Dari Proses Akademik hingga Kepemimpinan: Refleksi Mahasiswa UNISMA Menyongsong 2026

Nama: Tomy Darioga
NPM: 22201082017
Prodi : Akuntansi

Refleksi Akhir Tahun 2025 dan Rencana Pengembangan Diri 2026
Tahun 2025 saya lalui sebagai fase pembelajaran yang sangat berarti dalam perjalanan akademik dan kehidupan pribadi saya. Di tahun ini, saya mulai menyadari bahwa menjadi mahasiswa bukan semata tentang mengejar nilai atau indeks prestasi, melainkan tentang bagaimana saya bertumbuh melalui setiap proses, tantangan, dan pengalaman yang dijalani. Refleksi ini saya tuliskan sebagai ruang untuk menengok kembali langkah-langkah yang telah ditempuh, memahami pelajaran dari berbagai hambatan, serta menata harapan dan arah langkah menuju tahun 2026 dengan kesadaran, keteguhan, dan makna yang lebih dalam.

Refleksi Perjalanan Selama Tahun 2025
Sepanjang tahun 2025, saya menjalani setiap semester dengan dinamika dan pembelajaran yang berbeda. Memasuki semester tujuh, saya dihadapkan pada tuntutan akademik yang semakin spesifik dan menuntut kedewasaan berpikir sesuai dengan bidang studi yang saya tekuni. Pada fase ini, saya mulai terlibat secara langsung dalam proses penelitian skripsi di bawah bimbingan dosen, sebuah pengalaman yang membuka pemahaman saya tentang pentingnya metode ilmiah, ketelitian, dan kemampuan berpikir kritis. Tantangan semakin terasa ketika saya harus menyusun proposal skripsi bersamaan dengan mengikuti program magang singkat pada bulan September,
yang tidak hanya melatih manajemen waktu, tetapi juga mengasah keterampilan interpersonal dan tanggung jawab profesional. Di luar kegiatan akademik, saya memilih untuk tetap aktif berkontribusi dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, seperti Duta Kampus UNISMA, Paduan Suara UNISMA, HIMAPRODI Akuntansi, Studio Marketing and Entrepreneurship, serta CPA Test Center FEB UNISMA. Keterlibatan ini menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi saya untuk memahami arti kerja sama, empati, dan tanggung jawab sosial, sekaligus menyeimbangkan pencapaian akademik dengan pertumbuhan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pencapaian dan Tantangan yang Dihadapi
Beberapa pencapaian di tahun 2025 menjadi sumber rasa syukur dan kebanggaan bagi saya. Saya bersyukur dapat mempertahankan indeks prestasi kumulatif di atas 3,5, menuntaskan penyusunan proposal penelitian skripsi hingga tahap seminar proposal, serta memperoleh kepercayaan untuk berperan sebagai master of ceremony dan moderator dalam berbagai kegiatan. Pengalamanpengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kompetensi akademik dan komunikasi saya, tetapi juga membangun kepercayaan diri dalam mengelola tanggung jawab yang lebih besar. Namun, di balik capaian tersebut, saya juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan. Menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik, keterlibatan dalam kegiatan non-akademik, dan kehidupan pribadi menjadi pelajaran penting yang terus saya upayakan. Saya menyadari bahwa kemampuan dalam publikasi ilmiah serta penguasaan bahasa asing masih perlu dikembangkan secara lebih serius. Selain itu, adaptasi terhadap pembelajaran berbasis teknologi kerap menghadirkan kendala, baik secara teknis maupun psikologis, terutama dalam menjaga konsistensi, fokus, dan disiplin diri.

Evaluasi Peran Sebagai Penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS
Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya menyadari bahwa beasiswa ini bukan hanya bantuan finansial, melainkan amanah untuk menjadi agen perubahan yang bermanfaat bagi masyarakat. Sepanjang tahun 2025, saya berusaha mengintegrasikan nilai-nilai kebermanfaatan BAZNAS dalam aktivitas saya, baik melalui partisipasi dalam program sosial kampus maupun eksternal kampus. Saya juga berusaha menjaga prestasi akademik sebagai bentuk tanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Namun, saya merasa masih perlu lebih aktif dalam menciptakan dampak sosial yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, sesuai dengan misi BAZNAS dalam memberdayakan masyarakat melalui pendidikan.

Rencana dan Target Pengembangan Diri untuk Tahun 2026
Berdasarkan refleksi atas perjalanan dan pembelajaran yang saya alami, saya menyusun rencana pengembangan diri untuk tahun 2026 sebagai bentuk komitmen terhadap pertumbuhan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Rencana ini tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan keterampilan, kontribusi sosial, serta pembentukan karakter pribadi.

1. Bidang Akademik
Saya bertekad untuk meningkatkan kualitas penelitian skripsi dengan menargetkan publikasi pada jurnal tingkat kampus maupun nasional. Seiring dengan itu, saya juga
berkomitmen memperdalam penguasaan bahasa Inggris melalui kursus terstruktur serta persiapan mengikuti tes kemampuan bahasa standar sebagai bekal akademik dan profesional.

2. Pengembangan Keterampilan
Untuk mendukung kebutuhan akademik dan dunia kerja, saya merencanakan pengembangan keterampilan teknis, khususnya dalam analisis data dan pemrograman
dasar, melalui pemanfaatan kursus daring serta pelatihan yang diselenggarakan oleh kampus.

3. Aspek Sosial dan Kepemimpinan
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, saya juga berencana mengambil peran yang lebih strategis dalam organisasi kemahasiswaan guna melatih kepemimpinan yang berorientasi pada kolaborasi dan kebermanfaatan.

4. Pengembangan Karakter Pribadi
Saya menargetkan peningkatan disiplin diri melalui pengelolaan waktu yang lebih efektif dan konsisten. Di samping itu, keterlibatan aktif dalam forum diskusi dan seminar akan saya jadikan sarana untuk memperluas wawasan, memperkaya sudut pandang, serta menumbuhkan sikap terbuka terhadap berbagai gagasan.

Secara keseluruhan, tahun 2025 menjadi fondasi yang kokoh dan bermakna dalam perjalanan saya. Melalui setiap pencapaian yang disyukuri dan tantangan yang dilalui, saya belajar untuk memahami diri, memperbaiki arah, dan menumbuhkan keteguhan langkah. Berbekal pembelajaran tersebut, saya berkomitmen menyongsong tahun 2026 dengan perencanaan yang lebih matang, tindakan yang lebih konsisten, serta semangat untuk memberi kontribusi yang lebih nyata, tidak hanya bagi pengembangan diri, tetapi juga bagi kampus dan masyarakat luas.