7 Mahasiswa UNISMA Ukir Prestasi Gemilang di Porprov IX Jatim 2025: Dominasi Medali Emas dan Perak!

Kemahasiswaan – Universitas Islam Malang (UNISMA) patut berbangga! Sebanyak tujuh mahasiswanya berhasil menorehkan prestasi luar biasa di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Mereka sukses membawa pulang total enam medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu, menunjukkan dominasi serta semangat juang yang tinggi di berbagai cabang olahraga.

Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa UNISMA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mencetak talenta-talenta olahraga berkaliber provinsi. Berikut adalah pahlawan-pahlawan olahraga dari UNISMA yang telah mengharumkan nama almamater dan daerahnya:

  1. M. Ali Khan Ridlo (Teknik Sipil, Beasiswa Jalur Prestasi 2024): 🥇 2 Emas, 🥈 1 Perak Angkat Besi. Mewakili kontingen Kota Malang, Ali Khan Ridlo menunjukkan kekuatan dan ketangguhan di cabang Angkat Besi Kelas 88kg Putra. Peraih dua emas dan satu perak ini menegaskan dominasinya di kelasnya.
  2. Dicka Yoga Pratama (Agribisnis, KIPK 2024): 🥈 1 Perak Hoki Outdoor Putra. Mahasiswa Fakultas Pertanian ini berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen Kabupaten Malang di cabang Hoki Outdoor Putra. Kegigihan dan performa tim yang solid mengantarnya ke podium.
  3. Muhammad Mahir Qushoyyi (Teknik Elektro 2022): 🥇 1 Emas Hapkido. Mewakili kontingen Kota Malang, Mahir Qushoyyi dari Fakultas Teknik sukses meraih medali emas di cabang Hapkido kelas Daeryun U-78kg. Dedikasi dalam latihan intensif dan semangat pantang menyerah menjadi kunci kemenangannya.
  4. Wahyu Aji Saputra (Teknik Mesin 2023): 🥉 1 Perunggu Angkat Berat. Wahyu Aji Saputra dari Teknik Mesin menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Kota Malang di cabang Angkat Berat (PABERSI) kelas 83kg Putra. Prestasinya ini adalah buah dari ketekunan berlatih sejak masa SMK.
  5. Irmanda Putra (Teknik Mesin 2022): 🥇 1 Emas Combat Sambo. Mahasiswa Teknik Mesin ini tampil luar biasa di cabang Combat Sambo kelas 98kg putra. Mewakili kontingen Kabupaten Malang, Irmanda berhasil meraih medali emas meski dengan persiapan singkat, berkat tekad dan latihan keras.
  6. Songo Eka Sanjaya (Administrasi Bisnis 2023): 🥇 1 Emas Combat Sambo. Songo Eka Sanjaya dari Administrasi Bisnis berhasil meraih medali emas di cabang Combat Sambo kelas 71kg. Mewakili Kota Malang, ia menunjukkan dominasi dan mengatasi berbagai rintangan latihan dengan semangat pantang menyerah.
  7. Rizky Putra Ardiansyah (Hukum 2021): 🥇 1 Emas Sport Sambo. Mewakili kontingen Kota Batu, Rizky Putra Ardiansyah dari Fakultas Hukum menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia berhasil meraih medali emas di cabang Sambo Sport kelas -98kg, memanfaatkan kemiripan teknik dengan gulat, cabang olahraga asalnya.

Raihan prestasi kolektif ini adalah bukti nyata komitmen UNISMA dalam mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai puncak potensi mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selamat kepada para pahlawan olahraga UNISMA! Semoga semangat mereka terus menginspirasi seluruh mahasiswa untuk berprestasi dan mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih tinggi.

Vorteam: Klub Bela Diri Bentukan Mahasiswa UNISMA yang Lahirkan Para Juara Emas Porprov IX Jatim

Kemahasiswaan – Semangat kewirausahaan dan dedikasi terhadap olahraga bela diri mengalir kuat di kalangan mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA). Salah satu mahasiswa UNISMA berinisiatif mendirikan Vorteam, sebuah klub atau camp bela diri yang dirancang khusus untuk memfasilitasi individu berpotensi menjadi atlet berprestasi. Vorteam juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berlatih dan mengembangkan kemampuan bela diri.

Vorteam digagas oleh empat inisiator utama: Songo Eka Sanjaya (mahasiswa Administrasi Bisnis UNISMA angkatan 2023), Perdana (sekaligus pelatih gulat di camp lama), Raffi, dan Permade. Keinginan membentuk tim yang solid dengan atlet-atlet berbakat menjadi motivasi utama mereka. “Membentuk tim Vorteam tidak mudah, kami mengalami beberapa masalah dan drama, tetapi kami bisa melewati dengan baik karena kami hanya memikirkan prestasi, prestasi, dan prestasi saja,” ujar Songo, mencerminkan fokus tanpa kompromi pada pencapaian. Vorteam berlokasi di sebuah ruko milik Raffi di Karangploso, yang kini menjadi pusat penggemblengan para calon atlet di Malang.

