“Tiga Sahabat” Kembali Bersatu di Kampus Unisma: Kisah Persahabatan yang Tak Terduga

Di tengah hiruk pikuknya Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Malang (UNISMA) terselip kisah unik dan mengharukan dari tiga sahabat lama yang bertemu kembali sebagai mahasiswa baru di fakultas yang sama tanpa direncanakan.

Mereka ialah Maman, Lintang, dan Zulfikar. Ketiganya merupakan mahasiswa baru yang berasal dari Malang. Program studi yang ditempuh ketiganya berada di fakultas yang sama yakni dibawah naungan Fakultas Teknik. Maman dan Lintang mengambil jurusan Teknik Elektro, sedangkan Zulfikar mengambil jurusan Teknik Mesin.  Persahabatan mereka dimulai sejak masa kanak-kanak, yang kemudian berlanjut saat mereka menempuh pendidikan sekolah dasar. Sempat terpisah saat sekolah menengah karena salah satunya menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Kami bertiga sudah bersahabat sejak TK, kemudian berlanjut saat masuk SD. Kami sempat terpisah waktu SMP karena beda sekolah. Waktu SMK itu hanya Maman dan Lintang yang bertemu lagi di sekolah yang sama soalnya saya mondok di Asy Syadzali waktu SMA”. Ungkap Zulfikar

Tanpa rencana dan komitmen aapun, ketiga sahabat masa kecil itu kembali bertemu sebagai mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Islam Malang.

“Kami nggak ada niatan janjian sebetulnya, tiba-tiba ketemu waktu meet up mahasiwa teknik di Gedung B. Kami nggak ada janjian lewat chat atau apapun ternyata takdir mempertemukan kami kembali disini lengkap bertiga”.  Ungkap Maman

Masing-masing dari mereka memiliki motivasi yang berbeda saat memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Maman mengungkapkan bahwa ia memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuan karena ia diminta kedua orang tuanya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dan Universitas Islam Malang ialah perguruan tinggi yang direkomendasikan oleh orang tuanya.

“Sebelumnya saya memang diminta orang tua untuk melanjutkan pendidikan. Dan Universitas Islam Malang itu rekomendasi dari orang tua saya juga. Menurut orang tua saya Universitas Islam Malang adalah yang paling tepat untuk saya, jadi saya manut orang tua”.  Ujar Maman

Lain halnya dengan Lintang, ia mengungkapkan bahwa Universitas Islam Malang adalah pilihan keduanya. Ia memang sudah merencanakan jika ia tidak diterima di pilihan pertama, maka ia memilih Universitas Islam Malang.

“Kalau saya bedalagi motivasinya. Motivasi saya memilih melanjutkan disini karena memang saya menjadikan Universitas Islam Malang sebagai tujuan kedua saya kalua tidak diterima di pilihan pertama.” Ujarnya Lintang

Motivasi Zulfikar pun berbeda dengan kedua temannya. Zulfikar mengaku bahwa ia memang memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuannya. Ia merasa Universitas Islam Malang adalah perguruan yang tepat baginya setelah menempuh pendidikan di pondok.

“Kalau saya memang sudah dari hati memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuan saya. Memang sudah dari hati. Toh sebelumnya juga saya menempuh pendidikan di pondok” Ujar Zulfikar

Kisah pertemuan mereka bertiga yang tidak terduga ini merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa unik saat OSHIKA MABA. Pertemuan ini menunjukkan bahwa persahabatan sejati akan selalu kembali. Tiga serangkai ini siap mengawali babak baru sebagai mahasiswa Universitas Islam Malang dengan membawa semangat persahabatan ke jenjang yang lebih tinggi.

Penulis : Sindy Kartika Rahayu – Ilmu Administrasi

Mahasiswa Baru Unisma: Membangun Persahabatan Dengan Berbagi Pengalaman dan Motivasi

Di tengah semangat mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma), kegiatan Orientasi Studi Kehidupan Kampus diadakan untuk membangun hubungan antar mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi mereka untuk saling mengenai satu sama lain dan berbagi pengalaman. Diantara sekian banyak peserta, terdapat Ain yang berasal dari Medan, Safira, Silvia dan Jeni dari Malang serta Wanda yang berasal dari Blitar. Masing-masing dari mereka memiliki alasan yang unik untuk memilih Unisma sebagai tempat menempuh pendidikan.

