Nanti Kita Cerita Tentang Kemarin

Saya Putri Denavia, lulus tahun 2020 tahun dimana masuknya sebuah penyakit cukup
berbahaya ke Indonesia yang membuat hampir seluruh manusia dimuka bumi ini kehilangan
keluarganya secara mendadak lebih parahnya lagi membuat setengah populasi manusia mati.
Hingga saat ini kita tidak tau apakah penyakit yang saat ini dikenal dengan Covid-19 ini
apakah benar benar virus alami atau buatan manusia.
Virus itu yang membuat saya gapyear, memutuskan berhenti studi sementara waktu dan
memfokuskan diri untuk bekerja saja. Pada tahun berikutnya, akhirnya saya mencoba untuk
mendaftar di sebuah Universitas Swasta yang ada di Malang yaitu Universitas Islam Malang.
Jika ditanyakan mengapa saya mendaftar disini? Jawabannya karena kampusnya cukup dekat
dengan rumah saya, tempatnya yang strategis, sudah mencetak banyak generasi-generasi yang
berprestasi dan tak luput juga bahwa Universitas Islam Malang ini merupakan nominasi kampus
NU terbaik no. 1 se-Indonesia.
Sebenarnya saya tidak diperbolehkan untuk kuliah, karena ortu saya tidak memiliki biaya
lebih untuk memasukkan saya ke jenjang yang lebih tinggi atau universitas. Disaat itu saya
merasa terpukul, sangat down, merasa bingung mau bagaimana lagi, tabungan waktu kerja
selama gapyear juga tidak cukup. Akhirnya saya coba untuk mencari info tentang beasiswa-
beasiswa beberapa universitas yang ada di malang, dan pilhan saya jatuh kepada Universitas
Islam Malang (UNISMA) dari situ saya mendaftarkan diri pada salah satu beasiswanya. Saya
berangkat ke UNISMA membawa berkas berkas persyaratan, membayar administrasi, dan selang
beberapa minggu kemudian ada tes wawancara. Waktu itu saya merasa gugup dan takut kalau
tidak diterima karena saya sendiri merasa minder dengan saingan yang cukup banyak, tetapi
alhamdulillah saya diterima dan masuk ke dalam jurusan yang saya pilih, disitu saya sangat
bersyukur bisa kuliah dan masuk jurusan yang saya inginkan.
Ketika masuk menjadi maba dan Indonesia masih terdampak pandemi Covid -19
sehingga jarang sekali ke kampus karena kuliah dilakukan secara daring, saya pernah menjajaki
kampus 1-2 kali saat mengambil jas almet dan foto ktm. Setelah itu para maba di beritahu bahwa
akan ada kegiatan OSPEK Maba UNISMA.
Saya ingin bercerita tentang kegiatan Ospek, yang namanya maba pasti selalu ada
kegiatan Ospek atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus, di UNISMA namanya OSHIKA
MABA (Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru). Kegiatan tersebut
dilaksanakan secara daring selama 3 hari. Boring? Lumayan si, karena banyak kelakuan
mahasiswa lain yang bikin ketawa akan tingkahnya, jika mereka tidak berulah maka kegiatannya
akan membosankan hanya cuma menonton pada layar laptop. Ya semoga virus ini cepat mereda,
agar tahun-tahun berikutnya tidak merasakan hal ini.
Selain OSHIKA ada kegiatan Halaqoh Diniyah yang bertujuan memberikan nilai-nilai
dasar dan bekal awal di bidang keagamaan. Dilaksanakan setelah Oshika selama 3 hari juga.
Yang terakhir ada kegiatan Master Maba dikegiatan ini kita ditugaskan untuk membuat proposal
PKM yang dimana jika proposal kita lolos kita akan didanai untuk menciptakan apa yang sudah
kita buat didalam proposal tersebut. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara daring dan
bersertifikat.

Tidak semua yang kita rencanakan akan berjalan mulus, kita harus terima segala resiko
yang akan terjadi kedepannya, setidaknya kita sudah berjuang untuk menggapainya jadi lakukan
semuanya dengan ikhlas, sabar dan tawakal. Tidak semua Universitas Swasta itu buruk, semua
tergantung diri kita masing masing.

 

Putri Denavia Mahasiswa Prodi Manajemen Universitas Islam Malang

Pengalaman menjadi mahasiswa baru di kegiatan Ospek

Hai teman teman, perkenalkan nama saya Auladia Isnaini Inwar dari jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam angkatan 2021 atau sedang menjalani masa studi pada akhir semester 1 menuju semester 2. Yaps disini saya masih termasuk angkatan corona level 2, dimana sebagian besar pembelajaran kuliah dilakukan secara daring atau online. Disini saya mau berbagi sedikit cerita pengalaman saya berkuliah di Universitas Islam Malang. Emm jadi gini saya terbilang masih maba atau mahasiswa baru, jadi saya mau sedikit cerita tentang pengalaman saya waktu menjalani ospek.