Klub ini menyediakan fasilitas untuk berbagai disiplin bela diri, seperti gulat, MMA, Sambo, boxing, dan kickboxing. Saat ini, pelatih utama untuk atlet Sambo di Vorteam adalah Perdana, sementara untuk cabang lainnya, tim pelatih berdedikasi melatih anggota membership. Motto Vorteam yang inspiratif, “Vorteam bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang berani memulai,” menunjukkan komitmen mereka untuk mendorong setiap individu melampaui batas diri.

Salah satu pendiri, Songo (nama lengkap Songo Eka Sanjaya), membagikan kisah di balik bergabungnya atlet-atlet berpotensi ke Vorteam. Ia secara langsung merekrut Irmanda Putra, atlet Combat Sambo peraih medali emas Porprov Jatim 2025. “Saya menawari Irmanda untuk gabung Vorteam karena ia memiliki potensi besar,” ujar Songo. Ia menyaksikan sendiri kemampuan luar biasa Irmanda saat menjadi wasit di sebuah pertandingan tinju yang diikuti Irmanda, dan tak ragu menghubunginya melalui media sosial.

Hubungan Songo dengan Rizky Putra Ardiansyah, atlet Sambo peraih emas Porprov Jatim 2025, juga terjalin akrab di arena gulat. Meskipun Rizky saat ini tidak satu camp dengan Songo, mereka memiliki latar belakang yang sama di dunia bela diri. “Dulu saya satu camp dengan Rizky di Rahman Camp, tempat yang membimbing saya mengawali perjalanan sebagai seorang atlet,” kenang Songo.

 

Kiprah Gemilang Mahasiswa dari UNISMA di Porprov IX Jatim 2025

Vorteam telah membuktikan efektivitasnya dalam mencetak atlet-atlet berprestasi, salah satunya adalah Irmanda Putra (mahasiswa Teknik UNISMA tahun 2022). Irmanda, yang awalnya dikenal sebagai atlet boxing, menerima tawaran dari Songo Eka Sanjaya untuk menjajal cabang Sambo. Keputusan ini diambil karena tidak ada atlet Sambo kelas berat (-98kg) yang sesuai di Vorteam. Dengan dedikasi luar biasa, Irmanda berlatih Sambo dengan keras selama 1,5 bulan bersama Vorteam, dan hasilnya sungguh memukau: ia berhasil meraih medali emas di PORPROV IX Jatim mewakili Kabupaten Malang.

Selain itu, Rizky Putra Ardiansyah (Mahasiswa Ilmu Hukum UNISMA angkatan 2021), yang sebelumnya dikenal sebagai atlet gulat berprestasi di tingkat nasional, juga menunjukkan adaptasi cemerlang. Keputusannya untuk beralih ke Sambo untuk Porprov kali ini didasari perhitungan matang terkait peluang berprestasi. Mengingat batas usia maksimal gulat di Porprov Jatim adalah 20 tahun sementara usianya sudah 21 tahun, Rizky melihat kesempatan di cabang Sambo yang memiliki batas usia hingga 23 tahun. Langkah strategis ini mengantarkannya pada puncak podium. Hubungan baik antara Rizky dan Songo, yang sudah terjalin sejak mereka sama-sama berlatih gulat di Rahman Camp, turut memperkuat motivasi dalam berjuang di ajang Porprov walau belum berlatih dalam 1 camp lagi.

Kehadiran Vorteam tidak hanya menjadi wadah bagi pengembangan atlet di Malang Raya, tetapi juga merefleksikan semangat kewirausahaan mahasiswa UNISMA dalam menciptakan ekosistem yang mendukung prestasi dan pengembangan diri. Klub ini diharapkan terus melahirkan talenta-talenta luar biasa yang akan mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah olahraga.

Haifa Zahra: Alumni UNISMA yang Menyatukan Matematika, Literasi, dan Pengabdian

Haifa Zahra adalah salah satu sosok alumni UNISMA yang berhasil membuktikan bahwa dedikasi dalam dunia pendidikan dapat membuka banyak jalan pengabdian dan inspirasi. Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Program PPG Daljab Matematika tahun 2023 ini kini mengabdi sebagai ASN Guru Matematika di MAN 1 Kota Cirebon, di bawah naungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Sejak memulai karier sebagai guru honorer di MTs YASPIKA Kuningan pada tahun 2012, Haifa menunjukkan komitmen tinggi terhadap pendidikan. Tidak hanya mengajar di kelas, ia juga aktif sebagai pembina jurnalis madrasah, operator website, dan bagian dari tim humas madrasah. Tahun 2024 menjadi tonggak penting lainnya dalam kariernya saat ia terpilih sebagai Instruktur Visitasi AKMI Nasional, sebuah peran strategis dalam peningkatan mutu asesmen pendidikan Islam di Indonesia.

Di luar peran formalnya, Haifa juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Ia telah menerbitkan sejumlah buku inspiratif di bawah naungan Penerbit Quanta Elexmedia Kompas Gramedia, di antaranya:

  • Sungguh, Allah Sangat Merindukan Kita (2014)
  • Mencintai Allah dengan Matematika (2021)
  • Kembalilah, Allah Merindukanmu (2022)

Karya-karya tersebut tidak hanya menggugah sisi spiritual, tetapi juga memadukan nilai-nilai religius dengan keilmuan, khususnya matematika, bidang yang menjadi passion utamanya.