Ain mengungkapkan bahwa ia memilih Unisma karena kampus ini dikenal sebagai kampus NU terbaik. Ia percaya bahwa pendidikan yang ditawarkan akan membantunya berkembang baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sementara itu, Safira menyatakan bahwa keinginannya belajar di Unisma memang sudah ada sejak ia kecil.

“Universitas Islam Malang sudah saya jadikan tujuan sejak saya kecil, karena sejak madrasah saya selalu masuk sekolah yang memang menjunjung tinggi nilai keagamaan” ujar Safira.

Pendapat yang hampir sama juga diungkapkan oleh Silvia. Menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Malang sudah menjadi cita-cita Silvia sejak kecil meski pada mulanya ia bersekolah di sekolah negeri.

“Sejak kecil saya bercita-cita menjadi mahasiswa di Unisma meski waktu sekolah menengah menempuh pendidikan di sekolah negeri. Waktu SMA itu saya pengennya masuk MAN, tapi ternyata malah keterima di negeri. Meskipun begitu, saya tetap ingin kuliah di Unisma” ungkap Silvia. Wanda pun menambahkan bahwa ia masuk Unisma karena ingin melanjutkan pendidikan dari MAN.

Lain halnya dengan Jeni, alasan Jeni memilih Unisma ialah karena direkomendasikan oleh guru yang juga pengasuh pondok tempat ia menempuh pendidikan sekolah menengah.

Pertemuan mereka diawali dari perkenalan mereka secara personal dengan Ain, namun yang lainnya tidak saling mengenal. Ain berinisiatif saat melakukan validasi di kampus mengajak sekalian semua yang ia kenal agar saling kenal. Dengan semangat kebersamaan ini, mereka bertekad untuk saling mendukung meski nanti akan terpisah saat berlangsungnya Oshika karena mereka semua tidak berada dalam satu regu yang sama.

Penulis : Sindy Kartika Rahayu – Ilmu Administrasi Bisnis – BPH UKM Panorama Photography

PELUANG PROFESI PERTANIAN

 

Saya Annisa Azzarah mahasiswa dari prodi Agroteknologi , penerima beasiswa KIP-K dan saya mengikuti Aktivis Unit Kreativ Mahasuswa (UKM) Bakak komunikasi.

Saya memiliki ketertarikan di dunia pertanian, dan saya menemukan jurusan pertanian yaitu Agroteknologi di Universitas Islam Malang yang memiliki akredetasi B. Mengapa saya sangat tertarik dengan dunia pertanian karena Indonesia memiiki lahan yang sangat banyak dan astinya harus dikekolalah dengan tepat, seiring berjalannya waktu kini pertanian menjadi modern. Tetapi dunia pertanian masih dipandang sebelah mata oleh beberapa kaum milenial padahal pertanian sangat berpengaruh di Indonesia jika bukan kita dan generasi milenial maka siapa yang akan menjadi penerus?.

Di Universitas Ialam Malang memiliki jurusan agroteknologi. Pengertian agroteknologi adalah suatu bidang studi yang mempelajari mengenai penguasaan teknologi pada produksi pertanian dengan memperhatikan efisiensi dan juga kualitas. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan masuk ke jurusan agroteknologi, termasuk salah satunya adalah memiliki prospek kedepannya yang cerah. Ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan dengan mempelajari agroteknologi yaitu:

  • Peluang karir => Peluang karirnya cukup baik karena bisa memiliki kesempatan untuk bekerja di berbagai instansi pemerintah seperti halnya Kementerian Pertanian hingga lembaga ilmu pengetahuan Indonesia. Bisa juga menjadi pengelola pekebunan hingga kosultan pertanian.
  • Bisa membuka lapangan pekerjaan => Ddalam hal ini lulusan bisa membuka usaha di bidang sektor pangan, komoditas perkebunan, hortikultura, hingga kehutanan dan membuka lowongan kerja bagi masyarakat.
  • Meningkatkan hasil pertanian => Ilmu yang didapat dari jurusan agroteknologi bisa digunakan untuk membantu petani atau usaha sendiri agar lebih berkembang dan sukses. Dengan demikian, hasil yang lebih banyak juga bisa didapatkan dan dapat mendorong seseorang untuk bisa menciptakan teknologi baru di bidang pertanian.

