Deril Ardiansyah: Karateka Berprestasi Raih Mimpi di UNISMA Dengan Beasiswa Juara


OSHIKA MABA — Di antara ribuan mahasiswa baru yang memulai perjalanan akademiknya di Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam Oshika Maba pada hari Senin 22 September, ada kisah inspiratif dari seorang atlet berprestasi, Deril Ardiansyah. Mahasiswa asal Pasuruan dari Prodi Pendidikan Matematika, FKIP ini memilih UNISMA bukan tanpa alasan; ia terinspirasi oleh reputasi UNISMA sebagai universitas dengan kuota beasiswa terbanyak.

Sejak awal, UNISMA telah menjadi kampus bidikan utama bagi Deril. “Sebelumnya saya sudah mengincar UNISMA, dan ketika mendapat informasi bahwa kuota beasiswa di sini sangat besar, saya semakin mantap untuk mendaftar,” ungkapnya. Ia berhasil mendapatkan beasiswa yang membuka jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sambil terus mengembangkan bakat karatenya.

Perjalanan Deril di dunia karate dimulai sejak usia 9 tahun. Awalnya hanya sekadar hobi, namun berkat ketekunan, ia mulai berkompetisi dari tingkat kabupaten hingga akhirnya mencapai level provinsi dan internasional. Prestasi yang paling berkesan baginya adalah saat bertanding di tingkat nasional dan internasional. “Lomba di tingkat nasional dan internasional itu penuh perjuangan. Persiapan dan latihannya ekstra, benar-benar menguras tenaga,” kenangnya.

Setelah resmi menjadi mahasiswa UNISMA, Deril memiliki harapan besar untuk masa depannya. Ia ingin bakat dan karier karatenya semakin berkembang. “Saya berharap bisa lebih bangkit lagi, naik ke tingkat kejuaraan dunia, dan membawa nama Indonesia serta UNISMA di kancah global,” tuturnya penuh semangat.

Cita-cita terbesarnya adalah bisa berpartisipasi dalam ajang perlombaan karate terbesar di dunia, yaitu World Karate Federation (WKF). Organisasi ini mengadakan kejuaraan setiap tahunnya dan menjadi target utama Deril untuk mencapai kesuksesan di bidang yang ia geluti. Untuk mendukung ambisinya, ia berencana bergabung dengan UKM olahraga yang ada di UNISMA.

Sebagai penutup, Deril memberikan motivasi bagi teman-teman seperjuangannya yang juga mengejar beasiswa. “Apapun bakat dan keahlian kalian, jangan pernah menyerah. Kalau kalian gagal seribu kali, bangkitlah dua ribu kali. Jangan pernah putus asa,” pesannya. Menurutnya, menyerah tidak akan membawa hasil. “Sesulit apa pun cobaannya, hadapi. Itu adalah jalan yang harus dilewati menuju impian kalian. Tetap semangat!”


#UNISMA #MahasiswaBaru #BeasiswaUNISMA #AtletKarate #OshikaMaba2025 #Beasiswa JUARA
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Semangat Tak Terbatas Septina: Kisah Mahasiswa Baru UNISMA Raih Mimpi Lewat Beasiswa

 


OSHIKA MABA — Di tengah ribuan mahasiswa baru yang memadati Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam acara Oshika Maba 2025, hadir kisah inspiratif dari Septina Anggun Pratiwi. Mahasiswi asal Lumajang membagikan ceritanya pada hari Senin 22 September. Ia adalah mahasiswa baru dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menggapai mimpi.

Septina memilih UNISMA melalui jalur beasiswa KIP Kuliah, sebuah kesempatan yang didapatkannya berkat perjuangan dan ketekunan. “Saya memilih UNISMA karena keterbatasan ekonomi, dan beasiswa ini adalah jalan bagi saya untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Ia menceritakan perjuangannya dalam mempersiapkan dokumen dan berkas-berkas yang valid, serta ketekunannya dalam memantau informasi melalui media sosial UNISMA. “Semua prosesnya saya ikuti dengan teliti. Saya percaya, dengan usaha keras, peluang itu akan datang,” ujarnya.

Lebih dari sekadar akreditasi, Septina mengungkapkan alasan lain yang membuatnya mantap memilih UNISMA. Sebagai penyandang disabilitas, ia merasakan adanya keramahan dan dukungan fasilitas yang ia butuhkan di kampus ini. “Selain fasilitas, lingkungan kampus yang berbasis islami juga menjadi nilai tambah. Saya merasa di UNISMA lingkungannya sangat ramah dan berbasis Islami. Di sini, saya tidak hanya akan mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga bisa memperdalam ilmu keagamaan,” kata Septina.