Dalam dunia kewirausahaan, Haifa juga menjalankan toko online Rabbani Pilang, dan membuka layanan bimbingan belajar privat, sebagai bentuk kemandirian finansial dan pengabdian berbasis komunitas.

Kontribusi terhadap masyarakat juga terus ia tebarkan melalui pelatihan menulis, bedah buku, dan kampanye literasi di berbagai forum. Ia percaya bahwa menulis adalah cara efektif untuk menyampaikan nilai dan ide besar kepada khalayak luas.

“Terus bergerak, belajar, dan berkarya mengoptimalkan potensi yang dianugerahkan Tuhan sebagai bentuk pengabdian dan menebar kebermanfaatan,” ujarnya memberi pesan kepada generasi muda.

Kepada UNISMA, Haifa berharap kampus tercinta ini terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang berkualitas, visioner, dan melahirkan lulusan unggul yang memberi dampak luas baik nasional maupun global.

Ia juga berpesan kepada para alumni agar tidak melupakan almamater, menjaga nama baik UNISMA dengan menjadi duta melalui karya dan kontribusi di tengah masyarakat.

Profil Singkat Alumni UNISMA

Nama: Haifa Zahra
Fakultas/Jurusan: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bdang Studi Matematika / PPG Daljab
Tahun Lulus: 2023
Pencapaian Utama: ASN Kanwil Kemenag Prov. Jabar sebagai Guru Matematika di MAN 1 Kota Cirebon, Penulis Buku di Penerbit Quanta Elexmedia Kompas Gramedia, Instruktur Visitasi AKMI Tahun 2024.

Jabatan Saat Ini: ASN Kanwil Kemenag Prov. Jabar sebagai Guru Matematika di MAN 1 Kota Cirebon, Pembina Jurnalis Madrasah, Operator Website Madrasah, dan Tim Humas Madrasah

Nomor WhatsApp: 0821 2072 8767

Perusahaan/Instansi: MAN 1 Kota Cirebon

Fathorrohim, Alumni UNISMA Satu-satunya Perwakilan Indonesia di Program Guru Internasional ASEAN

MALANG – Kiprah alumni Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menembus panggung internasional. Fathorrohim, S.Pd., lulusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA tahun 2019, terpilih sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dalam ASEAN International Teacher Internship Program yang digelar di Kamboja.

Dalam program bergengsi ini, Fathorrohim berdampingan dengan delegasi pengajar dari berbagai negara besar seperti Amerika Serikat, India, Sri Lanka, Afrika, dan Filipina. Ia menjadi wakil tunggal dari Indonesia yang dipercaya mengajar di IEDS International School of Cambodia, tempat ia mengabdi selama setengah tahun.

 

Perjalanan karier Fathorrohim dimulai sejak masa kuliah. Selain aktif di dunia organisasi dan forum ilmiah, ia juga telah mengajar di sejumlah sekolah unggulan seperti SMAN 1 Malang (Tugu), MAN 1 Kota Malang, dan MA Bilingual Batu. Bahkan sebelum wisuda, ia sudah direkrut oleh Ar-Rohmah Islamic Boarding School, salah satu pesantren modern bergengsi di Malang, sebagai guru Bahasa Inggris selama hampir empat tahun.

Setelah itu, ia melanjutkan peran sebagai pendidik di SMP Islam Pakis. Namun dalam waktu singkat, pintu internasional pun terbuka lebar ketika ia lolos seleksi ASEAN Teacher Program. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa mewakili Indonesia dalam program ini. Ini bukti bahwa alumni kampus swasta pun bisa bersaing di level global,” ujarnya dengan bangga.

Selain berkiprah sebagai pengajar, Fathorrohim juga dikenal sebagai pendiri EDFO (English Debating Forum) di UNISMA. Forum ini menjadi wadah mahasiswa yang gemar membaca dan berpikir kritis, serta sering mengharumkan nama kampus dalam lomba debat Bahasa Inggris, baik di tingkat umum maupun islami.

Jangan takut untuk bermimpi besar, karena mimpi itulah yang akan membawamu ke masa depan yang cerah. Jadilah diri sendiri, karena keaslian adalah kekuatanmu,” pesan Fathorrohim kepada generasi muda.

Kepada almamaternya, Fathorrohim menyampaikan harapan agar UNISMA terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat dalam iman dan amal.

 

UNISMA adalah rumah yang nyaman untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Saya harap kampus ini terus menjadi pilihan utama generasi Z dalam mencari ilmu dan jati diri.

Untuk sesama alumni, ia menitipkan semangat juang:

Jangan pernah minder bersaing dengan alumni kampus negeri. Kesuksesan ditentukan oleh niat, kemauan kuat, skill, istiqamah, dan kerja nyata. Let’s break the limit!

Profil Singkat Alumni UNISMA

Nama: Fathorrohim, S.Pd
Fakultas/Jurusan: FKIP/ Pendidikan Bahasa Inggris
Tahun Lulus: 2019
Pencapaian Utama: ASEAN International Teacher Internship Program (Cambodia)

Jabatan Saat Ini: Guru

Nomor WhatsApp: 085335623666

Perusahaan/Instansi: SMP Islam Pakis

Sakit Bukan Penghalang: Azizatur Rofi’ah, Alumni UNISMA yang Menginspirasi Lewat Dedikasi dan Keteguhan Hati

Malang – Keterbatasan fisik bukanlah akhir dari perjuangan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Azizatur Rofi’ah, alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Meski mengalami riwayat sakit sejak usia 4 tahun, perempuan kelahiran asal Malang ini tidak menyerah pada keadaan. Justru, ia menjadikan rintangan sebagai pijakan menuju kesuksesan.