Kuliah di Universitas Islam Malang kita dapat mempelajari banayak hal dengan seru, karena disini banyak praktikum dan praktikumnya bermacam-macam,serta kita dibimbing asprak yang super humble. Asprak mempermudah kita dalam praktikum karena asprak menyampaikan materi dengan jelas dan membantu setiap kesuitan. Di Universitas Islam Malang kia di fasilitasi dengan lengkap seperti alat dan bahan praktikum, lab yang luas dan bersih.

Saya berharap Agroteknologi bisa segera terakredetasi A dan tahun ini banyak yang tertarik untuk mempelajari pertanian.

 

 

 

Luckas Virmanda Suseno, fakultas teknik jurusan teknik mesin Unisma angkatan 2020

Hallo teman teman , perkenalkan nama saya Luckas Virmanda Suseno dari fakultas teknik jurusan teknik mesin Unisma angkatan 2020 , jadi saya di sini akan menceritakan pengalaman saya selama 3 semester di universitas Islam Malang, khususnya di jurusan teknik mesin .

Awal saya masuk kuliah saya masih tidak tau apa apa , ya kalian tau sendiri karena adanya virus yang bernama Corona , dari situ saya tidak tau apa apa sama sekali di karenakan semua nya berjalan dengan virtual (online) . Sebenarnya saya sendiri sangat keberatan adanya kuliah online , tapi karena keadaan ya mau gimana lagi , Akhirnya perlahan saya mulai mengenal teman dalam jurusan saya sendiri .

Dan pada akhirnya semua mahasiswa mesin wajib mengikuti acara ospek jurusan , dan acara tersebut harus terlaksana dengan tatap muka atau offline , di situ saya sangat senang karena akan bertemu dengan teman teman saya . Seiring berjalannya waktu akhirnya terlaksana acara ospek tersebut , dari acara tersebut saya mendapat kan apa arti kata solid karena dari jurusan mesin sendiri yang di utamakan adalah ke solid-annya . Akhirnya acara pun berjalan dengan lancar , selesai acara aku dan teman teman kumpul saling ber tukar cerita .

Setelah beberapa bulan akhirnya ada , recruitment anggota baru dalam jurusan , akhirnya saya mendaftar kan diri saya , dan sebenarnya saya agak malu terhadap kakak kakak tingkat saya karena saya sendiri dalam sebuah organisasi masih belum tau apa apa di dalam organisasi ada apa saja atau kasarannya saya masih polos  , di dalam himpunan mesin unisma yang paling saya suka adalah kakak kakak tingkat nya sangat ramah dan mau membimbing adek adeknya , dalam hal praktek , dalam hal saling membantu antar sesama , hampir dalam semua hal saya tau dari Kaka tingkat saya , dan satu hal kakak kakak tingkat di dalam mesin tidak memandang kita maba atau bukan , jadi ngga ada perbedaan semua sama saling merangkul dan membimbing.

Saya pun merasa cocok karena semua warga di unisma orang nya rama , dan saling sapa senyum salam , dari cerita saya tersebut aku ingin berpesan kepada teman teman , jangan pernah merasa tidak tahu apa apa , karena dari situ kita makin malas dan ngga tau apa apa , kita harus percaya diri dan mau menggali banyak pengalaman , baik dari dosen , kaka tingkat , teman , semua bisa menjadi sebuah pengalaman , tergantung kita mampu melawan rasa malas dan malu , malu dalam artian tidak mau bertanya.

