Rakha Rasyid Putra Karang: Kisah Alumni UNISMA yang Menyatukan Agroteknologi, Pengabdian di Polri, dan Dedikasi untuk Ketahanan Pangan

Alumni UNISMA – Tidak banyak anak muda yang mampu menapaki dua jalur karier sekaligus: dunia pertanian yang menuntut ketekunan dan inovasi, serta pengabdian sebagai anggota Kepolisian yang memerlukan kedisiplinan tinggi. Namun, hal itulah yang berhasil diwujudkan oleh Rakha Rasyid Putra Karang, S.P., alumni Fakultas Pertanian, Universitas Islam Malang (UNISMA) lulusan tahun 2024.

Dengan rekam jejak sebagai mahasiswa aktif organisasi, pengusaha muda, penulis buku, sekaligus Bamin Satbinmas POLRI, Rakha membuktikan bahwa potensi anak muda Indonesia tidak pernah memiliki batas—selama mereka mau berusaha, belajar, dan membuka diri pada kesempatan.

 

Tumbuh dari Lingkungan Akademik yang Menguatkan

Rakha menempuh studi di Jurusan Agroteknologi UNISMA dan dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Selama kuliah, ia banyak menghabiskan waktu bersama KSR-PMI Unit UNISMA. Mulai dari menjadi anggota divisi, panitia kegiatan, hingga dipercaya sebagai Ketua Divisi Sumber Daya Relawan. Di organisasi ini, ia belajar tentang manajemen tim, kepemimpinan, sekaligus bagaimana merespon kondisi darurat yang membutuhkan ketepatan dan empati.

Pengalaman itulah yang menjadi fondasi kuat ketika Rakha harus terjun ke masyarakat, baik sebagai pengusaha pertanian maupun sebagai anggota Polri.

 

Mengawali Jejak di Dunia Pertanian

Kecintaannya pada pertanian tidak berhenti setelah lulus kuliah. Bahkan jauh sebelum mengenakan seragam Polri, Rakha sudah merintis usaha tani.

Ia membangun:

  • Usaha tanaman hias, yang menjadi cikal bakal aktivitas agribisnisnya.
  • Perdagangan komoditas pertanian, yang berkembang menjadi jaringan bisnis di beberapa daerah.

Usaha itu tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran tentang manajemen bisnis, pemasaran, dan inovasi produk pertanian.

Dari pengalaman tersebut, Rakha kemudian mendirikan dua unit usaha:

1. PT Grids Fruit Indonesia

Berfokus pada pengembangan komoditas buah, pemasaran, dan inovasi produk pertanian.

2. Fawazztani

Sebuah inisiatif usaha tani yang juga memiliki nilai edukasi: memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pertanian berkelanjutan dan teknik penanaman modern.

Memilih Jalur Pengabdian: Bergabung dengan Polri

Ketika usahanya mulai berkembang, Rakha justru memilih tantangan baru: mengikuti seleksi Polri. Bagi sebagian orang, peralihan ini terasa jauh. Namun bagi Rakha, disiplin pertanian dan tanggung jawab sosial yang ia pelajari di KSR-PMI memberi bekal kuat untuk memasuki dunia kepolisian.

Setelah resmi diterima sebagai Personel Polri, ia kini mengemban tugas sebagai Bamin Satbinmas, sebuah posisi yang bersinggungan langsung dengan pembinaan masyarakat.

Baginya, menjadi polisi bukan hanya pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian.

“Setiap tugas adalah amanah. Apa pun seragam yang kita pakai, yang penting kita bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Menariknya, meski kini aktif di kepolisian, Rakha tetap melanjutkan bisnis dan edukasi pertanian.

 

Kontribusi Nyata untuk Ketahanan Pangan

Di luar tugas dinas, Rakha banyak diundang sebagai pemateri dan narasumber. Ia rutin berbagi ilmu kepada mahasiswa, petani, hingga komunitas masyarakat.

Beberapa kontribusinya antara lain:

  • Pemateri ketahanan pangan untuk mahasiswa PMM Universitas Negeri Malang
  • Narasumber persiapan memasuki dunia kerja untuk mahasiswa menjelang yudisium
  • Mengadakan program deteksi dini kekurangan unsur hara pada tanaman
  • Penyuluh ketahanan pangan di berbagai kegiatan masyarakat
  • Menulis buku Pertanian Organik

Yang paling monumental adalah karya bukunya berjudul “Pertanian Organik untuk Komoditas Tanaman Buah Naga”, yang kini menjadi referensi praktis bagi petani dan akademisi.

