Sukses Digelar, KSM-E UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA Kenalkan Tari Bapang di SMKN 2 Singosari

SINGOSARI — Dalam rangka menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekaligus melestarikan budaya nusantara, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Seni Tari “Melati Sekar Langit” Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses melaksanakan program Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) di SMKN 2 Singosari pada Senin (27/7/2026). Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan praktik kesenian tradisional, khususnya Tari Bapang.

Kegiatan yang telah dipersiapkan matang oleh pengurus periode 2026 ini dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Acara ini melibatkan partisipasi aktif dari seluruh panitia UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” beserta para siswa dari SMKN 2 Singosari yang menjadi peserta KSM-E.

Acara resmi dibuka oleh Saudari Findi Abtsa Ardilla yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC), dilanjutkan dengan prosesi menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon yang dipandu oleh Saudari Widian.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan sesi sambutan. Mewakili Ketua Umum yang berhalangan hadir, Wakil Ketua Umum UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit”, Saudari Jannatul Ma’wa, memberikan sambutan pembuka, disusul oleh laporan kegiatan dari Ketua Pelaksana, Saudari Fita Mia Devika. Sambutan hangat juga diberikan oleh pihak sekolah yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 2 Singosari, Ibu Zulfa Rumailah, S.Pd.

Setelah pembacaan doa yang dipimpin oleh Saudari Yaumil Fitriyah dan sesi perkenalan panitia, acara memasuki agenda inti yakni pemaparan materi dan praktik Tari Bapang.

Sesi inti ini dipandu kembali oleh Saudari Findi Abtsa Ardilla selaku moderator, dengan Saudari Andinia Choir Agustiningrum sebagai pemateri utama. Peserta tidak hanya diajak untuk mengenali sejarah dan makna filosofis di balik Tari Bapang, tetapi juga dibekali dengan penguasaan gerakan dasar tarian tersebut. Setelah sesi penyampaian materi teoretis, para siswa SMKN 2 Singosari langsung mempraktikkan gerakan Tari Bapang dengan pendampingan intensif dari para panitia.

Sepanjang kegiatan berlangsung, para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi. Mereka berpartisipasi aktif, bersemangat saat praktik, dan mampu mengikuti arahan materi dengan sangat baik. Antusiasme ini berlanjut pada sesi tanya jawab yang berlangsung secara interaktif dan komunikatif.

Sebagai simbolis apresiasi dan rasa terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan baik, panitia KSM-E menyerahkan cenderamata berupa vandel kepada Ibu Vita Primasari, S.Pd., yang mewakili pihak SMKN 2 Singosari. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi, disusul dengan kegiatan bersih-bersih lokasi oleh seluruh panitia.

Secara keseluruhan, pelaksanaan KSM-E UKM Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA di SMKN 2 Singosari berjalan dengan tertib, lancar, dan sesuai dengan susunan acara yang direncanakan. Melalui kegiatan ini, diharapkan wawasan dan keterampilan generasi muda terhadap seni tari tradisional semakin meningkat, sehingga kecintaan terhadap budaya Indonesia terus bertumbuh. Di samping itu, program pengabdian ini juga diharapkan menjadi jembatan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan baik antara UNISMA dengan instansi pendidikan di Malang Raya.

Pewarta: Yaumil Fitriyah

Jawab Tantangan Zaman, UNISMA Malang dan LDNU Jatim Siapkan 200 Dai Digital Berwawasan Moderat

Malang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, tantangan dakwah Islam semakin kompleks. Ruang digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda menghadirkan peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, sekaligus menyimpan tantangan berupa maraknya disinformasi, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham keagamaan yang ekstrem. Menjawab kondisi tersebut, Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur (LD PWNU Jatim) menyelenggarakan Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah sebagai upaya mencetak generasi pendakwah muda yang moderat, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

Pelatihan yang mengusung tema “Mencetak Da’i Muda Inspiratif, Moderat, dan Adaptif di Era Digital” tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Hall KH Hasyim Asy’ari, Lantai 7, Gedung Utsman bin Affan, Universitas Islam Malang. Sebanyak 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa UNISMA serta pelajar SMA/MA Ma’arif dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Lustrum IX Universitas Islam Malang yang menandai usia ke-45 tahun UNISMA. Melalui momentum lustrum, UNISMA terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga aktif membangun karakter generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga strategis, salah satunya Nahdlatul Ulama.