Cukup sekian cerita dari saya , mungkin dari pengalaman saya di atas ada hikmah yang bisa kalian ambil , saya ucapkan terimakasih . Dan sampai jumpa , see you.

PENGALAMAN DITERIMA MASUK PERGURUAN TINGGI UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Perkenalkan nama saya Zainurrokhim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis prodi manajemen , disini saya akan menceritakan pengalaman pertama kali saya diterima masuk di perguruan tinggi Universitas Islam Malang.

Berawal setelah saya lulus dari SMA Negeri 1 Tumpang, tahun 2021. Saya melanjutkan untuk mendaftar masuk ke perguruan tinggi. Semula saya ingin masuk fakultas Pendidikan pada saat masuk perguruan tinggi, karena cita-cita saya ingin menjadi guru PGSD. Namun karena saya gagal mengikuti jalur SNPTN dan SBMPTN di UM dan UB, dan akhirnya saya bingung mau lanjutin kuliah dimana, keadaan ekonomi kurang mampu .

Selanjutnya saya dapat informasi dari alumni untuk daftar ke universitas Islam Malang melalui jalur KIP mandiri, untuk namun sayangnya saya gagal diseleksi tersebut, masih belum rejeki kata bapak saya.

Melihat teman teman saya sedang menjalankan tugas ospek, saya jadi merasa gagal dikarenakan tidak diterima masuk oleh satu universitas pun .

Waktu berjalan begitu cepat berlalu, saya bingung sendiri mau lanjut untuk menempuh pendidikan yang lebih tinggi atau langsung lanjut untuk bekerja.

Beberapa hari kemudian saya memutuskan untuk bekerja dulu , untuk mencari pengalaman, tahun depan bisa mengikuti seleksi tes masuk perguruan tinggi lagi. Pada saya mau mengurus beberapa surat ke kantor desa untuk mengurus beberapa surat , saya dapat kabar bahwa masih ada kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di universitas Islam Malang melalui jalur KIP aspirasi dari partai PKB .

Alhamdulillah saya senang sekali bisa melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi.

Sekian, terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Vira Dwi Septiani, mahasiswa semester 1 Universitas Islam Malang jurusan Teknik Sipil

Hai teman-teman, Nama saya Vira Dwi Septiani, mahasiswa semester 1 Universitas Islam Malang. Kampus yang akrab dengan nama sebutan Unisma, adalah dimana tempat saya akan menempuh pendidikan kuliah  selama 4 tahun ke depan. Dengan jurusan Teknik Sipil, saya mengenyam pendidikan disini. Karena aku angkatan 2021, tentu saja aku merupakan generasi kedua lulusan corona atau covid-19. Siapa sih disini yang gak kenal dengan covid. Wabah ynag satu ini tentu saja sangat meresahkan semua orang. Dan hamper setiap kalangan mendaptkan dampakyang cukup signifikan. Baik ekonomi, pariwisata maupun sector pendidikan terutama sangat terdampak dengan adanya wabah ini. Karena semenjak tahun 2020, atau lebih tepatnya saat awal mula covid-19 ada. Pemerintah langsung menetapkan atau memberlakukan beberapa upaya guna mencegah rantai covid-19. Tak terasa, sudah 2 tahun kita semua selalu dirumah saja. Menerapkan protocol kesehatan yang sudah diberlakukan pemerintah sejak awal covid-19 ada. Karena terkendala pandemic, semua pendidikan di Indonesia menerapkan pembelajaran jarak jauh dari rumah saja, atau lebih kita kenal dengan pembelajaran daring. Kali ini, aku akan berbagi pengalamanku ketika aku beberapa kali beraktivitas atau dating ke kampus dengan beberapa kegiatan.