Semangat juang Septina tidak hanya terlihat dari tekadnya melanjutkan studi, tetapi juga dari prestasi yang telah ia raih. Selain semangat akademiknya, Septina juga memiliki prestasi membanggakan di bidang seni. Ia mengenang momen paling berkesan saat mengikuti lomba cipta puisi. “Itu pertama kalinya saya ikut lomba puisi. Puisi itu saya tulis secara tidak sengaja, tapi malah berhasil menjadi juara. Itu sangat berkesan bagi saya,” kenangnya.

Kini, setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar UNISMA, Septina memiliki harapan besar. “Saya berharap bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang baik. Lebih dari itu, saya ingin ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat,” tutupnya. Kisah Septina Anggun Pratiwi adalah bukti nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, setiap mimpi dapat diwujudkan.


#UNISMA #MahasiswaBaru #KIPPKuliah #DisabilitasBisa #KampusInklusif
Pewarta: Naila Mufida – Pendidikan Agama Islam

7 Mahasiswa UNISMA Ukir Prestasi Gemilang di Porprov IX Jatim 2025: Dominasi Medali Emas dan Perak!

Kemahasiswaan – Universitas Islam Malang (UNISMA) patut berbangga! Sebanyak tujuh mahasiswanya berhasil menorehkan prestasi luar biasa di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025. Mereka sukses membawa pulang total enam medali emas, satu medali perak, dan satu medali perunggu, menunjukkan dominasi serta semangat juang yang tinggi di berbagai cabang olahraga.

Prestasi gemilang ini membuktikan bahwa UNISMA tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu mencetak talenta-talenta olahraga berkaliber provinsi. Berikut adalah pahlawan-pahlawan olahraga dari UNISMA yang telah mengharumkan nama almamater dan daerahnya:

  1. M. Ali Khan Ridlo (Teknik Sipil, Beasiswa Jalur Prestasi 2024): 🥇 2 Emas, 🥈 1 Perak Angkat Besi. Mewakili kontingen Kota Malang, Ali Khan Ridlo menunjukkan kekuatan dan ketangguhan di cabang Angkat Besi Kelas 88kg Putra. Peraih dua emas dan satu perak ini menegaskan dominasinya di kelasnya.
  2. Dicka Yoga Pratama (Agribisnis, KIPK 2024): 🥈 1 Perak Hoki Outdoor Putra. Mahasiswa Fakultas Pertanian ini berhasil menyumbangkan medali perak untuk kontingen Kabupaten Malang di cabang Hoki Outdoor Putra. Kegigihan dan performa tim yang solid mengantarnya ke podium.
  3. Muhammad Mahir Qushoyyi (Teknik Elektro 2022): 🥇 1 Emas Hapkido. Mewakili kontingen Kota Malang, Mahir Qushoyyi dari Fakultas Teknik sukses meraih medali emas di cabang Hapkido kelas Daeryun U-78kg. Dedikasi dalam latihan intensif dan semangat pantang menyerah menjadi kunci kemenangannya.
  4. Wahyu Aji Saputra (Teknik Mesin 2023): 🥉 1 Perunggu Angkat Berat. Wahyu Aji Saputra dari Teknik Mesin menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Kota Malang di cabang Angkat Berat (PABERSI) kelas 83kg Putra. Prestasinya ini adalah buah dari ketekunan berlatih sejak masa SMK.
  5. Irmanda Putra (Teknik Mesin 2022): 🥇 1 Emas Combat Sambo. Mahasiswa Teknik Mesin ini tampil luar biasa di cabang Combat Sambo kelas 98kg putra. Mewakili kontingen Kabupaten Malang, Irmanda berhasil meraih medali emas meski dengan persiapan singkat, berkat tekad dan latihan keras.
  6. Songo Eka Sanjaya (Administrasi Bisnis 2023): 🥇 1 Emas Combat Sambo. Songo Eka Sanjaya dari Administrasi Bisnis berhasil meraih medali emas di cabang Combat Sambo kelas 71kg. Mewakili Kota Malang, ia menunjukkan dominasi dan mengatasi berbagai rintangan latihan dengan semangat pantang menyerah.
  7. Rizky Putra Ardiansyah (Hukum 2021): 🥇 1 Emas Sport Sambo. Mewakili kontingen Kota Batu, Rizky Putra Ardiansyah dari Fakultas Hukum menunjukkan kemampuan adaptasi yang luar biasa. Ia berhasil meraih medali emas di cabang Sambo Sport kelas -98kg, memanfaatkan kemiripan teknik dengan gulat, cabang olahraga asalnya.

