Mahasiswa RUDAYA Unisma Malang Siap Menjadi Jembatan Penghubung Lestarikan Budaya Bangsa

Mahasiswa Unisma Malang yang didampingi oleh Dr. Zuhkhriyan Zakaria, M.Pd  dengan mahasiswanya Afriska Nur Azizah, Mia Yustiningrum, Rahmaputri Salsabilla Harsono, Aurellia Fairuzzia M. L (Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Agama Islam), serta Dyah Vivi Andriana (Prodi Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Administrasi) berhasil mendapatkan pendanaan melalui program Rumah Budaya dan peradaban (RUDAYA). Kesenian kerap dikaitkan menghasilkan karya seni yang indah, unik, dan bermakna. Ia menjadi wadah penyampaian ekspresi budaya suatu entitas. Bagian dari identitas bangsa yang patut dilestarikan. Jangan sampai eksistensinya terkalahkan oleh perkembangan zaman yang semakin pesat. Sebagai tanda syukur dan hormat terhadap masa lalu. Bangsa Indonesia dikenal di mata bangsa lain sebagai bangsa yang kaya akan budaya dan warisan berkat budaya khas Nusantara. Karena keberagaman itulah yang menjadikan Indonesia memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki makna berbeda-beda tetapi tetap satu. Berangkat dari pemikiran demikian, mahasiswa Unisma Malang berusaha untuk terus melestarikan budaya bangsa.

Program ini dengan mengusung tema Api Daya akan membantu membentuk jiwa-jiwa nasionalisme anak terhadap budaya melalui kerja sama dengan Sanggar Srikandi Tumpang yang di dalamnya terdapat sebuah kegiatan yang patut diapresiasi, yaitu karawitan anak. Karawitan yang seluruhnya akan dilakonkan oleh anak-anak usia dasar.

Tentu melatih anak tidak akan mudah, apalagi mengenai kegiatan budaya yang didalamnya terdapat ragam aksi. Namun hal tersebut juga akan memiliki dampak yang besar di masa yang akan mendatang. Selain menumbuhkan motivasi pada anak juga akan memberikan ruang bagi anak untuk berkreasi. hal ini tidak akan tumbuh secara langsung, namun membutuhkan waktu secara bertahap dan dalam tempo waktu yang juga tidak terbatas.

Tim Rudaya Mahasiswa Unisma Malang beharap program ini dapat terselenggara dengan baik dan membangun relasi bersama pihak-pihak yang mampu menghidupkan semangat anak untuk terus melestarikan budaya yang ada di lingkungan sekitarnya. Karena jika bukan kita yang mulai dari sekarang, maka siapa lagi.

BSI Scholarship Goes to Campus Hadir di Unisma Malang

Bank Syariah Indonesia bekerja sama dengan Universitas Isla, Malang untuk menggelar Goes to Campus di Unisma Malang, Senin (2/10/2023).

BSI Scholarship merupakan program beasiswa yang diinisiasi oleh BSI Maslahat dan Bank Syariah Indonesia. Target dari program ini dikhususkan untuk mahasiswa tingat sarjana (S1) mahasiswa tingkat 2 dan 3. Masa program ini berlangsung selama 2 tahun atau 4 semester.

Keterbukaan informasi terhadap publik akan beasiswa BSI Scholarship

(Pimpinan PT BSI Area Malang, Bpk Anang Hery Anshory) menjelaskan bahwa dalam sosialisasi tersebut bertujuan untuk memberikan informasi kepada mahasiswa bahwasannya BSI Scholarship dapat membentuk pemimpin masa depan umat khususnya dibidang Industri Ekonomi dan Keuangan Syariah. BSI Scholarship memiliki 2 program: BSI Inspirasi dan BSI Prestasi. Tujuannya agar mahasiswa dapat mengawal sekaligus mendapatkan informasi publik dalam kegiatan belajar dan kehidupan sehari-sehari.

“BSI Scholarship hadir di Unisma untuk membantu mahasiswa menjadi seorang pemimpin masa depan yang berkarakter, amanah, dan bisa menjadi teladan serta mampu berkontribusi dalam membangun keumatan khususnya dibidang Industri Ekonomi Syariah. Selain itu BSI Scholarship juga memberikan bantuan ukt, berpeluang magang di Industri Ekonomi Syariah, Program Sosial Project dan Pelatihan Ekonomi Syariah,” ujarnya.