 

Filosofi Hidup: Disiplin, Jujur, dan Terus Meng-upgrade Diri

Di tengah kesibukan dan peran ganda yang ia jalani, Rakha memiliki prinsip hidup yang sederhana namun kuat.

“Perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Kalau mau negeri maju, kita mulai dari hal kecil: disiplin, jujur, rajin belajar, dan terus upgrade diri. Value diri itu bukan pada gelarnya, tetapi pada apa yang kita lakukan dengan ilmu.”

Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kombinasi karakter: iman yang kuat, pikiran yang terbuka, tutur kata yang lembut, dan sikap yang tegas.

Harapan untuk UNISMA

Rakha berharap UNISMA semakin maju dan diakui secara internasional.

“Saya bangga menjadi bagian dari UNISMA. Semoga kampus semakin upgrade menuju standar unggul dunia dan alumninya mendapat prioritas di dunia kerja maupun usaha.”

Baginya, kampus adalah tempat yang membentuk karakter dan memberikan fondasi untuk masa depan.

 

Pesan untuk Para Alumni

Rakha mengajak seluruh alumni UNISMA untuk menjaga solidaritas dan terus membawa manfaat bagi lingkungan masing-masing.

“Kita mungkin berjalan di jalur yang berbeda, tapi ada satu hal yang menyatukan kita: semangat belajar dan memberi dampak baik. Tetap rendah hati, tetap solid, tetap bermanfaat. Masa depan alumni UNISMA adalah masa depan yang kita bangun bersama.”

 

 

UNISMA Ukir Prestasi di MTQMN XVIII 2025: Raih Lima Penghargaan Nasional

Malang, Kamis, 10 Oktober 2025 – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali mengukuhkan eksistensinya di tingkat nasional dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN) ke-XVIII tahun 2025. Setelah melalui perjuangan ketat di tingkat pra-seleksi dan kompetisi final yang diselenggarakan di Universitas Lambung Mangkurat (Unlam), Banjarmasin, kafilah UNISMA berhasil membawa pulang total lima penghargaan dari berbagai cabang lomba.

Peraihan prestasi ini menjadi bukti nyata keseriusan dan kualitas pembinaan keagamaan di UNISMA, sejalan dengan visi “Terbang Melesat” menuju kampus berkelas dunia.

Berikut adalah daftar lengkap prestasi yang diraih oleh kafilah UNISMA di MTQMN XVIII 2025:

Kategori Lomba Nama Mahasiswa Peringkat
Musabaqah Tartil Qur’an  Ahmad If’anlala Qoyyumul Aslam Terbaik 3
Musabaqah Syarhil Qur’an Shofie Aulia, Shafira Fathul Jannah, Umi Masitah Harapan 3
Musabaqah Khaththil Qur’an Golongan Kontemporer M. Zidni Irfan Nafian Harapan 3
Musabaqah Debat Ilmiah Kandungan Qur’an dalam Bahasa Inggris  Ismy Nazilatul & Alya Nabila Terbaik 4
Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi Muhammad SAW Wildan, Hanif, Alfan, Devin, Nukman Harapan 1

Kafilah UNISMA juga secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada seluruh elemen kampus. “Kafilah Universitas Islam Malang menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Yayasan Universitas Islam Malang, Rektorat beserta seluruh jajaran pimpinan, serta seluruh sivitas akademika UNISMA atas dukungan, doa, dan perhatian luar biasa yang telah diberikan,” bunyi pernyataan kafilah.

Prestasi ini menjadi pendorong bagi UNISMA untuk terus melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak, dan berprestasi. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi kekuatan bagi UNISMA untuk terus “Terbang Melesat” dan berkontribusi dalam syiar Al-Qur’an di tingkat nasional.