Raihan prestasi kolektif ini adalah bukti nyata komitmen UNISMA dalam mendukung dan memfasilitasi mahasiswa untuk mencapai puncak potensi mereka, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Selamat kepada para pahlawan olahraga UNISMA! Semoga semangat mereka terus menginspirasi seluruh mahasiswa untuk berprestasi dan mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih tinggi.

Vorteam: Klub Bela Diri Bentukan Mahasiswa UNISMA yang Lahirkan Para Juara Emas Porprov IX Jatim

Kemahasiswaan – Semangat kewirausahaan dan dedikasi terhadap olahraga bela diri mengalir kuat di kalangan mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA). Salah satu mahasiswa UNISMA berinisiatif mendirikan Vorteam, sebuah klub atau camp bela diri yang dirancang khusus untuk memfasilitasi individu berpotensi menjadi atlet berprestasi. Vorteam juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin berlatih dan mengembangkan kemampuan bela diri.

Vorteam digagas oleh empat inisiator utama: Songo Eka Sanjaya (mahasiswa Administrasi Bisnis UNISMA angkatan 2023), Perdana (sekaligus pelatih gulat di camp lama), Raffi, dan Permade. Keinginan membentuk tim yang solid dengan atlet-atlet berbakat menjadi motivasi utama mereka. “Membentuk tim Vorteam tidak mudah, kami mengalami beberapa masalah dan drama, tetapi kami bisa melewati dengan baik karena kami hanya memikirkan prestasi, prestasi, dan prestasi saja,” ujar Songo, mencerminkan fokus tanpa kompromi pada pencapaian. Vorteam berlokasi di sebuah ruko milik Raffi di Karangploso, yang kini menjadi pusat penggemblengan para calon atlet di Malang.

Klub ini menyediakan fasilitas untuk berbagai disiplin bela diri, seperti gulat, MMA, Sambo, boxing, dan kickboxing. Saat ini, pelatih utama untuk atlet Sambo di Vorteam adalah Perdana, sementara untuk cabang lainnya, tim pelatih berdedikasi melatih anggota membership. Motto Vorteam yang inspiratif, “Vorteam bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi tentang siapa yang berani memulai,” menunjukkan komitmen mereka untuk mendorong setiap individu melampaui batas diri.

Salah satu pendiri, Songo (nama lengkap Songo Eka Sanjaya), membagikan kisah di balik bergabungnya atlet-atlet berpotensi ke Vorteam. Ia secara langsung merekrut Irmanda Putra, atlet Combat Sambo peraih medali emas Porprov Jatim 2025. “Saya menawari Irmanda untuk gabung Vorteam karena ia memiliki potensi besar,” ujar Songo. Ia menyaksikan sendiri kemampuan luar biasa Irmanda saat menjadi wasit di sebuah pertandingan tinju yang diikuti Irmanda, dan tak ragu menghubunginya melalui media sosial.

Hubungan Songo dengan Rizky Putra Ardiansyah, atlet Sambo peraih emas Porprov Jatim 2025, juga terjalin akrab di arena gulat. Meskipun Rizky saat ini tidak satu camp dengan Songo, mereka memiliki latar belakang yang sama di dunia bela diri. “Dulu saya satu camp dengan Rizky di Rahman Camp, tempat yang membimbing saya mengawali perjalanan sebagai seorang atlet,” kenang Songo.

 

Kiprah Gemilang Mahasiswa dari UNISMA di Porprov IX Jatim 2025

Vorteam telah membuktikan efektivitasnya dalam mencetak atlet-atlet berprestasi, salah satunya adalah Irmanda Putra (mahasiswa Teknik UNISMA tahun 2022). Irmanda, yang awalnya dikenal sebagai atlet boxing, menerima tawaran dari Songo Eka Sanjaya untuk menjajal cabang Sambo. Keputusan ini diambil karena tidak ada atlet Sambo kelas berat (-98kg) yang sesuai di Vorteam. Dengan dedikasi luar biasa, Irmanda berlatih Sambo dengan keras selama 1,5 bulan bersama Vorteam, dan hasilnya sungguh memukau: ia berhasil meraih medali emas di PORPROV IX Jatim mewakili Kabupaten Malang.