Sitti Khairunisak (20), mahasiswi Universitas Islam Malang merasa mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman dengan menjadi Awardee BSI Scholarship Universitas Islam Malang Batch 1. Dan merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan UKT dari BSI Scholarship.

Dengan adanya Goes to Campus dari BSI Scholarship di Unisma Malang sangat membantu mahasiswa dalam mengetahui informasi tentang beasiswa yang diadakan oleh Bank Syariah Indonesia. Informasi lebih lengkapnya bisa mengunjungi Instagram dari BSI Scholarship.

Unisma Tutup Oshika Maba 2023 dengan Pecahkan Rekor Dunia dari MURI

Membanggakan, Universitas Islam Malang (Unisma) memecahkan Rekor MURI Kategori Dunia untuk pertama kalinya. Sebanyak 3.567 mahasiswa baru (maba) memecahkan Rekor MURI atas ‘Penulisan Buku Biografi Kiai Kampung Terbanyak oleh Mahasiswa’.

Penghargaan MURI itu diserahkan saat penutupan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (Oshika Maba) 2023 di Gedung Bundar Al-Asy’ari, pada Rabu (20/9/2023).

Senior Manager MURI Triyono, menyampaikan kali ini MURI kembali memberikan penghargaan atas karya dan karsa kepada maba Unisma. Istimewanya, yang diberikan kepada Unisma bukan lagi MURI kategori Indonesia, namun kategori Dunia.

“Kalian telah menjadi bagian dari suatu mahakarya, dimana hari ini saya serahkan piagam penghargaan. Bukan lagi Rekor MURI kategori Indonesia tapi Ketegori Dunia. Selamat pada Unisma semoga terus maju dan berbakti pada Indonesia dan dunia,“ katanya.

Rektor Unisma Prof Dr H Maskusi MSi menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Unisma termasuk para mahasiswa baru. Menurutnya, pencapaian Rekor MURI ini tidak akan terjadi tanpa adanya kekompakan dan kebersamaan berbagai pihak dalam mengembangkan Unisma.

“Saya apresiasi anak-anak sekalian yang mencetak satu Rekor MURI Dunia dan ini menjadi suatu kebanggan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, berbagai macam inovasi telah dilakukan Unisma hingga mendapatkan Rekor MURI Dunia. Banyak kehebatan yang diorganisir, dikumpulkan menjadi satu kesatuan dengan visi yang sama dan gerak langkah selaras.

“Tanpa anak-anak (mahasiswa), Rekor MURI ini nonsense. Kalau hanya pikiran besar, siapa saja punya, tapi pikiran besar akan menjadi besar apabila diimplementasikan menjadi satu produk yang membanggakan,” sambungnya.

Apalagi, kata Maskuri, tokoh yang dilibatkan adalah sosok kiai kampung. Tokoh agama di kalangan masyarakat yang menjadi pembimbing, motivator hingga panutan dan tauladan.
“Kiai kampung yang diulas adalah kiai kampung di daerah masing-masing yang mendapatkan apresiasi, dihormati masyarakat tapi tidak di-SK,” tukasnya.

Usai Oshika Maba masih ada beberapa aktivitas lainnya yang harus diikuti oleh para maba. Yakni Halaqoh Diniyah hingga Master Maba.

“Halaqoh Diniyah dan Master Maba tidak dimiliki perguruan tinggi lain, tapi hanya dimiliki Unisma. Oshika Maba merupakan wadah memberikan orientasi pada mahasiswa terkait akademik,” tambah Maskuri.

Tsabita Tirta Rahmania, maba prodi Agribisnis 2023 mengaku senang mengikuti rangkaian Oshika Maba. Terlebih, mencari biografi kiai kampung menjadi tugas yang menarik.