Rektor UNISMA, Prof. Junaidi, M. Pd., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurutnya, dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif. Generasi muda harus mampu menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin, sehingga mampu menjadi penyejuk di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat.

Sementara itu, Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Syukron Djalilan Badri, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa ruang digital saat ini telah menjadi salah satu medan dakwah yang sangat strategis. Karena itu, kader-kader dai muda harus dibekali kemampuan memahami ajaran Islam secara komprehensif sekaligus memiliki kecakapan dalam berkomunikasi agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara santun, argumentatif, dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya Generasi Z.

“Dakwah tidak cukup hanya benar dalam substansi, tetapi juga harus tepat dalam cara penyampaiannya. Pendakwah masa kini dituntut mampu menghadirkan Islam yang ramah, menyejukkan, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang saling melengkapi. Dr. KH. Syukron Djalilan Badri, M.Ag., M.Pd. memberikan penguatan mengenai paradigma dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah perkembangan masyarakat digital. Ia menekankan pentingnya membangun dakwah yang mengedepankan hikmah, moderasi, toleransi, dan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Selanjutnya, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom.I., MC profesional sekaligus Founder Cita Entertainment, membekali peserta dengan keterampilan komunikasi publik (public speaking). Materi yang disampaikan meliputi teknik berbicara di depan umum, membangun kepercayaan diri, mengelola vokal dan bahasa tubuh, hingga strategi menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan menarik, baik di atas mimbar maupun melalui berbagai platform media digital.

Sesi berikutnya menghadirkan Ahmad Idris, mahasiswa Da’i UNISMA, yang berbagi pengalaman sebagai pendakwah muda. Ia mengajak peserta untuk menjadikan media sosial sebagai ruang dakwah yang produktif dengan menghadirkan konten-konten edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, kreativitas dalam memanfaatkan teknologi harus berjalan seiring dengan kedalaman ilmu, akhlak, dan keteladanan.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif, praktik komunikasi dakwah, serta simulasi penyampaian materi keagamaan. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penguatan wawasan keislaman, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyampaikan dakwah yang komunikatif, persuasif, dan sesuai dengan karakter masyarakat digital.

Penyelenggaraan Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam menyiapkan kader-kader muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan dai-dai muda yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

Sebagai bagian dari rangkaian Lustrum IX UNISMA, kegiatan ini sekaligus mempertegas peran Universitas Islam Malang sebagai kampus yang terus berinovasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdampak. Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, UNISMA berharap para peserta Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan, memperkuat persatuan, serta mampu menjawab tantangan kehidupan masyarakat di era digital.

KSM-E ARMY UNISMA Ajak Siswa MA An-Nashr Wajak Jadikan Masjid Pusat Peradaban

MALANG — Mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) yang tergabung dalam tim KSM-E ARMY kembali menorehkan jejak pengabdian yang positif. Pada Sabtu (18/7/2026), mereka menyambangi MA An-Nashr Wajak, Kabupaten Malang, untuk menggelar sebuah sosialisasi edukatif bertajuk “From Masjid to Civilization”.

Didampingi langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Dr. Kukuh Santoso, S.Pd.I., M.Pd., kegiatan ini mengusung misi utama yang krusial, yakni menghidupkan kembali peran masjid sebagai pusat peradaban. Lebih dari itu, program ini dirancang untuk membentengi karakter generasi muda lewat penanaman nilai-nilai keislaman yang relevan dengan tantangan zaman.

Acara ini menyasar seluruh siswa-siswi kelas XII MA An-Nashr Wajak beserta jajaran dewan guru. Di hadapan para peserta, tim KSM-E ARMY UNISMA membedah pentingnya mengubah paradigma lama; bahwa masjid tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat ritual ibadah semata, melainkan harus dikembalikan fungsinya sebagai episentrum pembinaan akhlak, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat.

