).

 

Melalui kerja sama yang solid, UKM Musik Gaung 193 berhasil menyelesaikan seluruh tahap produksi dengan baik dan menghasilkan karya jingle yang siap digunakan sebagai identitas musikal resmi Oshika Maba 2025 Universitas Islam Malang.

 

Jingle ini telah ditampilkan secara perdana pada acara pembukaan Oshika Maba 2025 dan mendapatkan apresiasi dari pihak Rektorat serta seluruh panitia penyelenggara.

Dengan terciptanya jingle ini, UKM Musik Gaung 193 diharapkan terus menjadi motor penggerak kreativitas mahasiswa di bidang seni dan musik, serta menjadi bagian penting dalam membangun citra positif Universitas Islam Malang.

8 Medali di Sabet oleh Atlit Taekwondo Mahasiswa Universitas Islam Malang

Mahasiswa Universitas Islam Malang kembali meraih prestasi yang membanggakan di dalam bidang Taekwondo. Para mahasiswa ini memanfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu yang tersisa di akhir semester genap untuk berpartisipasi dalam Kejuaraan PIALA WALIKOTA SURABAYA SE-JAWA TIMUR 2025. Acara ini berlangsung dari tanggal 31 Agustus 2025 3 September 2025 di Bung Tomo Sport Center, Kota Surabaya, Jawa Timur. Kejuaraan ini dihadiri oleh ribuan atlet dari berbagai daerah yang ada di Provinsi Jawa Timur, termasuk di antaranya tim  taekwondo yang diwakili oleh UKM Olahraga Universitas Islam Malang. 

Dalam ajang Kejuaraan ini, tim taekwondo UKM Olahraga Universitas Islam Malang mengikuti 1 kategori perlombaan yakni kelas kyorugi senior. Kelas kyorugi senior diikuti oleh mahasiswa dengan pemegang sabuk kuning ke atas. Dalam  kejuaraan ini tim taekwondo UKM Olahraga Universitas Islam Malang mengirim delapan atlet untuk berkompetisi. Dengan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam, delapan mahasiswa Universitas Islam Malang (Unisma) telah berhasil meraih prestasi gemilang dengan meraih 2 medali emas kyorugi senior, 2 medali perak kyorugi senior, 4 medali perunggu kyorugi senior. Persiapan untuk perlombaan tergolong mendesak mengingat harus membagi fokus dengan pelaksanaan UAS yang sedang berlangsung pada waktu yang sama di campus. Namun berkat dari bimbingan dan dukungan yang diberikan oleh pelatih M. Luqman Hakim segala pencapaian ini dapat terwujud untuk tim Taekwondo UNISMA dan rekan-rekan yang senantiasa gigih dalam dedikasi pelatihan. Akhirnya, Upaya tersebut menghasilkan pencapaian yang luar biasa dalam kompetisi ajang kejuaraan PIALA WALIKOTA SURABAYA SE-JAWA TIMUR 2025.

Nama-nama atlet yang ikut serta tersebut diantaranya Atik Hidayati (Kyorugi), Putra Nur Fadhila Ramadhani (Kyorugi), Muhammad Fharel Shofyan (Kyorugi), M. Alfialn Permana (Kyorugi), Ahmad Rifan Ramadhan (Kyorugi), Zulfikar Paca (Kyorugi), M. Agio Kurnia (Kyourugi), Syahida Amalia Firdaus (Kyourugi) dan Muh Luqman Hakim sebagai Pelatih. Dengan pencapaian ini, diharapkan bahwa tim taekwondo UKM Olahraga mampu meraih, prestasi yang lebih gemilang, baik di tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional. Tujuannya Adalah untuk mengangkat nama baik UNISMA dan meningkatkan pengenalan institusi ini di kalangan atlet taekwondo.

 

Semarak Patriotisme di Kampus Unisma: Tim Korsik Menwa 836 Macan Putih Sukses Meriahkan Upacara HUT RI ke-80

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan upacara bendera yang berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat nasionalisme pada Minggu, 17 Agustus 2025. Upacara ini menjadi momentum penting bagi seluruh civitas academica untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan dan semangat persatuan. Salah satu sorotan utama dalam kegiatan tersebut adalah penampilan tim Korsik dari Satuan Resimen Mahasiswa 836 Macan Putih, yang bertugas sebagai pengiring musik upacara.

Kegiatan berlangsung di lapangan utama kampus Unisma dan dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, para dosen, staf administrasi, serta mahasiswa dari berbagai fakultas. Kehadiran mereka menciptakan suasana yang penuh kebersamaan, memperlihatkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dihayati secara mendalam oleh seluruh elemen kampus.

Tim Korsik Menwa memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan atmosfer upacara yang sakral dan menggugah semangat patriotisme. Dengan iringan musik yang terlatih dan penuh semangat, mereka membawakan lagu-lagu nasional seperti “Indonesia Raya,” “Mengheningkan cipta,” dan “Hari Merdeka.” Setiap alunan musik yang mereka mainkan mengiringi tahapan upacara dengan ritme yang tepat dan penuh penghayatan, menjadikan momen tersebut terasa lebih hidup dan bermakna.