“Sebenarnya agak bingung karena pertama kali wawancara sama kyai. Tapi rangkaian Oshika ini seru. Ada capeknya tapi menyenangkan, jadi kenal sama temam-teman dari jauh. Misalnya kemarim dari fakultas ada yang dari Timor Leste,” urai mahasiswa asal Bululawang itu,

Dengan begitu, Unisma sebagai perguruan tinggi dibawah bendera NU mampu melejit begitu cepat. Tak hanya membawa misi untuk di kancah nasional saja, namun juga membawa misi di dunia selaras dengan tagline Unisma Dari NU Untuk Indonesia dan Peradaban Dunia.

Rekor MURI ini juga menjadi rekor ke-11 sekaligus rekor dunia pertama yang sudah dipecahkan Unisma. Berikut daftar 10 Rekor MURI Unisma antara lain :
1. 2015 : Perkuliahan Bersarung peserta Terbanyak
2. 2016 : Tadarus Al – Quran Pesarta Terbanyak
3. 2017 : Pembentangan Bendera Organisasi Kemasyarakatan Terbesar se Indoensia yaitu Bendera NU
4. 2017 : Penandatanganan Sikap Ideologi Pancasila dan Bentuk Negara RI
5. 2018 : Pembacaan dan Penulisan Sholawat Terbanyak
6. 2018 : Rangkaian Kaligrafi Al – Quran dengan Media Kanvas Terbanyak
7. 2019 : Unggahan Video Perdamaian Indonesia dan Peradaban Dunia oleh Sivitas Akademika Dengan Views, Like, Subscribe, Download dan Share Terbanyak
8. 2020 : Unggahan Youtube oleh Mahasiswa Terbanyak
9. 2021 : Unggahan Video Ekspresi Cinta Tanah Air di Media Sosial oleh Maba Terbanyak
10. 2022 : Pembuatan Video dan Slogan Anti Intoleransi, Kekerasan Seksual dan Perundungan Terbanyak
11.2023 : Penulisan Buku Biografi Kiai Kampung Terbanyak oleh Mahasiswa

Unisma Beri Ratusan Beasiswa Salah Satunya Peraih Medali Emas Porprov

Universitas Islam Malang (Unisma) tak hanya dikenal sebagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) yang mendunia dan moncer prestasinya. Tapi juga dekat dengan masyarakat.

Kampus ini, memang seringkali memberikan kesempatan pada para talenta muda untuk menuntut ilmu lewat program beasiswa di Unisma. Tahun ini, ada sekitar 299 mahasiswa baru (maba) yang mendapat beasiswa. Salah satunya, peraih medali emas cabang olahraga (cabor) sambo di Porprov Jatim VIII/2023 bernama Songo Eka Sanjaya.

Pemberian beasiswa kepada atlet berprestasi tersebut diserahkan secara simbolis bersama Wali Kota Malang Sutiaji. Dalam Rapat Senat Terbuka dalam rangka Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) Mahasiswa Baru (Maba) tahun 2023, Senin (18/9/2023).

“Pemberian beasiswa (tahun ini) hampir 300. salah satunya yang baru saja mendapatkan medali emas di event provinsi, baru kemarin malam (17/9),” kata Rektor Unisma Prof Dr H Maskuri MSi.

Tak hanya kepada atlet, Unisma kerap memberikan beasiswa untuk para siswa berprestasi dan benar-benar punya keinginan besar untuk berkuliah. Baik prestasi di bidang akademik, maupun bidang yang lainya.

Khususnya pada mereka yang berhasil menjadi juara dalam gelaran kompetisi yang diselenggarakan oleh Unisma.

“Karena nantinya mereka akan menjadi duta Unisma di berbagai event nasional, bahkan internasional,” imbuhnya.

Lebih jauh, ini sebagai langkah konkrit Unisma dalam mendukung lahirnya generasi unggul dan berkualitas. Terlebih, Unisma juga banyak melakukan kerjasama dengan 37 negara.
Mulai dari transfer kredit, student exchange, international conference, joint research, KSM/KKN Internastional, Professional Learning Experience for Community (PLEC/PPL), dan seterusnya.

Ia berharap, agar mahasiswa baru dapat memanfaatkan kesempatan terbaik selama berada di Unisma. Bukan hanya belajar, tapi juga memperluas perspektif dan memperluas jauh horizon.
“Ikutilah kesempatan mobilitas global, jika mungkin. Pekan depan, jika belum mempunyai paspor, buatlah sesegera mungkin. Bisa jadi itu menjadi doa dan bagian dari ikhtiar untuk membuka pintu menjadi warga global,” tegasnya.