Diskusi Dua Arah yang Hidup Untuk menghindari kesan kaku, penyampaian materi dikemas dengan gaya interaktif. Para pelajar diajak untuk berdiskusi dan merefleksikan posisi mereka sebagai agen perubahan (agent of change). Mereka didorong untuk mengambil peran aktif dalam memakmurkan masjid dan menerjemahkan ajaran Islam ke dalam kehidupan sosial sehari-hari.

Antusiasme peserta pecah saat sesi tanya jawab dibuka. Banyak siswa yang merespons aktif dan menunjukkan ketertarikan besar terhadap gagasan yang dibawa oleh para mahasiswa.

Ketua tim KSM-E ARMY UNISMA, Taufik Maulana (mahasiswa PAI/FAI), menyampaikan bahwa program ini murni berangkat dari kepedulian mahasiswa. “Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen nyata kami sebagai mahasiswa untuk mengabdi ke tengah masyarakat, tentunya melalui edukasi yang bisa memberikan dampak langsung,” ujarnya.

Semangat luhur ini mendapat apresiasi penuh dari Dr. Kukuh Santoso, S.Pd.I., M.Pd. Selaku dosen pendamping, ia bangga melihat mahasiswanya mampu menghadirkan program yang berbobot. Menurutnya, acara ini tak hanya sukses menyuntikkan wawasan baru, tetapi juga efektif memantik semangat lahirnya generasi muda yang religius, berkarakter, dan peduli pada kemakmuran masjid di lingkungan masing-masing.

Sinergi Berkelanjutan Kehadiran delegasi UNISMA ini disambut dengan tangan terbuka oleh pihak MA An-Nashr Wajak. Pihak sekolah berharap, kolaborasi manis antara perguruan tinggi dan institusi sekolah menengah ini tidak berhenti sampai di sini, melainkan dapat terus berlanjut melalui berbagai program pembinaan generasi muda di masa mendatang.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol eratnya komitmen antarlembaga. Melalui kampanye “From Masjid to Civilization”, KSM-E ARMY UNISMA menaruh harapan besar agar generasi muda sadar bahwa lompatan peradaban yang besar—serta lahirnya generasi berilmu dan berakhlak mulia—selalu bisa dimulai dari pijakan di dalam masjid.

Pewarta: Miranda Agustin

Bangkitkan Peradaban dari Masjid, KSM-E ARMY UNISMA Edukasi Siswa MA An-Nashr

MALANG — Masjid bukan sekadar tempat untuk menunaikan salat, melainkan titik awal kebangkitan sebuah peradaban. Pesan kuat inilah yang dibawa oleh tim Kandidat Sarjana Mengabdi Ekuivalensi (KSM-E) Asosiasi Remaja Masjid Ainul Yaqin (ARMY) Universitas Islam Malang (UNISMA) saat menyambangi MA An-Nashr pada Sabtu (18/7/2026).

Melalui sebuah seminar edukatif bertajuk “From Masjid to Civilization”, para mahasiswa UNISMA ini mengajak para pelajar untuk menengok kembali fungsi hakiki masjid. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang pengabdian kepada masyarakat, yang secara khusus menargetkan generasi muda agar kembali dekat dengan masjid di tengah gempuran era digital.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini berlangsung khidmat sekaligus hangat. Setelah dibuka dengan lantunan kebangsaan Indonesia Raya, Syubbanul Wathan, dan Sholawat Nuril Anwar, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyerahan cinderamata serta serangkaian sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua ARMY UNISMA, dan Kepala MA An-Nashr.

Memasuki sesi inti, tim KSM-E ARMY UNISMA menyajikan materi yang membuka wawasan para siswa. Mereka mengupas tuntas sejarah keemasan Islam sejak zaman Rasulullah SAW, di mana masjid saat itu berdiri sebagai sentra pendidikan, ruang dakwah, titik kumpul pemberdayaan masyarakat, hingga wadah pembinaan karakter umat.

“Di era digital seperti sekarang, tantangan generasi muda sangat kompleks. Oleh karena itu, kita harus kembali menjadikan masjid sebagai ruang pembinaan generasi yang berilmu, berakhlak mulia, berdaya saing, dan tentunya mampu berkontribusi positif bagi agama maupun bangsa,” ungkap tim pemateri di hadapan para siswa.

