Tasawuf Modern Bukan Menjauhi Dunia, Tapi Profesionalisme Berbasis Hati

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menggelar kajian rutin “Mutiara Hikmah” di Masjid Ainul Yaqin, Rabu (11/02/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dr. Afifudin, S.Ag., M.Si. menyampaikan pandangan yang meluruskan miskonsepsi umum mengenai tasawuf dan relevansinya dengan etos kerja profesional di lingkungan akademik.

Dr. Afifudin membuka ceramahnya dengan menekankan bahwa tasawuf sejati tidak mengharuskan seseorang untuk mengisolasi diri dari kehidupan duniawi. “Tasawuf itu intinya ada di hati, manajemen qolbu. Bagaimana kita manusia tidak tergantung kepada selain Allah,” ujarnya di hadapan jamaah salat Zuhur.

Menurutnya, kehidupan di dunia adalah anugerah yang harus dimaksimalkan sebagai ladang amal, bukan ditinggalkan. Ia menggarisbawahi pentingnya bekerja sebagai sebuah kewajiban syariat, bukan sekadar rutinitas mencari nafkah.

“Jangan sampai kita melupakan hidup di dunia ini. Bekerja itu adalah kewajiban. Dosen dan karyawan wajib bekerja di UNISMA, harus nomor satu, jangan dinomorduakan dengan yang sunnah,” tegas Dr. Afifudin, mengingatkan agar sivitas akademika menempatkan prioritas yang tepat antara kewajiban profesi dan ibadah sunnah.

Dalam analisisnya terhadap Al-Qur’an, Dr. Afifudin memaparkan data menarik mengenai frekuensi kata ‘ibadah’ (104 kali) berbanding dengan kata ‘amila’ atau bekerja (284 kali). Hal ini, menurut beliau, adalah isyarat ilahiah agar umat Islam rajin bekerja dan berkarya secara nyata.

“Kita harus adil. Menempatkan yang wajib jadi wajib, yang sunnah jadi sunnah. Bekerja itu punya nilai ibadah,” tambahnya. Ia juga menyinggung tanggung jawab orang tua terhadap anak yang sudah baligh, mengutip Kitab Kasyifatus Saja, bahwa kewajiban menafkahi gugur kecuali jika anak tersebut sedang menuntut ilmu.

Kajian ditutup dengan ajakan untuk memadukan ilmu kauniyah (alam semesta) dan qauliyah (wahyu) dalam rangka memuliakan institusi pendidikan. Dr. Afifudin berharap seluruh elemen UNISMA, mulai dari mahasiswa hingga dosen, dapat menjalankan perannya dengan profesional sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.