Bertumbuh dalam Amanah: Refleksi Mahasiswa, Santri, dan Pendidik Menyongsong 2026

Tahun 2025 menjadi fase yang sangat penting dalam perjalanan pengembangan diri saya, baik sebagai mahasiswa, santri, pendidik, maupun bagian dari masyarakat. Sejak awal tahun, saya dihadapkan pada tanggung jawab besar yang berjalan beriringan di dua ruang utama kehidupan saya, yaitu pesantren dan kampus. Di pesantren, saya tidak hanya menjalankan peran sebagai pengajar, tetapi juga dipercaya menjadi bagian dari pengurus inti, sekaligus pengelola media social digital pesantren sebagai admin, editor, dan juga operator. Sementara di kampus, saya menjalani peran sebagai mahasiswa aktif yang terlibat dalam beberapa organisasi internal maupun eksternal.
Aktivitas yang padat tersebut membawa perubahan yang sangat signifikan dan positif dalam diri saya. Beragam pengalaman selama tahun 2025 telah mengasah kemampuan saya secara multidimensi. Dari sisi akademik, saya semakin terlatih dalam mengelola kelas, menyusun bahan ajar, serta beradaptasi dengan karakter peserta didik yang beragam, termasuk ketika saya mulai mengajar di sekolah di luar pesantren. Dari sisi keterampilan teknis, kemampuan saya dalam bidang editing, pengelolaan media sosial, dokumentasi kegiatan, hingga perencanaan acara meningkat secara nyata. Selain itu, keterlibatan aktif dalam kepanitiaan dan organisasi melatih saya dalam manajemen kegiatan, pengambilan keputusan, serta kerja sama yang baik dalam tim.

Beberapa pencapaian penting yang berhasil saya raih sepanjang tahun 2025. Salah satunya adalah terpilih sebagai salah satu penulis puisi dalam sebuah event lomba kepenulisan, yang menjadi bukti bahwa minat dan kemampuan saya di bidang literasi terus berkembang. Namun, pencapaian yang paling utama dan bermakna bagi saya adalah diterimanya saya sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Beasiswa ini tidak hanya menjadi bentuk dukungan finansial, tetapi juga pengakuan atas komitmen saya dalam mengembangkan diri, berkontribusi di bidang pendidikan, dan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Di balik berbagai pencapaian tersebut, saya juga menghadapi beberapa tantangan yang cukup besar, terutama dalam hal manajemen waktu. Keterlibatan di banyak organisasi, kepengurusan pesantren, aktivitas mengajar, serta kewajiban akademik sering kali menuntut saya untuk bekerja dalam tekanan dan waktu yang terbatas dan bertabrakan. Tantangan ini seringkali membuat saya merasa kewalahan. Namun, dari situ saya belajar untuk menyusun skala prioritas, meningkatkan kedisiplinan, serta mengelola energi dan fokus dengan lebih bijak. Tantangan tersebut justru menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kedewasaan dan ketahanan diri saya.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya melakukan evaluasi diri secara jujur dan reflektif. Saya menyadari bahwa peran saya bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai representasi nilai-nilai zakat produktif yang diusung BAZNAS. Saya berusaha menjaga amanah tersebut dengan tetap aktif secara akademik, sosial, dan keumatan. Namun ke depan, saya perlu lebih terstruktur dalam mendokumentasikan capaian, memperluas dampak kegiatan sosial, serta mengintegrasikan aktivitas akademik dengan nilai pemberdayaan masyarakat agar kontribusi yang saya berikan semakin terukur dan berkelanjutan.

Memasuki tahun 2026, saya menetapkan beberapa target pengembangan diri yang lebih terarah. Di bidang akademik dan pendidikan, saya menargetkan peningkatan kualitas mengajar, baik dari sisi metode, penguasaan materi, maupun pendekatan pembelajaran berbasis kebutuhan peserta didik. Saya ingin memperkuat peran saya sebagai pendidik yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi. Ambisi saya adalah menjadi pengajar yang mampu memanusiakan manusia yaitu dengan mengintegrasikan nilai keagamaan, literasi, dan teknologi secara seimbang. Dari sisi sosial, saya berkomitmen untuk semakin aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan organisasi eksternal kampus. Keterlibatan ini saya pandang sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian, agar saya tidak terlepas dari realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Sementara itu, pengembangan keterampilan akan saya fokuskan pada penguatan skill digital untuk meningkatkan kinerja saya sebagai admin sekaligus operator sekolah.

Melalui refleksi ini, saya menyadari bahwa tahun 2025 adalah fondasi penting bagi perjalanan saya ke depan. Dengan bekal pengalaman, dukungan Beasiswa Cendekia BAZNAS, serta komitmen untuk terus belajar dan mengabdi dan berkembang saya optimis dapat menjalani tahun 2026 dengan langkah yang lebih matang, terarah, dan berdampak nyata bagi saya pribadi, pendidikan, masyarakat, dan umat.

Nama: Wilda Lailatul Afifah
NPM: 22301015016
Prodi: Pendidikan Bahasa Arab

Setiap Proses Memiliki Jalannya: Refleksi Diri Menyongsong 2026

Nama: Muhammad Imannuddin
Prodi: Administrasi Publik

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh pembelajaran bagi saya. Ia tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun justru melalui ketidaksempurnaan itulah saya belajar memahami makna proses, kesabaran, dan keikhlasan. Saya menyadari bahwa perjalanan hidup tidak hanya diwarnai oleh pencapaian yang terlihat, tetapi juga oleh perjuangan yang sering kali hanya diketahui oleh diri sendiri dan Tuhan. Sepanjang tahun ini, saya berhadapan dengan realitas kehidupan yang tidak selalu mudah. Salah satu tantangan terbesar yang saya hadapi adalah keterlambatan saya dalam mengikuti program magang, ketika sebagian besar teman-teman saya telah lebih dahulu menjalani masa magang mereka. Bukan karena kurangnya keinginan, melainkan karena keterbatasan fasilitas, terutama dukungan perangkat kerja yang belum memadai. Saya memilih untuk tidak memaksakan diri, karena saya tidak ingin nantinya justru menjadi beban dalam lingkungan profesional. Keputusan ini sempat membuat saya merasa tertinggal, namun saya belajar untuk tetap percaya pada waktu dan rencana Allah. Di tengah kegelisahan tersebut, saya terus berusaha dan berdoa. Tanpa disangka, dari beberapa lamaran magang yang saya kirimkan secara mandiri, saya mendapatkan panggilan untuk menjalani program magang di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang. Kesempatan ini menjadi salah satu bentuk God’s blessing yang sangat saya syukuri. Selama magang, saya tidak hanya memperoleh pengalaman kerja yang
berharga, tetapi juga mendapatkan honorarium. sesuatu yang bahkan tidak semua teman magang saya rasakan. Dari sini saya belajar bahwa setiap proses memiliki jalannya masing-masing, dan rezeki tidak selalu datang dari arah yang kita duga.