Pada bulan November tahun lalu, tepatnya pada tanggal 27 November 2021. Fakultas Teknik mengadakan suatu acara pertemuan. Dimana pertemuan ini di isi oleh kehadiran kita para mahasiswa baru teknik sipil. Pertemuan ini dinamakan dengan “Temu Akrab”, meskipun tidak semua mahasiswa yang hadir disini. Akan tetapi, saya sangat senang karena bisa bertemu dengan teman-teman teknik sipil lainnya. Acaranya sangat seru, dan gamesnya sangat menarik. Kegiatan berlangsung cukup keren menurutku. Karena tidak hanya mahasiswa baru dan panitia saja yang berkontribusi, tetapi Para Dosen Fakultas Teknik juga turut andil dengan kegiatan “Temu Akrab” ini. Selain dosen, ada juga Alumni Kampus yang datang. Mereka berbagi pengalaman bagaimana suka duka menjadi seorang mahasiswa Teknik Sipil di UNISMA. Dengan adanya kegiatan sharing-sharing bersama alumni ini, menurutku sangat bermanfaat. Karena tentunya, saya sebagai mahasiswa baru mendaptkan banyak motivasi serta pengalaman yang cukup banyak untuk menjalani 8 semester ke depan sebagai mahasiswa Teknik Sipil. Bahkan, tidak sedikit pula mereka berbagi pengalaman mereka bagaimana hingga bisa menjadi sukses seperti sekarang. Kuncinya adalah, ketika kita mendapatkan masalah atau kita rasa masalah yang sedang kita hadapi sangat berat, InsyaAllah Allah selalu ada untuk kita. Karna Allah SWT tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan makhluknya, Allah yakin kkita pasti bisa menghadapi ini semua. Itu adalah kegiatanku selama acara ketika berada di Malang dengan kegiatan yang diadakan oleh himaprodi.

Pesan sedikit untuk kalian yang membaca ini, tetap semangat menjalani hidup. Jangan lupa libatkan Allah SWT dalam kegiatan maupun hal apapun yang akan kita lakukan, niscaya Allah akan menerangi jalan yang kita tuju. Cukup sekian pengalaman yang bisa saya sampaikan, mungkin kita bisa bertemu dilain waktu. Dan sampai jumpa diceritaku selanjutnya teman teman, tetap semangat dan jangan lupa berdoa, serta 5 waktunya jangan sampai ketinggalan.

Pengalaman Perjalanan Kesuksesan Menuju Unisma

Assalamu’alaikum Wr.Wb. Halo kawan-kawan, namaku Aieman Nur Aini dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan tahun 2021 semester satu akhir menuju semester dua, angkatan ini bisa disebut angkatan covid. Dengan adanya covid19 atau virus corona maka perkuliahan dilakukan secara daring atau online. Disini aku akan berbagi pengalaman singkat tentang perjalanan saya ketika diterimanya di kampus Universitas Islam Malang.

Saat liburan sekolah, dulu aku liburan di kota Malang tepatnya di rumah saudaraku. Setelah itu aku ditawarin jika setelah lulus sekolah nanti kuliah di kota Malang, tapi aku tidak mau karena tidak mau jauh dari orang tua dan waktu itu aku masih kelas 12 semester awal dan masih banyak pilihan untuk kuliah dimana. Dalam seiring berjalannya waktu ketika akhir semester kelas 12 aku memutuskan untuk mendaftarkan kuliah di kota Kediri. Namun, aku berfikir lagi, apakah pilihanku saat itu apa benar dan saat itu banyak keraguan di otakku. Akhirnya pada bulan maret tanggal 16 tahun 2021 aku memutuskan untuk mendaftarkan diri di seleksi UTBK-SBMPTN 2021 di kota Malang.

Hari dimana pengumuman hasil seleksi SBMPTN telah tiba, ternyata kegagalan itu datang. Setelah semua itu berlalu aku mencoba lagi daftar di dua kampus salah satunya Universitas Islam Malang. Keduanya sama-sama lolos, tetapi saya memutuskan untuk melanjutkan studi di Unisma. Di sisi lain aku diterima sebagai pemeroleh Beasiswa KIP-Kuliah. Untuk mendapatkan beasiswa itu tidak mudah karena ada berbagai tahap. Alhamdulillah bisa kuliah gratis hingga lulus nanti dan tidak terlalu membebani orang tua. Karena aku adalah anak tunggal dan satu-satunya harapan kedua orang tua maka dari itu sebagai anak tunggal harus ada rasa semangat untuk belajar.