Pada bulan September tahun 2021, pada saat itulah saya menjadi seorang mahasiswa. Pada hari itu tepat tanggal 5 September 2021. Dan saat itu yang ada di pikiran saya campur aduk tidak karuan karena jiwa SMA yang masih menempel dan mungkin masih tidak percaya bahwa saya sudah menjadi seorang mahasiswa yang  sesungguhnya. Hari pertama ospek, tepat pukul 07.00 kegiatan dimulai. Ospek dilakukan secara daring atau online dan luring bagi mahasiswa perwakilan dari masing-masing fakultas atau mahasiswa yang rumahnya dekat dengan Kampus.

Hari pertama Ospek sudah dibumbui berbagai jenis tugas yang harus diselesaikan hari itu juga dan dikumpulkan melalui web daring unisma. Waktu itu saya ingat dihari pertama ospek, tugas yang diberikan harus dikumpulkan melalui daring unisma yang dimana mahasiswa baru akan mengakses web daring tersebut secara bersamaan dan alhasil web tersebut menjadi eror. Disitulah perjungan saya untuk bisa mengumpulkan tugas sampai menunggu tengah malam demi bisa mengakses web daring tersebut. Ya karena masih mahasiswa baru jadi disitu saya agak sedikit panik jikalau saya telat mengumpulkan. Hari pertama, kedua sampai hari ketiga ospek saya laksanakan. Mulai dari harus bangun pagi, sampai tidur tengah malam. Tapi tidak apa, itu awal mula perjuangan saya demi mengemban ilmu. Yahh namanya juga mau menuntun ilmu jadi harus berjuang.

Disini saya yang masih memiliki jiwa anak SMA menjadi sangat teruji dengan yahh seperti ini namanya dunia perkuliahan. Bayangan saya dulu kuliah itu seperti pada cerita-cerita sinetron tv, memang benar ekspetasi tidak semuanya seperti kenyataan. Di kegiatan ini saya mengambil banyak hikma dan manfaat, mulai dari harus sabar menunggu web yang eror sampai mengambil hikma bahwa tidak semua yang kita bayangkan itu sesuai dengan kenyataan, karena kita bisa berencana tapi allah yang menentukan. Sebagai seorang mahasiswa baru saya sedikit kaget dengan dunia perkuliahan yang semua harus serba mandiri, disini saya tau bahwa saya di tuntut untuk bisa mandiri dan bisa mendewasakan diri.

Cukup sekian cerita yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi pembacanya dan bisa mengambil hikma dari cerita saya. Terima kasih sampai berjumpa lagi dengan cerita saya berikutnya.

 

Auladia Isnaini inwar

Mahasiswa Prodi Biologi Universitas Islam Malang

Growoth Mindset Sebagai Pondasi Awal Guna Menggapai Cita-Cita

Growth Mindset merupakan bakat yang menonjol sejak kecil dan bisa di asah dengan cara melatih soft skill dan hard skill, tentunya dengan niat utama untuk mencapai great mindset yang menjadi bakat menonjol dalam diri peribadi. Akan tetapi hal ini yang menjadi faktor keperyaan setiap individu akan terus berkembang dari masa ke masa. Sehingga dalam hal ini setiap individu memiliki konsep, ataupun setrategi yang di lakukan atau track record untuk mencapainya.

Adapun grouth manset yang saya sadari dan menjadi kepercayaan dari sejak kecil hingga sekarang yaitu menjadi tenaga pendidik, khususnya guru bahasa inggris, sehingga dalam hal ini saya masih selalu berkomitment dalam menekuni bahasa khususnya bahasa inggris. Sebagaimana yang pernah di katakan oleh pepatah yaitu buku menjadi faktor utama sebagi jendela dunia dan bahsa menjadi kunci utama untuk mengenal dunia lebih luas karena dengan bahasa kita mampu berkomunikasi dengan masyarakat internasional yang melampaui batas lintas negara. Sehingga dalam hal inibahasa inggris menjadi tonggak utama grouth meandset saya dari sejak kecil hingga saat ini.