 

Magang di OJK menjadi ruang refleksi yang mendalam bagi saya. Banyak hal yang sebelumnya saya anggap sederhana di bangku kuliah, seperti profesionalitas, tanggung jawab, dan etika kerja, ternyata menuntut kedewasaan dan konsistensi yang tinggi di dunia kerja nyata. Saya belajar mengelola waktu, berkomunikasi secara formal, serta menjaga sikap dan integritas dalam lingkungan profesional. Pengalaman ini membuat saya lebih sadar bahwa ilmu akademik harus berjalan beriringan dengan
karakter dan etos kerja. Selain itu, 2025 juga menghadirkan pelajaran berharga melalui berbagai pengalaman non-akademik. Keberanian saya menerima tawaran sebagai MC bilingual membuka pintu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Dari sana, saya berkesempatan bertemu dengan para pengunjung internasional, merasakan peran sebagai tour guide, serta berinteraksi dengan figur-figur yang mendukung saya untuk terus mengembangkan kemampuan bahasa Inggris. Di tengah kesibukan sebagai mahasiswa rantau, saya menemukan rasa kekeluargaan yang menguatkan langkah saya untuk terus bertumbuh.

Tidak hanya itu, keterlibatan saya dalam berbagai organisasi juga memperlihatkan kerasnya dinamika manusia dalam satu lingkungan. Saya bertemu dengan beragam karakter, kepentingan, dan cara pandang. Dari sana, saya belajar bahwa fokus pada pengembangan diri, menjaga niat, serta terus menyebarkan energi positif adalah hal yang sangat penting dalam perjalanan hidup. Pengalaman-pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kedewasaan tidak selalu datang dari keberhasilan, tetapi sering kali dari bagaimana kita merespons tantangan. Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya melakukan evaluasi terhadap peran dan tanggung jawab yang saya emban. Saya menyadari bahwa beasiswa ini bukan sekadar dukungan finansial, melainkan amanah. Ia menuntut saya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan kapasitas diri, serta menyalurkan manfaat yang saya terima kepada lingkungan sekitar. Saya berupaya menjalani peran ini dengan penuh tanggung jawab, baik melalui proses belajar yang sungguh-sungguh maupun melalui kontribusi sosial yang relevan dengan nilai-nilai zakat dan kebermanfaatan umat.

Memasuki tahun 2026, saya menetapkan beberapa rencana dan target pengembangan diri. Saya ingin kembali mengikuti program kepemimpinan untuk mengasah kapasitas kepemimpinan dan kepekaan sosial saya. Saya juga berkomitmen untuk menjalankan kegiatan wajib Kelompok Studi Mahasiswa (KSM) bersama teman-teman sebagai bentuk pengabdian dan pembelajaran kolektif. Selain itu, saya ingin lebih konsisten dalam mengembangkan kompetensi bahasa Inggris dan public speaking, sebagai bekal untuk membawa nama Indonesia dan institusi dalam ruang-ruang yang lebih luas. Melihat kembali pencapaian dan perjalanan yang telah saya lalui, saya menyadari bahwa tidak ada hasil yang datang secara instan. Semua memiliki proses, doa, dan usaha di baliknya. Dengan penuh kesadaran dan rasa syukur, saya ingin melangkah ke tahun 2026 dengan niat yang lebih tertata, tujuan yang lebih jelas, dan semangat untuk terus bertumbuh. Bismillah, saya percaya bahwa setiap langkah kecil yang saya jalani hari ini adalah bagian dari rencana besar yang sedang Allah siapkan.

“Apa yang saya terima hari ini bukanlah hadiah semata, melainkan amanah untuk terus
bertumbuh dan memberi makna.”

Dari Ruang Kelas ke Meja Redaksi: Menemukan Arah Baru Melalui Bahasa dan Tulisan

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh proses bagi saya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Tahun ini bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tentang menemukan arah, mengasah minat, dan meneguhkan pilihan jalan yang ingin saya tekuni ke depan, khususnya di bidang kepenulisan dan jurnalisme.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, saya semakin menyadari bahwa belajar bahasa tidak sekadar memahami struktur grammar atau teori linguistik, tetapi juga tentang bagaimana bahasa digunakan sebagai alat komunikasi, ekspresi, dan penyampai gagasan. Sepanjang tahun 2025, saya menjalani proses perkuliahan yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kemampuan membaca teks secara mendalam, serta keberanian menuangkan ide dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dari proses tersebut, saya merasakan perkembangan yang cukup signifikan, terutama dalam keterampilan menulis dan memahami teks berbahasa Inggris secara kontekstual.

Di luar ruang kelas, minat saya terhadap dunia menulis dan jurnalisme semakin menguat. Saya mulai lebih aktif menulis, baik dalam bentuk artikel, opini, maupun tulisan reflektif. Menulis menjadi ruang bagi saya untuk berpikir, menyusun argumen, sekaligus merekam realitas di sekitar. Melalui aktivitas menulis, saya belajar tentang kepekaan terhadap isu, ketelitian terhadap fakta, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi. Namun, proses ini tentu tidak selalu berjalan mudah. Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah menjaga konsistensi menulis, mengelola waktu antara tugas akademik dan aktivitas kepenulisan, serta membangun disiplin diri agar terus berkembang.