Di sisi lain, tahun ini Unisma menerima 3.567 maba. Dimana, 3.531 mahasiswa berasal dari 32 provinsi di Indonesia dan 36 mahasiswa merupakan mahasiswa asing yang berasal dari 8 negara.
Antara lain Rumania, Belgia, Yaman, Sudan, Korea, Palestina, Mesir, dan Timor Leste. Artinya, saat ini mahasiswa Unisma secara keseluruhan hampir mencapai 17.000 mahasiswa, mereka berasal dari 34 Provinsi di Indonesia dan 37 Negara.

Sementara, 299 program beasiswa yang diberikan antara lain KIP Kuliah sebanyak 136, beasiswa Juara sebanyak 26, beasiswa OSC (Online Scholarship Competition) Medcom sebanyak 22 mahasiswa dimana 14 untuk S-1 dan 8 untuk S-2.

Kemudian Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dari Kementerian Agama RI sebanyak 61 mahasiswa terdiri dari 39 mahasiswa S-1 untuk 9 prodi, 11 mahasiswa S-2 dan 11 mahasiswa S-3.

Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kemendikbudristek sejumlah 24, Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dari Kementerian Agama RI sebanyak 30, diperuntukkan 3 mahasiswa FK, 5 mahasiswa Agroteknologi, 8 mahasiswa S-1 Ilmu Hukum dan 14 mahasiswa S-2 PAI.

Di samping itu, dari keseluruhan jumlah maba 1,59 persen diantaranya adalah maba non muslim dengan 1,27 persen beragama Katolik, 0,26 persen Kristen dan 0,05 persen beragama Budha.

“Masalah ilmu adalah pilihan. Semua manusia di atas bumi berhak menunut ilmu dimana saja hingga akhir hayat. Unisma memposisikan diri sebagai kampus Rahmatan Lil Alamin, kampus multikultur dan inklusif yang mengayomi terhadap berbagai kehidupan manusia,” tutupnya.

Sementara itu, Songo mengaku senang. Ia merasa bersyukur atas beasiswa penuh yang ia dapat. “Tentu senang sekali, kemarin (17/9) setelah juara dapat emas, langsung dihubungi Gus Shodiq (WR II Unisma), ditawari beasiswa,” jelas peraih emas abor sambo di Porprov Jatim VIII/2023 itu

Songo lantas menyampaikan kabar gembira ini kepada orangtuanya dan disetujui. Mengingat, atlet KONI Kota Malang asal Bumiayu itu juga sudah pernah mendaftar kuliah di tahun 2022 melalui jalur prestasi mandiri, namun niatnya diurungkan karena terkendala biaya.

“Sebenarnya lolos tapi tidak beasiswa penuh, jadi harus ada yang membayar, dari situ saya tidak jadi kuliah meski ingin. Karena itu saya sangat bersyukur saat ini bisa mendapatkan beasiswa di Unisma,” sambungnya.

 

OSHIKA MABA 2023, Sambut Calon Pemimpin Perubahan

Ucapan Selamat Datang disampaikan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Prof. Dr. Maskuri, M.Si kepada mahasiswa Baru Tahun Akademik 2023-2024. Dengan penuh bangga rektor dan jajarannya menyambut mahasiswa baru dalam kegiatan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (OSHIKA MABA), Senin (18/9) kemarin. Kegiatan pembukaan digelar di halaman depan Kampus Hijau Unisma, Jalan MT Haryono Dinoyo Malang.

Turut hadir menyambut mahasiswa baru, Dewan Pembina Yayasan Unisma dan jajarannya, Pengawas Dewan Pembina dan Pengurus Yayasan Unisma. Juga hadir para wakil rektor, para dekan dan kaprodi.

Rektor Unisma dengan ciri khas suaranya yang lantang menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa baru. Dia mengatakan, mereka mahasiswa baru punya tekad besar bergabung dengan dengan Unisma. “Selamat datang calon pemimpin perubahan, selamat datang di Kampus Unisma, kampus calon pemimpin peradaban dunia,” ucapnya.