Lulus pada tahun 2023, Azizatur telah mengabdikan dirinya sebagai pendidik bahkan sejak sebelum menuntaskan studinya. Ia kini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, sekaligus Wali Kelas, Pembina Pramuka, Pembina IPNU-IPPNU, serta Guru Bahasa Indonesia di SMP IT Asy-Syadzili, lembaga pendidikan terpadu dengan pesantren di wilayah Malang Raya.

Sakit bukan penghalang untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Allah Maha Baik, dan selalu bersama orang-orang yang sabar.” — Azizatur Rofi’ah

Perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Tahun 2019 seharusnya menjadi titik akhir perkuliahannya, namun kondisi kesehatan kembali memaksanya dirawat. Di tengah perjuangan memulihkan diri, pintu pengabdian terbuka. Ia mendapat amanah mengajar di lingkungan pesantren, menjadi bagian dari kehidupan anak-anak penghafal Al-Qur’an. Di sinilah semangatnya tumbuh kembali.

“Mengajar sambil terus berjuang menyelesaikan skripsi adalah fase penuh tantangan. Namun dukungan orang tua, kepala sekolah, teman-teman, dan para santri menjadi energi yang luar biasa,” kenangnya.

Aktif di Masyarakat, Membantu Usaha Keluarga

Tidak hanya di lingkungan sekolah, Azizatur juga dikenal aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial masyarakat di lingkungannya. Ia juga turut mendampingi kakaknya dalam usaha keluarga, sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi keluarga.

Pesan untuk Generasi Muda dan Sesama Alumni UNISMA

Sabar itu aktif, bukan pasif.” Sebuah kalimat pendek namun sarat makna yang selalu ia pegang. Azizatur meyakini bahwa kerja keras dan keikhlasan adalah kunci utama untuk bangkit, meskipun dalam keadaan sulit.

Untuk para alumni UNISMA lainnya, ia berpesan agar tetap semangat dalam proses kehidupan. “Teruslah berkontribusi dan berbuat baik di mana pun kita berada.”

Harapan untuk UNISMA

Sebagai almamater yang membentuk karakter dan keilmuan dirinya, Azizatur menyampaikan harapan penuh rasa bangga dan cinta: “Semoga UNISMA semakin jaya dan sae.

 

Kiprah Alumni PGMI UNISMA: Nurul Fidiyanti, Bukti Nyata Pendidikan Berkualitas dan Pemberdayaan Masyarakat

Malang, Jawa Timur – Kisah sukses Nurul Fidiyanti, seorang alumni Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) angkatan 2019, menjadi representasi nyata kualitas pendidikan di UNISMA yang mampu mencetak lulusan berdedikasi tinggi dan berkontribusi signifikan bagi masyarakat. Saat ini, Nurul Fidiyanti mengabdikan dirinya sebagai pendidik di SD Negeri 3 Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sebuah bukti nyata implementasi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Sejak menempuh pendidikan di UNISMA pada tahun 2015, Nurul Fidiyanti telah menunjukkan fokus dan minat yang mendalam terhadap dunia pendidikan anak usia dini. Pemilihannya terhadap Program Studi PGMI didasari oleh kecintaannya pada perkembangan anak-anak dan keyakinannya akan pentingnya pendidikan dasar yang berkualitas. Selain aktif dalam kegiatan akademik, Nurul Fidiyanti juga mencatatkan diri sebagai penerima Beasiswa Djarum selama empat semester, sebuah pencapaian membanggakan yang menjadikannya penerima pertama beasiswa prestisius tersebut di UNISMA.

Pengalaman menerima Beasiswa Djarum diakui Nurul Fidiyanti tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penguatan semangat kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen UNISMA dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

Keberhasilan Nurul Fidiyanti dalam meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya beberapa bulan setelah kelulusan, melalui seleksi CPNS Kabupaten Malang dalam satu kali percobaan, semakin menegaskan kualitas lulusan UNISMA yang siap bersaing di dunia kerja. Kini, sebagai PNS Golongan IIIB, ia aktif berperan dalam memajukan pendidikan di sekolah tempatnya mengabdi.

Kontribusi Nurul Fidiyanti tidak terbatas pada kegiatan mengajar di kelas. Ia juga dipercaya sebagai anggota tim penyusun soal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) serta soal Ujian Sekolah Kelas 5 tingkat Korwil. Selain itu, kemampuannya di bidang sains juga diakui dengan seringnya ia ditunjuk sebagai pembimbing olimpiade sains tingkat kabupaten. Upaya pengembangan diri terus dilakukannya dengan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Semangat pengabdian Nurul Fidiyanti meluas hingga ke ranah pemberdayaan masyarakat. Ia mendirikan rumah belajar gratis bagi siswa-siswi yang mengalami kesulitan belajar, termasuk dalam mengatasi permasalahan buta huruf. Di masa pandemi, ia juga berinisiatif menyusun modul belajar mandiri untuk mendukung efektivitas pembelajaran jarak jauh. Keterlibatannya dalam proyek riset Community Empowerment DAUMATO saat masih menjadi penerima Beasiswa Djarum, yang berfokus pada pengembangan desa dan berhasil meraih penghargaan tingkat nasional, semakin menunjukkan komitmennya terhadap kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Prestasi Nurul Fidiyanti sebagai ASN muda juga diakui melalui perolehan peringkat 2 se-Kabupaten Malang dalam pelatihan dasar CPNS (LATSAR). Kisah suksesnya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, dengan pesan utama untuk memanfaatkan peluang beasiswa sebagai sarana pengembangan diri yang holistik.