Beberapa pencapaian yang saya rasakan sepanjang tahun 2025 antara lain meningkatnya kepercayaan diri dalam menulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta keberanian untuk menyampaikan gagasan secara lebih terbuka. Saya juga mulai memahami bahwa latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris memberikan modal penting dalam dunia jurnalisme, terutama dalam hal literasi, kemampuan analisis teks, dan sensitivitas bahasa. Meski demikian, saya menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, seperti pengayaan kosakata akademik, ketajaman sudut pandang tulisan, dan kedalaman analisis terhadap isu.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya memandang beasiswa ini sebagai amanah yang harus dijaga. Tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang produktif, berintegritas, dan bermanfaat. Evaluasi diri menunjukkan bahwa saya masih perlu meningkatkan kontribusi nyata, baik melalui prestasi akademik maupun karya tulis yang memberi nilai edukatif bagi masyarakat. Nilai-nilai kebermanfaatan dan kepedulian sosial yang diusung oleh BAZNAS menjadi pengingat agar proses belajar dan menulis yang saya lakukan tidak berhenti pada kepentingan pribadi semata.

Memasuki tahun 2026, saya menyusun rencana pengembangan diri yang lebih terarah. Dalam aspek akademik, saya menargetkan peningkatan kualitas belajar dengan lebih serius memperdalam keterampilan academic writing, reading comprehension, serta public speaking dalam bahasa Inggris. Saya juga berencana memanfaatkan pengetahuan pedagogis untuk memperkuat kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis.

Di bidang kepenulisan dan jurnalisme, saya menargetkan untuk lebih konsisten menulis dan memperluas tema tulisan, khususnya isu pendidikan, bahasa, dan sosial. Saya ingin melatih diri menulis secara lebih disiplin, memperbaiki struktur tulisan, serta meningkatkan akurasi dan kedalaman analisis. Selain itu, saya berharap dapat terlibat lebih aktif dalam kegiatan literasi dan jurnalistik yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sebagai penutup, refleksi akhir tahun 2025 menjadi titik evaluasi sekaligus penyadaran bahwa proses belajar dan bertumbuh membutuhkan kesabaran serta komitmen. Dengan latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris, minat di bidang jurnalisme, dan dukungan Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya bertekad menjadikan tahun 2026 sebagai ruang penguatan diri, pengembangan kapasitas, dan kontribusi yang lebih bermakna bagi masyarakat.

Nama: Muhammad Dzunnurain
NPM: 22201073056
Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris

Menumbuhkan Tanggung Jawab dan Disiplin: Refleksi Mahasiswa UNISMA Menyongsong 2026

Pada Tahun 2025 ini menjadi tahap penting dalam perjalanan saya sebagai mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas Islam Malang (UNISMA) sekaligus penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Pada tahun ini, saya tidak hanya menjalani kewajiban akademik, tetapi juga banyak belajar mengenai arti tanggung jawab, kedisiplinan, serta cara menyikapi berbagai tantangan yang muncul selama menjadi mahasiswa. Beragam pengalaman, baik yang menyenangkan maupun yang cukup menguras energi, memberikan banyak pelajaran yang membantu saya berkembang secara pribadi.
Selama menjalani perkuliahan, saya merasakan adanya peningkatan tuntutan dalam bidang akademik. Materi di jurusan Administrasi Bisnis menuntut pemahaman yang lebih mendalam, khususnya terkait manajemen, administrasi, dan dunia usaha. Hal ini menuntut saya untuk lebih aktif, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan setiap tugas. Pada awalnya, beban akademik yang cukup padat membuat saya merasa kewalahan. Namun, seiring berjalannya waktu, saya mulai belajar mengelola waktu dengan lebih baik dan menyadari bahwa konsistensi sangat berpengaruh terhadap proses belajar.

Pencapaian yang saya rasakan sepanjang tahun ini tidak selalu terlihat dari nilai akademik, melainkan dari perubahan sikap dan pola pikir. Saya mulai terbiasa menyelesaikan tugas tepat waktu dan menjadi lebih bertanggung jawab terhadap kewajiban sebagai mahasiswa. Selain itu, saya belajar untuk tetap bertahan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Salah satu tantangan terbesar yang saya alami adalah menjaga fokus dan motivasi di tengah rasa lelah dan jenuh. Dari pengalaman tersebut, saya memahami bahwa proses belajar membutuhkan kesabaran serta komitmen yang kuat.
Di luar kegiatan perkuliahan, keikutsertaan saya dalam organisasi KREASI memberikan pengalaman yang sangat berharga. Melalui organisasi ini, saya memperoleh banyak pembelajaran yang tidak saya dapatkan di ruang kelas, seperti kerja sama tim, komunikasi dengan berbagai karakter, serta penyelesaian tugas secara kolektif. Kegiatan organisasi juga melatih saya untuk lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan terbuka terhadap kritik maupun saran. Tantangan utama yang saya hadapi adalah mengatur waktu antara kegiatan organisasi dan perkuliahan, namun hal tersebut justru mengajarkan saya pentingnya menentukan prioritas.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya menyadari bahwa beasiswa ini merupakan amanah yang harus dijaga dengan sebaik mungkin. Dukungan yang saya terima sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pendidikan sehingga saya dapat lebih fokus menjalani perkuliahan. Melalui evaluasi diri, saya memahami bahwa tanggung jawab sebagai penerima beasiswa tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik, tetapi juga mencakup sikap, integritas, serta upaya untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Saya menyadari bahwa kontribusi saya, terutama dalam kegiatan sosial, masih perlu terus ditingkatkan. Refleksi di akhir tahun 2025 membuat saya semakin menyadari bahwa masih banyak aspek dalam diri saya yang perlu dikembangkan. Oleh karena itu, saya menjadikan tahun 2026 sebagai kesempatan untuk melakukan pengembangan diri secara lebih terarah. Dari sisi akademik, saya berkomitmen untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, lebih disiplin dalam mengatur waktu, serta lebih sungguh-sungguh dalam memahami materi. Saya berharap hasil yang saya peroleh tidak hanya sebatas memenuhi kewajiban, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk masa depan.
Selain fokus pada akademik, saya juga berencana untuk terus mengasah kemampuan nonakademik, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Pengalaman berorganisasi di KREASI menjadi modal penting bagi saya untuk terus berkembang di bidang tersebut. Saya berharap di tahun 2026 dapat lebih berani mengambil peran serta tanggung jawab yang lebih besar, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Tahun 2026 juga menjadi tahun yang bermakna karena saya berencana mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui kegiatan ini, saya ingin mengaplikasikan ilmu yang telah saya pelajari selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Saya berharap dapat berkontribusi dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti membantu administrasi, program edukasi, maupun kegiatan sosial lainnya. KKN saya jadikan sebagai wadah untuk belajar beradaptasi, bersosialisasi, serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial. Sebagai penutup, refleksi atas perjalanan selama tahun 2025 menjadi pengingat bahwa setiap proses yang saya jalani selalu membawa pembelajaran yang berarti. Dengan melakukan evaluasi diri secara jujur dan menyusun rencana pengembangan diri yang jelas, saya berharap tahun 2026 dapat menjadi tahun yang lebih baik dan produktif. Saya berkomitmen untuk terus berusaha menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab, berkembang secara akademik dan nonakademik, serta mampu memberikan kontribusi positif sebagai mahasiswa UNISMA dan penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS.