Prof Maskuri menegaskan, bahwa mahasiswa baru Unisma akan dididik sesuai dengan zaman mereka. Zaman berkemajuan berbasis teknologi. Sesuai dengan tuntutan nasional dan global. “Melalui pendidikan di Unisma ini kami mempersiapkan calon pemimpin yang berdaya saing tinggi, mampu berkompetisi di tengah kehidupan global,” katanya.

Oshika Maba Unisma tahun ini diikuti mahasiswa baru yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Serta ada 36 mahasiswa asing yang berasal dari delapan negara. Antara lain Rumania, Belgia, Yaman, Sudan, Korea, Palestina, Mesir, dan Timor Leste.

“Keseluruhan di Unisma terdapat hampir 17.000 mahasiswa, mereka berasal dari 34 negara di dunia. Ini membuktikan bahwa Unisma dipercaya tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di dunia internasional,” ungkapnya.

Rektor mengimbau agar mahasiswa baru memulai aktivitas studi mereka dengan hati yang ikhlas. Demikian di hari-hari berikutnya. Niat suci untuk tholabul ilmi sesuai amanah yang diberikan oleh orang tua.

“Dengan hati yang ikhlas maka seluruh aktivitas akan dilaksanakan dengan mudah. Dinamika tugas dan belajar, semuanya dipersiapkan untuk anda menjadi generasi calon pemimpin perubahan yang kreatif dan adaptif,” tuturnya.

Wakil Rektor 4 Unisma, Dr. Ir. H. Istirochah Pujiwati, MP mengungkapkan bahwa mahasiswa baru Unisma tidak hanya beragama Islam. Ada juga yang beragama Katolik, Protestan dan Budha. “Ini menunjukkan bahkan Unisma adalah kampus yang inklusif dan multikultural. Selamat bergabung para mahasiswa baru, semoga mendapat ilmu dan keberkahan,” ucap Istirochah Pujiwati, saat menyampaikan laporannya.

Wakil Rektor 3 Unisma Dr. Ir. H. Badat Muwakhid, MP juga menyampaikan bahwa Oshika Maba merupakan bagian dari program pengenalan kampus yang dilatarbelakangi keragaman mahasiswa baru. Mulai dari asal sekolah, daerah, agama, suku, budaya dan tradisi.

“Kini mereka bersatu. Berada dalam pranata dan lingkungan sosial yang baru. Maka perlu adanya penyesuaian dalam rangka menggelar kegiatan akademik, untuk menjadikan akhlak mulia, kreatif, mandiri dan berdaya saing,” ucapnya.

Oshika Maba 2023, Unisma Sambut Mahasiswa Baru dari 32 Provinsi dan 8 Negara

Universitas Islam Malang (Unisma) menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka dalam rangka meresmikan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) bagi Mahasiswa Baru tahun 2023. Acara ini akan dilaksanakan selama 3 hari hingga tanggal 20 September 2023.

Bertempat di Gedung Bundar Al-Asy’ari, Rektor Universitas Islam Malang Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si memaparkan bahwa tahun ini Unisma resmi menerima berasal dari 32 provinsi di Indonesia dan 36 mahasiswa merupakan mahasiswa asing yang berasal dari 8 negara. dari jenjang sarjana, magister hingga doktoral.

Antara lain Rumania, Belgia, Yaman, Sudan, Korea, Palestina, Mesir, dan Timor Leste. “Sehingga saat ini mahasiswa Unisma secara keseluruhan hampir mencapai 17.000 mahasiswa, mereka berasal dari 34 Propinsi di Indonesia dan 37 Negara,” sambungnya.

Prof Maskuri juga menjelaskan terkait penerapan prinsip Unisma menjadi kampus Rahmatan Lil Alamin, bahwa tahun ini juga menerima mahasiswa baru yang beragama non-muslim.

“Yang non-muslim ada sekitar 20-an. Ya, sebagai lembaga pendidikan tinggi yang mengarah kepada apa namanya pelayanan ya. Pelayanan kita tidak membeda-bedakan antara muslim dan non-muslim. Hindu, Kristen, Katolik Konghucu maupun Budha semuanya punya kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan,” terangnya.