Gagasan segar ini rupanya disambut dengan antusiasme tinggi. Hal ini terlihat dari jalannya sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif. Para siswa MA An-Nashr tak ragu melontarkan pertanyaan dan gagasan mereka terkait bagaimana anak muda modern bisa ikut serta memakmurkan masjid dengan cara-cara yang kreatif namun tetap berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Melalui program KSM-E ini, Universitas Islam Malang berharap dapat terus menjalin hubungan baik dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat luas, khususnya di lingkungan MA An-Nashr. Lebih dari itu, tertanam sebuah asa agar dari tangan para pemuda ini, masjid-masjid akan kembali makmur dan menjadi pilar utama kebangkitan peradaban Islam di masa depan.

Pewarta: Fira Imel Handayani (Sekretaris KSM-E ARMY UNISMA)

UKM Musik Gaung 193 UNISMA Unjuk Vokal di PEKSIMIDA Jatim 2026

MALANG — Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi berprestasi, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik. Melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Gaung 193, UNISMA resmi menerjunkan tiga delegasi terbaiknya untuk berlaga di ajang bergengsi Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Jawa Timur 2026.

Ajang yang diselenggarakan oleh Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) Provinsi Jawa Timur ini merupakan ruang unjuk gigi, apresiasi, sekaligus seleksi bagi mahasiswa se-Jawa Timur untuk melaju ke tingkat nasional (PEKSIMINAS).

Tahun ini, UKM Musik Gaung 193 mengirimkan tiga perwakilan mahasiswa yang akan berkompetisi pada tiga tangkai lomba berbeda, yakni Menyanyi Pop, Menyanyi Dangdut, dan Menyanyi Keroncong. Ketiganya bukanlah nama sembarangan; mereka adalah mahasiswa terpilih yang telah melewati ketatnya proses seleksi internal, evaluasi, hingga pemusatan latihan intensif di bawah bimbingan pembina UKM.

“Persiapan telah kami lakukan secara komprehensif. Mulai dari pematangan teknik vokal, interpretasi lagu, tata panggung, hingga kesiapan mental para peserta. Kami juga telah menyelesaikan seluruh tahapan administratif jauh-jauh hari agar delegasi bisa fokus tampil maksimal,” ungkap perwakilan pengurus UKM Musik Gaung 193.

Rangkaian Kompetisi di Dua Kampus Berbeda

Perjuangan delegasi UNISMA dimulai pada Kamis, 9 Juli 2026, di Universitas Brawijaya (UB) Malang. Tangkai lomba Menyanyi Pop mengambil tempat di Gedung Pandhita Majapahit, sementara Menyanyi Dangdut dilangsungkan di Gedung Widyaloka. Di hadapan dewan juri, perwakilan UNISMA tampil percaya diri, memamerkan kualitas vokal dan penghayatan lagu yang bersaing ketat dengan puluhan delegasi dari perguruan tinggi negeri maupun swasta lainnya.

Dua hari berselang, tepatnya pada Sabtu, 11 Juli 2026, giliran delegasi tangkai lomba Menyanyi Keroncong yang unjuk kemampuan. Bertempat di Gedung Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Kampus Lidah Wetan, kompetisi ini menjadi pembuktian bahwa mahasiswa UNISMA juga turut andil dalam melestarikan warisan musik tradisional kebanggaan bangsa.

Membangun Relasi dan Reputasi Almamater

Selama mengikuti rangkaian PEKSIMIDA 2026, seluruh delegasi UNISMA mendapat apresiasi karena berhasil menjaga ketertiban, sportivitas, dan nama baik almamater. Ajang ini tidak semata-mata dilihat sebagai ladang perburuan gelar juara, melainkan wadah strategis untuk memperluas jejaring antar-mahasiswa seni se-Jawa Timur.

Keikutsertaan UKM Musik Gaung 193 dalam PEKSIMIDA 2026 ini berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti. Partisipasi ini menjadi bukti nyata keseriusan UNISMA dalam membangun iklim kompetitif yang sehat, sekaligus meneguhkan eksistensi Kampus Kebanggaan Nahdlatul Ulama ini dalam kancah seni budaya di tingkat regional.