Nama: Iswatul Hasanah
Prodi : Administrasi Bisnis
Npm : 22301092137

Dari Proses Akademik hingga Kepemimpinan: Refleksi Mahasiswa UNISMA Menyongsong 2026

Nama: Tomy Darioga
NPM: 22201082017
Prodi : Akuntansi

Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Rencana Pengembangan Diri 2026
Tahun 2025 saya lalui sebagai fase pembelajaran yang sangat berarti dalam perjalanan akademik dan kehidupan pribadi saya. Di tahun ini, saya mulai menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan semata tentang mengejar nilai atau indeks prestasi, melainkan tentang bagaimana saya bertumbuh melalui setiap proses, tantangan, dan pengalaman yang dijalani. Refleksi ini saya tuliskan sebagai ruang untuk menengok kembali langkah-langkah yang telah ditempuh, memahami pelajaran dari berbagai hambatan, serta menata harapan dan arah langkah menuju tahun 2026 dengan kesadaran, keteguhan, dan makna yang lebih dalam.

Refleksi Perjalanan Selama Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, saya menjalani setiap semester dengan dinamika dan pembelajaran yang berbeda. Memasuki semester tujuh, saya dihadapkan pada tuntutan akademik yang semakin spesifik dan menuntut kedewasaan berpikir sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Pada fase ini, saya mulai terlibat secara langsung dalam proses penelitian skripsi di bawah bimbingan dosen, sebuah pengalaman yang membuka pemahaman saya tentang pentingnya metode ilmiah, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Tantangan semakin terasa ketika saya harus menyusun proposal skripsi bersamaan dengan mengikuti program magang singkat pada bulan September,
yang tidak hanya melatih manajemen waktu, tetapi juga mengasah keterampilan interpersonal dan tanggung jawab profesional. Di luar kegiatan akademik, saya memilih untuk tetap aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Duta Kampus UNISMA, Paduan Suara UNISMA, HIMAPRODI Akuntansi, Studio Marketing and Entrepreneurship, serta CPA Test Center FEB UNISMA. Keterlibatan ini menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi saya untuk memahami arti kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial, sekaligus menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pertumbuhan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pencapaian dan Tantangan yang Dihadapi
Beberapa pencapaian di tahun 2025 menjadi sumber rasa syukur dan kebanggaan bagi saya. Saya bersyukur dapat mempertahankan indeks prestasi kumulatif di atas 3,5, menuntaskan penyusunan proposal penelitian skripsi hingga tahap seminar proposal, serta memperoleh kepercayaan untuk berperan sebagai master of ceremony dan moderator dalam berbagai kegiatan. Pengalamanpengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kompetensi akademik dan komunikasi saya, tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam mengelola tanggung jawab yang lebih besar. Namun, di balik capaian tersebut, saya juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan. Menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, keterlibatan dalam kegiatan non-akademik, dan kehidupan pribadi menjadi pelajaran penting yang terus saya upayakan. Saya menyadari bahwa kemampuan dalam publikasi ilmiah serta penguasaan bahasa asing masih perlu dikembangkan secara lebih serius. Selain itu, adaptasi terhadap pembelajaran berbasis teknologi kerap menghadirkan kendala, baik secara teknis maupun psikologis, terutama dalam menjaga konsistensi, fokus, dan disiplin diri.

Evaluasi Peran Sebagai Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS
Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya menyadari bahwa beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, melainkan amanah untuk menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, saya berusaha mengintegrasikan nilai-nilai kebermanfaatan BAZNAS dalam aktivitas saya, baik melalui partisipasi dalam program sosial kampus maupun eksternal kampus. Saya juga berusaha menjaga prestasi akademik sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Namun, saya merasa masih perlu lebih aktif dalam menciptakan dampak sosial yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sesuai dengan misi BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Rencana dan Target Pengembangan Diri untuk Tahun 2026
Berdasarkan refleksi atas perjalanan dan pembelajaran yang saya alami, saya menyusun rencana pengembangan diri untuk tahun 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pertumbuhan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Rencana ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan, kontribusi sosial, serta pembentukan karakter pribadi.

1. Bidang Akademik
Saya bertekad untuk meningkatkan kualitas penelitian skripsi dengan menargetkan publikasi pada jurnal tingkat kampus maupun nasional. Seiring dengan itu, saya juga
berkomitmen memperdalam penguasaan bahasa Inggris melalui kursus terstruktur serta persiapan mengikuti tes kemampuan bahasa standar sebagai bekal akademik dan profesional.

2. Pengembangan Keterampilan
Untuk mendukung kebutuhan akademik dan dunia kerja, saya merencanakan pengembangan keterampilan teknis, khususnya dalam analisis data dan pemrograman
dasar, melalui pemanfaatan kursus daring serta pelatihan yang diselenggarakan oleh kampus.

3. Aspek Sosial dan Kepemimpinan
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, saya juga berencana mengambil peran yang lebih strategis dalam organisasi kemahasiswaan guna melatih kepemimpinan yang berorientasi pada kolaborasi dan kebermanfaatan.