Tentunya hal ini hanya akan menjadi sebuah hayalan tanpa adanya sebuah perjuangan. Dalam perjuangan yang pernah saya alami sehingga menjadi pengalaman yang begitu berharga. Pepatah inggris juga pernah berkata “experience is the best teacher”. Dengan berbagai macam pengalaman yang pernah di lalui sehingga ini menjadi penentu masa depan yatu baik atau buruk masa depan yang akan di hadapai.  Adapun pengalaman yang pernah di alami selama ini yaitu dengan mendapatkan beasiswa atas dasar niat dan percaya diri yang kuat untk mencapai cita cita. Shingga dalam mindset saya tertanam dengan kuat dan matang “teruslah mencoba untuk mendapatkan sesuatu yang baru dan selalu mengupgrade kualitas keperibadian setiap harinya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Untuk mengembangkan Growoth Mindset saya, saya selalu menekuni bidang bahasa inggris dari sejak kecil sampai jalur keakademikan yang berjalan dengan linier. Adapun langkah-langkah yang di alami untuk mencapai semua itu dengan cara mengikuti pembelajaran non-formal (kursus) dalam bidang Bahasa Inggris di kampung inggris Pare. Selain itu juga dalam pendidikan formal di perguruan tinggi dengan mengabil jurusan program studi pendidikan bahasa inggris di Universitas Islam Malang. Semua hal ini takkan pernah terwujud tanpa adanya sebuah perjuangan, tentunya dengan selalu belajar tekun dan selalu terus berusaha mengembangkan Growth Mindset sebagai pondasi awal untuk meraih cita-cita yang di harapkan.

(Hamdani Rozak)

SUKSES DENGAN GROWTH MINDSET

Growth mindset merupakan metode pola pikir yang cenderung untuk berkembang dalam kemampuan bekerja dan berfikir, sehingga berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mencapai apa yang di inginkan. Growth mindset juga menumbuhkan dan mempercayai kemampuan dapat diasah dan berkembang dengan pelatihan yang intensif.

Hal pertama dalam membangun Growth Mindset yaitu mengikuti tantangan dengan percaya diri, perkuat soft skill dan hard skill, menutupi kelemahan, dan optimis. Seseorang yang memiliki growth mindset dia akan melihat realitas sosial sebagai tantangan untuk sukses. Karena, Di dalam interaksi sosial dan budaya ada peluang untuk belajar dan mengambil peran di lini strategis  Dengan menanamkan Growth Mindset, maka cara pandang kita akan lebih objektif dan fokus terhadap apa yang ingin kita capai, kemampuan diri kita akan diupgrade untuk menunjang kesuksesan kedepannya.

Growth Mindset juga sangat penting  seorang mahasiswa yang menjadi harapan penerus bangsa, kita semestinya sadar dan membudidayakan growth mindset ini dalam setiap kegaitan kampus maupun kehidupan individual. Mengapa seperti itu? Karena usia produktif mahasiswa sangat berpotensi dalam menunjang masa depannya, oleh karena itu harus ditanamkan sejak menjadi mahasiswa.

Penerapan Growth Mindset dapat dilakaukan delam aktifitas organisasi yang kita ikuti. Hal ini berperan penting untuk menumbuhkan dan mengembangkan organisasi, apalagi didalam organisasi sangat dibutuhkan pola minset yang dapat mengembangkan perilaku kelompok dan individu didalamnya. Oleh karena itu kesuksesan yang kita dapatkan di bangku perkualiahan akan berpengaruh pada kesuksesan ketika di dunia kerja nantinya.

Oleh : Fahrizal

Tanpa kata gagal untuk Growth Mindset

Growth mindset merupakan sebuah pola pikir yang cenderung akan selalu inmgin untuk berkembangan ke depan dan bisa berkembang seiring waktu dengan bekerja keras dan kemampuan yang tinggi, sehingga membuat mereka pintar, cerdas, dan berbakat. Komitmen dalam membangun Growth Mindset sangatlah penting untuk diterapkan, pasalnya growth mindset sangat berpengaruh Dalam keberhasilan kita apalagi Dalam era revolusi 5.0. Pemilik growth mindset sangat menghargai proses dan meyakini menjadikan kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai tangga untuk melangkah ke tahap berikutnya. Jadi, growth mindset cenderung berpikir bahwa keberhasilan tinggi, dimulai dengan langkah langkah kecil yang kita ambil Dalam kehidupan. Skill dan kecerdasan intelektual yang dimiliki dipercaya dapat terus berkembang seiring dengan kerja keras, usaha serta ketekunan mereka. Sehingga kemampuan dalam diri terus digali karena percaya semua orang bisa pintar.

