Lantik Pengurus 2026, UNISMA Tegaskan Posisi Kampus Jawara Pembinaan Kemahasiswaan Menuju World Class University

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali mengukuhkan komitmennya sebagai kampus unggulan Nahdlatul Ulama dengan melantik pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2026. Dalam pelantikan yang berlangsung khidmat ini, UNISMA menegaskan transformasi besar dalam pola pembinaan organisasi mahasiswa, bergeser dari sekadar rutinitas menuju “UKM Berdampak” yang mendukung visi World Class University.

Prestasi Gemilang di LLDIKTI VII Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan capaian membanggakan yang diraih institusi pada tahun 2025. Berkat kontribusi aktif mahasiswa, UNISMA berhasil menduduki Peringkat 3 Terbaik dalam bidang Pembinaan Kemahasiswaan di wilayah LLDIKTI VII Surabaya.

“Prestasi ini harus kita jaga dan tingkatkan. Jika tahun 2025 kita di peringkat 3, maka target tahun 2026 minimal naik ke peringkat 2, atau bahkan menjadi yang pertama. Harapan itu ada di pundak pengurus UKM yang dilantik hari ini,” tegas Rektor di hadapan ratusan mahasiswa.

Transformasi Talenta Spesifik Wakil Rektor 3 UNISMA memaparkan strategi baru melalui pemetaan talenta spesifik di setiap UKM. Tidak lagi sekadar berorganisasi, setiap UKM dituntut memiliki keunggulan kompetitif yang terukur.

Sebagai contoh, UKM Pagar Nusa didorong memetakan anggotanya yang memiliki kemampuan bela diri tingkat tinggi. UKM Musik Gaung 193 mendata penguasaan instrumen secara profesional, dan UKM Global Language Community (GLC) menargetkan penguasaan minimal tujuh bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Thailand, dll) bagi anggotanya.

Guna mempertajam fokus, 20 UKM di UNISMA kini dibagi ke dalam empat klaster strategis:
(1) Seni dan Budaya, UKM Seni Islami, UKM Jamiyyatul Qurro wal Huffadz, UKM Paduan Suara Mahasiswa, UKM Musik Gaung, UKM Komunitas Teater, dan UKM Seni Tari.
(2) Olahraga dan Bela Negara, UKM Olahraga, UKM Ikatan Pencak Silat NU Pagar Nusa, UKM Resimen Mahasiswa UNISMA, UKM Pecinta Alam Ranti Pager Aji.
(3) Penalaran, Bahasa, dan Kewirausahaan, UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah (UKM Kreasi), UKM Global Language Community, UKM Kewirausahaan Golden Preneur, dan UKM Koperasi Mahasiswa Ilham Ramadani.
(4) Religi, Pengabdian, dan Karakter, UKM Matan, UKM KSR PMI, dan UKM Pramuka.

Hapus Stigma, Aktivis Wajib Berprestasi

Rektor UNISMA juga menantang para pengurus baru untuk menghapus stigma lawas bahwa aktivis mahasiswa identik dengan “kuliah lama” dan “IPK pas-pasan”.

“Stigma semacam itu tidak boleh terjadi di UNISMA. Kalian harus menjadi mahasiswa yang utuh: unggul secara akademik, dan unggul dalam kreativitas organisasi,” pesan Rektor.

Mendukung hal tersebut, Wakil Rektor 3 mengumumkan kebijakan strategis bahwa seluruh penerima beasiswa angkatan 2025 (KIP, Juara, OSC) yang berjumlah 390 mahasiswa WAJIB bergabung dalam UKM sebagai syarat evaluasi kinerja beasiswa. Langkah ini diambil untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, namun juga matang secara sosial dan manajerial, selaras dengan tagline “UNISMA Terbang Melesat Menuju World Class University”.

Lantik Pengurus UKM 2026, UNISMA Fokuskan Transformasi Talenta Menuju World Class University

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi melantik jajaran pengurus baru Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) untuk periode 2026. Dalam pelantikan tersebut, Bidang Kemahasiswaan UNISMA menegaskan visi baru transformasi organisasi kemahasiswaan yang tidak hanya berkutat pada rutinitas, melainkan fokus pada dampak nyata dan penguatan talenta spesifik guna mendukung visi World Class University.

Wakil Rektor 3 UNISMA, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya pergeseran paradigma dalam pengelolaan UKM. “Titik tekannya adalah mengubah rutinitas biasa menjadi penyelesaian masalah yang berdampak. Kami ingin setiap UKM memetakan talenta spesifik mereka secara mendetail,” ujarnya.

Ia mencontohkan spesifikasi keahlian yang diharapkan, seperti pemetaan kemampuan bela diri tingkat lanjut pada UKM Pagar Nusa, pendataan kemahiran instrumen musik pada UKM Gaung 193, hingga target penguasaan minimal tujuh bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Thailand, dll) oleh UKM Global Language Community (DLC). Hal ini bertujuan agar keberadaan UKM memberikan manfaat luas bagi seluruh sivitas akademika UNISMA.

Strategi 4 Klaster Unggulan Guna menajamkan fokus pembinaan, 20 UKM di lingkungan UNISMA kini dibagi menjadi empat klaster strategis:

Seni dan Budaya: (Seni Islami, JQH, PSM, Gaung 193, Teater, Seni Tari).

Olahraga dan Bela Negara: (Olahraga, Pagar Nusa, Menwa, Ranti Pager Aji).

Penalaran, Bahasa, dan Kewirausahaan: (Kreasi, DLC, Golden Preneur, Kopma Ilham Ramadani).

Religi, Pengabdian, dan Karakter: (Matan, KSR PMI, Pramuka).

Wajib Organisasi bagi Penerima Beasiswa Dalam upaya meningkatkan partisipasi mahasiswa yang saat ini berada di angka 40%, UNISMA menerbitkan kebijakan strategis. Sebanyak 390 mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2025 (KIP, Juara, dan OSC) diwajibkan bergabung dalam UKM.

“Ini menjadi instrumen penilaian kinerja penerima beasiswa. Selain menjaga IPK, mereka wajib aktif berorganisasi untuk menjamin kaderisasi kepemimpinan di masa depan,” tegas Wakil Rektor 3.

Pihak universitas juga memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus demisioner periode 2025. Tercatat, sumbangsih prestasi terbesar yang mengantarkan UNISMA meraih Akreditasi Unggul berasal dari mahasiswa yang aktif di UKM. Diharapkan, pengurus periode 2026 dapat mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut.

Estafet Kepemimpinan Baru, Pelantikan DPM dan BEM UNISMA 2026 Usung Semangat “Kampus Progresif dan Berdaya Saing”

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi melantik jajaran pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2026. Bertempat di Hall Gus Dur, acara pelantikan ini menjadi momentum penting transisi kepemimpinan dari periode 2025 ke 2026 dengan mengusung tema besar “Meneguhkan Kepemimpinan Mahasiswa di Tahun 2026 dalam Mewujudkan Kampus Progresif dan Berdaya Saing”.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada pengurus demisioner tahun 2025 atas dedikasinya, sekaligus memberikan pesan tegas kepada pengurus baru. Beliau menekankan bahwa organisasi mahasiswa tidak boleh terbuai dalam euforia pelantikan.

“Organisasi biasanya euforianya ada pada saat pelantikan. Setelah itu masuk masa kritis. Jika tidak dilewati dengan baik, organisasi akan mati suri dan baru bertemu lagi pada pelantikan berikutnya. Saya yakin BEM dan DPM UNISMA tidak demikian,” ujar Rektor dalam sambutannya. Beliau juga mengingatkan pentingnya perencanaan yang matang dengan prinsip ‘Plan what you do, and do what you plan’ agar organisasi tidak mengalami kegagalan.

Sinergi “Tulang dan Otot”

Ketua DPM UNISMA 2026 dalam pidato perdananya menekankan pentingnya harmonisasi antara lembaga legislatif dan eksekutif. Ia menggunakan analogi biologis yang menarik untuk menggambarkan hubungan DPM dan BEM.

“DPM dan BEM ibarat sistem gerak tubuh manusia atau muskuloskeletal. DPM adalah tulang yang membentuk struktur dan kebijakan, sedangkan BEM adalah otot yang menjadi motor penggerak. Keduanya harus sinkron; jika tidak, tubuh akan lumpuh,” tegas Ketua DPM.

Ia juga menetapkan tiga fondasi utama bagi DPM periode ini: menjaga integritas, merawat komunikasi, dan tidak alergi terhadap kritik. “Pemimpin yang baik bukan hanya yang pintar, tapi yang peka, berani, dan tepat dalam diagnosis serta terapi masalah,” tambahnya.

Idealisme dan Kemanusiaan

Sementara itu, Presiden Mahasiswa (Presma) BEM UNISMA 2026 membakar semangat mahasiswa dengan orasi yang berapi-api. Mengutip Tan Malaka, ia mengingatkan bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda.

Presma menegaskan bahwa kampus bukan sekadar tempat kuliah, melainkan ruang menempa karakter dan tanggung jawab. “Gerakan mahasiswa UNISMA harus inklusif, menjaga integritas, dan berdampak nyata. Kita di sini bukan memperdebatkan ras atau agama, tapi seperti kata Gus Dur, kita di sini untuk memanusiakan manusia,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru aktivisme mahasiswa UNISMA, di mana kolaborasi antara perencanaan strategis Rektorat, pengawasan legislatif DPM, dan eksekusi progresif BEM diharapkan mampu membawa nama UNISMA semakin berdaya saing di kancah nasional.

UNISMA Berduka: Ir. H. Warsito, M.T., Sosok Dosen Bersahaja dan Pejuang NU Tutup Usia di Hari Mulia

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Ir. H. Warsito, M.T., sosok akademisi yang dikenal sabar, ikhlas, dan berdedikasi tinggi, telah berpulang ke Rahmatullah pada Kamis (22/1/2026). Suasana haru menyelimuti Masjid Ainul Yaqin UNISMA pada Jumat (23/1/2026) pagi, saat seluruh sivitas akademika, kolega, dan mahasiswa berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir dan melaksanakan salat jenazah pada pukul 06.45 WIB.

Rektor UNISMA dalam sambutannya mengenang almarhum sebagai figur sentral dalam pembangunan fisik maupun akademik kampus. “Pak Warsito adalah salah satu putra terbaik UNISMA. Beliau sangat berdedikasi dan berjasa besar dalam pembangunan UNISMA hingga mencapai kemajuan seperti saat ini,” ungkap Rektor dengan suara bergetar.

Dedikasi almarhum terbukti melalui amanah yang pernah diembannya. Almarhum tercatat pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik UNISMA sebanyak dua kali dalam periode yang tidak berurutan, sebuah bukti kepercayaan yang tinggi dari institusi atas kepemimpinan dan integritas beliau.

Dalam prosesi pelepasan jenazah, Rektor memimpin kesaksian jamaah. Gema suara “Baik” serentak terdengar memenuhi masjid ketika Rektor bertanya mengenai kepribadian almarhum semasa hidup, menjadi bukti nyata kesalehan sosial almarhum di mata rekan sejawat.

Sosok Pejuang NU yang Ikhlas

Turut memberikan sambutan pelepasan, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan UNISMA, menegaskan betapa besarnya kehilangan yang dirasakan oleh keluarga besar Yayasan dan Universitas.

“Hari ini, di hari Jumat yang mulia ini, salah seorang putra terbaik Universitas Islam Malang dipanggil menghadap Allah SWT. Kita menyaksikan bersama, beliau adalah orang yang sabar, orang yang ikhlas dalam mengabdi,” tuturnya.

Beliau juga menyoroti peran aktif almarhum di organisasi Nahdlatul Ulama. “Beliau juga seorang pejuang di kalangan Nahdlatul Ulama. Beliau satu kantor dengan kami di Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Kota Malang,” tambahnya.

Dalam momen yang emosional, Sekretaris Dewan Pembina juga membagikan testimoni pribadi mengenai kebaikan hati almarhum. “Beliau orang yang banyak jasanya. Salah satu jasanya adalah menolong anak saya. Kami sangat merasa kehilangan,” kenangnya. Beliau menutup sambutan dengan mengajak seluruh hadirin mendoakan almarhum agar ditempatkan di surga-Nya, mengingat almarhum dipanggil pada hari yang sangat mulia (Sayyidul Ayyam).

Jenazah Ir. H. Warsito, M.T. kemudian diberangkatkan menuju peristirahatan terakhir diiringi lantunan kalimat tauhid La ilaha illallah dari seluruh pelayat yang hadir. Segenap keluarga besar UNISMA mendoakan semoga almarhum husnul khotimah, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Lolos Saat Ribuan Gugur: Dua Mahasiswa UNISMA Tembus Beswan Djarum

Dari sekitar 18.000 pendaftar di seluruh Indonesia, hanya 500 mahasiswa yang terpilih sebagai Beswan Djarum angkatan ke-41. Dua di antaranya berasal dari Universitas Islam Malang (UNISMA). Mereka adalah Alya Nabila Septiana (Administrasi Publik) dan Qothrun Nadhana Mashari (Administrasi Bisnis).
Bagi keduanya, lolos Djarum Beasiswa Plus bukan sekadar soal prestasi, tetapi hasil dari perjalanan panjang yang ditempuh dengan konsistensi dan keberanian untuk terus bertumbuh.
Alya dikenal aktif sebagai Duta Kampus UNISMA dan Duta Hijab Radar Malang. Pengalamannya di dunia keprotokolan dan representasi publik melatih ketepatan sikap, komunikasi, serta profesionalisme dalam berbagai situasi. Terbiasa bekerja di bawah tekanan dan dalam tim yang beragam, Alya membawa karakter kepemimpinan yang matang dan adaptif nilai yang selaras dengan karakter Beswan Djarum.
Sementara itu, Qothrun yang akrab dipanggil Nada, menempuh jalur berbeda. Berangkat dari ketertarikan pada isu sosial, ia terlibat dalam GerakDampak Academy besutan Indika Foundation. Di sana, ia belajar merancang program berbasis kebutuhan masyarakat dan terjun langsung dalam kegiatan sosial. Pengalaman tersebut diperkuat lewat berbagai kompetisi business plan dan marketing plan, yang mengasah cara berpikir strategis dan solutif.
Seleksi Beswan Djarum sendiri dikenal ketat dan Panjang. mulai dari administrasi, tes daring dan luring, FGD, dinamika kelompok, hingga wawancara akhir. Setiap tahap menguji nalar, ketahanan mental, dan kemampuan bekerja sama. Bagi Alya dan Qothrun, proses ini menjadi ruang refleksi sekaligus pembuktian atas rekam jejak yang mereka bangun selama ini.
Bagi alya lolos menjadi awardee beswan djarum merupakan hal yang luar biasa dan diluar ekspektasi. “Rasa minder dan juga takut pasti ada, karna melihat para mahasiswa yang mendaftar juga keren-keren dan penuh prestasi. Tapi percaya dengan potensi diri, tetap menjadi diri sendiri dan juga tawakkal adalah hal yang harus dilakukan untuk menghadapi hal baru” ungkap Alya.
Sebagai Beswan, keduanya mengikuti Character Building di Purwakarta. Selama tiga hari, mereka ditempa melalui tantangan alam dan dinamika kelompok.
“Di situ kami belajar mengelola ego, berkomunikasi jujur, dan bertahan dalam kondisi yang tidak selalu nyaman. Disini kita dilatih untuk menembus batas dan rasa takut kita, dan dipersiapkan menjadi mahasiswa yang berkarakter dalam menghadapi permasalahan dan persoalan dalam kehidupan” ujar Nada.
Djarum Beasiswa Plus tak hanya memberi dukungan finansial, tetapi juga ekosistem pengembangan diri mulai dari community empowerment, pelatihan kepemimpinan, hingga peluang international exposure.
Di balik capaian ini, ada doa orang tua, bimbingan dosen, dan dukungan teman-teman yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan mereka. Keberhasilan ini bukan titik akhir, melainkan awal untuk kontribusi yang lebih luas.
Prestasi dan pencapaian Alya dan Nada diharapkan menjadi pemantik semangat bagi mahasiswa UNISMA lainnya bahwa keberanian mencoba, konsistensi dalam proses, dan kemauan bertumbuh adalah modal penting untuk membuka peluang besar di masa depan.

Penampilan Tari Bapang pada Acara International Cross Cultural Exchange Universitas Islam Malang – University of Lorraine, France

Malang, 12 Januari 2026 – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan kerja sama internasional melalui kegiatan International Cross Cultural Exchange bersama University of Lorraine, France, yang diselenggarakan pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran budaya sekaligus pengenalan kekayaan seni tradisional Indonesia kepada mitra internasional.
Acara diawali dengan sambutan hangat dari Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama akademik dan budaya antara Universitas Islam Malang dan University of Lorraine. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pertukaran budaya merupakan bagian penting dalam membangun pemahaman lintas bangsa serta memperkuat diplomasi pendidikan melalui seni dan tradisi lokal.
Sambutan selanjutnya disampaikan oleh Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A., yang menekankan peran seni budaya sebagai media komunikasi universal yang mampu menyatukan perbedaan latar belakang, bahasa, dan kebudayaan. Hal senada juga disampaikan oleh Dr. Sonny Elfiyanto, S.S., M.Pd., Ph.D., yang menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi, khususnya dalam bidang seni, budaya, dan akademik.
Puncak acara dimeriahkan dengan penampilan Tari Bapang oleh UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA. Tarian tradisional khas Malang ini ditampilkan dengan penuh semangat, menghadirkan perpaduan gerak tegas, ekspresi kuat, serta kostum khas yang mencerminkan karakter Tari Bapang. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian dan antusiasme peserta dari University of Lorraine.
Tidak hanya menampilkan pertunjukan, UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” juga memberikan pengenalan singkat mengenai makna gerak, kostum, serta filosofi Tari Bapang. Para peserta internasional turut diajak berinteraksi dan mencoba beberapa ragam gerak tari, menciptakan suasana kebersamaan dan pertukaran budaya yang hangat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Malang berharap dapat terus menjadi ruang perjumpaan budaya yang inklusif serta memperkenalkan seni tradisional Indonesia ke kancah internasional.

Perkuat Sinergi Organisasi, UNISMA Kumpulkan 20 Ketua UKM Periode 2026: Fokus Cetak Mahasiswa Berkarakter dan Berprestasi

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan unggul melalui optimalisasi peran organisasi kemahasiswaan. Pada Rabu (14/01/2026), Biro Kemahasiswaan UNISMA menggelar pertemuan strategis bersama seluruh Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Periode 2026. Bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 4, Gedung Umar bin Khattab, agenda ini menjadi tonggak awal sinergi antara pimpinan universitas dan aktivis mahasiswa di tahun ini.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan bidang kemahasiswaan, yakni Wakil Rektor III, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd.; Kepala Biro Kemahasiswaan, Dr. Abdul Halim Fathani, M.Pd.; Kepala Bagian Kemahasiswaan, Dr. Sulistiyono, M.Pd.; serta Kepala Subbagian Minat dan Bakat, Nur Laila, S.E. Kehadiran lengkap para pimpinan ini menyiratkan pesan kuat bahwa universitas memberikan dukungan penuh terhadap ekosistem kreativitas mahasiswa.

Dalam sambutan dan pengarahannya, Wakil Rektor III, Dr. Muhammad Yunus, M.Pd., menekankan bahwa UKM bukan sekadar tempat berkumpul atau menyalurkan hobi semata. Lebih dari itu, UKM memegang peran vital sebagai laboratorium kepemimpinan.

“UKM adalah wadah pembinaan yang strategis. Kami berharap para ketua periode 2026 ini tidak hanya fokus pada pelaksanaan kegiatan rutin, tetapi mampu menghadirkan program yang berdampak luas (impactful). Dampak ini harus dirasakan baik oleh anggota secara internal dalam pengembangan soft skill, maupun bagi lingkungan kampus dan masyarakat luas,” tegasnya.

Agenda pertemuan tidak hanya berisi seremonial, melainkan diperkaya dengan sesi orientasi konsep “UKM Berdampak” dan pembekalan teknis penyusunan program kerja. Para ketua dari 20 UKM yang hadir diajak berdiskusi untuk merumuskan perencanaan program yang terarah, inovatif, dan relevan dengan tantangan zaman. Hal ini dimaksudkan agar setiap program kerja yang disusun selaras dengan visi besar UNISMA sebagai kampus NU bertaraf dunia.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Dr. Abdul Halim Fathani, M.Pd., turut menambahkan bahwa sinergitas antar-UKM juga menjadi kunci. Melalui pembekalan ini, diharapkan tercipta kolaborasi lintas UKM yang dapat melahirkan prestasi-prestasi baru di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, Universitas Islam Malang menaruh harapan besar agar UKM dapat bertransformasi menjadi ruang pembelajaran nonformal yang efektif. Tujuannya adalah mendukung lahirnya lulusan UNISMA yang paripurna: unggul secara akademik, matang dalam kepemimpinan, serta memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

Menuju PIMNAS 2026, UKM Kreasi Unisma Gelar PKM FEST: Siapkan Golden Ticket ke Simbelmawa

MALANG – Guna memantik semangat inovasi dan mempersiapkan delegasi terbaik menuju Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kreativitas dan Inovasi Ilmiah (Kreasi) Universitas Islam Malang (Unisma) resmi menggelar PKM FEST 2026.

Mengusung tema besar “Jelajah Karya, Raih Juara, Berjaya PIMNAS 2026”, ajang ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa Unisma untuk menuangkan gagasan kreatif mereka dalam kerangka Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kabinet Artha Cendikia ini tidak hanya sekadar lomba, melainkan sebuah rangkaian pembinaan yang komprehensif. Rangkaian acara dimulai dengan pendaftaran dan pengumpulan proposal pada 12–27 Januari 2026, dilanjutkan dengan sesi mentoring melalui Klinik PKM, Webinar, hingga tahap penilaian final pada pertengahan Februari mendatang.

Pihak penyelenggara membuka kesempatan luas dalam berbagai bidang PKM, mulai dari Riset Eksakta (RE), Riset Sosial Humaniora (RSH), Kewirausahaan (K), Pengabdian Kepada Masyarakat (PM), Penerapan Iptek (PI), Karsa Cipta (KC), Karya Inovatif (KI), Video Gagasan Konstruktif (VGK), Gagasan Futuristik Tertulis (GFT), hingga Artikel Ilmiah (AI).

Salah satu daya tarik utama dari PKM FEST 2026 ini adalah hadiah yang ditawarkan. Selain uang pembinaan dan sertifikat, para pemenang berkesempatan mendapatkan “Golden Ticket Submit ke Simbelmawa”. Hal ini menjadi langkah awal yang krusial bagi mahasiswa untuk bisa menembus pendanaan dari Kemendikbudristek dan melaju ke PIMNAS.

“Kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang S1 Unisma. Kami mensyaratkan pembentukan tim yang kolaboratif, terdiri dari 3 hingga 5 mahasiswa dengan komposisi lintas semester, di mana minimal harus ada satu anggota dari semester 1,” bunyi ketentuan yang tertulis dalam pengumuman resmi panitia.

Langkah ini diambil untuk memastikan adanya regenerasi peneliti dan inovator muda di lingkungan kampus Unisma, sesuai dengan motto UKM Kreasi yakni “Berintegritas Tinggi dengan Segudang Prestasi”.
Seluruh rangkaian kegiatan akan dilaksanakan secara daring (online), memudahkan partisipasi mahasiswa di sela-sela libur semester. Karya yang dikirimkan wajib orisinal, bebas plagiasi, dan tidak mengandung unsur SARA.

Informasi Pendaftaran
Bagi mahasiswa Unisma yang siap berkompetisi dan berinovasi, pendaftaran dapat dilakukan dengan memindai kode QR yang tersedia pada poster publikasi.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai teknis dan panduan, peserta dapat menghubungi narahubung panitia:
* Syiham: 0813-5904-3700
* Rifda: 0857-3284-1756
Atau pantau terus informasi terbarunya melalui media sosial resmi Instagram @kreasi_unisma.

Gelar Mauidhoh Hasanah, KH. Kholili Tekankan 4 Pilar Filosofi Hidup pada Civitas Akademika UNISMA

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menggelar acara pengajian yang menghadirkan penceramah kondang, KH. Kholili. Dalam acara yang dihadiri oleh Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., serta jajaran pimpinan seperti Prof. Junaidi dan ribuan mahasiswa ini, suasana berlangsung khidmat namun penuh gelak tawa berkat penyampaian lugas dan jenaka dari sang Kiai.

Dalam ceramahnya, KH. Kholili menyoroti tantangan hidup di era milenial. Beliau mengingatkan mahasiswa bahwa di tengah kemajuan teknologi—di mana segala sesuatu menjadi “pintar” (smartphone)—manusia tidak boleh kehilangan arah. Beliau mengutip sebuah Hadis yang relevan untuk diterapkan di lingkungan kampus: “Kholaqollahut ta’ala dunya lil ibrah, la lil imarah.” (Allah menciptakan dunia untuk diambil pelajaran, bukan sekadar untuk dimakmurkan/dihuni tanpa makna).

“Zaman sekarang sistem akan berjalan dengan sendirinya. Jika di dunia ini kita tidak punya ilmu, kita akan tergilas. Maka sesuai moto UNISMA, mari kita genggam dunia dengan ilmu, terbanglah bersama UNISMA,” ujar KH. Kholili membakar semangat mahasiswa.

Lebih lanjut, beliau menjabarkan empat pilar penting yang harus dipegang oleh kaum intelektual santri:

  1. Dunia sebagai Lil Ibrah: Tempat mengambil pelajaran dan hikmah.

  2. Umur sebagai Li Ta’abudi: Waktu yang ada harus didedikasikan untuk ibadah.

  3. Harta sebagai Lil Infaq: Kekayaan berfungsi sosial melalui infak, bukan sekadar ditumpuk.

  4. Ilmu sebagai Lil Amal: Ilmu harus diamalkan, bukan hanya dijadikan bahan perdebatan (la lil jidal).

Momen haru terjadi di penghujung acara ketika KH. Kholili menceritakan latar belakang keluarganya. Beliau mengaku bangga meski lahir dari seorang ayah yang berprofesi sebagai kuli batu. Kisah ini beliau sampaikan untuk memotivasi mahasiswa UNISMA agar tidak pernah merasa rendah diri dengan latar belakang ekonomi keluarga.

“Kemuliaan seseorang itu karena ilmunya. Siapapun orang tua kalian, kalian berhak sukses dan terbang tinggi bersama UNISMA asalkan memiliki ilmu dan akhlak,” pungkasnya.

Tutup Tahun 2025, UNISMA Gelar Muhasabah dan Haul Ke-16 Gus Dur: Perkuat Tekad Menuju World Class University

Malang – Menandai berakhirnya tahun 2025, Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar kegiatan spiritual berupa Zikir, Muhasabah Akhir Tahun, serta peringatan Haul ke-16 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara yang berlangsung khidmat pada Rabu (31/12/2025) ini dihadiri oleh jajaran pimpinan rektorat, dekanat, dosen, serta seluruh civitas academica di lingkungan UNISMA.

Dalam sambutannya, Rektor UNISMA mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momen pergantian tahun ini sebagai ajang refleksi, baik secara personal maupun kelembagaan.

“Dalam kegiatan muhasabah ini, kita merefleksi perjalanan kelembagaan UNISMA selama satu tahun. Kita mengevaluasi apa yang telah dicapai dan apa yang belum tercapai, serta berkomitmen untuk meningkatkan kebaikan dan memperbaiki kekurangan di tahun 2026,” ujar Rektor di hadapan para hadirin.

Secara khusus, kegiatan ini juga dirangkai dengan peringatan Haul ke-16 Gus Dur yang wafat pada 30 Desember 2009 silam. Menurut Rektor, peringatan haul ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya untuk mewarisi nilai-nilai perjuangan Gus Dur dan para muassis (pendiri) UNISMA lainnya.

“Kita pelajari perjalanan hidup beliau-beliau untuk kita warisi nilai perjuangannya dalam rangka membangun UNISMA ke depan. Ini menjadi penyemangat kita untuk membawa UNISMA terbang melesat menuju World Class University,” tegasnya.

Acara ini turut menghadirkan KH. Kholili untuk memberikan mauidhoh hasanah. Kehadiran beliau diharapkan dapat memberikan pencerahan mengenai urgensi muhasabah diri dan pentingnya meneladani para pimpinan terdahulu sebagai landasan pengabdian yang lebih baik.

Menutup sambutannya, Rektor menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan selama tahun 2025 dan mengajak seluruh civitas academica untuk saling memaafkan serta menatap tahun 2026 dengan optimisme baru.

“Mari kita tatap tahun 2026 dengan semangat yang lebih baik dan lebih kuat untuk mewujudkan visi UNISMA sebagai perguruan tinggi berkelas dunia,” pungkasnya.