4. Pengembangan Karakter Pribadi
Saya menargetkan peningkatan disiplin diri melalui pengelolaan waktu yang lebih efektif dan konsisten. Di samping itu, keterlibatan aktif dalam forum diskusi dan seminar akan saya jadikan sarana untuk memperluas wawasan, memperkaya sudut pandang, serta menumbuhkan sikap terbuka terhadap berbagai gagasan.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi fondasi yang kokoh dan bermakna dalam perjalanan saya. Melalui setiap pencapaian yang disyukuri dan tantangan yang dilalui, saya belajar untuk memahami diri, memperbaiki arah, dan menumbuhkan keteguhan langkah. Berbekal pembelajaran tersebut, saya berkomitmen menyongsong tahun 2026 dengan perencanaan yang lebih matang, tindakan yang lebih konsisten, serta semangat untuk memberi kontribusi yang lebih nyata, tidak hanya bagi pengembangan diri, tetapi juga bagi kampus dan masyarakat luas.

Pengalaman, Tantangan, dan Pencapaian: Refleksi Mahasiswa UNISMA di Tahun 2025

Tahun 2025 menjadi salah satu fase yang sangat berarti dalam perjalanan hidup saya sebagai seorang mahasiswa. Tahun ini dipenuhi dengan berbagai proses pembelajaran, pengalaman baru, serta tantangan yang membentuk cara pandang dan sikap saya terhadap kehidupan, khususnya dalam dunia akademik dan pengembangan diri. Melalui perjalanan yang saya lalui sepanjang tahun ini, saya belajar banyak hal berharga, terutama mengenai pentingnya waktu, kedisiplinan, dan keberanian untuk mengambil langkah. Saya menyadari bahwa membuang waktu hanya akan menghambat perkembangan diri, sehingga lebih baik melakukan suatu usaha meskipun hasilnya belum sempurna daripada tidak mencoba sama sekali. Selain itu, tahun ini juga mengajarkan saya untuk lebih bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang saya ambil serta lebih disiplin dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Refleksi perjalanan selama tahun 2025 menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya saya merasa lelah, ragu, bahkan hampir menyerah. Namun, dari setiap proses tersebut, saya mendapatkan pelajaran berharga tentang ketekunan dan konsistensi. Saya belajar bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan kerja keras. Pengalaman-pengalaman yang saya hadapi tahun ini secara tidak langsung membentuk karakter saya menjadi lebih mandiri dan dewasa dalam menghadapi berbagai situasi.

Sepanjang tahun 2025, saya berhasil mencapai beberapa pencapaian yang sangat berarti bagi perkembangan akademik dan pribadi saya. Salah satu pencapaian terbesar adalah diterima magang di PT Eagle Kalimantan Selatan. Kesempatan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga karena saya dapat terjun langsung ke lapangan dan merasakan dunia kerja yang sesungguhnya, khususnya dalam kegiatan mengajar di sekolah yang berada di kawasan kebun kelapa sawit. Proses untuk mencapai tahap ini tidaklah mudah. Saya harus mengikuti berbagai seleksi dan bersaing dengan mahasiswa lain, serta meyakinkan diri sendiri bahwa saya mampu dan layak untuk mendapatkan kesempatan tersebut.

Tantangan terbesar yang saya hadapi dalam pencapaian ini berasal dari dalam diri sendiri. Rasa tidak percaya diri, kekhawatiran akan kemampuan yang dimiliki, serta ketakutan gagal sempat menjadi hambatan. Namun, dengan tekad yang kuat dan usaha yang terus-menerus, saya berhasil melewati keraguan tersebut. Pengalaman mengajar langsung di lingkungan yang memiliki keterbatasan fasilitas memberikan saya pelajaran tentang empati, tanggung jawab, dan pentingnya peran pendidik dalam membangun masa depan generasi muda.

Pencapaian berikutnya yang tidak kalah penting adalah keberhasilan saya dalam menyelesaikan seminar proposal (sempro). Proses ini menjadi tantangan tersendiri karena saya harus membagi waktu antara kegiatan magang dan penyusunan proposal penelitian. Manajemen waktu menjadi kunci utama agar kedua tanggung jawab tersebut dapat berjalan seimbang. Tidak jarang saya merasa kelelahan dan tertekan, namun pengalaman ini justru melatih saya untuk lebih terorganisir, fokus pada prioritas, dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi tekanan akademik.

Sebagai penerima beasiswa Cendekia BAZNAS, saya juga melakukan evaluasi terhadap peran dan tanggung jawab yang saya jalani. Program ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga membekali saya dengan berbagai kegiatan refleksi diri dan materi pengembangan soft skill. Melalui kegiatan tersebut, saya belajar tentang pentingnya kemandirian, kedisiplinan, manajemen waktu, serta sikap menghargai setiap proses yang dijalani. Nilai-nilai yang ditanamkan dalam program ini sangat membantu saya dalam membentuk karakter yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Saya merasa bahwa pembelajaran yang saya peroleh dari program Cendekia BAZNAS dapat saya terapkan tidak hanya dalam kehidupan akademik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Memasuki tahun 2026, saya memiliki rencana dan target pengembangan diri yang lebih jelas dan terarah. Target utama saya adalah menyelesaikan studi dan lulus pada tahun 2026. Selain itu, saya juga memiliki keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi sebagai bentuk pengembangan diri dan kontribusi terhadap masa depan. Untuk mencapai target tersebut, saya menyadari bahwa saya perlu memperbaiki manajemen waktu secara lebih bijak, menyusun jadwal belajar yang konsisten, serta meningkatkan semangat dan kedisiplinan dalam belajar.

Saya juga berkomitmen untuk menjadi pribadi yang lebih rajin, bertanggung jawab, dan tidak mudah menunda pekerjaan. Tantangan yang saya hadapi di tahun 2025 menjadi bekal berharga untuk menghadapi tahun berikutnya dengan persiapan yang lebih matang. Dengan refleksi diri yang mendalam, evaluasi atas pencapaian dan kekurangan, serta perencanaan yang realistis, saya optimis dapat menjalani tahun 2026 dengan lebih baik.

