Dari Ruang Kelas ke Meja Redaksi: Menemukan Arah Baru Melalui Bahasa dan Tulisan

Tahun 2025 menjadi tahun yang penuh proses bagi saya sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Tahun ini bukan hanya tentang menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga tentang menemukan arah, mengasah minat, dan meneguhkan pilihan jalan yang ingin saya tekuni ke depan, khususnya di bidang kepenulisan dan jurnalisme.

Sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, saya semakin menyadari bahwa belajar bahasa tidak sekadar memahami struktur grammar atau teori linguistik, tetapi juga tentang bagaimana bahasa digunakan sebagai alat komunikasi, ekspresi, dan penyampai gagasan. Sepanjang tahun 2025, saya menjalani proses perkuliahan yang menuntut keterampilan berpikir kritis, kemampuan membaca teks secara mendalam, serta keberanian menuangkan ide dalam bentuk lisan maupun tulisan. Dari proses tersebut, saya merasakan perkembangan yang cukup signifikan, terutama dalam keterampilan menulis dan memahami teks berbahasa Inggris secara kontekstual.

Di luar ruang kelas, minat saya terhadap dunia menulis dan jurnalisme semakin menguat. Saya mulai lebih aktif menulis, baik dalam bentuk artikel, opini, maupun tulisan reflektif. Menulis menjadi ruang bagi saya untuk berpikir, menyusun argumen, sekaligus merekam realitas di sekitar. Melalui aktivitas menulis, saya belajar tentang kepekaan terhadap isu, ketelitian terhadap fakta, serta tanggung jawab moral dalam menyampaikan informasi. Namun, proses ini tentu tidak selalu berjalan mudah. Tantangan terbesar yang saya hadapi adalah menjaga konsistensi menulis, mengelola waktu antara tugas akademik dan aktivitas kepenulisan, serta membangun disiplin diri agar terus berkembang.

Beberapa pencapaian yang saya rasakan sepanjang tahun 2025 antara lain meningkatnya kepercayaan diri dalam menulis, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, serta keberanian untuk menyampaikan gagasan secara lebih terbuka. Saya juga mulai memahami bahwa latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris memberikan modal penting dalam dunia jurnalisme, terutama dalam hal literasi, kemampuan analisis teks, dan sensitivitas bahasa. Meski demikian, saya menyadari masih banyak aspek yang perlu diperbaiki, seperti pengayaan kosakata akademik, ketajaman sudut pandang tulisan, dan kedalaman analisis terhadap isu.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya memandang beasiswa ini sebagai amanah yang harus dijaga. Tidak hanya sebagai bantuan finansial, tetapi juga sebagai dorongan untuk menjadi pribadi yang produktif, berintegritas, dan bermanfaat. Evaluasi diri menunjukkan bahwa saya masih perlu meningkatkan kontribusi nyata, baik melalui prestasi akademik maupun karya tulis yang memberi nilai edukatif bagi masyarakat. Nilai-nilai kebermanfaatan dan kepedulian sosial yang diusung oleh BAZNAS menjadi pengingat agar proses belajar dan menulis yang saya lakukan tidak berhenti pada kepentingan pribadi semata.

Memasuki tahun 2026, saya menyusun rencana pengembangan diri yang lebih terarah. Dalam aspek akademik, saya menargetkan peningkatan kualitas belajar dengan lebih serius memperdalam keterampilan academic writing, reading comprehension, serta public speaking dalam bahasa Inggris. Saya juga berencana memanfaatkan pengetahuan pedagogis untuk memperkuat kemampuan menyampaikan gagasan secara jelas dan sistematis.

Di bidang kepenulisan dan jurnalisme, saya menargetkan untuk lebih konsisten menulis dan memperluas tema tulisan, khususnya isu pendidikan, bahasa, dan sosial. Saya ingin melatih diri menulis secara lebih disiplin, memperbaiki struktur tulisan, serta meningkatkan akurasi dan kedalaman analisis. Selain itu, saya berharap dapat terlibat lebih aktif dalam kegiatan literasi dan jurnalistik yang memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Sebagai penutup, refleksi akhir tahun 2025 menjadi titik evaluasi sekaligus penyadaran bahwa proses belajar dan bertumbuh membutuhkan kesabaran serta komitmen. Dengan latar belakang Pendidikan Bahasa Inggris, minat di bidang jurnalisme, dan dukungan Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya bertekad menjadikan tahun 2026 sebagai ruang penguatan diri, pengembangan kapasitas, dan kontribusi yang lebih bermakna bagi masyarakat.

Nama: Muhammad Dzunnurain
NPM: 22201073056
Prodi: Pendidikan Bahasa Inggris