Selain itu, Rizky Putra Ardiansyah (Mahasiswa Ilmu Hukum UNISMA angkatan 2021), yang sebelumnya dikenal sebagai atlet gulat berprestasi di tingkat nasional, juga menunjukkan adaptasi cemerlang. Keputusannya untuk beralih ke Sambo untuk Porprov kali ini didasari perhitungan matang terkait peluang berprestasi. Mengingat batas usia maksimal gulat di Porprov Jatim adalah 20 tahun sementara usianya sudah 21 tahun, Rizky melihat kesempatan di cabang Sambo yang memiliki batas usia hingga 23 tahun. Langkah strategis ini mengantarkannya pada puncak podium. Hubungan baik antara Rizky dan Songo, yang sudah terjalin sejak mereka sama-sama berlatih gulat di Rahman Camp, turut memperkuat motivasi dalam berjuang di ajang Porprov walau belum berlatih dalam 1 camp lagi.

Kehadiran Vorteam tidak hanya menjadi wadah bagi pengembangan atlet di Malang Raya, tetapi juga merefleksikan semangat kewirausahaan mahasiswa UNISMA dalam menciptakan ekosistem yang mendukung prestasi dan pengembangan diri. Klub ini diharapkan terus melahirkan talenta-talenta luar biasa yang akan mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah olahraga.

Haifa Zahra: Alumni UNISMA yang Menyatukan Matematika, Literasi, dan Pengabdian

Haifa Zahra adalah salah satu sosok alumni UNISMA yang berhasil membuktikan bahwa dedikasi dalam dunia pendidikan dapat membuka banyak jalan pengabdian dan inspirasi. Lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan – Program PPG Daljab Matematika tahun 2023 ini kini mengabdi sebagai ASN Guru Matematika di MAN 1 Kota Cirebon, di bawah naungan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat.

Sejak memulai karier sebagai guru honorer di MTs YASPIKA Kuningan pada tahun 2012, Haifa menunjukkan komitmen tinggi terhadap pendidikan. Tidak hanya mengajar di kelas, ia juga aktif sebagai pembina jurnalis madrasah, operator website, dan bagian dari tim humas madrasah. Tahun 2024 menjadi tonggak penting lainnya dalam kariernya saat ia terpilih sebagai Instruktur Visitasi AKMI Nasional, sebuah peran strategis dalam peningkatan mutu asesmen pendidikan Islam di Indonesia.

Di luar peran formalnya, Haifa juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Ia telah menerbitkan sejumlah buku inspiratif di bawah naungan Penerbit Quanta Elexmedia Kompas Gramedia, di antaranya:

  • Sungguh, Allah Sangat Merindukan Kita (2014)
  • Mencintai Allah dengan Matematika (2021)
  • Kembalilah, Allah Merindukanmu (2022)

Karya-karya tersebut tidak hanya menggugah sisi spiritual, tetapi juga memadukan nilai-nilai religius dengan keilmuan, khususnya matematika, bidang yang menjadi passion utamanya.

Dalam dunia kewirausahaan, Haifa juga menjalankan toko online Rabbani Pilang, dan membuka layanan bimbingan belajar privat, sebagai bentuk kemandirian finansial dan pengabdian berbasis komunitas.

Kontribusi terhadap masyarakat juga terus ia tebarkan melalui pelatihan menulis, bedah buku, dan kampanye literasi di berbagai forum. Ia percaya bahwa menulis adalah cara efektif untuk menyampaikan nilai dan ide besar kepada khalayak luas.

“Terus bergerak, belajar, dan berkarya mengoptimalkan potensi yang dianugerahkan Tuhan sebagai bentuk pengabdian dan menebar kebermanfaatan,” ujarnya memberi pesan kepada generasi muda.

Kepada UNISMA, Haifa berharap kampus tercinta ini terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang berkualitas, visioner, dan melahirkan lulusan unggul yang memberi dampak luas baik nasional maupun global.

Ia juga berpesan kepada para alumni agar tidak melupakan almamater, menjaga nama baik UNISMA dengan menjadi duta melalui karya dan kontribusi di tengah masyarakat.

Profil Singkat Alumni UNISMA

Nama: Haifa Zahra
Fakultas/Jurusan: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bdang Studi Matematika / PPG Daljab
Tahun Lulus: 2023
Pencapaian Utama: ASN Kanwil Kemenag Prov. Jabar sebagai Guru Matematika di MAN 1 Kota Cirebon, Penulis Buku di Penerbit Quanta Elexmedia Kompas Gramedia, Instruktur Visitasi AKMI Tahun 2024.