(Pewarta: Fachry Wildan Mahmudi)

MAHASISWA UNISMA RAIH ENAM MEDALI DI MALANG TAEKWONDO CHAMPIONSHIP SERIES 1

MALANG — Tim Taekwondo Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menorehkan tinta emas dan prestasi membanggakan. Para atlet kampus ini sukses memboyong enam medali dalam ajang olahraga bergengsi Malang Taekwondo Championship Series 1 yang diselenggarakan di GOR Pertamina Universitas Brawijaya, Malang, pada 11–12 Juli 2026.

Kejuaraan ini menjadi medan pertempuran sengit yang mempertemukan atlet-atlet taekwondo dari berbagai sekolah, perguruan tinggi, hingga klub profesional se-Malang Raya. Dalam kompetisi tersebut, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Olahraga UNISMA mendelegasikan enam petarung terbaiknya untuk berlaga pada kategori Kyorugi Senior Pemula dan Poomsae Senior Pemula, yang dikhususkan bagi atlet dengan tingkat sabuk kuning ke atas.

Keenam kesatria olahraga yang mewakili UNISMA di atas matras adalah Fachruddin Jauhar Ramadhan, Nurul Khadijah, Antonio Alves Dos Santos, Helena Mawarni Widodo, Nicodemos Soares Da Silva, dan Muhamad Fharel Shofyan. Berkat teknik dan daya juang yang tinggi, mereka berhasil memborong total enam medali yang terdiri dari dua medali emas, dua medali perak, dan dua medali perunggu.

Keberhasilan memboyong enam medali ini menjadi bukti nyata dari hasil latihan fisik, kedisiplinan, serta persiapan matang yang telah dilakukan secara konsisten oleh para atlet. Selain mengharumkan nama Universitas Islam Malang, prestasi ini juga menunjukkan kapasitas dan daya saing mahasiswa UNISMA pada ajang keolahragaan tingkat regional.

Malang Taekwondo Championship Series 1 sendiri merupakan salah satu kompetisi strategis di wilayah Malang. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung pementasan kemampuan, tetapi juga wadah esensial bagi para atlet daerah untuk menambah pengalaman jam terbang bertanding serta mendongkrak prestasi mereka di bidang seni beladiri taekwondo.

Raihan gemilang oleh Tim Taekwondo UNISMA ini diharapkan mampu memantik semangat serta menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan komitmen Universitas Islam Malang dalam mendukung secara penuh pengembangan minat, bakat, serta kreativitas mahasiswa melalui berbagai program kemahasiswaan yang terstruktur.

Pewarta: Muhamad Rizal

UKM JQH UNISMA Berpartisipasi dalam Lomba Kiswah III Tingkat Nasional 2026

MALANG — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyyah al-Qurra’ wa al-Huffazh (JQH) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menegaskan eksistensi dan komitmennya dalam syiar Al-Qur’an di tingkat nasional. Kali ini, organisasi tersebut mendelegasikan kader-kader terbaiknya untuk bersaing dalam ajang Lomba Kiswah III Tingkat Nasional 2026.

Kompetisi berskala nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ini berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 30 Juni hingga 10 Juli 2026. Dilaksanakan secara daring, kompetisi ini mempertemukan ratusan kontingen tangguh dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh wilayah Indonesia.

Dalam perhelatan Kiswah III tahun ini, UKM JQH UNISMA memperluas jangkauan kompetisinya dengan mengirimkan delegasi pada tiga cabang lomba sekaligus, yaitu:

  • Musabaqoh Tartilul Qur’an: Diwakili oleh Ahmad Nawfal B.
  • Musabaqoh Tilawatil Qur’an: Diwakili oleh Ahmad If’anlala Qoyyum Aslam.
  • Musabaqoh Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (MKTIQ): Diwakili secara kolaboratif oleh tim yang beranggotakan M. Rais Al-Ifkhan dan Kameliya Nafiah.

Para delegasi pada cabang Tartilul Qur’an dan Tilawatil Qur’an mempersembahkan rekaman visual serta penampilan terbaik mereka. Keduanya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an secara fasih, mengaplikasikan kaidah tajwid yang presisi, serta membawakannya dengan irama yang indah dan penuh penghayatan.