Terima kasih, UNISMA Hebat! #KafilahUNISMA #MTQMN2025 #UNISMAHebat #UnismaTerbangMelesat


Raih 10 Prestasi, Mahasiswa Beasiswa Juara ini Berprestasi di Tahun Pertamanya

Malang, Jumat, 10 Oktober 2025 – Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA) patut berbangga. Nazaretha Dimitri, mahasiswa angkatan 2024, telah membuktikan dirinya sebagai rising star di dunia akademik dan non-akademik dengan mengukir sepuluh prestasi gemilang hanya di tahun pertamanya. Pencapaian luar biasa ini meliputi berbagai bidang, mulai dari seni, sains, hingga kewirausahaan, dan menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika UNISMA.

Melalui wawancara eksklusif, Nazaretha merangkum serangkaian penghargaan prestisius yang berhasil ia raih. Keberhasilannya menegaskan bahwa mahasiswa baru UNISMA memiliki potensi tak terbatas untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

 

Daftar 10 Prestasi Nazaretha Dimitri di Tahun Pertama:

 

No. Nama Prestasi & Kategori Penyelenggara & Tingkat Judul Karya/Proyek
1. Juara 3 Poster Ilmiah Perpustakaan UNISMA 2024 (Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan)
2. Juara 1 Design Company Cover 2025
3. Silver Medal Youth International Science Competition Internasional The Future of Plastic Asphalt: Transforming Plastic Waste into Durable Infrastructure in Malang City
4. Juara Favorit Poster Art Scope UNESA 2025
5. Juara 1 Video Agroventure Forces Fakultas Pertanian UNISMA 2025
6. Bronze Medal Essay Competition SINEC Universitas Widya Mataram, Yogyakarta 2025 PETERNAKAN TANPA KANDANG: INOVASI INVESTASI KOLEKTIF UNTUK GENERASI MILENIAL
7. Bronze Medal Essay International Student Competition Universitas Mataram, Lombok 2025 PIEZOELEKTRIK SIDEWALK ENVIRONMENTAL INNOVATION FROM THE YOUNG GENERATION FOR A SUSTAINABLE FUTURE
8. Lolos Pendanaan P2MW 2025 Kemendikbudristek (Program Mahasiswa Wirausaha) JAPIBAH (Jasa Pelayanan Inseminasi Buatan Ayam Hias)
9. Lolos Pendanaan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2025 UNISMA Pengembangan Gerbang Desa Wisata Bromo Wringinanom Melalui Optimasi Sumber Daya Lokal Karya Batik Tengger dan Produk Olahan Susu
10. Lolos Pendanaan Hibah Institusi Universitas Malang (HIMA) 2025 UNISMA GS HEALTHY FEED PAKAN IKAN BERBASIS MAGOT DENGAN SUPLEMENTASI BAWANG DAYAK SEBAGAI MODEL ECOSOCIOPRENEURSHIP DI GRAHA SEMBRANI DESA SUKOANYAR WAJAK

Mahasiswa FEB UNISMA Raih Juara 1 Pilmapres dalam Anugerah Kemahasiswaan 2025

Anugerah Kemahasiswaan – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Universitas Islam Malang. Dalam ajang Anugerah Kemahasiswaan UNISMA tahun 2025, Surya Aditya, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), berhasil meraih Juara 1 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas.

Surya Aditya dikenal sebagai mahasiswa berprestasi yang aktif, inovatif, dan konsisten dalam mengembangkan potensi diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Ia telah mengukir berbagai prestasi di tingkat nasional dan internasional.
Adapun deretan penghargaan yang berhasil diraih antara lain:
1. Silver Global Youth Invention and Innovation Fair 2025 IPB University
2. Silver Medal Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISEEF)
2023
3. Awardee Beasiswa Unggulan Kemdikdasmen RI
Harap 1 Innovation of Animal Science Competition (IASC IX) FAPET UB
4. 1st Lomba Peneliti Belia Bali, Center For Young Scientist (CYS)
5. Juara 3 Accounting Essay Competition (AEC) AFEST HIMAPRODI Akuntansi UNISMA
6. Bronze Medal IDEAFEST2 Instiper Yogyakarta, Sentosa Foundation.
7. Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional SIAGA Awards 2024 UII
8. ⁠Silver Medal Youth International Science Fair 2025
9. Juara 2 Bisnis Plan Kompetisi LPKIB UNISMA.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi bukti nyata dedikasi Surya dalam mengharumkan nama Universitas Islam Malang serta menunjukkan daya saing mahasiswa UNISMA di kancah nasional dan internasional.
Dalam kesempatan wawancara, Surya menyampaikan apresiasi yang mendalam terhadap peran dan dukungan UNISMA dalam mengembangkan potensi mahasiswa.
“Dari segi akademik, UNISMA sangat mendukung dan memberikan kurikulum yang up to date dengan perkembangan zaman. Lingkungan kampus juga memberikan pengalaman luar biasa selama saya menempuh pendidikan,” ujarnya.
Surya berpesan kepada seluruh mahasiswa UNISMA untuk dapat memanfaatkan berbagai fasilitas dan kesempatan yang telah disediakan kampus guna menunjang pengembangan diri.
“Saya berharap mahasiswa, baik yang baru maupun lama, dapat memanfaatkan seluruh privilege yang diberikan UNISMA, karena hal tersebut sangat mendukung pengembangan potensi baik di bidang akademik maupun nonakademik,” tuturnya.