Jabatan Saat Ini: ASN Kanwil Kemenag Prov. Jabar sebagai Guru Matematika di MAN 1 Kota Cirebon, Pembina Jurnalis Madrasah, Operator Website Madrasah, dan Tim Humas Madrasah

Nomor WhatsApp: 0821 2072 8767

Perusahaan/Instansi: MAN 1 Kota Cirebon

Fathorrohim, Alumni UNISMA Satu-satunya Perwakilan Indonesia di Program Guru Internasional ASEAN

MALANG – Kiprah alumni Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menembus panggung internasional. Fathorrohim, S.Pd., lulusan Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISMA tahun 2019, terpilih sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia dalam ASEAN International Teacher Internship Program yang digelar di Kamboja.

Dalam program bergengsi ini, Fathorrohim berdampingan dengan delegasi pengajar dari berbagai negara besar seperti Amerika Serikat, India, Sri Lanka, Afrika, dan Filipina. Ia menjadi wakil tunggal dari Indonesia yang dipercaya mengajar di IEDS International School of Cambodia, tempat ia mengabdi selama setengah tahun.

 

Perjalanan karier Fathorrohim dimulai sejak masa kuliah. Selain aktif di dunia organisasi dan forum ilmiah, ia juga telah mengajar di sejumlah sekolah unggulan seperti SMAN 1 Malang (Tugu), MAN 1 Kota Malang, dan MA Bilingual Batu. Bahkan sebelum wisuda, ia sudah direkrut oleh Ar-Rohmah Islamic Boarding School, salah satu pesantren modern bergengsi di Malang, sebagai guru Bahasa Inggris selama hampir empat tahun.

Setelah itu, ia melanjutkan peran sebagai pendidik di SMP Islam Pakis. Namun dalam waktu singkat, pintu internasional pun terbuka lebar ketika ia lolos seleksi ASEAN Teacher Program. “Alhamdulillah, saya tidak menyangka bisa mewakili Indonesia dalam program ini. Ini bukti bahwa alumni kampus swasta pun bisa bersaing di level global,” ujarnya dengan bangga.

Selain berkiprah sebagai pengajar, Fathorrohim juga dikenal sebagai pendiri EDFO (English Debating Forum) di UNISMA. Forum ini menjadi wadah mahasiswa yang gemar membaca dan berpikir kritis, serta sering mengharumkan nama kampus dalam lomba debat Bahasa Inggris, baik di tingkat umum maupun islami.

“Jangan takut untuk bermimpi besar, karena mimpi itulah yang akan membawamu ke masa depan yang cerah. Jadilah diri sendiri, karena keaslian adalah kekuatanmu,” pesan Fathorrohim kepada generasi muda.

Kepada almamaternya, Fathorrohim menyampaikan harapan agar UNISMA terus menjadi lembaga pendidikan yang unggul, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat dalam iman dan amal.

 

“UNISMA adalah rumah yang nyaman untuk belajar, tumbuh, dan berkembang. Saya harap kampus ini terus menjadi pilihan utama generasi Z dalam mencari ilmu dan jati diri.”

Untuk sesama alumni, ia menitipkan semangat juang:

“Jangan pernah minder bersaing dengan alumni kampus negeri. Kesuksesan ditentukan oleh niat, kemauan kuat, skill, istiqamah, dan kerja nyata. Let’s break the limit!”

Profil Singkat Alumni UNISMA

Nama: Fathorrohim, S.Pd
Fakultas/Jurusan: FKIP/ Pendidikan Bahasa Inggris
Tahun Lulus: 2019
Pencapaian Utama: ASEAN International Teacher Internship Program (Cambodia)

Jabatan Saat Ini: Guru

Nomor WhatsApp: 085335623666

Perusahaan/Instansi: SMP Islam Pakis

Sakit Bukan Penghalang: Azizatur Rofi’ah, Alumni UNISMA yang Menginspirasi Lewat Dedikasi dan Keteguhan Hati

Malang – Keterbatasan fisik bukanlah akhir dari perjuangan. Hal inilah yang dibuktikan oleh Azizatur Rofi’ah, alumni Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Malang (UNISMA), jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Meski mengalami riwayat sakit sejak usia 4 tahun, perempuan kelahiran asal Malang ini tidak menyerah pada keadaan. Justru, ia menjadikan rintangan sebagai pijakan menuju kesuksesan.

Lulus pada tahun 2023, Azizatur telah mengabdikan dirinya sebagai pendidik bahkan sejak sebelum menuntaskan studinya. Ia kini menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, sekaligus Wali Kelas, Pembina Pramuka, Pembina IPNU-IPPNU, serta Guru Bahasa Indonesia di SMP IT Asy-Syadzili, lembaga pendidikan terpadu dengan pesantren di wilayah Malang Raya.