Sebagai alumni yang bangga dengan almamaternya, Nurul Fidiyanti menyampaikan harapan agar UNISMA terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan mampu melahirkan generasi-generasi hebat. Ia juga mengajak seluruh alumni UNISMA untuk terus menjunjung tinggi nama baik almamater dan berkontribusi positif di berbagai bidang. Kiprah Nurul Fidiyanti menjadi cerminan keberhasilan UNISMA dalam mencetak lulusan yang berprestasi, berdedikasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

(*)

Tatak Rekopurwanto, S.Pt: Alumni Peternakan UNISMA, Penyuluh Teladan yang Menginspirasi

Siapa sangka, perjalanan karier Tatak Rekopurwanto, S.Pt, alumni Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA), bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda dan sesama alumni. Lulus pada tahun 1999 dari jurusan Peternakan, Tatak kini menjabat di bidang Produksi dan Perbibitan Ternak di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Tatak adalah sosok penyuluh pertanian yang tidak hanya dikenal karena dedikasinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga karena prestasi gemilangnya sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Nasional Tahun 2015. Ia memulai kariernya sebagai peternak kambing Peranakan Etawa (PE), sebelum terjun sebagai Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) di Kementerian Pertanian RI.

Sejak awal, Tatak telah menunjukkan komitmennya dalam dunia peternakan. Pada tahun 2000, ia meraih Juara II Tingkat Nasional dalam ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) di Tondano, Sulawesi Utara. Tak hanya itu, kiprahnya terus berlanjut hingga dipercaya menjadi penyuluh andalan yang membina berbagai kelompok ternak seperti kambing, ayam, dan sapi.

Bertugas di Papua Barat Daya, Tatak aktif melayani masyarakat melalui inseminasi buatan (IB) untuk sapi dan kambing, serta memberikan layanan kesehatan hewan. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, ia mengedukasi masyarakat tentang pentingnya teknologi dan inovasi dalam beternak.

Tidak berhenti di penyuluhan, Tatak juga menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat. Ia mengembangkan teknologi susu kambing instan rasa jahe serta teknologi pengolahan ampas buah merah instan untuk pakan ternak. Inovasi-inovasi ini terbukti meningkatkan nilai tambah produk ternak lokal dan mendukung perekonomian masyarakat.

Tatak adalah contoh nyata bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Ia tidak hanya menjadi penyuluh, tetapi juga sosok sosiopreneur yang mendorong kemandirian dan kesejahteraan peternak lokal. Baginya, belajar dan pantang menyerah adalah kunci utama kesuksesan di semua aspek kehidupan.

Sebagai alumni, Tatak menyampaikan harapannya agar UNISMA terus berkembang dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan siap membangun bangsa. Ia juga mengajak alumni lainnya untuk menjaga nama baik almamater serta berkontribusi nyata di daerah masing-masing.

“Tetap semangat dan terus bermanfaat bagi masyarakat. Di manapun berada, kita adalah wajah dari UNISMA yang sesungguhnya,” pesannya.

Dari Beasiswa OSC ke Panggung Dunia: Dian Eka Darmayani Lulus 3,5 Tahun dengan Segudang Prestasi

Malang, [26 April 2025] – Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) telah menjadi jembatan perubahan bagi banyak mahasiswa di Indonesia. Namun, tak banyak yang mampu menjadikannya bukan hanya sebagai jalan menuju sukses pribadi, melainkan juga sebagai sarana menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Dian Eka Darmayani adalah satu di antaranya.

Mahasiswi Program Studi Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA) ini berhasil menyelesaikan pendidikan S1 hanya dalam waktu 3,5 tahun, jauh lebih cepat dari rata-rata masa studi. Salah satu pencapaiannya yang paling mencolok adalah keberhasilannya mempublikasikan penelitian ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus – prestasi langka untuk mahasiswa S1 di Indonesia.

Momen kelulusan Dian Eka Darmayani, awardee OSC Medcom.id yang menyelesaikan studi S1 Peternakan hanya dalam 3,5 tahun.

Namun, kisah Dian jauh lebih dalam dari sekadar gelar dan waktu studi. Sejak awal kuliah, Dian adalah awardee beasiswa OSC, dan dari titik itulah perjalanan inspiratifnya dimulai.

“OSC Medcom.id bukan hanya memberikan saya beasiswa, tapi juga harapan dan arah. Tanpa OSC, mungkin saya tidak bisa berkembang sejauh ini. Bagi saya, OSC adalah cahaya pertama yang menuntun saya menjadi versi terbaik dari diri saya,” ujar Dian.