Prof Maskuri juga menyatakan Unisma dengan keberagaman latar belakang agama dan budaya tersebut menjadikan mahasiswanya memiliki wawasan yang multikultural.

“Universitas Islam Malang tidak lagi kemudian membedakan-bedakan saya muslim, saya kristen, saya katolik, saya hindu, saya buddha. Semuanya bersatu sehingga disitulah kekuatan UNISMA dengan cross-culture. Cross-culture dari berbagai negara, dari berbagai agama, itu ada di Universitas Islam Malang sehingga mahasiswa kami punya wawasan yang sangat multikultural,” paparnya.

Ia juga menyatakan bahwa kampus multikultural merupakan kampus yang dapat mengayomi berbagai kehidupan umat manusia untuk dapat menuntut ilmu. Unisma juga sangat terbuka dalam forum kerukunan umat beragama untuk mengisi kegiatan kampus.

Di kesempatan sama, Nadiem Makarim Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia dalam sambutannya kepada mahasiswa baru Unisma menyampaikan, perguruan tinggi sebagai jenjang pendidikan formal terakhir dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu berkontribusi dalam kehidupan nyata. Oleh karena itu, mahasiswa dituntut untuk mendalami disiplin ilmu dan memiliki potensi dan karakter penunjang seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan kepemimpinan, kreativitas dan problem solving.

Untuk membantu mahasiswa memperoleh kemampuan tersebut, Kemdikbud telah menghadirkan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka yang merupakan sebuah terobosan baru yang memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di lingkup luar kampus dengan cara magang dan lain sebagainya.

 

Kembangkan Model Pembelajaran Matematika Santri, Tim PKM-RSH Unisma Malang Lolos Pendanaan

Mahasiswa Pendidikan Matematika Unisma Malang berhasil dinyatakan lolos meraih pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun Pendanaan 2023 yang dilaksanakan Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Dirjen Belmawa Kemendikbudristek).

Dengan adanya usaha dan kerja keras, di bawah bimbingan Abdul Halim Fathani, S.Si., M.Pd, Dosen Prodi Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang, kelompok mahasiswa yang beranggotakan 3 mahasiswa (Faizzatul Maulidiyah, Salma Aniqotizzahro, Sa’diyatul Abadiyah) ini mengusulkan Program Kreativitas Mahasiswa untuk skim Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH).

Berpijak pada karakteristik matematika yang abstrak, tidak sedikit santri yang masih menganggap matematika itu sulit dalam mempelajarinya.

Tim PKM-RSH berupaya meneliti pengembangan model pembelajaran matematika santri. Model pembelajaran yang dikembangkan ini, dikemas dengan mengintegrasikan dua unsur dalam pembelajaran, yaitu matematika dan agama (Islam).

Model ini disebut model pembelajaran Matematika Santri, yang tentunya sangat cocok untuk diterapkan kepada santri yang tengah menempuh pendidikan di pondok pesantren. Sasaran dari penerapan model pembelajaran ini ialah para Santri yang belajar Matematika, yang ada di pondok pesantren atau sekolah yang berbasis pesantren.

Pembelajaran Matematika Santri ini sangat cocok untuk direalisasikan di pondok pesantren atau sekolah berbasis pesantren, sebab pada saat proses pembelajaran berlangsung tidak hanya diberikan materi matematika saja, namun juga dikaitkan dengan kandungan ayat-ayat Al-Qur’an. Manfaat model pembelajaran tersebut adalah dapat mempermudah santri dalam melaksanakan proses pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

“Model Pembelajaran Matematika Santri ini sangat cocok untuk diimplementasikan kepada santri di pondok pesantren yang sedang menempuh pendidikan formal. Harapannya Model Pembelajaran Matematika Santri ini dapat dijadikan sebagai perantara untuk mewujudkan santri yang berintelektual dan berakhlaqul karimah di era Revolusi 4.0.” Tutur Faizzatul.

Subjek penelitian ini adalah santri di pondok pesantren yang menempuh pendidikan formal. Penelitian ini akan dilaksanakan secara luring sebagai pembuktian bahwa Model Pembelajaran Matematika Santri dapat dikembangkan dan digunakan oleh masyarakat luas, khususnya tenaga pendidik sebagai senjata untuk memenuhi tantangan zaman.