“Sakit bukan penghalang untuk menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Allah Maha Baik, dan selalu bersama orang-orang yang sabar.” — Azizatur Rofi’ah

Perjalanan akademiknya tidak selalu mulus. Tahun 2019 seharusnya menjadi titik akhir perkuliahannya, namun kondisi kesehatan kembali memaksanya dirawat. Di tengah perjuangan memulihkan diri, pintu pengabdian terbuka. Ia mendapat amanah mengajar di lingkungan pesantren, menjadi bagian dari kehidupan anak-anak penghafal Al-Qur’an. Di sinilah semangatnya tumbuh kembali.

“Mengajar sambil terus berjuang menyelesaikan skripsi adalah fase penuh tantangan. Namun dukungan orang tua, kepala sekolah, teman-teman, dan para santri menjadi energi yang luar biasa,” kenangnya.

Aktif di Masyarakat, Membantu Usaha Keluarga

Tidak hanya di lingkungan sekolah, Azizatur juga dikenal aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial masyarakat di lingkungannya. Ia juga turut mendampingi kakaknya dalam usaha keluarga, sebagai bentuk kepedulian dan kontribusi nyata dalam penguatan ekonomi keluarga.

Pesan untuk Generasi Muda dan Sesama Alumni UNISMA

“Sabar itu aktif, bukan pasif.” Sebuah kalimat pendek namun sarat makna yang selalu ia pegang. Azizatur meyakini bahwa kerja keras dan keikhlasan adalah kunci utama untuk bangkit, meskipun dalam keadaan sulit.

Untuk para alumni UNISMA lainnya, ia berpesan agar tetap semangat dalam proses kehidupan. “Teruslah berkontribusi dan berbuat baik di mana pun kita berada.”

Harapan untuk UNISMA

Sebagai almamater yang membentuk karakter dan keilmuan dirinya, Azizatur menyampaikan harapan penuh rasa bangga dan cinta: “Semoga UNISMA semakin jaya dan sae.”

 

Kiprah Alumni PGMI UNISMA: Nurul Fidiyanti, Bukti Nyata Pendidikan Berkualitas dan Pemberdayaan Masyarakat

Malang, Jawa Timur – Kisah sukses Nurul Fidiyanti, seorang alumni Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) angkatan 2019, menjadi representasi nyata kualitas pendidikan di UNISMA yang mampu mencetak lulusan berdedikasi tinggi dan berkontribusi signifikan bagi masyarakat. Saat ini, Nurul Fidiyanti mengabdikan dirinya sebagai pendidik di SD Negeri 3 Dadapan, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, sebuah bukti nyata implementasi ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

Sejak menempuh pendidikan di UNISMA pada tahun 2015, Nurul Fidiyanti telah menunjukkan fokus dan minat yang mendalam terhadap dunia pendidikan anak usia dini. Pemilihannya terhadap Program Studi PGMI didasari oleh kecintaannya pada perkembangan anak-anak dan keyakinannya akan pentingnya pendidikan dasar yang berkualitas. Selain aktif dalam kegiatan akademik, Nurul Fidiyanti juga mencatatkan diri sebagai penerima Beasiswa Djarum selama empat semester, sebuah pencapaian membanggakan yang menjadikannya penerima pertama beasiswa prestisius tersebut di UNISMA.

Pengalaman menerima Beasiswa Djarum diakui Nurul Fidiyanti tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter, pengembangan jiwa kepemimpinan, serta penguatan semangat kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen UNISMA dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

Keberhasilan Nurul Fidiyanti dalam meniti karier sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) hanya beberapa bulan setelah kelulusan, melalui seleksi CPNS Kabupaten Malang dalam satu kali percobaan, semakin menegaskan kualitas lulusan UNISMA yang siap bersaing di dunia kerja. Kini, sebagai PNS Golongan IIIB, ia aktif berperan dalam memajukan pendidikan di sekolah tempatnya mengabdi.