Pengalaman saya dalam menerapkan konsep Growth Mindset salah satunya ketika saya dahulu daftar ke PTN untuk melanjitkan pendidikan saya pasca SMA. Dan saya pun sangat ingat, karena telah gagal sebanyak 5 kali untuk mendaftar di perguruan tinggi negri. Ketika itu saya meyakini, bahwa ini bukanlah sebuah kegagalan, namun sebuah langkah awal untuk kesuksesan saya dan mengambil langkah untuk melanjutkan pendidikan saya di PTS yang terbaik di Malang hyaitu Universitas Islam Malang. Di PTS ini juga, saya bisa mengembangkan bakayt,skill dan kerja keras saya untuk menjadi seorang mahasiswa aktivis tanpa mengganggu waktu kuliah saya dan ipk yang memuaskan.

Strategi yang saya gunakan dalam membangun Growth Mindset yakni dengan langkah langkah kecil yang terjadi Dalam keseharian saya, tika ada tantangan mereka tidak menghindar justru malah mencari tantangan itu sendiri. Saya mau berkembang di bawah tekanan sekalipun sehingga mampu membuat semakin hebat dan kuat mental. Ketika menghadapi hal-hal sulit justru semakin termotivasi untuk bisa menyelesaikan dengan baik. Saya menyukai hal-hal baru yang pada awalnya sulit namun akhirnya bisa dikuasai juga. Pada saat melakukan satu kesalahan saya tidak fokus pada kesalahan tersebut namun justru melakukan intropeksi diri. Karena percaya bakat saja tidak cukup tanpa ditunjang kerja keras untuk lebih baik.

Oleh : Izza Maulida Shafa

Fixed Mindset Dan Growth Mindset Dalam Menghadapi Seleksi Beasiswa Cendekia Baznas

Hai sahabat Cendikia Baznas, pernah tidak kalian berpikir bahwa saya tidak akan bisa meraih kesuksesan karena saya tidak memiliki bakat apaun atau kalian pernah berpkir saya bisa meraih kesuksesan walaupun tidak punya bakat. Nah, sahabat Cendikia Baznas bagaimana sih pola pikir yang tepat agar dapat merahi keberhasilan. Apa hanya perlu ada bakat baru bisa merahi kesuksesan atau dengan usaha kita dapat meraih kesuksesan?.

Dr. Carol Dweek seorang profesor Psikologi dalam bukunya yang berjudul Mindset, terdapat dua jenis pola pikir yaitu  Fixed Mindset dan Growth Mindset. Fixed Mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa bakat yang dimilikinya tetap dan tidak akan berubah. Sedangkan growth mindset adalah menanamkan pemikiran bahwa mereka dapat melakukan apapun dengan baik melalui usaha mereka “Brigitta Raras. www.goodneewsfromindonesia.id

Nah sahabat Cendekia Baznas tentu dapat membedakan fixed mindset dan growth mindset, tentu pola pikir kita pernah mengalami antara fixed mindset dan growth mindset.

Misalnya waktu menghadapi seleksi beasiswa Cendekia Baznas, ketika mengetahui syarat-syarat yang perlu dipenuhi seperti meminta tanda tangan dari beberapa tokoh dan membuat esai. Seorang yang memiliki pola pikir fixed mindset akan berpikir bahwa ini persyaratan yang berat atau mereka berpikir bahwa saya belum pernah meminta tanda tangan dari tokoh-tokoh masyarakat atau mereka berpikir saya belum pernah membuat esai dan saya tidak bisa. Sehingga orang yang berpola pikir fixed mindset tidak akan mencoba untuk mengahadapi tantangan ini.

Namun orang yang berpola pikir growth mindset justru merasa tertarik dengan tantangan seleksi Cendekia Baznas. Mereka akan berpikir bahwa ini adalah peluang terbaik untuk mengembangkan diri melalui beasiswa Cendekia Baznas. Orang yang berpola pikir growth mindset akan mengahadpi tantangan ini dengan memikirkan apa saja yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi tantangan ini.

Seperti pengalaman saya ketika mencoba untuk mendaftar beasiswa Cendekia Baznas. Pertama, yang perlu saya siapkan adalah menyiapkan berkas-berkas sesuai persyaratan beasiswa Cendekia Baznas. Kedua, saya silaturahmi kepada tokoh masyarakat dan para pengurus masjid untuk meminta tanda tangan. Ketiga, saya menyiapkan esai yang menarik agar supaya bisa lolos dalam beasiswa Cendekia Baznas.