Tim PKM-RSH sepakat bahwa penelitian yang akan dilakukan nantinya memiliki manfaat yang besar untuk mengembangkan model pembelajaran matematika yang membuat nyaman belajar bagi para santri, dikarenakan adanya penguasaan ilmu yang seimbang antara agama dengan matematika.

Selain itu, Tim PKM-RSH juga menyisipkan penanaman keterampilan problem solvingpublic speaking, collaboration, critical thingking dan kreativitas pola pikir di samping internalisasi nilai-nilai keterampilan intelektual di dalam penelitiannya.

Oleh karena itu, Tim PKM-RSH berharap pembelajaran ini akan memenuhi kebutuhan dan mengatasi permasalahan para santri dalam melakukan proses pembelajaran dan dapat mengubah mindsetnya terkait stereotype bahwasanya matematika adalah mata pelajaran yang sulit dan tidak mudah dikuasai.

Abdul Halim Fathani, S.Si., M.Pd, selaku Dosen Pendamping PKM-RSH sekaligus Dosen Pendidikan Matematika Universitas Islam Malang senantiasa memberikan dorongan dan bimbingan terhadap tim PKM. Harapannya setelah selesai melakukan penelitian ini, Tim PKM-RSH dapat melanjutkan prosesnya ke jenjang selanjutnya, yaitu mempersiapkan diri melaju berkompetisi ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2023.

REMUS FESTIVAL UNESA, UKM JQH SABET 3 JUARA SEKALIGUS

Rabu (18/01/23) Prestasi membanggakan kembali diraih oleh 3 mahasiswa anggota UKM JQH UNISMA dalam acara Remus Festival tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Negeri Surabaya pada tanggal 2-5 Januari 2023 secara offine di Surabaya. Ajang ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus berbeda. M. Shoniful Hadi selaku anggota Ukm Jqh Unisma mengutarakan kebanggaannya “Alhamdulillah usaha kami tidak sia-sia, semua sesuai apa yang diharapkan dan maksimal. Kami tidak menyangka dinobatkan sebagai juara tahun ini. Ini berkat do’a dan usaha dari para peserta,teman-teman dan keluarga yang lainnya.” Ujarnya. “Kami juga bersyukur teman-teman mampu menampilkan skill terbaik mereka. Namun yang perlu dicatat adalah: bahwa setiap apa yang di dapat dari pencapaian ini lantas tidak membuat kami naik dada (sombong).

Kami siap dikritik, selagi kritikan itu membangun dan membuat kami bangkit.” Ujar Ali (Ketua Ukm Jqh Unisma). Berikut daftar mahasiswa Ukm Jqh Unisma yang menjadi pemenang dari cabang Da’i: M.Shoniful Hadi (Juara 1), Muhammad Erik Al Afandi (Juara 2), dan Umar Abdul Qohar (Juara Harapan 2). Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa yang lainnya untuk selalu berkarya,berinovasi, untuk mencetak generasi Qur’ani. Dan diharapkan dengan prestasi ini para mahasiswa semangat mengikuti berbagai kompetisi. Mahasiswa Ukm Jqh Unisma diharapkan terus semangat meraih prestasi dan menjaga integritas.

Pengembaraan Wajib (PW) Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam “Ranti Pager Aji” Universitas Islam Malang

Pengembaraan wajib adalah sebuah kegiatan tahunan yang dilaksanakan setelah mengikuti kegiatan DIKLATSAR Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam “Ranti Pager Aji” Universitas islam malang dalam rangka napak tilas atau mengenang perjuangan pendiri Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam”Ranti Pager Aji” Universitas Islam Malang.

            Kegiatan pengembaraan wajib ini bertujuan untuk menambah ilmu dan kedisiplinan yang tinggi didalam diri mahasiswa. kegiatan pengembaraan wajib ini bertempat di gunung panderman kota batu yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 Maret 2023.