Secara keseluruhan, tahun 2025 merupakan tahun pembelajaran yang penuh makna dan pengalaman berharga bagi saya. Refleksi ini membantu saya memahami perjalanan yang telah dilalui, mengenali potensi diri, serta merumuskan langkah-langkah pengembangan diri yang berorientasi pada masa depan. Dengan bekal pengalaman, nilai-nilai yang diperoleh, dan rencana yang terarah, saya berharap dapat terus berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu mencapai tujuan yang telah saya tetapkan di tahun 2026.

Nama : Audiyah Shinta Bela

NPM : 22201072037

Program Studi : Pendidikan Matematika

Refleksi Akhir Tahun 2025: Mahasiswa UNISMA Menapaki Proses Akademik, Literasi, dan Pengabdian

Naman :Safira Ramadani Mahfud

NPM   : 22201071010

Podi     : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tahun 2025 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri saya sebagai mahasiswa. Berbagai pengalaman, pencapaian, dan tantangan hadir silih berganti, membentuk proses pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga personal dan spiritual. Melalui refleksi akhir tahun ini, saya berupaya melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam merancang langkah pengembangan diri di tahun 2026.

Sepanjang tahun 2025, saya memperoleh banyak pengalaman berharga dari berbagai aktivitas yang saya jalani. Salah satu pencapaian yang sangat saya syukuri adalah kembali lolos dalam sayembara penerbitan buku cerita anak yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Dengan capaian ini, saya kini telah memiliki tiga buku cerita anak yang berhasil diterbitkan oleh Balai Bahasa. Pengalaman ini menjadi penguat bagi saya untuk terus berkarya di bidang literasi dan meneguhkan keyakinan bahwa proses yang konsisten akan menghasilkan karya yang bermakna.

Selain itu, saya juga terlibat aktif dalam penelitian bersama dosen, Dr. Ari Ambarwati, yang mengkaji aktualisasi ekoliterasi di sekolah. Kegiatan penelitian ini memberikan saya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pendidikan. Di waktu yang bersamaan, saya juga melaksanakan Program Pengenalan Lapangan (PPL) di SMP Negeri 01 Dau. Pengalaman mengajar dan berinteraksi langsung dengan peserta didik memberikan pelajaran berharga tentang dinamika dunia pendidikan serta tanggung jawab seorang pendidik.

Memasuki paruh akhir tahun 2025, saya mulai fokus mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan. Pada bulan November, saya telah melaksanakan seminar proposal, meskipun harus melalui proses yang cukup berat dan menuntut banyak pengorbanan waktu serta tenaga. Berbagai kesibukan tersebut mengajarkan saya tentang berharganya sebuah kesempatan dan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menaklukkan kesempatan tersebut. Saya juga belajar tentang makna tanggung jawab, terutama dalam menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa di kelas, santri di pesantren, serta individu yang aktif dalam kegiatan di luar akademik.

Adapun pencapaian-pencapaian di tahun 2025 sebagian besar telah saya uraikan sebelumnya. Namun, di balik pencapaian tersebut, saya juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tantangan terbesar yang saya rasakan adalah menjaga konsistensi. Konsistensi dalam belajar, berkarya, dan mengelola waktu menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan. Saya menyadari bahwa tanpa konsistensi, potensi dan kesempatan yang ada tidak akan dapat dimaksimalkan.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya memandang peran ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah dan tanggung jawab moral. Beasiswa ini mendorong saya untuk terus berupaya menjadi pemuda yang bermanfaat bagi sesama, menjadi teladan, serta mampu berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Nilai ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk menjadikan ilmu dan pengalaman yang saya peroleh sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Memasuki tahun 2026, saya menetapkan fokus utama pada penyelesaian skripsi sebagai prioritas akademik. Selain itu, saya mulai merancang agenda pasca lulus dengan lebih terarah. Beberapa perencanaan telah saya susun, baik terkait rencana pendidikan lanjutan maupun perencanaan karier setelah menyelesaikan studi. Saya berharap, dengan perencanaan yang matang, tahun 2026 dapat menjadi awal langkah baru yang lebih terstruktur, produktif, dan berorientasi pada pengembangan diri jangka panjang.

Melalui refleksi ini, saya menyadari bahwa setiap proses memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Dengan evaluasi diri yang jujur dan perencanaan yang realistis, saya optimis dapat melangkah ke tahun 2026 dengan kesiapan yang lebih baik, baik sebagai mahasiswa, penerima beasiswa, maupun sebagai individu yang berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Perjalanan 2025 dan Arah Pengembangan Diri Tahun 2026

Tahun 2025 menjadi tahun yang padat namun penuh makna sebagai mahasiswa semester akhir di jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Di tengah kesibukan mengurus skripsi, kuliah, dan berbagai tugas akhir, saya belajar lebih disiplin, sabar, dan terus berusaha menjaga keseimbangan antara akademik, organisasi, dan kehidupan pribadi. Secara akademik, saya bersyukur bisa menyelesaikan sebagian besar mata kuliah dengan hasil yang memuaskan dan terus memproses skripsi meski dengan tantangan yang cukup besar. Proses penelitian dan bimbingan skripsi mengajarkan saya untuk lebih mandiri, teliti, dan konsisten. Di sisi lain, saya juga aktif di organisasi internal kampus dan lembaga eksternal yang berkaitan dengan pendidikan dan keagamaan. Kegiatan ini membuka ruang untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja tim, dan manajemen waktu, meskipun terkadang membuat jadwal sangat padat dan menguras energi.