Sahabat Cendekia Baznas tentu pernah merasakan pengalaman ini, berarti semua sahabat Cendekia Baznas memiliki pola pikir growth mindset. Nah, sahabat Cendekia Baznas semoga kita dapat berpola pikir growth mindset dalam melaksanakan target-target beasiswa Cendekia Baznas.

Jadi, sahabat Cendekia Baznas tentu dapat mengetahui pola pikir yang tepat dalam mengahadapi sesuatu kondisi.

Penulis : Asma’ul Husna

Growth Mindset merubah hidup!

Hai kerabat baznas!

Ada hal yang cukup penting kali ini untuk kita ulas bersama yakni tentang pola pikir berkembang atau yang sering kita kenal sebagai growth mindset. Percaya atau tidak, pola pikir berkembang atau growth mindset ini merupakan salah satu kunci mujarab dalam meraih berbagai kesuksesan. Tidak heran, karna memang pola pikir benar-benar membantu kita untuk mencapai target-target besar dalam hidup.

Sebelum itu, mari kita coba bahas satu persatu mengenai apa itu growth mindset. Menurut Dr. Carol Dweck seorang profesor psikologi Stanford University dalam bukunya yang berjudul Mindset menjelaskan bahwa terdapat dua klasifikasi pola pikir manusia pada umumnya yakni Fixed mindset dan growth mindset. Fixed mindset diartikan sebagai pola pikir yang diidap oleh seseorang dimana dia meyakini bahwa manusia telah memiliki keahlian dan bakat sejak dari kelahirannya dan bersifat tetap. Sehingga pencapaian-pencapaian dalam diri seseorang merupakan dampak dari bakat dan keahlian yang sudah diwarisi sejak lahir tanpa harus berproses dan berusaha keras secara optimal untuk mencapainya. Konsekuensi dari orang-orang yang memiliki pola pikir fixed mindset ini adalah kecenderungan untuk tidak menghargai proses, tidak suka tantangan yang baginya sulit, malas mencoba atau berusaha keras untuk mencapai sesuatu, karna baginya pencapaian-pencapaian di bidang tertentu bukanlah merupakan hasil dari kerja keras atau usaha optimal melainkan karna bakat atau keahlian yang dimilikinya sehak lahir.

Sedangkan pola pikir growth mindset merupakan kebalikan dari fixed mindset. Orang yang mempunyai pola pikir growth mindset meyakini bahwa pencapaian-pencapaian tertentu dalam diri manusia bukan hanya karna merupakan bakat dan keahlian yang sudah diwarisi sejak lahir melainkan sebuah hasil perjuangan keras, belajar dan usaha keras yang telah di lalui dan di lakukan oleh seseorang. Orang-orang yang memiliki pola pikir growth mindset memiliki kecenderungan untuk menghargai proses, giat mencoba hal yang baginya sulit, dan pantang putus asa. Karna menurutnya pencapaian-pencapaian tertentu dalam diri seseorang tidak lain dan tidak bukan merukan hasil dari usaha dan kerja keras serta kemampuan yang semakin berkembang karna usaha-usaha secara maksimal.

Mengapa pola pikir growth mindset menjadi kunci mujarab dalam meraih kesuksesan? Agar teman-teman percaya saya akan sedikit bercerita mengenai pengalam hidup saya khususnya sebelum menjadi mahasiswa untuk menjadi bukti empiris apakah pola pikir growth mindset benar-benar berpengaruh dalam diri seseorang untuk mencapai sesuatu.

Dalam kehidupan sehari-hari teman-teman pasti sering menjumpai orang-orang yang memiliki salah satu dari dua pandangan pola pikir tersebut, baik pola pikir fixs mindset ataupun growth mindset bahkan terkadang kita sendiripun juga mengalaminya. Seperti contoh pengalaman ketika saya belum menjadi mahasiswa dan tidak mengenal apa itu growth mindset. Ketika saya masih duduk di bangku SMP dan SMA saya memiliki pola pikir apa yang sering di sebut fixs mindset, ketika guru sekolah menerangkan beberapa matkul pelajaran yang bagi saya sulit, saya selalu merasa tidak nyaman sama sekali, hal tersebut di karenakan saya kurang bisa menangkap materi-materi yang di ajarkan oleh guru di ruang kelas. Berbeda dengan beberapa teman saya yang justru dengan mudah memahami materi-materi yang di sampaikan oleh guru. Pada saat itu juga saya memiliki pola pikir bahwa saya sama sekali tidak memiliki bakat di bidang akademik karna ketidakfahaman saya untuk menangkap materi-materi yang disampaikan orang guru-guru di kelas. Karna pola pikir tersebut, pada akhirnya saya tidak mau benar-benar berusaha untuk memahami pelajaran-pelajaran di kelas, dan paling buruknya saya meninggalkan pelajaran-pelajaran itu (jangan ditiru!) karna bagi saya percuma saya berusaha untuk memahaminya, toh, saya tidak akan pernah bisa memahaminya sekeras apapun saya mencoba belajar karna bakat saya tidak disitu. Hal ini berlangsung begitu lama bahkan hingga menjelang kelulusan tiba, karna saya mengidap pola pikir tersebut. Hal ini cukup berdampak pada perkembangan di dalam diri saya sendiri dimana saya sudah malas berorganisasi yang berbau dengan akademik, malas untuk mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan diri ataupun mencoba tantangan-tantangan untuk mengikuti berbagai ajang lomba dan prestasi.