Kontribusi Nurul Fidiyanti tidak terbatas pada kegiatan mengajar di kelas. Ia juga dipercaya sebagai anggota tim penyusun soal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) serta soal Ujian Sekolah Kelas 5 tingkat Korwil. Selain itu, kemampuannya di bidang sains juga diakui dengan seringnya ia ditunjuk sebagai pembimbing olimpiade sains tingkat kabupaten. Upaya pengembangan diri terus dilakukannya dengan mengikuti Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Semangat pengabdian Nurul Fidiyanti meluas hingga ke ranah pemberdayaan masyarakat. Ia mendirikan rumah belajar gratis bagi siswa-siswi yang mengalami kesulitan belajar, termasuk dalam mengatasi permasalahan buta huruf. Di masa pandemi, ia juga berinisiatif menyusun modul belajar mandiri untuk mendukung efektivitas pembelajaran jarak jauh. Keterlibatannya dalam proyek riset Community Empowerment DAUMATO saat masih menjadi penerima Beasiswa Djarum, yang berfokus pada pengembangan desa dan berhasil meraih penghargaan tingkat nasional, semakin menunjukkan komitmennya terhadap kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Prestasi Nurul Fidiyanti sebagai ASN muda juga diakui melalui perolehan peringkat 2 se-Kabupaten Malang dalam pelatihan dasar CPNS (LATSAR). Kisah suksesnya ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, dengan pesan utama untuk memanfaatkan peluang beasiswa sebagai sarana pengembangan diri yang holistik.

Sebagai alumni yang bangga dengan almamaternya, Nurul Fidiyanti menyampaikan harapan agar UNISMA terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan mampu melahirkan generasi-generasi hebat. Ia juga mengajak seluruh alumni UNISMA untuk terus menjunjung tinggi nama baik almamater dan berkontribusi positif di berbagai bidang. Kiprah Nurul Fidiyanti menjadi cerminan keberhasilan UNISMA dalam mencetak lulusan yang berprestasi, berdedikasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

(*)

Tatak Rekopurwanto, S.Pt: Alumni Peternakan UNISMA, Penyuluh Teladan yang Menginspirasi

Siapa sangka, perjalanan karier Tatak Rekopurwanto, S.Pt, alumni Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA), bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda dan sesama alumni. Lulus pada tahun 1999 dari jurusan Peternakan, Tatak kini menjabat di bidang Produksi dan Perbibitan Ternak di Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya.

Tatak adalah sosok penyuluh pertanian yang tidak hanya dikenal karena dedikasinya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi juga karena prestasi gemilangnya sebagai Penyuluh Teladan Tingkat Nasional Tahun 2015. Ia memulai kariernya sebagai peternak kambing Peranakan Etawa (PE), sebelum terjun sebagai Tenaga Harian Lepas – Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) di Kementerian Pertanian RI.

Sejak awal, Tatak telah menunjukkan komitmennya dalam dunia peternakan. Pada tahun 2000, ia meraih Juara II Tingkat Nasional dalam ajang Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) di Tondano, Sulawesi Utara. Tak hanya itu, kiprahnya terus berlanjut hingga dipercaya menjadi penyuluh andalan yang membina berbagai kelompok ternak seperti kambing, ayam, dan sapi.

Bertugas di Papua Barat Daya, Tatak aktif melayani masyarakat melalui inseminasi buatan (IB) untuk sapi dan kambing, serta memberikan layanan kesehatan hewan. Melalui pendekatan yang humanis dan edukatif, ia mengedukasi masyarakat tentang pentingnya teknologi dan inovasi dalam beternak.

Tidak berhenti di penyuluhan, Tatak juga menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat. Ia mengembangkan teknologi susu kambing instan rasa jahe serta teknologi pengolahan ampas buah merah instan untuk pakan ternak. Inovasi-inovasi ini terbukti meningkatkan nilai tambah produk ternak lokal dan mendukung perekonomian masyarakat.

Tatak adalah contoh nyata bagaimana ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Ia tidak hanya menjadi penyuluh, tetapi juga sosok sosiopreneur yang mendorong kemandirian dan kesejahteraan peternak lokal. Baginya, belajar dan pantang menyerah adalah kunci utama kesuksesan di semua aspek kehidupan.

Sebagai alumni, Tatak menyampaikan harapannya agar UNISMA terus berkembang dalam mencetak generasi yang beriman, berilmu, dan siap membangun bangsa. Ia juga mengajak alumni lainnya untuk menjaga nama baik almamater serta berkontribusi nyata di daerah masing-masing.

“Tetap semangat dan terus bermanfaat bagi masyarakat. Di manapun berada, kita adalah wajah dari UNISMA yang sesungguhnya,” pesannya.

Dari Beasiswa OSC ke Panggung Dunia: Dian Eka Darmayani Lulus 3,5 Tahun dengan Segudang Prestasi

Malang, [26 April 2025] – Beasiswa Online Scholarship Competition (OSC) telah menjadi jembatan perubahan bagi banyak mahasiswa di Indonesia. Namun, tak banyak yang mampu menjadikannya bukan hanya sebagai jalan menuju sukses pribadi, melainkan juga sebagai sarana menciptakan dampak nyata bagi lingkungan sekitar. Dian Eka Darmayani adalah satu di antaranya.