Penampilan mereka bukan sekadar pengiring upacara, melainkan menjadi elemen pemersatu yang menghidupkan semangat perjuangan dan cinta tanah air di tengah peserta. Denting alat musik yang dimainkan dengan disiplin dan harmoni mencerminkan semangat gotong royong serta dedikasi tinggi dari para anggota Menwa, yang telah mempersiapkan diri secara intensif sejak hari sebelumnya.

Pada Sabtu, 16 Agustus 2025, tim Korsik Menwa melaksanakan gladi bersih sebagai bagian dari persiapan teknis. Latihan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan setiap transisi musik dan aba-aba berjalan lancar. Gladi bersih ini juga menjadi ajang evaluasi dan penguatan koordinasi antar anggota tim, sehingga pada hari pelaksanaan mereka tampil dengan performa yang prima.

Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi oleh lagu kebangsaan. Tim Korsik Menwa mengiringi seluruh rangkaian upacara mulai dari pembukaan, pembacaan teks Proklamasi, hingga penutupan. Penampilan mereka mendapat apresiasi tinggi dari peserta dan pimpinan universitas, yang menilai bahwa kontribusi mereka telah memberikan warna tersendiri dalam peringatan kemerdekaan tahun ini.

Dalam sambutannya, Rektor Unisma menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan profesionalisme tim Korsik Menwa. Beliau menegaskan bahwa penampilan mereka bukan hanya menunjukkan keterampilan musikal, tetapi juga semangat juang dan cinta tanah air yang luar biasa. Tidak terdapat kendala teknis yang berarti selama pelaksanaan kegiatan. Semua berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh khidmat. Tim Korsik Menwa menunjukkan performa yang solid, disiplin tinggi, dan kekompakan yang patut dicontoh.

Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat terus hidup dan berkembang di lingkungan kampus. Melalui peran aktif mahasiswa dalam kegiatan seperti ini, nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air dapat ditanamkan secara mendalam dan berkelanjutan. Satuan Resimen Mahasiswa 836 Macan Putih Universitas Islam Malang telah menunjukkan bahwa mereka bukan hanya penjaga disiplin, tetapi juga penjaga semangat bangsa. Semoga semangat ini terus berkobar dan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.

Sinergi Guru dan Mahasiswa PPLK FAI UNISMA Meriahkan Upacara Kemerdekaan di MINU Polowijen

Pada hari Minggu, tanggal 17 Agustus 2025, MINU Polowijen menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 di halaman madrasah. Upacara dimulai tepat pukul 07.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 08.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berjalan lancar, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan. Peserta upacara terdiri dari siswa kelas 5 dan 6 yang berbaris dengan rapi, para guru serta staf madrasah yang turut hadir dengan penuh disiplin, serta mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan (PPLK) dari Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (FAI UNISMA). Adapun petugas upacara diamanahkan kepada guru dan mahasiswa PPLK yang telah berlatih dengan penuh tanggung jawab sehingga mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Sejak pagi hari, halaman madrasah sudah dipenuhi dengan nuansa semangat kemerdekaan. Tiang bendera dihiasi dengan bendera merah putih kecil dan umbul-umbul yang berkibar tertiup angin. Para siswa tampak antusias dan bersemangat, sebagian sudah datang lebih awal agar tidak terlambat mengikuti upacara. Pemandangan semakin meriah dengan hadirnya para guru yang mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keberagaman busana ini menambah suasana nasionalis sekaligus memberikan pendidikan kontekstual bahwa Indonesia kaya akan budaya yang harus dijaga dan dihargai.

Rangkaian upacara dimulai dengan persiapan pasukan. Pemimpin upacara memasuki lapangan dan segera melaporkan kesiapan barisan kepada pembina upacara. Selanjutnya, pasukan pengibar bendera Merah Putih yang terdiri dari mahasiswa PPLK dengan penuh percaya diri melaksanakan tugasnya. Seluruh peserta upacara berdiri tegak, menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dengan penuh penghayatan saat bendera Merah Putih perlahan dikibarkan hingga puncak tiang, suasana saat itu terasa khidmat.

Setelah pengibaran bendera, pembina upacara mengajak seluruh peserta untuk mengheningkan cipta, mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan. Suasana hening menyelimuti halaman madrasah, hanya terdengar suara burung pagi yang menambah khidmatnya prosesi. Kemudian, salah satu guru membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan dengan suara lantang, sehingga seolah-olah suasana bersejarah tanggal 17 Agustus 1945 kembali hadir di MINU Polowijen. Pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 dilanjutkan oleh salah seorang guru dengan penuh wibawa, menegaskan kembali dasar konstitusi yang menjadi pijakan bangsa.