Setelah lulus SMA saya memutuskan untuk melanjutkan study di bangku perkuliahan dengan catatan tetap mempunyai pola pikir fixs mindset tersebut. Hingga pada akhirnya ketika sudah resmi menjadi mahasiswa, saya di pertemukan dan di perkenalkan oleh berbagai kondisi dan keadaan serta orang-orang yang menuntut saya untuk terus berkembang dan belajar. Saya di pertemukan oleh komunitas-komunitas, orang-orang, dan organisasi-organisasi yang menuntut saya terus mengembangkan pola pikir growth mindset. Oleh kondisi tersebut saya di paksa untuk membaca buku sebanyak-banyaknya untuk memperluas cakrawala berfikir, dipaksa untuk ikut berorganisasi, mengikuti kajian-kajian baik formal maupun informal meskipun di awal cukup sangat berat, dan menyusahkan! Oleh karna kebiasaan yang di paksakan itu, saya sudah mulai terbiasa untuk menghabiskan waktu membaca berbagai macam buku, dari situ saya sudah mulai mencintai membaca, berdiskusi, mengikuti kajian dan lain-lain. Secara tidak sadar saya mulai berkembang ke arah yang lebih baik secara drastis! dan lebih percaya diri, saya mulai mempunyai banyak wawasan, saya mulai bisa menulis, mengikuti berbagai kompetisi akademik, mulai berani berpendapat bahkan menyanggah pendapat dengan kritis melalui berbagai referensi dari banyak buku yang saya baca. Dan pada akhirnya saya mulai memiliki banyak prestasi di berbagai organisasi. Dari pengalaman singkat diatas saya mulai sadar bahwa apa yang saya yakini dulu adalah kesalahan. Karna bagi saya ketika kita mempunyai pola pikir untuk terus berkembang atau growth mindset, hal tersebut akan menjadikan kita lebih baik lagi, meningkatkan percaya diri, meningkatkan kecerdasan dan berbagai hal lainya dan menuntun kita meraih capaian-capaian besar dalam hidup! Dan mungkin saja apa yang saya rasakan juga di rasakan oleh beberapa teman-teman yang lainnya.

Itulah sedikit keajaiban dari kedua pola pikir tersebut. Teman-teman bisa membayangkan apa konsekuensi logis dari kedua pola pikir itu. Bayangkan jika saya tidak memiliki pola pikir growth mindset dan terjebak pada pola pikir fixs mindset sebagaimana yang saya rasakan sebelum menjadi mahasiswa, mungkin saya akan tetap menjadi pemalas dan tidak percaya diri terhadap kemapuan diri sendiri, dan niscaya tidak ada perkembangan berarti dalam setiap pencapaian-pencapaian besar dalam hidup! Dan sekarang saya harap celotehan ringan ini bisa bermanfaat dan membantu teman-teman mengembangkan pola pikir ke arah yang lebih baik.

Oleh: Achmad Najib Ad Daroin

Unisma Punya cerita

Unisma sering kali disebut kampus yang beragam ke unik,an,beragam prestasi,beragam fasilitas yang berbagam macam ,Pertama pengalaman saya masuk unisma saya bangga ada salah satu kampus ya memegang teguh Nahdlatul Ulama bahkan unisma juga pernah di kunjung’i atau di datang’i seseorang yaitu  Pak presiden , Pak Jokowi masih banyak sekali pemerintah- pemerintah bahkan wakil presiden juga pernah mengunjung’i atau mendatang’i Unisma, Ke istimewaan di kampus unisma sangat di dukung oleh para rektor rektor dan banyak sekali mahasiswa yang berlomba lomba  mencari prestasi aakademik maupun non akademik. Sejak yayasan Universitas Islam Malang berdiri hanya mempunyai bidang pendidikan ,Namun hingga kini mengalami perkembangan cukup pesat bukan hanya dalam bidang pendidkan saja melainkan juga sektor – sektor diluar pendidikan antara lain :