Pada bulan september selama satu minggu ospek dan dari situ juga aku sudah mempunyai beberapa kenalan teman diberbagai daerah. Setelah ospek, beberapa hari kemudian kuliah dimulai secara daring atau online. Awal perkuliahan seperti biasa dosen memperkenalkan diri begitupula dengan para mahasiswanya. Di minggu-minggu berikutnya materi sudah bisa dimulai dan ada juga yang pembelajarannya lewat classwork, zoom dan google form. Yes, i feel so lucky and very happy for this.

Untuk kawan-kawanku semua yang sudah membaca tulisan ini, tidak ada kegagalan yang tertunda adanya keberhasilan yang tertunda, maka dari itu pengalaman tersebut bisa menjadi pembelajaran kita untuk kedepannya agar lebih bersemangat dalam melakukan sesuatu untuk menuju kesuksesan, cita-cita dan memperoleh ilmu yang bermanfaat. Jangan meninggalkan ibadah dan tetap berdo’a agar diberikan keselamatan dunia dan akhirat. Semangat karena perjalanan untuk belajar masih panjang.

Sekian cerita dari saya, semoga bisa mengambil hikmah dari pengalaman yang saya tulis. Terima kasih, sampai jumpa di tulisan berikutnya.

 

AIEMAN NUR AINI

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Bahasa dan Sastra Indonesia

Penerima Beasiswa KIP-Kuliah

Aktivis UKM Panorama Photography

Nanti Kita Cerita Tentang Kemarin

Saya Putri Denavia, lulus tahun 2020 tahun dimana masuknya sebuah penyakit cukup
berbahaya ke Indonesia yang membuat hampir seluruh manusia dimuka bumi ini kehilangan
keluarganya secara mendadak lebih parahnya lagi membuat setengah populasi manusia mati.
Hingga saat ini kita tidak tau apakah penyakit yang saat ini dikenal dengan Covid-19 ini
apakah benar benar virus alami atau buatan manusia.
Virus itu yang membuat saya gapyear, memutuskan berhenti studi sementara waktu dan
memfokuskan diri untuk bekerja saja. Pada tahun berikutnya, akhirnya saya mencoba untuk
mendaftar di sebuah Universitas Swasta yang ada di Malang yaitu Universitas Islam Malang.
Jika ditanyakan mengapa saya mendaftar disini? Jawabannya karena kampusnya cukup dekat
dengan rumah saya, tempatnya yang strategis, sudah mencetak banyak generasi-generasi yang
berprestasi dan tak luput juga bahwa Universitas Islam Malang ini merupakan nominasi kampus
NU terbaik no. 1 se-Indonesia.
Sebenarnya saya tidak diperbolehkan untuk kuliah, karena ortu saya tidak memiliki biaya
lebih untuk memasukkan saya ke jenjang yang lebih tinggi atau universitas. Disaat itu saya
merasa terpukul, sangat down, merasa bingung mau bagaimana lagi, tabungan waktu kerja
selama gapyear juga tidak cukup. Akhirnya saya coba untuk mencari info tentang beasiswa-
beasiswa beberapa universitas yang ada di malang, dan pilhan saya jatuh kepada Universitas
Islam Malang (UNISMA) dari situ saya mendaftarkan diri pada salah satu beasiswanya. Saya
berangkat ke UNISMA membawa berkas berkas persyaratan, membayar administrasi, dan selang
beberapa minggu kemudian ada tes wawancara. Waktu itu saya merasa gugup dan takut kalau
tidak diterima karena saya sendiri merasa minder dengan saingan yang cukup banyak, tetapi
alhamdulillah saya diterima dan masuk ke dalam jurusan yang saya pilih, disitu saya sangat
bersyukur bisa kuliah dan masuk jurusan yang saya inginkan.
Ketika masuk menjadi maba dan Indonesia masih terdampak pandemi Covid -19
sehingga jarang sekali ke kampus karena kuliah dilakukan secara daring, saya pernah menjajaki
kampus 1-2 kali saat mengambil jas almet dan foto ktm. Setelah itu para maba di beritahu bahwa
akan ada kegiatan OSPEK Maba UNISMA.
Saya ingin bercerita tentang kegiatan Ospek, yang namanya maba pasti selalu ada
kegiatan Ospek atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus, di UNISMA namanya OSHIKA
MABA (Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Kegiatan tersebut
dilaksanakan secara daring selama 3 hari. Boring? Lumayan si, karena banyak kelakuan
mahasiswa lain yang bikin ketawa akan tingkahnya, jika mereka tidak berulah maka kegiatannya
akan membosankan hanya cuma menonton pada layar laptop. Ya semoga virus ini cepat mereda,
agar tahun-tahun berikutnya tidak merasakan hal ini.
Selain OSHIKA ada kegiatan Halaqoh Diniyah yang bertujuan memberikan nilai-nilai
dasar dan bekal awal di bidang keagamaan. Dilaksanakan setelah Oshika selama 3 hari juga.
Yang terakhir ada kegiatan Master Maba dikegiatan ini kita ditugaskan untuk membuat proposal
PKM yang dimana jika proposal kita lolos kita akan didanai untuk menciptakan apa yang sudah
kita buat didalam proposal tersebut. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara daring dan
bersertifikat.