Sebagai awardee OSC, Dian membuktikan diri sebagai figur yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menciptakan impact. Ia menjadi pendiri dan Ketua Umum pertama UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah, yang kini tumbuh menjadi salah satu UKM paling bergengsi di kampus UNISMA. UKM ini menjadi rumah bagi para mahasiswa muda untuk belajar meneliti, menulis, dan berinovasi serta telah mencetak banyak prestasi dalam waktu singkat.

“Saya ingin berbagi pengalaman dan strategi yang selama ini saya pakai untuk menulis dan menembus jurnal. Ini saatnya saya membantu orang lain agar bisa ikut bersinar,” tutur Dian.

Dian sendiri adalah mahasiswa yang paling banyak meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di angkatannya. Ia sukses menembus tiga skema berbeda dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi: PKM Riset Eksakta, PKM Penerapan Iptek, dan PKM Artikel Ilmiah. Ia juga aktif dalam lebih dari 20 proyek ilmiah dan sosial selama masa studinya.

Tidak berhenti di situ, Dian mengoleksi lebih dari 15 medali di berbagai kompetisi esai, sains, dan inovasi mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Ia pun menjadi pemilik resmi sejumlah hak cipta atas karya buku, video edukasi, pamflet ilmiah, hingga artikel penelitian.

Salah satu kemenangan Dian Eka Darmayani di kompetisi ilmiah, memperkuat kiprahnya sebagai penerima beasiswa OSC Medcom.id yang menginspirasi.

“Saya ingin ilmu yang saya pelajari tidak hanya berhenti di ruang kelas atau jurnal, tapi bisa menjawab masalah nyata di masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai pemimpin UKM dan mentor, Dian aktif membina mahasiswa baru, menjadi pembicara dalam pelatihan, serta menginisiasi gerakan sosial berbasis riset. Banyak mahasiswa yang menjadikannya sebagai panutan, karena keberhasilannya tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi teman-temannya untuk ikut berkembang.

Salah satu dosen pembimbingnya mengatakan,

“Dian adalah representasi nyata dari nilai-nilai OSC. Ia adalah sosok pekerja keras, inovatif, rendah hati, dan punya dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu dan masyarakat. Ia tidak hanya tumbuh tapi juga menumbuhkan.”

Beasiswa OSC telah menjadi titik tolak bagi Dian untuk melesat. Di tangan Dian, beasiswa ini berubah menjadi tangga untuk menginspirasi. Kini, setelah lulus dengan predikat cumlaude, Dian memulai langkah barunya dengan membuka kelas bimbingan privat untuk kepenulisan artikel ilmiah, jurnal, dan esai, sebuah bentuk kontribusi nyata untuk mendampingi mahasiswa dan generasi muda agar lebih percaya diri dalam berkarya di bidang akademik dan riset.

 

“Saya ingin membuktikan bahwa awardee OSC bukan hanya penerima bantuan, tapi juga pembawa perubahan. Saya ingin terus menyalakan semangat OSC di lebih banyak anak muda Indonesia,” tutupnya.

 

Seberapa Penting Transparansi dalam Organisasi?

Transparansi dalam organisasi bukan cuma soal keterbukaan informasi, tapi juga soal membangun kepercayaan dan kredibilitas. Organisasi yang transparan cenderung lebih sehat, produktif, dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik. Baik dalam skala kecil seperti organisasi kampus hingga perusahaan besar, transparansi jadi kunci utama untuk keberlangsungan jangka panjang.

Di era digital ini, transparansi menjadi semakin penting karena informasi dapat dengan mudah diakses dan disebarluaskan. Jika sebuah organisasi tidak menerapkan transparansi, maka akan rentan terhadap rumor, spekulasi, bahkan hilangnya kredibilitas di mata publik. Oleh karena itu, semakin banyak organisasi yang mulai mengutamakan keterbukaan dalam komunikasi, pengambilan keputusan, dan manajemen keuangan.

 

Kenapa Transparansi Itu Penting?

1.    Membangun Kepercayaan

Anggota atau karyawan bakal lebih percaya sama pemimpin yang terbuka soal kebijakan, keputusan, dan kondisi organisasi. Kepercayaan ini penting untuk menjaga loyalitas dan motivasi dalam bekerja atau berpartisipasi dalam organisasi.

 

2.    Meningkatkan Kolaborasi

Kalau semua orang tahu arah dan tujuan organisasi, mereka bakal lebih mudah bekerja sama dan mencapai target bersama. Dengan komunikasi yang jelas, setiap anggota bisa memahami perannya masing-masing dan bagaimana mereka bisa berkontribusi secara maksimal.

 

3.    Menghindari Konflik Internal

Banyak konflik dalam organisasi muncul gara-gara kurangnya informasi atau

 

miskomunikasi. Dengan transparansi, kesalahpahaman bisa diminimalkan, sehingga suasana kerja atau organisasi lebih kondusif dan harmonis.

 

4.    Meningkatkan Akuntabilitas

Dengan transparansi, setiap individu di dalam organisasi tahu apa yang jadi tanggung jawabnya dan bagaimana kinerjanya diukur. Ini juga membantu mengurangi penyalahgunaan wewenang atau praktik yang tidak etis dalam organisasi.