  1. Rumah Sakit Universitas Islam Malang
  2. Laboratium Ahlussunah wal jama’ah dan pondok pesantren Ainul Yaqin
  3. Kerja sama lembaga penelitian Universitas Islam Malang dengan Departemen Kehutanan dan perkebunan RI
  4. Kerja sama Fakultas Teknik dengan BPPT
  5. Dibuka beberapa program Pasca Sarjana (S-2)
  6. Berdiri nya Gedung Aswaja Centre
  7. Kerjasama dengan “ Departement of food Science and Technology of Agriculture , Kyushu Universitas Fukuoka Japan “ Departement of Microbiogy Universitas of Delhi Soulth Campus , New Delhi India
  8. Kerja sama denga “ The Association Overseas Technological Scholarship

( AOTS) sub divisi Business Forum “

  1. Kerja sama dengan Learning Assistence Equality of Learning Outcomes in islamic Schools ( ELOIS ) dari Australia

Dan sangat banyak lagi perkembangan unisma dalam bidang akademik nin akademik bahkan sektor sektor yang lagi diperkembangkan

 

Oleh: Firhaq finanda lailatus noeraini

Mahasiswa Prodi Ilmu Admintrasi bisnis Universitas Islam Malang 

Berkarir di Peternakan? Let’s Go!

Hai, Namaku Setya sekarang aku sedang menempuh pendidikan di Universitas Islam Malang jurusan Peternakan. Sedikit cerita untuk membuka wawasan kalian bahwa pemilihan jurusan kuliah itu sangat penting, loh! Aku dulunya sekolah di SMKN 1 Pasuruan jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Pasti kaget, bukan! Lintas jalurnya enggak main-main, hehehe.

Namun, itu semua adalah awal dari segala cerita menarik di dunia perkuliahanku sekarang. Dulu aku menganggap jurusan pertanian, peternakan, perikanan, dan lainnya yang sepi peminat sangat dipandang rendah dan sia-sia saja kuliah di jurusan tersebut. Sering terdengar banyak omongan di masyarakat, “Halah, kerja kok jadi petani, peternak, mending jadi PNS kerja kantoran lebih enak gajinya tetap bisa buat cicil rumah, sepeda, buat makan sehari-hari juga enggak khawatir”.

Hehehe, ternyata anggapan itu benar-benar salah, ya. Jika ditelitik lebih jauh lagi kita bakalan mendapatkan yang lebih tinggi dari standarnya PNS. Misalnya saja, dalam sekali panen ayam pedaging bisa didapatkan laba bersih puluhan juta. Waw, bukan? Itu hanya ayam pedaging, bagaimana dengan ayam petelur, kambing, sapi, dan ternak madu? Sangat bisa kita membeli rumah, sepeda, dan lainnya dengan uang cash tanpa perlu cicil.

Perlu dirombak mindset dari orang di zaman sekarang bahwa karir yang baik adalah memberikan kesempatan berkarir orang lain atau sering disebut dengan membuka lapangan pekerjaan. Mindset menjadi abdi negara harus diminimalkan untuk era sekarang. Membangkitkan ekonomi negara adalah nilai plus dibandingkan hanya mengurus birokrasi yang tambah rumit. Terlebih pemerintahan bukanlah sektor produktif.

Pemuda zaman sekarang harus bisa memberikan lapangan pekerjaan seluas-luasnya. Hal tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi negara kita. Sektor yang patut dicoba dan tidak akan lenyap dari dunia salah satunya adalah peternakan. Kenapa? Bayangkan saja jika sektor peternakan kita hapuskan. Hal apakah yang akan terjadi pada dunia? Kelaparan? Kemiskinan? Kesehatan? Ya, benar semua! Sektor peternakan menopang kebutuhan pangan seluruh rakyat indonesia dan dunia. Seharusnya sektor inilah yang perlu diberi perhatian lebih. Presiden kita bapak Jokowi pernah mengatakan bahwa akan menambah kaum milenial untuk berkarir di sektor pertanian dan peternakan. Menurutku, itu adalah hal yang sangat tepat! Sektor peternakan membutuhkan peremajaan SDM dari generasi muda-mudi Indonesia.

Berkarir di sektor peternakan bukanlah sebuah hal yang memalukan. Mungkin masih banyak yang menganggap berseragam lebih keren, tetapi semakin dewasa kita akan mengerti bahwa rumah membutuhkan listrik, air, dan dapur ngebul. Hehehe, tetapi peternak juga punya seragam, loh! Rompi hitam, topi koboy, naik kuda, yihaaa-yihaaa lebih keren mana, hayoooo?