Sementara itu, delegasi di bidang MKTIQ juga menyajikan performa yang luar biasa. Mereka mempresentasikan hasil karya ilmiah secara kritis, sistematis, dan meyakinkan di hadapan dewan juri. Penampilan tersebut merefleksikan kedalaman riset dan penguasaan materi yang matang dari para kader.

Persaingan ketat dalam kompetisi daring ini memberikan tantangan tersendiri. Meskipun pada perhelatan kali ini kontingen UKM JQH UNISMA belum berhasil membawa pulang gelar juara, seluruh penampilan delegasi menjadi bukti nyata dari kerja keras, persiapan matang, serta dedikasi tinggi. Pengalaman ini dinilai menjadi bekal berharga dalam memperkuat mentalitas juang organisasi ke depan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian, keberanian, dan performa maksimal yang telah ditunjukkan oleh seluruh delegasi di panggung nasional ini,” ujar Ketua Umum UKM JQH UNISMA, Andiko Fatur Rachaman.

Lebih lanjut, Andiko menambahkan bahwa hasil kompetisi ini tidak mematahkan semangat kontingen. “Meskipun kali ini kami belum berhasil membawa pulang penghargaan resmi, pengalaman berharga ini memberikan sudut pandang baru, wawasan, serta motivasi yang luar biasa bagi kami untuk terus berbenah, meningkatkan kualitas pembinaan, dan terus berkembang di masa depan,” tegasnya.

Keikutsertaan aktif dalam tiga cabang lomba ini mempertegas komitmen berkelanjutan UKM JQH UNISMA untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi positif dalam menyebarluaskan ilmu Al-Qur’an di kalangan mahasiswa. Momentum ini akan dijadikan bahan evaluasi komprehensif guna mempersiapkan kader-kader yang lebih matang pada ajang berikutnya, demi mencetak generasi qur’ani yang berprestasi dan berdampak bagi masyarakat.

Pewarta: Durrotun ‘Ainiya

Sekolah Legislatif DPM UNISMA 2026: Cetak Legislator Kampus yang Kritis dan Responsif Terhadap Aspirasi

MALANG – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Islam Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sekolah Legislatif DPM UNISMA Tahun 2026. Berlangsung selama dua hari, yakni pada Senin (6/7/2026) hingga Selasa (7/7/2026), kegiatan ini dipusatkan di Hall KH. Wahab Hasbullah Lantai 7, Universitas Islam Malang.

Mengusung tema “Mengoptimalkan Peran DPM sebagai Legislator Mahasiswa yang Kompeten dalam Advokasi Kebijakan dan Responsif terhadap Aspirasi”, acara ini diikuti oleh sekitar 80 peserta. Peserta terdiri dari pengurus DPM Universitas Islam Malang, perwakilan DPM tingkat fakultas selingkung Universitas Islam Malang, serta jajaran panitia pelaksana.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan sebagai upaya konkret untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam memahami fungsi legislasi, mekanisme persidangan, hingga advokasi kebijakan, guna memperkuat peran kelembagaan legislatif di lingkungan perguruan tinggi.

Hari Pertama: Penguatan Kapasitas dan Pemahaman Legislasi Pada hari pertama, rangkaian acara diawali dengan sesi pembukaan yang khidmat, meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan Shalawat Nuril Anwar, serta nyanyian lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Yalal Wathan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pelaksana, Ketua DPM Universitas Islam Malang, dan Wakil Rektor III Universitas Islam Malang, sebelum ditutup dengan doa bersama.

Memasuki sesi inti, peserta disuguhkan tiga materi utama dari narasumber ahli di bidangnya. Materi yang dibahas mencakup perspektif organisasi mahasiswa dalam advokasi kebijakan dan representasi aspirasi, penguatan kapasitas legislator dalam mengawal aspirasi, serta pengenalan mendalam terkait tugas, fungsi, dan wewenang lembaga legislatif. Guna menciptakan suasana pembelajaran yang aktif dan partisipatif, setiap sesi dilengkapi dengan forum diskusi, sesi tanya jawab, hingga ice breaking.