 

5.    Membantu Pengambilan Keputusan yang Lebih Baik

Keputusan yang diambil berdasarkan data dan informasi yang jelas bakal lebih akurat dan diterima oleh banyak pihak. Jika informasi dikomunikasikan dengan baik, maka tidak akan ada kesan keputusan diambil secara sepihak.

 

6.    Menarik Lebih Banyak Talenta Berkualitas

Organisasi yang dikenal transparan cenderung lebih menarik bagi individu yang ingin bergabung. Budaya keterbukaan dan kejujuran memberikan lingkungan kerja yang sehat, yang menjadi daya tarik bagi profesional yang ingin berkembang di dalamnya.

 

7.    Meningkatkan Reputasi Organisasi

Di era digital, organisasi yang transparan akan lebih mudah mendapatkan dukungan dari masyarakat, pelanggan, atau pemangku kepentingan lainnya. Dengan reputasi yang baik, organisasi bisa mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk berkembang dan menjalin kerja sama dengan pihak lain.

 

 

Cara Menerapkan Transparansi dalam Organisasi

  • Buka Akses Informasi: Pastikan informasi penting bisa diakses oleh anggota atau karyawan tanpa ada yang ditutup-tutupi. Ini bisa dalam bentuk laporan keuangan, kebijakan, atau hasil evaluasi organisasi.
  • Komunikasi yang Jelas dan Terbuka: Rutin mengadakan pertemuan atau laporan terbuka tentang perkembangan organisasi. Pemimpin harus aktif mendengarkan masukan dari anggota dan menjelaskan keputusan yang diambil.
  • Sistem Umpan Balik yang Efektif: Berikan ruang bagi anggota untuk menyampaikan pendapat dan masukan tanpa rasa takut. Bisa melalui sesi diskusi, survei internal, atau mekanisme pelaporan anonim jika diperlukan.
  • Kejujuran dalam Keputusan: Pemimpin harus berani jujur dalam setiap keputusan, baik yang menguntungkan maupun yang menantang. Jangan ada keputusan yang diambil secara tertutup tanpa melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan.
  • Transparansi dalam Keuangan: Salah satu aspek penting dalam organisasi adalah pengelolaan dana. Setiap pemasukan dan pengeluaran harus dicatat dengan jelas dan dapat diakses oleh anggota atau pemegang kepentingan yang berhak.
  • Gunakan Teknologi untuk Keterbukaan: Banyak organisasi sekarang menggunakan platform digital untuk berbagi informasi secara transparan. Website, dashboard internal, atau grup komunikasi dapat digunakan untuk menyampaikan informasi penting secara cepat dan efisien.

 

Dampak Positif Transparansi dalam Organisasi

Selain membangun kepercayaan, transparansi juga membawa berbagai dampak positif bagi organisasi, di antaranya:

●         Kinerja yang Lebih Efektif

Dengan komunikasi yang terbuka, setiap anggota lebih mudah memahami tugas dan tanggung jawabnya. Ini mengurangi miskomunikasi dan meningkatkan efisiensi kerja.

●         Meningkatkan Loyalitas Anggota/Karyawan

Organisasi yang transparan cenderung memiliki tingkat kepuasan dan loyalitas yang lebih tinggi karena anggotanya merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan.

●         Meningkatkan Inovasi dan Kreativitas

Jika anggota merasa bebas mengungkapkan ide dan pendapat tanpa rasa takut, inovasi dan kreativitas dalam organisasi akan berkembang pesat.

●         Mempermudah Penyelesaian Masalah

Masalah yang terjadi dalam organisasi lebih mudah diidentifikasi dan diselesaikan jika ada keterbukaan dalam komunikasi dan pengelolaan data.

 

Tantangan dalam Menerapkan Transparansi

Meski transparansi sangat penting, ada beberapa tantangan yang sering dihadapi organisasi dalam menerapkannya:

  • Ketakutan Akan Kritik – Banyak pemimpin yang enggan terlalu terbuka karena takut mendapat kritik dari anggota atau pihak luar.
  • Kurangnya Pemahaman Tentang Transparansi – Tidak semua orang mengerti sejauh mana keterbukaan harus dilakukan dan informasi mana yang harus
  • Informasi yang Terlalu Sensitif – Beberapa informasi dalam organisasi memang tidak bisa sepenuhnya dibuka, seperti strategi bisnis atau data privasi anggota.
  • Hambatan Komunikasi Internal – Jika sistem komunikasi dalam organisasi tidak efektif, informasi penting bisa saja tidak tersampaikan dengan baik.

 

Kesimpulan

Transparansi bukan sekadar tren, tapi elemen penting yang bikin organisasi lebih solid dan berkembang. Ketika keterbukaan jadi budaya, kepercayaan tumbuh, produktivitas meningkat, dan organisasi bisa mencapai tujuannya dengan lebih efektif. Dengan menerapkan transparansi dalam komunikasi, pengambilan keputusan, dan pengelolaan keuangan, organisasi bisa menciptakan lingkungan yang lebih sehat, profesional, dan inklusif.

Di era keterbukaan ini, transparansi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika ingin organisasi berkembang dan tetap relevan, sudah saatnya membangun budaya transparansi dari sekarang!