Tidak semua yang kita rencanakan akan berjalan mulus, kita harus terima segala resiko
yang akan terjadi kedepannya, setidaknya kita sudah berjuang untuk menggapainya jadi lakukan
semuanya dengan ikhlas, sabar dan tawakal. Tidak semua Universitas Swasta itu buruk, semua
tergantung diri kita masing masing.

 

Putri Denavia Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Islam Malang

Pengalaman menjadi mahasiswa baru di kegiatan Ospek

Hai teman teman, perkenalkan nama saya Auladia Isnaini Inwar dari jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2021 atau sedang menjalani masa studi pada akhir semester 1 menuju semester 2. Yaps disini saya masih termasuk angkatan corona level 2, dimana sebagian besar pembelajaran kuliah dilakukan secara daring atau online. Disini saya mau berbagi sedikit cerita pengalaman saya berkuliah di Universitas Islam Malang. Emm jadi gini saya terbilang masih maba atau mahasiswa baru, jadi saya mau sedikit cerita tentang pengalaman saya waktu menjalani ospek.

Pada bulan September tahun 2021, pada saat itulah saya menjadi seorang mahasiswa. Pada hari itu tepat tanggal 5 September 2021. Dan saat itu yang ada di pikiran saya campur aduk tidak karuan karena jiwa SMA yang masih menempel dan mungkin masih tidak percaya bahwa saya sudah menjadi seorang mahasiswa yang  sesungguhnya. Hari pertama ospek, tepat pukul 07.00 kegiatan dimulai. Ospek dilakukan secara daring atau online dan luring bagi mahasiswa perwakilan dari masing-masing fakultas atau mahasiswa yang rumahnya dekat dengan Kampus.

Hari pertama Ospek sudah dibumbui berbagai jenis tugas yang harus diselesaikan hari itu juga dan dikumpulkan melalui web daring unisma. Waktu itu saya ingat dihari pertama ospek, tugas yang diberikan harus dikumpulkan melalui daring unisma yang dimana mahasiswa baru akan mengakses web daring tersebut secara bersamaan dan alhasil web tersebut menjadi eror. Disitulah perjungan saya untuk bisa mengumpulkan tugas sampai menunggu tengah malam demi bisa mengakses web daring tersebut. Ya karena masih mahasiswa baru jadi disitu saya agak sedikit panik jikalau saya telat mengumpulkan. Hari pertama, kedua sampai hari ketiga ospek saya laksanakan. Mulai dari harus bangun pagi, sampai tidur tengah malam. Tapi tidak apa, itu awal mula perjuangan saya demi mengemban ilmu. Yahh namanya juga mau menuntun ilmu jadi harus berjuang.