Setelah itu, tibalah saat yang dinanti, yaitu amanat dari pembina upacara yang disampaikan oleh Kepala MINU Polowijen, Bapak Mubin. Dalam amanatnya, beliau memulai dengan menyampaikan rasa syukur ke hadirat Allah SWT karena seluruh warga madrasah diberi kesehatan dan kesempatan untuk memperingati HUT RI ke-80. Beliau menegaskan bahwa hari kemerdekaan ini adalah momentum penting untuk mengenang jasa para pahlawan bangsa. Kemerdekaan, tegas beliau, tidak datang dengan mudah, melainkan melalui perjuangan panjang, pengorbanan jiwa, raga, harta, bahkan nyawa. Karena itu, beliau mengingatkan seluruh siswa agar tidak menyia-nyiakan warisan kemerdekaan ini.

Bapak Mubin menekankan bahwa mengisi kemerdekaan di era sekarang berbeda dengan masa lalu. Jika dahulu para pahlawan berjuang melawan penjajah dengan senjata, maka tugas generasi sekarang adalah berjuang melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia, dan karya nyata. Beliau berpesan kepada siswa-siswa MINU Polowijen untuk belajar dengan tekun, disiplin, serta berusaha meraih prestasi baik akademik maupun non-akademik. Beliau juga menambahkan bahwa guru-guru serta mahasiswa PPLK siap membimbing dan mendampingi siswa, namun keberhasilan tetap bergantung pada kemauan dan kesungguhan belajar dari setiap individu.

Dalam amanatnya, Bapak Mubin juga mengutip tema peringatan HUT RI tahun ini yaitu “Bersatu, Berdaulat, Maju, dan Sejahtera.” Menurut beliau, tema ini menjadi pengingat bahwa bangsa Indonesia hanya bisa maju apabila tetap menjaga persatuan. Beliau menekankan bahwa keberagaman suku, bahasa, dan budaya harus dipandang sebagai kekuatan, bukan perpecahan. Beliau melanjutkan bahwa anak-anak MINU Polowijen harus tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia, cinta tanah air, dan rasa persaudaraan. Beliau mengingatkan siswa agar saling menghargai, tidak membeda-bedakan teman berdasarkan asal-usul, serta selalu menjunjung tinggi nilai persatuan. “Jika kalian bisa menjaga persatuan di sekolah, menghormati perbedaan, dan saling membantu, maka kalian juga bisa menjaga keutuhan bangsa Indonesia di masa depan,” ujar beliau dengan penuh penekanan. Amanat tersebut ditutup dengan ajakan untuk mendoakan bangsa Indonesia agar senantiasa diberkahi Allah SWT, dijauhkan dari segala marabahaya, dan diberi kekuatan untuk menjadi bangsa yang maju, berdaulat, serta sejahtera. Bapak Mubin menutup dengan seruan penuh semangat: “Dirgahayu Republik Indonesia ke-80, merdeka!” yang disambut dengan pekikan serentak “Merdeka!” dari seluruh peserta upacara, sehingga suasana terasa sangat menggetarkan hati.

Sebagai penguat semangat kebangsaan, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan beberapa lagu perjuangan dan kebangsaan, yaitu “17 Agustus 1945” yang penuh energi, “Bagimu Negeri” yang menumbuhkan rasa pengabdian kepada bangsa, serta “Syukur” sebagai ungkapan terima kasih kepada Allah SWT atas nikmat kemerdekaan. Lagu-lagu tersebut dinyanyikan dengan penuh penghayatan oleh para siswa, guru, staf, dan mahasiswa PPLK. Suasana terasa semakin menggetarkan hati, terutama ketika bait-bait dalam lagu Bagimu Negeri dilantunkan dengan suara lantang dan penuh semangat, membuat halaman madrasah bergema dengan rasa cinta tanah air.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin salah satu mahasiswa PPLK. Doa dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon agar bangsa Indonesia senantiasa dilimpahkan rahmat, persatuan, dan keselamatan. Setelah itu, pemimpin upacara melaporkan bahwa seluruh rangkaian acara telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Upacara ditutup dengan penghormatan terakhir kepada pembina upacara, kemudian barisan dibubarkan dengan tertib.

Secara keseluruhan, upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di MINU Polowijen berlangsung dengan penuh makna. Kehadiran guru dengan pakaian adat, lantunan lagu-lagu kebangsaan yang membangkitkan semangat, serta antusiasme siswa kelas 5 dan 6 membuat upacara ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana pembentukan karakter, pendidikan nasionalisme, dan penguatan persatuan. Partisipasi aktif mahasiswa PPLK FAI UNISMA turut menambah kekhidmatan acara sekaligus memberikan pengalaman langsung tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Dengan demikian, upacara ini menjadi momentum berharga bagi seluruh warga MINU Polowijen untuk memperkokoh rasa syukur, cinta tanah air, dan komitmen mengisi kemerdekaan dengan hal-hal yang positif.