Hari Kedua: Konsolidasi dan Sinergi Kelembagaan Pada hari kedua, fokus kegiatan bergeser pada konsolidasi dan ruang dialog antar-DPM fakultas di lingkungan Universitas Islam Malang. Para peserta mendapatkan pembekalan sebelum audiensi, yang dilanjutkan dengan dialog interaktif mengenai mekanisme penyampaian aspirasi mahasiswa dan pembahasan isu-isu strategis di masing-masing fakultas.

Melalui forum ini, langkah-langkah koordinasi disusun untuk memperkuat sinergi kelembagaan. Peserta mendapatkan ruang untuk saling bertukar pengalaman, menyalurkan aspirasi, serta merumuskan rekomendasi yang diharapkan mampu mendongkrak kualitas tata kelola organisasi legislatif mahasiswa di kampus.

Secara keseluruhan, Sekolah Legislatif Tahun 2026 berjalan tertib, lancar, dan tepat sasaran. Tingginya antusiasme peserta selama kegiatan menjadi bukti kuatnya komitmen mahasiswa dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan, kemampuan legislasi, serta budaya demokrasi di kampus.

Melalui Sekolah Legislatif ini, diharapkan dapat lahir kader-kader legislator mahasiswa yang kritis, berintegritas, dan profesional, yang mampu menjadi garda terdepan dalam mengawal aspirasi mahasiswa demi tata kelola organisasi kemahasiswaan yang demokratis, efektif, dan berkelanjutan.

Pewarta: Virnanda Ayu Febriani

TOMY DARIOGA, AWARDEE BCB UNISMA LULUS 7 SEMESTER DAN RAIH PREDIKAT GRADUATE WITH HONORS FEB UNISMA

MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB) Universitas Islam Malang (UNISMA). Tomy Darioga, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) asal Jambi, berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya hanya dalam waktu tujuh semester.

Pada Prosesi Pengukuhan Wisudawan Periode 79 UNISMA yang diselenggarakan pada 27 Juni 2026, Tomy resmi dinyatakan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81. Berkat capaian tersebut, ia meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude) atau Graduate with Honors. Lebih dari itu, dedikasi dan kontribusinya selama berkuliah mengantarkannya dinobatkan sebagai Mahasiswa Lulusan Berprestasi FEB UNISMA Tahun 2026.

Kehormatan Istimewa di Panggung Wisuda Dalam momen sakral wisuda tersebut, Tomy mendapatkan dua kehormatan istimewa. Pertama, ia diberikan panggung untuk mempersembahkan sebuah lagu di hadapan jajaran pimpinan universitas, wisudawan, dan tamu undangan sebagai ungkapan syukur atas perjalanan akademiknya. Kedua, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Pembaca Janji Mahasiswa, mewakili seluruh wisudawan untuk mengikrarkan komitmen moral dan tanggung jawab sebagai alumni UNISMA.

Aktif Berorganisasi dan Bertabur Prestasi Keberhasilan Tomy mematahkan stigma bahwa mahasiswa aktivis sulit lulus cepat. Ia membuktikan bahwa prestasi akademik dapat berjalan selaras dengan pengembangan diri. Selama menjadi mahasiswa, Tomy tercatat aktif memimpin dan berkontribusi di lima organisasi kampus, yaitu:

  • Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) UNISMA
  • Paduan Suara Bunga Almamater Mahasiswa (PSMBA) UNISMA
  • Studio Marketing and Entrepreneurship (SME) FEB UNISMA
  • Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) FEB UNISMA
  • Certified Public Accountant (CPA) Tax Center FEB UNISMA

Selain berorganisasi, rekam jejak prestasinya di tingkat nasional dan internasional pun sangat cemerlang. Beberapa pencapaian utamanya meliputi:

  • Presenter pada International Economic, Business, and Education Scientific Conference (EBBESiC) 2023.
  • Top 5 Duta Kampus UNISMA 2023.
  • Peraih Gold Medal dan Silver Medal pada International Bandung Choral Festival 2023 bersama tim PSMBA UNISMA.
  • Semifinalis Duta Anti Narkoba Kota Malang 2024.