Disini saya yang masih memiliki jiwa anak SMA menjadi sangat teruji dengan yahh seperti ini namanya dunia perkuliahan. Bayangan saya dulu kuliah itu seperti pada cerita-cerita sinetron tv, memang benar ekspetasi tidak semuanya seperti kenyataan. Di kegiatan ini saya mengambil banyak hikma dan manfaat, mulai dari harus sabar menunggu web yang eror sampai mengambil hikma bahwa tidak semua yang kita bayangkan itu sesuai dengan kenyataan, karena kita bisa berencana tapi allah yang menentukan. Sebagai seorang mahasiswa baru saya sedikit kaget dengan dunia perkuliahan yang semua harus serba mandiri, disini saya tau bahwa saya di tuntut untuk bisa mandiri dan bisa mendewasakan diri.

Cukup sekian cerita yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembacanya dan bisa mengambil hikma dari cerita saya. Terima kasih sampai berjumpa lagi dengan cerita saya berikutnya.

 

Auladia Isnaini inwar

Mahasiswa Prodi Biologi Universitas Islam Malang

Growoth Mindset Sebagai Pondasi Awal Guna Menggapai Cita-Cita

Growth Mindset merupakan bakat yang menonjol sejak kecil dan bisa di asah dengan cara melatih soft skill dan hard skill, tentunya dengan niat utama untuk mencapai great mindset yang menjadi bakat menonjol dalam diri peribadi. Akan tetapi hal ini yang menjadi faktor keperyaan setiap individu akan terus berkembang dari masa ke masa. Sehingga dalam hal ini setiap individu memiliki konsep, ataupun setrategi yang di lakukan atau track record untuk mencapainya.

Adapun grouth manset yang saya sadari dan menjadi kepercayaan dari sejak kecil hingga sekarang yaitu menjadi tenaga pendidik, khususnya guru bahasa inggris, sehingga dalam hal ini saya masih selalu berkomitment dalam menekuni bahasa khususnya bahasa inggris. Sebagaimana yang pernah di katakan oleh pepatah yaitu buku menjadi faktor utama sebagi jendela dunia dan bahsa menjadi kunci utama untuk mengenal dunia lebih luas karena dengan bahasa kita mampu berkomunikasi dengan masyarakat internasional yang melampaui batas lintas negara. Sehingga dalam hal inibahasa inggris menjadi tonggak utama grouth meandset saya dari sejak kecil hingga saat ini.

Tentunya hal ini hanya akan menjadi sebuah hayalan tanpa adanya sebuah perjuangan. Dalam perjuangan yang pernah saya alami sehingga menjadi pengalaman yang begitu berharga. Pepatah inggris juga pernah berkata “experience is the best teacher”. Dengan berbagai macam pengalaman yang pernah di lalui sehingga ini menjadi penentu masa depan yatu baik atau buruk masa depan yang akan di hadapai.  Adapun pengalaman yang pernah di alami selama ini yaitu dengan mendapatkan beasiswa atas dasar niat dan percaya diri yang kuat untk mencapai cita cita. Shingga dalam mindset saya tertanam dengan kuat dan matang “teruslah mencoba untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan selalu mengupgrade kualitas keperibadian setiap harinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Untuk mengembangkan Growoth Mindset saya, saya selalu menekuni bidang bahasa inggris dari sejak kecil sampai jalur keakademikan yang berjalan dengan linier. Adapun langkah-langkah yang di alami untuk mencapai semua itu dengan cara mengikuti pembelajaran non-formal (kursus) dalam bidang Bahasa Inggris di kampung inggris Pare. Selain itu juga dalam pendidikan formal di perguruan tinggi dengan mengabil jurusan program studi pendidikan bahasa inggris di Universitas Islam Malang. Semua hal ini takkan pernah terwujud tanpa adanya sebuah perjuangan, tentunya dengan selalu belajar tekun dan selalu terus berusaha mengembangkan Growth Mindset sebagai pondasi awal untuk meraih cita-cita yang di harapkan.

(Hamdani Rozak)