Mahasiswi Program Studi Peternakan Universitas Islam Malang (UNISMA) ini berhasil menyelesaikan pendidikan S1 hanya dalam waktu 3,5 tahun, jauh lebih cepat dari rata-rata masa studi. Salah satu pencapaiannya yang paling mencolok adalah keberhasilannya mempublikasikan penelitian ilmiah di jurnal internasional terindeks Scopus – prestasi langka untuk mahasiswa S1 di Indonesia.

Momen kelulusan Dian Eka Darmayani, awardee OSC Medcom.id yang menyelesaikan studi S1 Peternakan hanya dalam 3,5 tahun.

Namun, kisah Dian jauh lebih dalam dari sekadar gelar dan waktu studi. Sejak awal kuliah, Dian adalah awardee beasiswa OSC, dan dari titik itulah perjalanan inspiratifnya dimulai.

“OSC Medcom.id bukan hanya memberikan saya beasiswa, tapi juga harapan dan arah. Tanpa OSC, mungkin saya tidak bisa berkembang sejauh ini. Bagi saya, OSC adalah cahaya pertama yang menuntun saya menjadi versi terbaik dari diri saya,” ujar Dian.

Sebagai awardee OSC, Dian membuktikan diri sebagai figur yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif menciptakan impact. Ia menjadi pendiri dan Ketua Umum pertama UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah, yang kini tumbuh menjadi salah satu UKM paling bergengsi di kampus UNISMA. UKM ini menjadi rumah bagi para mahasiswa muda untuk belajar meneliti, menulis, dan berinovasi serta telah mencetak banyak prestasi dalam waktu singkat.

“Saya ingin berbagi pengalaman dan strategi yang selama ini saya pakai untuk menulis dan menembus jurnal. Ini saatnya saya membantu orang lain agar bisa ikut bersinar,” tutur Dian.

Dian sendiri adalah mahasiswa yang paling banyak meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) di angkatannya. Ia sukses menembus tiga skema berbeda dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi: PKM Riset Eksakta, PKM Penerapan Iptek, dan PKM Artikel Ilmiah. Ia juga aktif dalam lebih dari 20 proyek ilmiah dan sosial selama masa studinya.

Tidak berhenti di situ, Dian mengoleksi lebih dari 15 medali di berbagai kompetisi esai, sains, dan inovasi mulai dari tingkat nasional hingga internasional. Ia pun menjadi pemilik resmi sejumlah hak cipta atas karya buku, video edukasi, pamflet ilmiah, hingga artikel penelitian.

Salah satu kemenangan Dian Eka Darmayani di kompetisi ilmiah, memperkuat kiprahnya sebagai penerima beasiswa OSC Medcom.id yang menginspirasi.

“Saya ingin ilmu yang saya pelajari tidak hanya berhenti di ruang kelas atau jurnal, tapi bisa menjawab masalah nyata di masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai pemimpin UKM dan mentor, Dian aktif membina mahasiswa baru, menjadi pembicara dalam pelatihan, serta menginisiasi gerakan sosial berbasis riset. Banyak mahasiswa yang menjadikannya sebagai panutan, karena keberhasilannya tidak hanya membanggakan diri sendiri, tetapi juga membuka jalan bagi teman-temannya untuk ikut berkembang.

Salah satu dosen pembimbingnya mengatakan,

“Dian adalah representasi nyata dari nilai-nilai OSC. Ia adalah sosok pekerja keras, inovatif, rendah hati, dan punya dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu dan masyarakat. Ia tidak hanya tumbuh tapi juga menumbuhkan.”

Beasiswa OSC telah menjadi titik tolak bagi Dian untuk melesat. Di tangan Dian, beasiswa ini berubah menjadi tangga untuk menginspirasi. Kini, setelah lulus dengan predikat cumlaude, Dian memulai langkah barunya dengan membuka kelas bimbingan privat untuk kepenulisan artikel ilmiah, jurnal, dan esai, sebuah bentuk kontribusi nyata untuk mendampingi mahasiswa dan generasi muda agar lebih percaya diri dalam berkarya di bidang akademik dan riset.

 

“Saya ingin membuktikan bahwa awardee OSC bukan hanya penerima bantuan, tapi juga pembawa perubahan. Saya ingin terus menyalakan semangat OSC di lebih banyak anak muda Indonesia,” tutupnya.