Keberhasilan Surya Aditya menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika UNISMA untukr terus berprestasi dan mengembangkan diri. Capaian ini juga menjadi bukti komitmen Universitas Islam Malang dalam mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, serta mampu bersaing di tingkat global.

Pewarta: Anggita Oktavia – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Anugerah Kemahasiswaan UNISMA 2025, Mahasiswa Fakultas Teknik Raih Juara 3 Pilmapres

Anugerah Kemahasiswaan – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menggelar ajang bergengsi Anugerah Kemahasiswaan, Rabu 01 Oktober 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa yang berprestasi di berbagai bidang akademik maupun nonakademik. Dalam acara ini, Zainal Abidin, mahasiswa Fakultas Teknik, berhasil meraih penghargaan sebagai Juara 3 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) UNISMA 2025.

Zainal Abidin dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan berprestasi di berbagai ajang nasional maupun internasional. Ia telah menorehkan sederet penghargaan bergengsi, di antaranya:

1. Mahasiswa Berprestasi, Universitas Islam Malang – 2025
2. Awardee Online Scholarship Competition (OSC) Medcom.id–Surya Edukasi Bangsa Foundation – 2023
3. Funding Awardee – Community Empowerment Program, BEM UNISMA KEMENDIKBUD SAINTEK – 2025
4. Juara 1 National Comic Design Contest LAKPESDAM PBNU – 2024
5. Juara 1 Lomba Design Poster Bank Sampah NIHCR UB – 2025
6. Juara 2 Line Follower Robotic Contest Universitas Muhammadiyah Ponorogo – 2024
7. Juara 3 National Poster Competition D’Kandang – 2025
8. Silver Medal, Indonesia International Applied Science Project Olympiad (I2ASPO) – 2024
9. Silver Medal, Youth International Science Fair (YISF) – 2025
10. Silver Medal, International Youth Business Competition (YBC) – 2025
11. Bronze Medal, SEARY 8.0 (Soedirman Event of Animal Husbandry) – 2025
12. Bronze Medal, Sustainable Innovations Essay Competition (SINEC) – 2025
13. Bronze Medal, International Student Competition, University of Mataram – 2025
14. Semifinalist, FUTURA Robotic Contest, Universitas Padjadjaran Bandung – 2024
15. Participant, Kontes Robot Tematik Se-Indonesia, Kemendikbudristek – 2023
16. Top 10 Finalist, National Business Plan Competition, Tirtayasa Entrepreneur Festival – 2024
17. Top 10 Finalist, Sport and Islamic Festival, Universitas Negeri Malang – 2024
18. Top 16 Finalist, Java Robotic Contest XII, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – 2024

Tidak hanya berprestasi, Zainal juga aktif dalam berbagai organisasi di tingkat kampus maupun eksternal. Di lingkungan kampus, ia menjabat sebagai:

* Wakil Menteri Kementerian Dalam Negeri BEM Universitas Islam Malang
* Wakil Ketua Artificial Intelligence Robotic (AIROSA) Universitas Islam Malang
* Kepala Bidang Non-DIKTI UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah (KREASI) UNISMA

Sementara di luar kampus, Zainal juga berkiprah di berbagai organisasi keagamaan dan kepemudaan, antara lain:

* Wakil Ketua 1 IPNU (Ikatan Pelajar NU) PAC Bululawang
* Kepala Bidang Keorganisasian PIK KNPI Kecamatan Bululawang
* Sekretaris LTN NU Kecamatan Bululawang
* Departemen Organisasi IPNU PC Kabupaten Malang

Dalam wawancaranya, Zainal menceritakan perjalanan panjangnya sebelum akhirnya menempuh pendidikan di UNISMA.
“Sebelum menjadi mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA), saya beberapa kali berusaha mendaftar puluhan beasiswa di berbagai universitas. Di sela-sela mencari beasiswa, saya memutuskan untuk mengambil gap year setelah lulus SMK dengan bekerja untuk mempersiapkan kuliah. Akhirnya, saya mendaftar beasiswa OSC di UNISMA dan setelah melalui beberapa tahap seleksi, saya dinyatakan lulus dan resmi menjadi mahasiswa UNISMA. Perjuangan sebelum menjadi mahasiswa memang cukup berat. Saya harus bekerja sekaligus menerima kenyataan ditolak oleh berbagai beasiswa. Hal tersebut membuat saya bertekad untuk tidak menyia-nyiakan privilege yang telah saya dapatkan selama kuliah. Karena itu, saya memutuskan untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi tingkat mahasiswa, baik nasional maupun internasional.”

Zainal juga membagikan kisah semangatnya selama menempuh pendidikan dan berkompetisi.
“Dari puluhan kompetisi yang saya ikuti, saya pernah mengalami belasan kali kekalahan, tetapi juga berhasil meraih kemenangan di beberapa kesempatan. Semua itu terasa lebih ringan karena saya memiliki tim yang suportif dan memiliki visi yang sama. Selain itu, saya juga mengikuti dua organisasi peminatan lomba, yaitu UKM KREASI dan Artificial Intelligence Robotic Universitas Islam Malang (AIROSA). Keduanya berfokus pada pengembangan keterampilan dan prestasi, serta sama-sama merupakan organisasi baru di UNISMA.”

Ia pun menyampaikan kesannya selama kuliah di UNISMA.
“Selama berkuliah di Universitas Islam Malang (UNISMA), saya merasakan suasana kampus NU yang sangat kental sejak awal menjadi mahasiswa baru. Setiap mahasiswa baru diwajibkan mengikuti proses orientasi melalui kegiatan Halaqah Diniyah, di mana kami diajarkan dasar-dasar pendalaman Islam. Selain itu, setiap perkuliahan selalu diawali dan diakhiri dengan doa serta sholawat, sehingga nuansa religius terasa begitu kuat dalam aktivitas akademik sehari-hari. Dari sisi akademik, Universitas Islam Malang memiliki akreditasi unggul di berbagai program studi yang ada. Namun, terdapat beberapa hal yang masih perlu diperbaiki, terutama terkait fasilitas kampus. Masih banyak ruang perkuliahan yang memerlukan perbaikan, seperti ketersediaan AC, papan tulis, koneksi wifi, serta kebersihan ruang kelas. Selain itu, peraturan mengenai kawasan bebas asap rokok juga perlu ditegakkan lebih konsisten, karena masih ditemukan asap rokok di area yang seharusnya steril dari rokok.”

Sebagai penutup, Zainal menyampaikan pesan dan harapannya.
“Harapan saya kepada mahasiswa lain adalah agar tidak berkecil hati menjadi bagian dari kampus swasta yang masih membutuhkan peningkatan untuk dapat bersanding dengan perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia. Melalui partisipasi dalam kompetisi serta dengan membuktikan kontribusi nyata di kancah nasional maupun internasional, nama baik UNISMA lambat laun akan semakin dikenal, begitu pula kiprah dan kualitasnya. Saya pun pernah merasakan perasaan serupa ketika pertama kali mengikuti kompetisi dan harus berhadapan dengan universitas-universitas ternama seperti UGM, UI, UNAIR, dan UB. Namun, dengan usaha yang lebih keras, kita dapat membuktikan bahwa kompetensi dan kemampuan mahasiswa UNISMA mampu bersaing, bahkan berpotensi melampaui mahasiswa dari kampus besar lainnya.”