Tantangan terbesar tahun ini adalah mengelola waktu antara skripsi, kuliah, dan tanggung jawab organisasi. Sering kali saya merasa kelelahan, terutama saat masa ujian,
bimbingan skripsi, dan kegiatan organisasi yang bertabrakan. Saya juga menyadari masih ada kebiasaan menunda, terutama saat tugas menumpuk, serta kurangnya waktu untuk istirahat dan pengembangan diri di luar tugas pokok. Namun, dari semua ini, saya belajar pentingnya prioritas, perencanaan harian, dan komunikasi yang baik dengan dosen pembimbing maupun rekan organisasi.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya merasa sangat bersyukur atas dukungan yang diberikan. Beasiswa ini membantu meringankan beban biaya kuliah dan hidup, sehingga saya bisa lebih fokus menyelesaikan studi dan aktif dalam kegiatan positif. Saya berusaha menjaga prestasi akademik, aktif dalam kegiatan keagamaan, serta ikut serta dalam kegiatan sosial dan pengabdian masyarakat. Namun, saya menyadari bahwa kontribusi saya masih bisa ditingkatkan, terutama dalam bentuk karya nyata yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Untuk tahun 2026, saya merancang rencana yang lebih realistis dan terarah. Target utama adalah menyelesaikan skripsi tepat waktu dan lulus dengan hasil yang memuaskan. Saya juga akan lebih disiplin dalam manajemen waktu, membuat jadwal harian mingguan yang membagi waktu antara skripsi, kuliah, organisasi, dan istirahat. Di bidang pengembangan diri, saya ingin lebih aktif menulis, terutama artikel atau media pembelajaran sederhana tentang bahasa Arab, serta mengikuti pelatihan yang relevan dengan bidang pendidikan. Saya juga berkomitmen untuk tetap aktif di organisasi, namun dengan pembagian peran yang lebih proporsional agar tidak mengganggu proses akademik. Sebagai penerima beasiswa, saya akan terus menjaga prestasi, memperluas kontribusi, dan menjadi teladan bagi mahasiswa lain, baik di kampus maupun di lingkungan masyarakat. Dengan refleksi ini, saya berharap bisa menjalani sisa masa studi dan tahun 2026 dengan lebih bijak, fokus, dan bermakna, sebagai mahasiswa, penerima beasiswa, dan pribadi yang terus belajar menjadi lebih baik.

Nama: Ahmad Yusril Musthofa Kamaluzzaman
NPM: 22201015039
Jurusan: Pendidikan Bahasa Arab

Refleksi Akhir Tahun 2025 Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS dalam Menempuh Studi Akuntansi

Tahun 2025 merupakan fase penting dalam perjalanan akademik saya sebagai mahasiswa jurusan Akuntansi sekaligus penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Tahun ini menjadi masa pembentukan, tidak hanya dalam hal penguasaan ilmu akuntansi, tetapi juga dalam membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesiapan menuju dunia profesional. Melalui refleksi ini, saya mengevaluasi perjalanan selama tahun 2025, mengidentifikasi pencapaian dan tantangan, menilai peran sebagai penerima beasiswa, serta merumuskan rencana pengembangan diri dengan target utama lulus kuliah pada tahun 2026.

Selama tahun 2025, proses pembelajaran yang saya jalani menuntut konsistensi dan ketelitian tinggi, sejalan dengan karakteristik jurusan Akuntansi yang menekankan ketepatan, analisis, dan tanggung jawab. Saya berusaha mengikuti perkuliahan dengan sungguh-sungguh, memahami konsep-konsep akuntansi seperti pencatatan keuangan, laporan keuangan, dan analisis keuangan, serta menyelesaikan tugas akademik tepat waktu. Tahun ini juga mengajarkan saya pentingnya manajemen waktu dan ketahanan diri dalam menghadapi tekanan akademik yang semakin meningkat menjelang akhir masa studi.

Beberapa pencapaian yang saya raih selama tahun 2025 antara lain meningkatnya pemahaman terhadap mata kuliah inti Akuntansi serta kemampuan berpikir analitis dalam menyelesaikan studi kasus. Saya juga merasa lebih terlatih dalam bekerja secara sistematis dan bertanggung jawab. Selain pencapaian akademik, saya mengalami perkembangan dalam soft skills, seperti komunikasi, kerja sama tim, dan kedisiplinan. Namun demikian, saya juga menghadapi berbagai tantangan. Tantangan utama yang saya rasakan adalah menjaga konsistensi belajar di tengah beban tugas yang padat serta mengelola stres dan kelelahan mental. Terkadang, manajemen waktu yang kurang optimal membuat saya harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan. Tantangan ini menjadi bahan evaluasi penting agar saya dapat memperbaiki pola belajar dan meningkatkan efektivitas diri.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya menyadari bahwa beasiswa ini bukan hanya dukungan finansial, tetapi juga amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya merasa terdorong untuk menjaga integritas akademik, menunjukkan etika yang baik, serta menjadi teladan dalam lingkungan kampus. Sepanjang tahun 2025, saya berusaha menjalankan peran tersebut dengan sebaik mungkin, meskipun saya menyadari masih terdapat ruang untuk meningkatkan kontribusi sosial dan pengembangan diri yang lebih berdampak. Beasiswa ini memotivasi saya untuk tidak hanya berfokus pada pencapaian pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Memasuki tahun 2026, saya menetapkan target utama untuk menyelesaikan studi dan lulus kuliah tepat waktu. Untuk mencapai target tersebut, saya merencanakan beberapa langkah pengembangan diri. Pertama, saya akan meningkatkan kedisiplinan akademik dengan menyusun jadwal belajar yang lebih terstruktur dan fokus pada penyelesaian tugas akhir. Kedua, saya berencana memperdalam kompetensi di bidang Akuntansi, baik melalui peningkatan pemahaman materi perkuliahan maupun pengembangan keterampilan pendukung seperti analisis data, literasi digital, dan pemahaman dasar teknologi akuntansi. Ketiga, saya ingin lebih aktif dalam kegiatan yang bersifat pengembangan diri dan sosial sebagai wujud implementasi nilai-nilai Beasiswa Cendekia BAZNAS. Selain itu, saya juga berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan kesehatan mental agar proses menuju kelulusan dapat dijalani secara optimal.

Sebagai penutup, refleksi akhir tahun ini menjadi sarana bagi saya untuk memahami perjalanan yang telah dilalui serta menyusun langkah yang lebih terarah ke depan. Saya berharap tahun 2026 dapat menjadi puncak dari proses pembelajaran yang telah saya jalani, dengan pencapaian kelulusan dan kesiapan untuk berkontribusi di dunia profesional maupun masyarakat. Dengan usaha yang konsisten, sikap bertanggung jawab, dan dukungan dari berbagai pihak, saya optimis dapat menjadi lulusan Akuntansi yang berintegritas dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

Nama: Choirun Nisa

NPM: 22201082031

Prodi: Akuntansi

Rakha Rasyid Putra Karang: Kisah Alumni UNISMA yang Menyatukan Agroteknologi, Pengabdian di Polri, dan Dedikasi untuk Ketahanan Pangan

Alumni UNISMA – Tidak banyak anak muda yang mampu menapaki dua jalur karier sekaligus: dunia pertanian yang menuntut ketekunan dan inovasi, serta pengabdian sebagai anggota Kepolisian yang memerlukan kedisiplinan tinggi. Namun, hal itulah yang berhasil diwujudkan oleh Rakha Rasyid Putra Karang, S.P., alumni Fakultas Pertanian, Universitas Islam Malang (UNISMA) lulusan tahun 2024.

