MENGENAL POTENSI DAN STRATEGI PERSONAL BRANDING ALA PRAMUDITA, MAHASISWA AKUNTANSI FEB

KAMPUS — Menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif, persiapan akademik saja tidak lagi cukup. Kesadaran inilah yang dipegang teguh oleh Pramudita Dwi Septyorini, mahasiswa semester enam Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sekaligus penerima beasiswa (Awardee) BCB 7. Melalui sebuah esai karir yang menggugah, Pramudita membagikan pandangannya mengenai pentingnya mengenali potensi diri, membangun personal branding, dan merancang peta jalan karir di bidang akuntansi dan keuangan.

Keseimbangan Akademik dan Pengalaman Praktis Dalam perjalanannya sebagai mahasiswa, Pramudita tidak hanya berfokus pada ruang kelas. Ia aktif terjun ke dalam berbagai organisasi, seperti Himpunan Mahasiswa Akuntansi dan Tax Center. Keterlibatan ini memberikannya wadah untuk mengasah kemampuan kerja sama tim, manajemen program kerja, dan komunikasi lintas pihak.

Tidak berhenti di lingkup kampus, ia juga mengantongi pengalaman magang di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Malang pada bagian Kesekretariatan dan PPM. Pengalaman nyata ini menguji kemampuannya dalam hal administrasi perkantoran, tata kelola dokumen yang sistematis, hingga koordinasi antarinstansi.

Empat Pilar Kekuatan Diri Melalui proses refleksi dan pengembangan diri, Pramudita mengidentifikasi empat kekuatan utama yang menjadi modal esensialnya menembus dunia profesional:

  • Administrasi dan Ketelitian Tinggi: Terbiasa berhadapan dengan data dan dokumen membantunya bekerja secara terorganisir, sebuah keterampilan mutlak bagi seorang akuntan.
  • Kepemimpinan dan Keorganisasian: Pengalaman memimpin program kerja kampus melatihnya untuk berani mengambil tanggung jawab dan memecahkan masalah.
  • Adaptabilitas dan Semangat Belajar: Ia memiliki keterbukaan terhadap hal baru dan kemauan untuk terus meningkatkan pengetahuan melalui pelatihan maupun seminar.
  • Komunikasi dan Manajemen Waktu: Keterlibatannya dalam banyak aktivitas menuntutnya untuk mahir berinteraksi sekaligus menetapkan skala prioritas.

Peta Jalan Karir yang Terukur Sebuah karir yang brilian membutuhkan perencanaan yang matang. Pramudita telah merumuskan target karirnya ke dalam tiga tahapan strategis:

  1. Jangka Pendek: Fokus utamanya saat ini adalah menyelesaikan pendidikan sarjana dengan hasil maksimal. Ia juga membekali diri dengan berbagai sertifikasi keahlian, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, dan literasi teknologi informasi.
  2. Jangka Menengah (1–5 Tahun): Pasca-kelulusan, targetnya adalah terjun langsung secara profesional di perusahaan bidang akuntansi, keuangan, atau perpajakan untuk memperdalam hard skill teknis dan memperluas jaringan profesional (networking).
  3. Jangka Panjang (>5 Tahun): Mengemban posisi dengan tanggung jawab strategis yang berkontribusi langsung pada pengambilan keputusan bisnis, serta menjadi profesional berintegritas yang bermanfaat bagi masyarakat luas.

Personal Branding: Lebih dari Sekadar Pencitraan Bagi Pramudita, personal branding adalah kunci untuk dikenal melalui kompetensi, karakter, dan nilai positif. Ia menegaskan bahwa reputasi yang baik tidak dibangun dari sekadar pencitraan yang semu, melainkan dari konsistensi, etika, dan kualitas kerja sehari-hari.

“Karir yang sukses tidak tercipta secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pembelajaran dan pengembangan diri berkelanjutan,” ungkapnya optimis.

Langkah konkret dan visi matang yang ditunjukkan oleh Pramudita ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh mahasiswa, khususnya di lingkungan FEB, untuk mulai mengenali potensi diri dan merancang masa depan sedini mungkin.