 

Penulis: Surya Aditya, Wakil Ketua Umum II Forum Awardee Beasiswa Unggulan Malang Raya

Instagram: www.instagram.com/si/surdit

 

LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/suryaadityaa

Pentingnya Personal Branding buat Seorang Pemimpin

Di zaman serba digital kayak sekarang, personal branding bukan lagi sekadar gaya-gayaan, tapi udah jadi kebutuhan wajib, apalagi buat seorang pemimpin. Gimana orang lain melihat dan mengenal kita itu penting banget, terutama buat mahasiswa yang aktif di organisasi atau lagi nyiapin karier kepemimpinan. Personal branding bisa jadi pembeda yang bikin kamu makin dikenal dan dipercaya sejak awal.

 

Apa Itu Personal Branding?

Personal branding itu cara kamu membangun citra diri biar dikenal dengan identitas yang kuat. Ini bukan cuma soal feed Instagram yang estetik atau caption yang bijak, tapi lebih ke bagaimana kamu membawa diri, bersikap, dan memberikan dampak positif di lingkunganmu. Pemimpin dengan personal branding yang kuat pasti lebih gampang diingat, baik di kampus, komunitas, maupun dunia kerja nanti.

 

Kenapa Personal Branding Itu Penting?

1.    Bikin Orang Percaya Sama Kamu

Kalo kamu punya citra yang baik, orang bakal lebih gampang percaya. Baik itu di organisasi, komunitas, atau bahkan calon rekruter di masa depan.

 

2.    Biar Gak Tenggelam di Keramaian

Banyak banget orang yang punya skill mirip kamu. Dengan personal branding yang kuat, kamu bisa lebih standout dan bikin orang langsung kepikiran kamu saat ada

 

peluang.

 

3.    Nambah Relasi dan Kesempatan

Makin dikenal, makin banyak juga kesempatan networking. Siapa tahu dari situ ada tawaran kolaborasi, beasiswa, atau kerja bareng orang-orang keren.

 

4.    Jadi Magnet Kesempatan Baru

Branding yang kuat bisa bikin peluang datang dengan sendirinya. Entah itu magang, kerja sama proyek, atau kesempatan lain yang gak kamu sangka.

 

5.    Makin Dipandang sebagai Pemimpin

Seorang pemimpin itu bukan cuma tentang posisi, tapi juga bagaimana orang lain melihatnya. Dengan personal branding yang kuat, kamu bisa lebih dipercaya dan diikuti.

 

 

Cara Bangun Personal Branding yang Efektif

●         Kenali Diri dan Tunjukkan Karaktermu

Apa sih yang bikin kamu beda dari yang lain? Entah itu skill, hobi, atau cara berpikir, temukan hal yang bikin kamu unik dan manfaatkan itu sebagai identitasmu.

 

●         Jangan Fake, Jadilah Diri Sendiri

Personal branding yang paling kuat itu yang jujur. Jangan berusaha jadi orang lain, cukup jadi versi terbaik dari dirimu sendiri dan tetap konsisten.

 

●         Aktif di Media Sosial dengan Konten yang Relevan

Media sosial bisa jadi alat yang powerful buat nunjukin siapa kamu. Bagikan pengalaman, insight, atau opini tentang hal yang kamu kuasai.

 

●         Bangun Koneksi yang Positif

Bukan cuma soal pencitraan, tapi juga gimana kamu berinteraksi dengan orang lain. Bangun hubungan baik, support sesama, dan terus belajar dari orang-orang inspiratif.

 

●         Jangan Takut Muncul ke Permukaan

Sering kali orang takut untuk unjuk diri karena takut di-judge. Padahal, kalau kamu punya sesuatu yang bisa dibagikan, kenapa nggak? Beranilah tampil dan berbicara.

 

●         Ikut Kegiatan dan Organisasi

Gabung di komunitas, organisasi, atau kegiatan sosial bisa bantu kamu membangun citra sebagai pemimpin yang peduli dan punya visi.

 

 

Tantangan dalam Membangun Personal Branding

Meski penting, membangun personal branding juga ada tantangannya:

 

  • Kurang Yakin Sama Diri Sendiri – Banyak yang belum sadar keunikan yang mereka punya.
  • Gak Konsisten – Kadang ingin terlihat keren, tapi gak konsisten dalam sikap dan
  • Takut Dianggap Sok – Banyak orang yang ragu membangun branding karena takut dinilai negatif.
  • Kurang Memanfaatkan Teknologi – Padahal, media sosial dan platform digital bisa banget jadi alat ampuh buat membangun branding.

 

Kesimpulan

Personal branding bukan sekadar pamer di media sosial, tapi tentang gimana kamu dikenal dan diingat orang lain berdasarkan kontribusi dan karakter yang kamu bawa. Kalau kamu ingin sukses dalam organisasi, dunia profesional, atau jadi pemimpin di masa depan, bangun personal branding-mu dari sekarang.

Gunakan teknologi, perkuat skill, dan tunjukkan potensimu! Dengan personal branding yang kuat, kamu bisa memperluas pengaruh, membangun kepercayaan, dan membuka lebih banyak peluang sukses.

 

Penulis: Surya Aditya, Wakil Ketua Umum UKM Kreasi Instagram: www.instagram.com/si/surdit

LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/suryaadityaa