Dengan rekam jejak sebagai mahasiswa aktif organisasi, pengusaha muda, penulis buku, sekaligus Bamin Satbinmas POLRI, Rakha membuktikan bahwa potensi anak muda Indonesia tidak pernah memiliki batas—selama mereka mau berusaha, belajar, dan membuka diri pada kesempatan.

 

Tumbuh dari Lingkungan Akademik yang Menguatkan

Rakha menempuh studi di Jurusan Agroteknologi UNISMA dan dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya kuat dalam akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Selama kuliah, ia banyak menghabiskan waktu bersama KSR-PMI Unit UNISMA. Mulai dari menjadi anggota divisi, panitia kegiatan, hingga dipercaya sebagai Ketua Divisi Sumber Daya Relawan. Di organisasi ini, ia belajar tentang manajemen tim, kepemimpinan, sekaligus bagaimana merespon kondisi darurat yang membutuhkan ketepatan dan empati.

Pengalaman itulah yang menjadi fondasi kuat ketika Rakha harus terjun ke masyarakat, baik sebagai pengusaha pertanian maupun sebagai anggota Polri.

 

Mengawali Jejak di Dunia Pertanian

Kecintaannya pada pertanian tidak berhenti setelah lulus kuliah. Bahkan jauh sebelum mengenakan seragam Polri, Rakha sudah merintis usaha tani.

Ia membangun:

  • Usaha tanaman hias, yang menjadi cikal bakal aktivitas agribisnisnya.
  • Perdagangan komoditas pertanian, yang berkembang menjadi jaringan bisnis di beberapa daerah.

Usaha itu tidak hanya menghasilkan secara ekonomi, tetapi juga menjadi laboratorium pembelajaran tentang manajemen bisnis, pemasaran, dan inovasi produk pertanian.

Dari pengalaman tersebut, Rakha kemudian mendirikan dua unit usaha:

1. PT Grids Fruit Indonesia

Berfokus pada pengembangan komoditas buah, pemasaran, dan inovasi produk pertanian.

2. Fawazztani

Sebuah inisiatif usaha tani yang juga memiliki nilai edukasi: memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pertanian berkelanjutan dan teknik penanaman modern.

Memilih Jalur Pengabdian: Bergabung dengan Polri

Ketika usahanya mulai berkembang, Rakha justru memilih tantangan baru: mengikuti seleksi Polri. Bagi sebagian orang, peralihan ini terasa jauh. Namun bagi Rakha, disiplin pertanian dan tanggung jawab sosial yang ia pelajari di KSR-PMI memberi bekal kuat untuk memasuki dunia kepolisian.

Setelah resmi diterima sebagai Personel Polri, ia kini mengemban tugas sebagai Bamin Satbinmas, sebuah posisi yang bersinggungan langsung dengan pembinaan masyarakat.

Baginya, menjadi polisi bukan hanya pekerjaan, tetapi bentuk pengabdian.

“Setiap tugas adalah amanah. Apa pun seragam yang kita pakai, yang penting kita bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Menariknya, meski kini aktif di kepolisian, Rakha tetap melanjutkan bisnis dan edukasi pertanian.

 

Kontribusi Nyata untuk Ketahanan Pangan

Di luar tugas dinas, Rakha banyak diundang sebagai pemateri dan narasumber. Ia rutin berbagi ilmu kepada mahasiswa, petani, hingga komunitas masyarakat.

Beberapa kontribusinya antara lain:

  • Pemateri ketahanan pangan untuk mahasiswa PMM Universitas Negeri Malang
  • Narasumber persiapan memasuki dunia kerja untuk mahasiswa menjelang yudisium
  • Mengadakan program deteksi dini kekurangan unsur hara pada tanaman
  • Penyuluh ketahanan pangan di berbagai kegiatan masyarakat
  • Menulis buku Pertanian Organik

Yang paling monumental adalah karya bukunya berjudul “Pertanian Organik untuk Komoditas Tanaman Buah Naga”, yang kini menjadi referensi praktis bagi petani dan akademisi.

 

Filosofi Hidup: Disiplin, Jujur, dan Terus Meng-upgrade Diri

Di tengah kesibukan dan peran ganda yang ia jalani, Rakha memiliki prinsip hidup yang sederhana namun kuat.

“Perubahan itu dimulai dari diri sendiri. Kalau mau negeri maju, kita mulai dari hal kecil: disiplin, jujur, rajin belajar, dan terus upgrade diri. Value diri itu bukan pada gelarnya, tetapi pada apa yang kita lakukan dengan ilmu.”

Ia juga menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kombinasi karakter: iman yang kuat, pikiran yang terbuka, tutur kata yang lembut, dan sikap yang tegas.

Harapan untuk UNISMA

Rakha berharap UNISMA semakin maju dan diakui secara internasional.

“Saya bangga menjadi bagian dari UNISMA. Semoga kampus semakin upgrade menuju standar unggul dunia dan alumninya mendapat prioritas di dunia kerja maupun usaha.”

Baginya, kampus adalah tempat yang membentuk karakter dan memberikan fondasi untuk masa depan.

 

Pesan untuk Para Alumni

Rakha mengajak seluruh alumni UNISMA untuk menjaga solidaritas dan terus membawa manfaat bagi lingkungan masing-masing.

“Kita mungkin berjalan di jalur yang berbeda, tapi ada satu hal yang menyatukan kita: semangat belajar dan memberi dampak baik. Tetap rendah hati, tetap solid, tetap bermanfaat. Masa depan alumni UNISMA adalah masa depan yang kita bangun bersama.”