Ajang Anugerah Kemahasiswaan UNISMA 2025 menjadi bukti nyata komitmen Universitas Islam Malang dalam mendukung potensi dan kreativitas mahasiswa. Prestasi yang diraih Zainal Abidin menjadi inspirasi bahwa kerja keras, semangat pantang menyerah, dan lingkungan yang mendukung mampu melahirkan generasi muda unggul dan berdaya saing global.

Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Salma Aniqotizzahro, Mahasiswa FKIP Unisma Raih Juara 2 Pilmapres 2025 pada Anugerah Kemahasiswaan

Anugerah Kemahasiswaan – Pada ajang Anugerah Kemahasiswaan Universitas Islam Malang (Unisma) pada hari Rabu, 01 Oktober Tahun 2025, Salma Aniqotizzahro, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), berhasil meraih Juara 2 Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unisma 2025.

Selain prestasi tersebut, Salma juga memiliki berbagai capaian di tingkat nasional dan internasional. Ia tercatat lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH) tahun 2023 dan 2024, lolos pendanaan Rumah Kreatif Mahasiswa tahun 2023, serta meraih Silver Medal pada ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) 2025 yang diselenggarakan oleh Indonesian Youth Scientist Association bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, Salma juga meraih Juara 2 National Business Plan Competition kategori Sociopreneur 2025 dan Juara 2 Lomba Poster Infografis dalam rangka Hari Kunjung Perpustakaan 2025.

Dalam wawancaranya, Salma menyampaikan bahwa perjuangannya untuk meraih banyak prestasi dimulai sejak masih menjadi mahasiswa baru. Saat itu, ia mulai mengajak teman-temannya untuk ikut lomba, mengajukan riset, dan mengikuti berbagai kegiatan. Menurutnya, banyak dinamika yang dihadapi, dan itu adalah bagian dari kehidupan. Ia selalu percaya bahwa kerja keras dan dedikasi akan membuahkan hasil. Motivasi utamanya adalah untuk terus belajar dan berkembang, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Salma meyakini bahwa setiap langkah kecil yang diambil dapat membawa dampak besar di masa depan.

Lebih lanjut, Salma mengungkapkan kesannya selama berkuliah di Unisma. Ia menuturkan bahwa kuliah di Unisma sangat seru dengan tagline ke-NU-annya dan semangat World Class University. Banyak pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama berkuliah, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Melalui organisasi, ia juga dapat menambah dan mengembangkan hard skill serta soft skill. Menurutnya, Unisma berhasil menjadi kampus yang mendukung pengembangan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa secara seimbang.

Sebagai penutup, Salma menyampaikan pesan dan harapannya kepada mahasiswa Unisma lainnya agar lebih proaktif dalam menanggapi sesuatu dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Ia berpesan agar mahasiswa dapat menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya, mencari teman-teman yang memiliki visi yang sama, mewujudkan tujuan dari visi tersebut, serta membentuk dan meraih impian. Selain itu, ia juga mengajak mahasiswa untuk menjadi pribadi yang aktif, aktif dalam akademik, riset, pengabdian, dan organisasi dengan tetap menjaga keseimbangan agar semua kegiatan tidak mengganggu perkuliahan, semua harus berjalan seirama.

Capaian Salma menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa Unisma untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat, sejalan dengan visi kampus sebagai World Class University yang berkarakter Ahlussunnah wal Jamaah dan berdaya saing global.

Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Pengenalan Mendalam di Oshika Fakultas: Mahasiswa Baru UNISMA Jelajahi Dunia Akademik


OSHIKA MABA — Rangkaian acara Oshika Maba 2025 di Universitas Islam Malang (UNISMA) hari ini, Selasa 23 September memasuki sesi krusial, yaitu Oshika Fakultas. Seluruh mahasiswa baru secara serentak mengikuti kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan mereka secara mendalam pada lingkungan akademik, struktur fakultas, dan program studi masing-masing.

Sesi ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terperinci terkait jurusan yang mereka pilih. Para dekan, wakil dekan, serta kepala program studi menyambut langsung para mahasiswa, memberikan pemaparan tentang kurikulum, prospek karier, hingga peluang riset yang bisa mereka manfaatkan.

Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengenal fakultas sebagai gedung, tetapi juga sebagai rumah akademik tempat mereka akan menghabiskan empat tahun ke depan. Para mahasiswa tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang mata kuliah, fasilitas laboratorium, hingga jalur pengembangan diri, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik di lingkup fakultas.

Seorang mahasiswa baru dari Fakultas Teknik menyampaikan kesannya, “Sosialisasi ini sangat membantu kami. Kami jadi lebih paham tentang apa saja yang akan kami pelajari dan bagaimana kami bisa memaksimalkan potensi di program studi ini. Kami juga jadi tahu tentang berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di fakultas.”

Oshika Fakultas ini merupakan langkah awal UNISMA dalam memastikan setiap mahasiswa baru memiliki pemahaman yang kuat tentang lingkungan akademiknya. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa segera beradaptasi dan lebih fokus dalam menempuh pendidikan, serta memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk meraih prestasi terbaik.


#OshikaMaba2025 #UNISMA #OshikaFakultas #MahasiswaBaruUNISMA
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Kisah Inspiratif Oshika Maba 2025: Kegagalan Bukan Akhir, Beasiswa KIP Kuliah Jadi Bukti Perjuangan


OSHIKA MABA — Pelaksanaan Oshika Maba 2025 di Universitas Islam Malang (UNISMA) hari ini kembali menyoroti kisah-kisah perjuangan mahasiswa baru yang menginspirasi. Di antara ribuan wajah baru, terdapat dua mahasiswa yang berbagi cerita tentang ketekunan mereka dalam meraih beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, pada hari Selasa 23 September. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Kedua mahasiswa, yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan pengalaman mereka yang serupa: sempat ditolak dalam seleksi beasiswa pada kesempatan sebelumnya. Meski sempat merasa kecewa, mereka tidak menyerah. Sebaliknya, penolakan tersebut justru membangkitkan semangat mereka untuk berjuang lebih keras. Dengan doa, tekad yang kuat, dan dukungan dari lingkungan sekitar, mereka kembali mencoba dan akhirnya berhasil diterima sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah di UNISMA.

“Kegagalan itu bukan akhir, justru awal dari perjalanan kita menuju impian,” ungkap salah satu mahasiswa. “Ini adalah bukti bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil, selama kita terus berjuang dan tidak putus asa.”

Kisah perjuangan mereka menunjukkan karakter mahasiswa yang tangguh dan memiliki mentalitas pantang menyerah. Hal ini sejalan dengan komitmen UNISMA untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang berkarakter kuat.

UNISMA sendiri terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai program beasiswa, termasuk KIP Kuliah, disediakan untuk mendukung generasi muda agar dapat mengembangkan potensi dan meraih cita-cita tanpa terhalang oleh kendala ekonomi. Komitmen ini membuktikan bahwa UNISMA peduli dan selalu membuka pintu bagi para pejuang mimpi.


#OshikaMaba2025 #UNISMA #BeasiswaKIPKuliah #KisahInspiratif #KampusPerjuangan
Pewarta: Anggita Oktavia – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

UNISMA Jadi Pilihan Alin Aulia: Paduan Keilmuan dan Kekuatan Keagamaan


OSHIKA MABA — Universitas Islam Malang (UNISMA) terus menarik minat mahasiswa baru dalam Oshika Maba 2025 dengan perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Salah satu mahasiswa baru yang merasakan daya tarik tersebut adalah Alin Aulia, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Dalam wawancara pada hari Senin 22 September, Alin menceritakan alasannya. Ia memilih UNISMA karena keyakinannya terhadap kualitas universitas ini sebagai lembaga pendidikan yang didirikan oleh para ulama dengan landasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). “Saya percaya bahwa UNISMA adalah universitas Islam terbaik yang tidak hanya fokus pada ilmu umum, tetapi juga sangat mendalami ilmu agama,” tutur Alin. Baginya, lingkungan yang berbasis Islami ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan spiritual dan intelektualnya secara seimbang.

Alin mengungkapkan bahwa pilihannya jatuh pada UNISMA karena keyakinannya akan reputasi kampus ini sebagai universitas Islam terbaik. Ia meyakini UNISMA didirikan oleh para ulama dengan landasan Ahlussunnah wal Jama’ah dan dikenal luas karena komitmennya dalam mendalami ilmu agama.