Kemampuannya dalam public speaking juga diakui luas. Tomy kerap dipercaya menjadi Master of Ceremony (MC) untuk berbagai kegiatan akademik dan non-akademik di tingkat fakultas sejak 2023 hingga 2026, serta menjadi narasumber Podcast Personal Branding pada tahun 2025.

Dukungan Penuh Beasiswa Cendekia Baznas Sebagai Awardee BCB UNISMA Angkatan 6, Tomy menyadari betul bahwa dukungan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) memiliki andil besar dalam perjalanannya. Beasiswa tersebut tidak sekadar menyokong kebutuhan finansial, tetapi juga menghadirkan pembinaan karakter dan kepemimpinan yang esensial.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas capaian ini. Terima kasih kepada BAZNAS yang telah memberikan dukungan pendidikan selama saya menempuh studi di UNISMA. Beasiswa ini tidak hanya membantu dari sisi finansial, tetapi juga memberikan motivasi untuk terus berkembang, berprestasi, dan menyelesaikan pendidikan dengan hasil terbaik,” ungkap Tomy.

Kisah inspiratif Tomy Darioga diharapkan dapat menjadi pelecut semangat bagi seluruh mahasiswa UNISMA, khususnya para penerima beasiswa, untuk terus menyeimbangkan prestasi akademik dan non-akademik demi menjadi generasi unggul yang siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.

LULUS 7 SEMESTER, AWARDEE BCB SAFIRA RAMADANI DINOBATKAN SEBAGAI LULUSAN TERBAIK FKIP UNISMA

MALANG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA). Safira Ramadani Mahfud, mahasiswi asal Bangkalan, Madura, sukses membuktikan bahwa keaktifan berorganisasi dapat berjalan selaras dengan capaian akademik yang gemilang.

Safira berhasil menyelesaikan studinya di Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISMA, hanya dalam kurun waktu tujuh semester. Tidak tanggung-tanggung, ia menuntaskan pendidikannya dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,98. Atas raihan tersebut, Safira berhak menyandang predikat dengan pujian (cumlaude) sekaligus dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik FKIP UNISMA.

Momen bersejarah dan penuh haru tersebut diumumkan secara resmi pada prosesi Pengukuhan Wisudawan Periode 79 UNISMA yang diselenggarakan pada Minggu, 28 Juni 2026.

Sinergi Akademik dan Amanah Organisasi Di balik layar kesuksesan akademiknya, Safira dikenal sebagai salah satu penerima Beasiswa Cendekia Baznas (BCB). Ia tidak sekadar menjadi penerima dana pendidikan (awardee), melainkan turut memegang amanah penting sebagai Koordinator Awardee BCB UNISMA Angkatan 6.

Selama menempuh pendidikan, Safira dituntut untuk piawai membagi waktu antara kewajiban perkuliahan dan tanggung jawab kepemimpinan di organisasi penerima beasiswa. Ketekunan tersebut akhirnya berbuah manis saat ia menorehkan standar prestasi baru dengan lulus lebih cepat dari masa studi normal (delapan semester).

Atas capaian luar biasa ini, Safira tak lupa menyampaikan rasa syukur yang mendalam, khususnya kepada pihak Baznas atas dukungan pendidikan yang mengiringi langkahnya.

“Terima kasih Baznas. Perjalanan ini terasa lebih ringan atas dukungan dan bantuan dari Baznas, sehingga saya dapat fokus dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu, bahkan lebih cepat,” ungkap Safira.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa intervensi bantuan beasiswa tersebut memberikan ketenangan finansial. Hal ini memberinya ruang yang luas untuk berkonsentrasi penuh pada eksplorasi akademik, sehingga ia tidak sekadar lulus lebih cepat, melainkan mampu pulang dengan membawa gelar lulusan terbaik fakultas.

Kisah inspiratif dari Safira Ramadani Mahfud ini diharapkan dapat menjadi lecutan semangat bagi mahasiswa UNISMA lainnya, khususnya sesama mahasiswa penerima beasiswa, untuk terus mengukir prestasi terbaik, berkontribusi secara nyata, dan menuntaskan masa studi secara optimal.