Dalam kegiatan pengembaraan wajib meliputi serangkaian acara yaitu mulai dari pengaplikasian sosped (sosiologi pedesaan) yang berada diwilayah desa seruk dengan bertujuan untuk mengetahui sejarah dari gunung panderman, sosial budaya, dan sosial kultural yang terdapat pada masyarakat wilayah desa seruk.

Pengaplikasian yang kedua adalah IMMPK (ilmu mengenal medan peta dan Kompas) jadi dalam pengaplikasian ini semua peserta belajar mengenai ilmu-ilmu navigasi darat. Mulai dari resection, intersection, menentukan titik koordinat, azimuth dan back azimuth. Dengan harapan bahwa peserta saat berkegiatan di alam bebas sudah mampu dan bisa untuk melaksanakan navigasi darat.

Pengaplikasian yang ketiga adalah bird watching atau pengamatan burung, jadi dalam pelaksanaan pengamatan burung ini bertujuan untuk sensus satwa sehingga kita bisa mengetahui burung-burung apa saja masih terjaga populasinya dan burung-burung apa saja yang sudah terancam punah.

Dan untuk kegiatan selanjutnya adalah long march yang dilakukan mulai dari puncak gunung panderman sampai menuju Universitas Islam Malang dengan target sampai di kampus pada pukul 18.10 WIB hal ini dilakukan karena pada waktu dulu saat peresmian organisasi ukm Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam “Ranti Pager Aji” Universitas Islam Malang bertepatan pada pukul 18.10 WIB. Harapanya untuk seluruh peserta pengembaraan wajib Angkatan 33 bisa memiliki jiwa kekeluargaan, rasa persaudaraan, dan loyalitas terhadap organisasi yang tinggi dan bisa lebih baik lagi dari Angkatan-angkatan sebelumnya.

 

 

Gelar Rapat Anggota Tahunan UKM Kopma Ilham Ramadhan UNISMA Untuk Lebih Bersinergi

UKM Koperasi Mahasiswa Ilham Ramadhan UNISMA telah sukses menggelar Rapat Anggota Tahunan yang bertemakan “Perkembangan Reformasi Dan Transformasi Bersama Konstribusi Anggota Kopma Demi Kemajuan Generasi Berintelektual Dan Berkarakter”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Minggu, 18 Desember 2022 dimulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 16.00, yang bertujuan sebagai bahan evaluasi pengurus dan pengawas dalam menjalankan amanah selama 1 (satu) periode, juga merupakan ajang menuangkan pemikiran kreatif dari seluruh anggota dalam menentukan kebijakan untuk kedepannya nanti. . Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang yang terdiridari pengurus dan panitia. Di dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh pembina UKM Kopma yaitu Bapak Muhammad Khoirul Anwaruddin BS, SE., MM, yang mana menjadi pelengkap dalam kegiatan ini.

Kegiatan Rapat Anggota Tahunan ini didukung dengan adanya keinginan dari mahasiswa untuk meningkatkan kinerja UKM Kopma dalam menghadapi berbagai macam tantangan dan persoalan dalam menjalani eksistensi dan profesinya sebagai mahasiswa. Didalam Rapat Anggota Tahunan ini KABID dan ditemani  WAKABID semua bidang menyampaikan laporan pertanggungjawaban, serta tidak lupa pengawas yang juga menyampaikan. Setelah kegiatan tersebut selesai, selanjutnya yaitu pemilihan Ketua Umum periode 2023 dengan kak Lutfiatus Sholikah mendapatkan suara terbanyak. Dalam sambutan pertamanya kak Lutfia berharap agar semua pengurus mampu berkerjasama dengan baik serta tidak menggalkannya dalam keadaan apapun. Tidak hanya itu kami pun memilih pengawas yang mendapatkan hasil yaitu kak Candra Kurniawati Ningsih sebagai pengawas 1, kak Bela Safira sebagai pengawas 2 dan kak Kholifatul Fitri Asfarina sebagai pengawas 3.

Alhamdulillah kegiatan RAT UKM KOPMA berjalan dengan lancar, semoga tujuan-tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini mampu terealisasi di kemudian hari. Serta kami ucapkan selamat kepada Ketua Umum dan Pengawas baru periode 2023, semoga KOPMA dapat lebih maju dengan terpilihnya kakak-kakak tersebut.