Tidak sedikit peternak yang merasakan enaknya berkarir di dunia peternakan. Pekerjaannya mudah cukup memberi makan hewan ternak dan tunggu beberapa bulan lalu panen, hehehe. Cimory, perusahaan yang memproduksi susu yoghurt salah satu yang merasakan kenikmatan berkarir di sektor peternakan. Cimory sangat membantu peternak sapi perah di daerah Cisarua, Bogor. Kebangkitan ekonomi yang Cimory lakukan membuat siklus ekonomi berjalan lancar dan mengurangi pengangguran.

Inilah manfaat beternak. Banyak kesenangan, banyak rezeki, banyak kesehatan, dan banyak keberkahan.

“Salam cinta dari ujung kandang”

Oleh: Muhammad Setya Resfendy

Mahasiswa Prodi Peternakan  Universitas Islam Malang 

KULIAH DI JURUSAN ILMU HUKUM

Saya Vina Olivia Puspitasari, salah satu mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. Saat ini saya mahasiswa semester 1 yang sedang menempuh pendidikan S1 Ilmu Hukum di Universitas Islam Malang. Memberanikan diri untuk mendaftar di Universitas Islam Malang dengan menggunakan program beasiswa yaitu, KIP Kuliah. Saat pendaftaran dan ketika memilih pilihan prodi pada saat itu, pilihan pertama entah mengapa saya tertuju pada prodi ilmu hukum yang dimana saya jadikan pilihan pertama, kemudian pilihan prodi yang kedua yaitu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia.

Dua hal yang saya lakukan untuk menentukan secara tepat jurusan atau program studi di Universitas Islam Malang. Pertama, saya berpikir dan merenung mengenai apa yang menjadi minat saya, kedua, saya melakukan riset tentang peluang kerja dari jurusan yang akan saya ambil dan saya minati tersebut. Alhasil, saat pengumuman diterima jatuhlah pengumuman tersebut pada prodi ilmu hukum, yang menjadi pilihan pertama. Alasan saya memilih prodi ilmu hukum ini sangat simple, yaitu saya merasa tertarik dengan jurusan ini, serta ingin mempertajam pemikiran, memperkuat pemahaman. Rasanya? Cukup menantang, karena pendidikan terakhir yang saya tempuh dengan yang saat ini sedang saya jalani merupakan lintas jurusan, yang dimana saya harus mempelajari hal-hal yang sama sekali saya belum pernah pelajari selama ini.

Ilmu hukum adalah mata kuliah yang berpusat pada praktek hukum. Dan mencakup bidang yang luas, meliputi hak asasi pada manusia dan sebagainya. Seperti yang kita ketahui, hampir tiap aspek kehidupan manusia diatur oleh hukum. Hukum mengatur ketertiban hidup bermasyarakat dengan memberikan peraturan-peraturan yang jelas mengenai apa yang boleh atau tidak untuk dilakukan. Pada semester awal ini, dihadapkan dengan berbagai mata kuliah seperti Pengantar Ilmu Hukum, Pendidikan Pancasila, Bahasa Inggris Hukum, dan sebagainya.

Jika berbicara mengenai suka duka, saat ini masih sulit untuk saya yang baru dan masih beberapa bulan merasakan kuliah di fakultas hukum. Saat memasuki hari pertama kuliah, ada rasa deg-degan serta campur aduk yang menjadi satu. Rasa takut yang juga mengikuti saya pada saat hari pertama kelas, takut jikalau entah tidak bisa menjawab pertanyaan atau bahkan memahami materi dari yang disampaikan dosen. Tetapi sejauh yang saya rasakan bisa dibilang hampir lebih banyak suka cita yang saya rasakan. Disisi lain, kuliah di fakultas hukum juga bertemu dengan dosen yang baik-baik, menyenangkan dalam pembelajaran.

Bagi saya pribadi, yang saya rasakan di semester 1 awal ini saya merasa tidak terlalu terbebani, baik dengan tugas ataupun materinya. Saat menjalani kuliah, bisa sedikit agak santai namun tetap serius. Belajar di Ilmu Hukum tidak hanya belajar mengenai Undang-Undang, Buku, atau Teori. Ada hal lain yang perlu dipelajari, yaitu mengenai logika. Pasalnya, jurusan ini pun ditunjang dengan keahlian dasar tersebut. Selama berlangsungnya semester 1 ini, saya menikmati proses perkuliahan yang dimana jurusannya murni saya memilih sendiri, tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak lain.