“Saya ingin menimba ilmu di tempat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat. UNISMA adalah pilihan yang tepat karena saya tahu kampus ini didirikan oleh para ulama dan sangat fokus pada pendidikan agama,” ujar Alin.

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan Oshika Maba 2025, khususnya sesi pengenalan Kampung UKM, Alin menemukan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya. Dengan minatnya dalam bidang seni, khususnya menyanyi dan banjari, Alin tertarik untuk bergabung dengan UKM Seni Islami.

“Saya memiliki minat besar dalam menyanyi dan banjari,” ungkap Alin. “Setelah melihat penampilan dan program kerja UKM Seni Islami, saya merasa ini adalah tempat yang tepat untuk mengasah bakat saya sekaligus berdakwah melalui seni.”

Keputusannya untuk bergabung dengan UKM Seni Islami menunjukkan bahwa UNISMA tidak hanya menyediakan lingkungan akademis, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa untuk mengeksplorasi dan mengasah minat non-akademis. Hal ini sejalan dengan visi UNISMA untuk membentuk lulusan yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan holistik.


#UNISMA #MahasiswaBaru #PAI #AhlussunnahwalJamaah #UkmSeniIslami #OSHIKAMABA2025 #KAMPUNGUKM
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Deril Ardiansyah: Karateka Berprestasi Raih Mimpi di UNISMA Dengan Beasiswa Juara


OSHIKA MABA — Di antara ribuan mahasiswa baru yang memulai perjalanan akademiknya di Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam Oshika Maba pada hari Senin 22 September, ada kisah inspiratif dari seorang atlet berprestasi, Deril Ardiansyah. Mahasiswa asal Pasuruan dari Prodi Pendidikan Matematika, FKIP ini memilih UNISMA bukan tanpa alasan; ia terinspirasi oleh reputasi UNISMA sebagai universitas dengan kuota beasiswa terbanyak.

Sejak awal, UNISMA telah menjadi kampus bidikan utama bagi Deril. “Sebelumnya saya sudah mengincar UNISMA, dan ketika mendapat informasi bahwa kuota beasiswa di sini sangat besar, saya semakin mantap untuk mendaftar,” ungkapnya. Ia berhasil mendapatkan beasiswa yang membuka jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sambil terus mengembangkan bakat karatenya.

Perjalanan Deril di dunia karate dimulai sejak usia 9 tahun. Awalnya hanya sekadar hobi, namun berkat ketekunan, ia mulai berkompetisi dari tingkat kabupaten hingga akhirnya mencapai level provinsi dan internasional. Prestasi yang paling berkesan baginya adalah saat bertanding di tingkat nasional dan internasional. “Lomba di tingkat nasional dan internasional itu penuh perjuangan. Persiapan dan latihannya ekstra, benar-benar menguras tenaga,” kenangnya.

Setelah resmi menjadi mahasiswa UNISMA, Deril memiliki harapan besar untuk masa depannya. Ia ingin bakat dan karier karatenya semakin berkembang. “Saya berharap bisa lebih bangkit lagi, naik ke tingkat kejuaraan dunia, dan membawa nama Indonesia serta UNISMA di kancah global,” tuturnya penuh semangat.

Cita-cita terbesarnya adalah bisa berpartisipasi dalam ajang perlombaan karate terbesar di dunia, yaitu World Karate Federation (WKF). Organisasi ini mengadakan kejuaraan setiap tahunnya dan menjadi target utama Deril untuk mencapai kesuksesan di bidang yang ia geluti. Untuk mendukung ambisinya, ia berencana bergabung dengan UKM olahraga yang ada di UNISMA.

Sebagai penutup, Deril memberikan motivasi bagi teman-teman seperjuangannya yang juga mengejar beasiswa. “Apapun bakat dan keahlian kalian, jangan pernah menyerah. Kalau kalian gagal seribu kali, bangkitlah dua ribu kali. Jangan pernah putus asa,” pesannya. Menurutnya, menyerah tidak akan membawa hasil. “Sesulit apa pun cobaannya, hadapi. Itu adalah jalan yang harus dilewati menuju impian kalian. Tetap semangat!”


#UNISMA #MahasiswaBaru #BeasiswaUNISMA #AtletKarate #OshikaMaba2025 #Beasiswa JUARA
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam