KULIAH Makin Lancar Dengan BEASISWA BAKTI BCA

MALANG — Kabar gembira kembali menyapa para mahasiswa strata satu (S1) berprestasi di seluruh Indonesia. Sebagai wujud nyata komitmen dalam memajukan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia di Tanah Air, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung Corporate Social Responsibility (CSR) resmi menghadirkan kembali program Beasiswa Bakti BCA.

Program ini bukan sekadar bantuan finansial biasa, melainkan sebuah ekosistem pembinaan komprehensif yang dirancang untuk mencetak generasi pemimpin masa depan yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja profesional.

Lebih dari Sekadar Bantuan Finansial

Merujuk pada informasi resmi program Bakti BCA, beasiswa ini dirancang dengan pendekatan end-to-end. Mahasiswa yang dinyatakan lolos seleksi (awardee) tidak hanya akan menerima suntikan dana pendidikan berupa bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan uang saku yang sangat meringankan beban ekonomi keluarga, tetapi juga mendapatkan akses eksklusif ke berbagai program pengembangan diri.

BCA menyadari bahwa nilai akademik yang tinggi harus diimbangi dengan soft skills yang mumpuni. Oleh karena itu, para penerima beasiswa akan dibekali dengan berbagai pelatihan terstruktur selama satu tahun penuh. Pelatihan ini mencakup materi kepemimpinan (leadership), kemampuan komunikasi, perencanaan keuangan (financial planning), hingga persiapan menembus dunia kerja (career preparation).

Syarat dan Kualifikasi Unggulan

Program Beasiswa Bakti BCA secara khusus menyasar mahasiswa S1 yang tengah menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra BCA. Beberapa kualifikasi umum yang biasanya dipersyaratkan antara lain:

  • Berstatus sebagai mahasiswa aktif S1 (umumnya berada di semester 3 atau 5).
  • Memiliki catatan akademik yang cemerlang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00.
  • Aktif dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan atau kepanitiaan di kampus.
  • Memiliki kendala finansial (menjadi nilai tambah) namun tetap berprestasi.
  • Tidak sedang menerima beasiswa dari instansi atau lembaga lain.

Kesempatan Emas Membangun Relasi

Salah satu keuntungan terbesar menjadi awardee Bakti BCA adalah kesempatan untuk bergabung dalam komunitas alumni beasiswa BCA yang tersebar di seluruh Indonesia. Jaringan (networking) ini sangat bernilai untuk bertukar informasi seputar karier, proyek kolaborasi, maupun wawasan industri langsung dari para praktisi di BCA.

Bagi mahasiswa yang memenuhi kriteria, ini adalah momen yang tepat untuk merapikan Curriculum Vitae (CV), mengumpulkan transkrip nilai, dan mempersiapkan esai terbaik. Segera pantau informasi jadwal pendaftaran, daftar universitas mitra, dan persyaratan dokumen selengkapnya melalui laman resmi CSR BCA di bca.co.id/id/tentang-bca/CSR/Bakti-BCA/bakti-pendidikan.

Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengubah potensi diri menjadi prestasi gemilang bersama Beasiswa Bakti BCA!

See Beyond, Shoot Beyond: Keseruan Ratusan Siswa SMAN 9 Malang Belajar Fotografi Bareng UKM Panorama

MALANG — Sebanyak 300 siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 9 Kota Malang antusias mengikuti pelatihan fotografi bareng 16 mahasiswa dari Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Panorama Photography, Senin (27/7/2026). Lewat program Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E), para mahasiswa ini mengajak para pelajar untuk lebih intim mengenali dunia lensa lewat tema yang cukup catchy, yaitu “See Beyond, Shoot Beyond”.

Kehadiran dua kelompok mahasiswa ini disambut hangat oleh Ketua TP MPS SMAN 9 Malang, Bapak Panjilmo Putro, S.Si., M.Si. SMAN 9 Malang sendiri dipilih sebagai lokasi mengabdi bukan tanpa alasan; pihak sekolah dinilai sangat terbuka dan mendukung penuh aktivitas yang bisa mendongkrak minat serta kreativitas siswa di luar rutinitas belajar kelas akademik.

Bukan Sekadar Asal Jepret

Lantas, kenapa materi yang dipilih adalah fotografi? Bagi tim KSM-E UKM Panorama Photography, kamera kini sudah menjadi “teman” sehari-hari para pelajar. Sayangnya, memotret seringkali berujung pada dokumentasi tanpa makna.

Lewat tema “See Beyond, Shoot Beyond”, mahasiswa menantang para siswa untuk tidak sekadar memencet tombol shutter lalu selesai. Fotografi dijadikan medium untuk melatih kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Siswa diajak untuk menangkap cerita, emosi, dan keindahan dari sebuah objek menggunakan sudut pandang yang out of the box.

Kupas Tuntas Teknis dan Komposisi

Biar tidak sekadar teori, kelas ini dibekali dengan dua materi fundamental yang padat daging. Pemateri pertama, Akhmad Alfin Mubarok, membedah urusan teknis pencahayaan dasar atau yang dikenal dengan Exposure Triangle—mulai dari cara kerja aperture, shutter speed, hingga ISO.

Setelah urusan cahaya beres, giliran Muhammad Iqbal Ihsani yang mengambil alih kelas untuk mengulik genre fotografi sekaligus membedah teknik komposisi. Iqbal membagikan trik seputar penempatan objek dan pemilihan angle tembakan agar visual yang dihasilkan tidak datar dan pesan dari foto tersebut bisa lebih “bernyawa”.

Praktik Langsung yang Cair dan Seru

Tentu saja, kelas fotografi tidak akan lengkap tanpa sesi hunting. Pada sesi praktik, ratusan siswa ini dilepas untuk bereksperimen langsung menggunakan kamera maupun gawai pintar masing-masing.

Suasana terasa sangat hidup dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengotak-atik setting kamera dan mencoba berbagai angle yang baru saja dipelajari untuk melihat bagaimana perubahan komposisi bisa mengubah hasil akhir sebuah foto secara drastis.

Secara keseluruhan, pelaksanaan KSM-E di SMAN 9 Malang ini sukses membuktikan bahwa fotografi bisa menjadi media pembelajaran yang seru sekaligus eksperimental. Harapannya, skill baru ini bisa terus dikembangkan oleh para siswa. Di sisi lain, momen ini menjadi ruang pembuktian bagi mahasiswa UKM Panorama Photography untuk turun langsung, berbagi ilmu, dan memberikan dampak nyata di lingkungan pendidikan.

Pewarta: Dwi Wididana Hidamaia

Gebrakan KSM-E GLC UNISMA: Global Youth Communication Camp Buktikan Belajar Bahasa Inggris Itu Seru!

MALANG — Tim Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Global Language Community (GLC) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan taringnya dalam mencetak generasi muda yang cakap berbahasa. Melalui gebrakan program Global Youth Communication Camp, tim ini sukses membuktikan bahwa belajar bahasa Inggris tidak melulu soal duduk diam dan mendengarkan teori.

Kegiatan edukatif yang mengusung tema “Break the Silence, Lead the World” ini sukses digelar di SMA Al Ma’arif Singosari pada Senin (27/7/2026). Hadir dengan konsep segar, acara ini memadukan materi kelas, praktik langsung, serta ragam permainan edukatif berbasis learning by doing.

Melawan Rasa Takut Melalui Pendekatan Learning by Doing

Berbeda dari metode pembelajaran konvensional yang sering kali terasa kaku, Global Youth Communication Camp dirancang khusus agar setiap siswa dapat terlibat aktif. Sejak menit pertama, para peserta langsung ditantang untuk meruntuhkan dinding rasa malu mereka.

Langkah awal dibangun melalui Communication Bingo Challenge, sebuah permainan yang memaksa siswa berinteraksi menggunakan bahasa Inggris. Setelah keberanian terbangun, kegiatan berlanjut pada pengembangan kemampuan public speaking di mana siswa mempraktikkan penyampaian speech (pidato) di hadapan teman-teman sebaya.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga berani mempraktikkannya secara langsung. Melalui berbagai challenge yang kami rancang, mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan saling mendukung dalam suasana yang menyenangkan,” ungkap perwakilan Tim KSM-E UKM GLC UNISMA.

Deretan Tantangan Interaktif yang Mengasah Otak

Keseruan acara semakin memuncak ketika para peserta dihadapkan pada serangkaian pos tantangan kompetitif. Beberapa permainan yang dihadirkan antara lain:

  • Word Building Challenge: Mengasah kecepatan kosa kata.
  • Follow the Picture Challenge: Melatih deskripsi visual dan imajinasi.
  • Speaking Challenge & Boom Your Group: Membangun kerja sama tim, berpikir kritis, serta kepercayaan diri di bawah tekanan waktu.

Seluruh permainan ini didesain tidak hanya untuk melatih keahlian linguistik, tetapi juga menumbuhkan kekompakan kelompok dan kepemimpinan.

Banjir Apresiasi dan Tiket Menuju Panggung Nasional

Pendekatan interaktif ini membuahkan hasil manis. Antusiasme siswa SMA Al Ma’arif Singosari meledak sepanjang acara. Banyak siswa yang awalnya pasif berubah menjadi sosok yang berani unjuk gigi menyuarakan speech mereka.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan keaktifan tersebut, panitia menyematkan penghargaan dalam tiga kategori bergengsi: Best Communication, Best Participant, dan Best Group.

Di akhir sesi, tim KSM-E GLC UNISMA turut membuka wawasan siswa akan peluang di kancah nasional dengan menyosialisasikan ajang English Competition—sebuah kompetisi bahasa Inggris tahunan berskala nasional. Sosialisasi ini langsung diserbu dengan berbagai pertanyaan dari siswa yang antusias ingin berpartisipasi.

Kolaborasi Berkelanjutan dengan SMA Al Ma’arif Singosari

Kesuksesan acara ini juga mendapat acungan jempol dari pihak sekolah. Mewakili SMA Al Ma’arif Singosari, jajaran guru dan bidang kesiswaan mengapresiasi inovasi yang dibawa oleh mahasiswa UNISMA. Pihak sekolah bahkan menyatakan pintu mereka terbuka lebar untuk kolaborasi lanjutan dan siap menjembatani distribusi informasi resmi terkait kompetisi yang diselenggarakan oleh GLC di masa mendatang.

Melalui program ini, KSM-E UKM GLC UNISMA berharap semangat kolaborasi dan keberanian berkomunikasi ini dapat terus menyala, menjadi bekal berharga bagi pelajar dalam menaklukkan tantangan global.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program, kegiatan, hingga kompetisi seru lainnya dari KSM-E UKM Global Language Community UNISMA, kunjungi akun Instagram resmi di @glc.ksme.connect.

Pewarta: Muhammad Imannudin

Serunya Mahasiswa UNISMA Ajak Siswa SMKN 2 Singosari Lestarikan Tari Bapang Lewat KSM-E

Lestarikan Budaya Lokal, UKM Tari UNISMA Ajak Siswa SMKN 2 Singosari Menari Bapang Bareng!

MALANG — Semangat melestarikan budaya lokal terus digaungkan oleh mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA). Kali ini, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA sukses menggelar program Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) di SMKN 2 Singosari pada Senin (27/7/2026).

Mengambil fokus pada pengenalan kesenian daerah, kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini berhasil menyedot antusiasme para siswa. Rombongan panitia KSM-E hadir tidak sekadar memberikan teori, tetapi juga mengajak para siswa untuk langsung mempraktikkan gerakan luwes nan dinamis dari Tari Bapang.

Acara dibuka dengan meriah oleh Findi Abtsa Ardilla selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan kekhidmatan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon yang dipandu oleh Widian.

Wakil Ketua Umum UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit”, Jannatul Ma’wa, beserta Ketua Pelaksana, Fita Mia Devika, turut memberikan sambutan hangat di awal acara. Kehadiran para mahasiswa ini pun disambut positif oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 2 Singosari, Ibu Zulfa Rumailah, S.Pd.

Memasuki acara inti, suasana semakin hidup saat pemateri utama, Andinia Choir Agustiningrum, mengambil alih panggung. Tak hanya membedah sejarah dan makna filosofis di balik Tari Bapang, Andinia juga membedah gerakan-gerakan dasarnya secara detail. Para siswa SMKN 2 Singosari terlihat sangat antusias dan tak canggung saat mempraktikkan langsung gerakan tari tersebut dengan didampingi langsung oleh kakak-kakak panitia.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa. Mereka berpartisipasi aktif dan terbukti mampu mengikuti materi gerakan dengan sangat baik,” ujar salah satu panitia.

Keseruan praktik tari ini kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang memantik rasa ingin tahu para siswa seputar kesenian tari tradisional. Sebagai simbolis penutup rangkaian acara dan bentuk apresiasi atas kerja sama yang apik, panitia menyerahkan vandel kenang-kenangan kepada perwakilan SMKN 2 Singosari, Ibu Vita Primasari, S.Pd., dan diakhiri dengan sesi foto bersama.

Melalui program KSM-E ini, UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” berharap dapat memupuk kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Indonesia, khususnya Tari Bapang. Lebih dari itu, kolaborasi ini diharapkan mampu merawat hubungan baik antara UNISMA dan SMKN 2 Singosari ke depannya.

(Pewarta: Yaumil Fitriyah)

UKM Tari UNISMA Gelar Beauty Class Bareng Bare and Bliss

Makin Luwes di Panggung! UKM Tari UNISMA Asah Skill Makeup Lewat Beauty Class Bareng Bare and Bliss

MALANG — Bagi seorang penari, tata rias ibarat “nyawa” kedua setelah keluwesan gerak tubuh. Riasan yang tepat tidak hanya mempercantik, tapi juga mempertegas karakter di atas panggung. Menyadari pentingnya hal tersebut, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Seni Tari “Melati Sekar Langit” Universitas Islam Malang (UNISMA) menggelar acara seru bertajuk Beauty Class: “The Beauty of Expression” pada Minggu (26/7/2026).

Bertempat di Lantai 6 Gedung Ali bin Abi Thalib (Pascasarjana) UNISMA, antusiasme sudah terlihat sejak pukul 07.30 WIB. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari anggota internal dan pengurus UKM saja, tetapi juga terbuka untuk peserta eksternal yang ingin meng-upgrade kemampuan merias wajah mereka.

Dari Teori Langsung Praktik

Rangkaian acara dibuka dengan khidmat lewat lantunan lagu Indonesia Raya, Mars Subbanul Wathon, dan Sholawat Nuril Anwar. Setelah sambutan hangat dari ketua pelaksana, ketua umum UKM, dan perwakilan sponsor, acara langsung masuk ke agenda inti yang paling ditunggu-tunggu.

Bukan sekadar mendengarkan teori dasar make-up, para peserta langsung diajak berkreasi memoles wajah. Bekerja sama dengan brand kosmetik ternama Bare and Bliss sebagai pemateri utama, serta mendapat dukungan penuh dari Hari Hari Store, peserta diajarkan trik-trik khusus membuat riasan yang tahan lama dan menunjang penampilan seni tari.

“Kegiatan ini memang dirancang khusus untuk mewadahi kreativitas teman-teman. Kami ingin para anggota tidak hanya jago menari, tapi juga mandiri dan paham teknik make-up yang tepat untuk pementasan,” ungkap perwakilan panitia.

Catwalk Dadakan dan Pemilihan Peserta Terbaik

Keseruannya tidak berhenti di sesi praktik rias dan tanya jawab. Setelah sesi penyerahan sertifikat kepada pemateri, suasana makin riuh saat seluruh peserta ditantang untuk memamerkan hasil make-up mereka lewat sesi catwalk dadakan. Dengan penuh percaya diri, mereka melenggang layaknya model profesional.

Acara puncak ditutup dengan pengumuman peserta Beauty Class terbaik yang berhak membawa pulang penghargaan dan sertifikat khusus.

Secara keseluruhan, Beauty Class “The Beauty of Expression” berjalan lancar, interaktif, dan kondusif. Lewat kegiatan ini, diharapkan para peserta bisa mengaplikasikan ilmu tata riasnya, baik untuk menunjang performa panggung yang maksimal maupun untuk menumbuhkan rasa percaya diri di aktivitas sehari-hari.

Keep moving dan teruslah berekspresi, Melati Sekar Langit!

Pewarta: Sayyidah Qurrotul Ayun

KAWAL BANTUAN TEPAT SASARAN, UNISMA GELAR VERIFIKASI DAN VALIDASI KIP KULIAH GELOMBANG 1 TAHUN 2026

MALANG — Dalam rangka mewujudkan komitmen transparansi dan akuntabilitas penyaluran bantuan pendidikan dari pemerintah, Universitas Islam Malang (UNISMA) secara resmi menggelar proses Verifikasi dan Validasi (Verval) Gelombang 1 bagi para calon mahasiswa baru penerima program bantuan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Kegiatan krusial ini dilaksanakan secara tatap muka pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Gedung Rektorat lantai 4, dan berlangsung secara intensif mulai pukul 09.00 hingga pukul 12.30 WIB siang.

Program KIP Kuliah merupakan wujud nyata kepedulian negara dan institusi dalam menjamin pemerataan akses pendidikan tinggi bagi putra-putri bangsa yang memiliki potensi akademik cemerlang namun terhalang oleh keterbatasan ekonomi keluarga. Menyadari besarnya amanah pendanaan tersebut, pihak kampus mengambil langkah proaktif melalui tahapan verifikasi faktual ini. Agenda evaluasi langsung ini bertujuan mulia, yakni guna mengecek validitas data calon penerima KIP secara langsung untuk memastikan bahwa seluruh kuota bantuan manfaat disalurkan secara objektif, berkeadilan, dan benar-benar jatuh kepada sasaran yang tepat, selaras dengan ketentuan ketat yang telah digariskan oleh pemerintah pusat.

Berbeda dengan proses seleksi administratif daring biasa, mekanisme verifikasi di Gedung Rektorat UNISMA ini mengedepankan pendekatan personal, wawancara, dan presisi data tingkat tinggi. Prosesnya berlangsung sangat tertib, transparan, dan sistematis. Seluruh peserta yang hadir dipanggil untuk maju satu per satu menghadap tim verifikator internal kampus. Dalam sesi wawancara individual tersebut, tim penilai melakukan pengecekan data secara silang (cross-check) dan mendalam.

Para calon mahasiswa penerima bantuan diwajibkan untuk menjawab serangkaian pertanyaan komprehensif yang diajukan oleh verifikator. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dirancang untuk mengonfirmasi kesesuaian antara data sosial-ekonomi (seperti data tanggungan keluarga, penghasilan orang tua, dan kondisi aset) yang sebelumnya telah mereka isikan secara mandiri di sistem web pendaftaran KIP dengan kelengkapan berkas dokumen fisik asli yang wajib dibawa langsung pada saat pelaksanaan acara.

Pemberlakuan pencocokan berkas fisik ini ditujukan untuk menutup ruang manipulasi data serta memberikan gambaran riil mengenai kondisi perekonomian calon mahasiswa. Dialog satu per satu ini juga sekaligus menjadi ajang bagi tim penyeleksi untuk menggali motivasi belajar, komitmen akademik, dan rekam jejak prestasi para kandidat jika kelak resmi menyandang status sebagai awardee beasiswa di lingkungan Kampus Hijau UNISMA.

Melalui filterisasi ketat pada Verval Gelombang 1 ini, diharapkan proses penjaringan tidak sekadar menggugurkan kewajiban administratif, melainkan mampu menyaring individu-individu tangguh pembawa perubahan. Mahasiswa yang kelak lolos dari tahapan ini diharapkan dapat berfokus penuh mencetak deretan prestasi gemilang dan berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan tanpa harus terbebani oleh bayang-bayang biaya perkuliahan.

Ubah Stigma Belajar Bahasa Inggris Jadi Menyenangkan Lewat Global Youth Communication Camp

MALANG — Tim KSM-E dari Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Global Language Community (GLC) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali membuktikan komitmen nyata dalam mencetak generasi muda yang cakap berbahasa. Pada Senin (27/7/2026), tim ini sukses menyelenggarakan program Global Youth Communication Camp di SMA Al Ma’arif Singosari.

Mengusung tema besar “Break the Silence, Lead the World”, GLC UNISMA mendobrak batasan metode pembelajaran konvensional yang kerap didominasi oleh teori satu arah. Kali ini, mereka menghadirkan pendekatan learning by doing yang memadukan penyampaian materi komprehensif, praktik public speaking secara langsung, serta serangkaian permainan edukatif yang memicu adrenalin siswa.

Membangun Keberanian Lewat Tantangan Interaktif Sejak menit pertama acara bergulir, para peserta tidak dibiarkan pasif. Siswa-siswi SMA Al Ma’arif langsung diajak memanaskan suasana dan membangun keberanian berkomunikasi melalui sesi Communication Bingo Challenge. Setelah kepercayaan diri terbentuk, mereka diarahkan untuk menyusun serta mempraktikkan pidato (speech) berbahasa Inggris di hadapan teman-teman sebayanya.

Atmosfer kompetitif yang sehat semakin memuncak kala panitia menggelar berbagai tantangan berkelompok, seperti Word Building Challenge, Follow the Picture Challenge, Speaking Challenge, hingga Boom Your Group. Seluruh permainan ini didesain secara khusus untuk menstimulasi kemampuan berpikir cepat (critical thinking), soliditas kerja sama tim, kreativitas, serta keahlian mengekspresikan diri menggunakan bahasa Inggris dalam situasi yang rileks dan menyenangkan.

“Kami ingin peserta tidak hanya memahami teori komunikasi, tetapi juga berani mempraktikkannya secara langsung. Melalui berbagai challenge yang kami rancang, mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan saling mendukung dalam suasana yang menyenangkan,” jelas perwakilan Tim KSM-E UKM GLC UNISMA.

Apresiasi dan Peluang Nasional Pendekatan interaktif ini sukses menuai respons positif. Antusiasme tinggi terpancar dari para siswa yang saling berlomba menampilkan performa terbaik mereka. Sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan keaktifan tersebut, panitia menganugerahkan penghargaan dalam tiga kategori bergengsi: Best Communication, Best Participant, dan Best Group.

Lebih dari sekadar kamp bahasa, acara ini juga dimanfaatkan oleh GLC UNISMA untuk membuka wawasan siswa terhadap peluang di tingkat nasional. Panitia menyosialisasikan agenda tahunan English Competition (kompetisi bahasa Inggris tingkat nasional). Informasi ini disambut hangat oleh para siswa yang antusias menggali detail mekanisme perlombaan.

Sinergi Berkelanjutan dengan Pihak Sekolah Kesuksesan acara ini tak lepas dari dukungan penuh pihak SMA Al Ma’arif Singosari. Pihak sekolah memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi GLC UNISMA dan membuka pintu lebar-lebar untuk kolaborasi lanjutan. Sekolah menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi distribusi informasi resmi terkait kegiatan maupun kompetisi dari GLC UNISMA kepada seluruh siswa melalui bidang kesiswaan.

Melalui Global Youth Communication Camp, KSM-E UKM GLC UNISMA menaruh harapan besar agar ruang belajar yang interaktif ini mampu menumbuhkan keberanian, semangat kolaborasi, dan rasa percaya diri pelajar sebagai bekal menghadapi tantangan global di masa depan.

Bagi masyarakat, institusi sekolah, maupun pelajar yang tertarik mengetahui informasi lebih lanjut mengenai program, kegiatan, hingga kompetisi bergengsi dari KSM-E UKM GLC UNISMA, dapat langsung mengunjungi akun Instagram resmi mereka di @glc.ksme.connect.

(Pewarta: Muhammad Imannudin

Sukses Digelar, KSM-E UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA Kenalkan Tari Bapang di SMKN 2 Singosari

SINGOSARI — Dalam rangka menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekaligus melestarikan budaya nusantara, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Seni Tari “Melati Sekar Langit” Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses melaksanakan program Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) di SMKN 2 Singosari pada Senin (27/7/2026). Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan praktik kesenian tradisional, khususnya Tari Bapang.

Kegiatan yang telah dipersiapkan matang oleh pengurus periode 2026 ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Acara ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh panitia UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” beserta para siswa dari SMKN 2 Singosari yang menjadi peserta KSM-E.

Acara resmi dibuka oleh Saudari Findi Abtsa Ardilla yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon yang dipandu oleh Saudari Widian.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi sambutan. Mewakili Ketua Umum yang berhalangan hadir, Wakil Ketua Umum UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit”, Saudari Jannatul Ma’wa, memberikan sambutan pembuka, disusul oleh laporan kegiatan dari Ketua Pelaksana, Saudari Fita Mia Devika. Sambutan hangat juga diberikan oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 2 Singosari, Ibu Zulfa Rumailah, S.Pd.

Setelah pembacaan doa yang dipimpin oleh Saudari Yaumil Fitriyah dan sesi perkenalan panitia, acara memasuki agenda inti yakni pemaparan materi dan praktik Tari Bapang.

Sesi inti ini dipandu kembali oleh Saudari Findi Abtsa Ardilla selaku moderator, dengan Saudari Andinia Choir Agustiningrum sebagai pemateri utama. Peserta tidak hanya diajak untuk mengenali sejarah dan makna filosofis di balik Tari Bapang, tetapi juga dibekali dengan penguasaan gerakan dasar tarian tersebut. Setelah sesi penyampaian materi teoretis, para siswa SMKN 2 Singosari langsung mempraktikkan gerakan Tari Bapang dengan pendampingan intensif dari para panitia.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Mereka berpartisipasi aktif, bersemangat saat praktik, dan mampu mengikuti arahan materi dengan sangat baik. Antusiasme ini berlanjut pada sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif dan komunikatif.

Sebagai simbolis apresiasi dan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan baik, panitia KSM-E menyerahkan cenderamata berupa vandel kepada Ibu Vita Primasari, S.Pd., yang mewakili pihak SMKN 2 Singosari. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi, disusul dengan kegiatan bersih-bersih lokasi oleh seluruh panitia.

Secara keseluruhan, pelaksanaan KSM-E UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA di SMKN 2 Singosari berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang direncanakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan wawasan dan keterampilan generasi muda terhadap seni tari tradisional semakin meningkat, sehingga kecintaan terhadap budaya Indonesia terus bertumbuh. Di samping itu, program pengabdian ini juga diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan baik antara UNISMA dengan instansi pendidikan di Malang Raya.

Pewarta: Yaumil Fitriyah

Jawab Tantangan Zaman, UNISMA Malang dan LDNU Jatim Siapkan 200 Dai Digital Berwawasan Moderat

Malang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, tantangan dakwah Islam semakin kompleks. Ruang digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda menghadirkan peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, sekaligus menyimpan tantangan berupa maraknya disinformasi, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham keagamaan yang ekstrem. Menjawab kondisi tersebut, Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur (LD PWNU Jatim) menyelenggarakan Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah sebagai upaya mencetak generasi pendakwah muda yang moderat, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

Pelatihan yang mengusung tema “Mencetak Da’i Muda Inspiratif, Moderat, dan Adaptif di Era Digital” tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Hall KH Hasyim Asy’ari, Lantai 7, Gedung Utsman bin Affan, Universitas Islam Malang. Sebanyak 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa UNISMA serta pelajar SMA/MA Ma’arif dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Lustrum IX Universitas Islam Malang yang menandai usia ke-45 tahun UNISMA. Melalui momentum lustrum, UNISMA terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga aktif membangun karakter generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga strategis, salah satunya Nahdlatul Ulama.

Rektor UNISMA, Prof. Junaidi, M. Pd., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurutnya, dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif. Generasi muda harus mampu menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin, sehingga mampu menjadi penyejuk di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat.

Sementara itu, Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Syukron Djalilan Badri, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa ruang digital saat ini telah menjadi salah satu medan dakwah yang sangat strategis. Karena itu, kader-kader dai muda harus dibekali kemampuan memahami ajaran Islam secara komprehensif sekaligus memiliki kecakapan dalam berkomunikasi agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara santun, argumentatif, dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya Generasi Z.

“Dakwah tidak cukup hanya benar dalam substansi, tetapi juga harus tepat dalam cara penyampaiannya. Pendakwah masa kini dituntut mampu menghadirkan Islam yang ramah, menyejukkan, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang saling melengkapi. Dr. KH. Syukron Djalilan Badri, M.Ag., M.Pd. memberikan penguatan mengenai paradigma dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah perkembangan masyarakat digital. Ia menekankan pentingnya membangun dakwah yang mengedepankan hikmah, moderasi, toleransi, dan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Selanjutnya, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom.I., MC profesional sekaligus Founder Cita Entertainment, membekali peserta dengan keterampilan komunikasi publik (public speaking). Materi yang disampaikan meliputi teknik berbicara di depan umum, membangun kepercayaan diri, mengelola vokal dan bahasa tubuh, hingga strategi menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan menarik, baik di atas mimbar maupun melalui berbagai platform media digital.

Sesi berikutnya menghadirkan Ahmad Idris, mahasiswa Da’i UNISMA, yang berbagi pengalaman sebagai pendakwah muda. Ia mengajak peserta untuk menjadikan media sosial sebagai ruang dakwah yang produktif dengan menghadirkan konten-konten edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, kreativitas dalam memanfaatkan teknologi harus berjalan seiring dengan kedalaman ilmu, akhlak, dan keteladanan.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif, praktik komunikasi dakwah, serta simulasi penyampaian materi keagamaan. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penguatan wawasan keislaman, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyampaikan dakwah yang komunikatif, persuasif, dan sesuai dengan karakter masyarakat digital.

Penyelenggaraan Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam menyiapkan kader-kader muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan dai-dai muda yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

Sebagai bagian dari rangkaian Lustrum IX UNISMA, kegiatan ini sekaligus mempertegas peran Universitas Islam Malang sebagai kampus yang terus berinovasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdampak. Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, UNISMA berharap para peserta Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan, memperkuat persatuan, serta mampu menjawab tantangan kehidupan masyarakat di era digital.

KSM-E ARMY UNISMA Ajak Siswa MA An-Nashr Wajak Jadikan Masjid Pusat Peradaban

MALANG — Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang tergabung dalam tim KSM-E ARMY kembali menorehkan jejak pengabdian yang positif. Pada Sabtu (18/7/2026), mereka menyambangi MA An-Nashr Wajak, Kabupaten Malang, untuk menggelar sebuah sosialisasi edukatif bertajuk “From Masjid to Civilization”.

Didampingi langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Dr. Kukuh Santoso, S.Pd.I., M.Pd., kegiatan ini mengusung misi utama yang krusial, yakni menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membentengi karakter generasi muda lewat penanaman nilai-nilai keislaman yang relevan dengan tantangan zaman.

Acara ini menyasar seluruh siswa-siswi kelas XII MA An-Nashr Wajak beserta jajaran dewan guru. Di hadapan para peserta, tim KSM-E ARMY UNISMA membedah pentingnya mengubah paradigma lama; bahwa masjid tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat ritual ibadah semata, melainkan harus dikembalikan fungsinya sebagai episentrum pembinaan akhlak, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Diskusi Dua Arah yang Hidup Untuk menghindari kesan kaku, penyampaian materi dikemas dengan gaya interaktif. Para pelajar diajak untuk berdiskusi dan merefleksikan posisi mereka sebagai agen perubahan (agent of change). Mereka didorong untuk mengambil peran aktif dalam memakmurkan masjid dan menerjemahkan ajaran Islam ke dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Antusiasme peserta pecah saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang merespons aktif dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap gagasan yang dibawa oleh para mahasiswa.

Ketua tim KSM-E ARMY UNISMA, Taufik Maulana (mahasiswa PAI/FAI), menyampaikan bahwa program ini murni berangkat dari kepedulian mahasiswa. “Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata kami sebagai mahasiswa untuk mengabdi ke tengah masyarakat, tentunya melalui edukasi yang bisa memberikan dampak langsung,” ujarnya.

Semangat luhur ini mendapat apresiasi penuh dari Dr. Kukuh Santoso, S.Pd.I., M.Pd. Selaku dosen pendamping, ia bangga melihat mahasiswanya mampu menghadirkan program yang berbobot. Menurutnya, acara ini tak hanya sukses menyuntikkan wawasan baru, tetapi juga efektif memantik semangat lahirnya generasi muda yang religius, berkarakter, dan peduli pada kemakmuran masjid di lingkungan masing-masing.

Sinergi Berkelanjutan Kehadiran delegasi UNISMA ini disambut dengan tangan terbuka oleh pihak MA An-Nashr Wajak. Pihak sekolah berharap, kolaborasi manis antara perguruan tinggi dan institusi sekolah menengah ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan generasi muda di masa mendatang.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol eratnya komitmen antarlembaga. Melalui kampanye “From Masjid to Civilization”, KSM-E ARMY UNISMA menaruh harapan besar agar generasi muda sadar bahwa lompatan peradaban yang besar—serta lahirnya generasi berilmu dan berakhlak mulia—selalu bisa dimulai dari pijakan di dalam masjid.

Pewarta: Miranda Agustin