Sukses Besar! PESMATIF Season 6 ARMY UNISMA Cetak Generasi Qur’ani Melalui Kolaborasi Lintas Pesantren

MALANG – Asosiasi Remaja Masjid Ainul Yaqin (ARMY) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menorehkan prestasi dalam syiar agama dengan sukses menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan Eksekutif (PESMATIF) Season 6.

Kegiatan edukatif yang berlangsung selama dua pekan, mulai 21 Februari hingga 6 Maret 2026 ini, sukses menjadi magnet dan disambut antusias oleh 130 santri dari berbagai sekolah di wilayah Malang Raya.

Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin sekaligus Pembina ARMY UNISMA, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus ARMY UNISMA yang telah berinisiatif menghadirkan wadah kegiatan positif bagi para pelajar selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini dipandang sebagai bentuk syiar Ramadhan yang sangat bermanfaat karena menggabungkan aktivitas edukatif sekaligus religius.

“Kami sangat mengapresiasi panitia ARMY yang telah berinisiatif menyelenggarakan PESMATIF Season 6. Kepada para santri, niatkan mengikuti PESMATIF sebagai ikhtiar dalam menuntut ilmu untuk menghilangkan kebodohan karena Allah Ta’ala,” ujar Dr. Kukuh dalam sambutannya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Masjid Ainul Yaqin UNISMA. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar agama, melainkan juga wadah bersosialisasi tanpa memandang kelas, serta melatih kecerdasan emosional dan psikologis santri.

Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu dan Pesantren Meskipun jumlah peserta melonjak melampaui ekspektasi awal, seluruh rangkaian acara tetap berjalan tertib berkat manajemen yang matang dari panitia ARMY UNISMA. Menariknya, panitia pelaksana berasal dari latar belakang keilmuan yang sangat beragam—mulai dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum, HKI, Manajemen, PGMI, PIAUD, Farmasi, Kedokteran, hingga Agroteknologi. Hal ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi lintas disiplin di lingkungan kampus hijau tersebut.

Kekuatan pengajaran dalam PESMATIF kali ini juga didukung oleh sinergi antarlembaga yang solid. Selain panitia internal, kegiatan ini dibantu oleh tenaga pengajar dari Pondok Pesantren Al-Amin UNISMA, yakni Ustadzah Mega dan Ustadzah Hanifah (Fakultas Kedokteran). Dukungan tambahan juga datang dari Pondok Pesantren Darul Furqon yang mendelegasikan tiga pengajar berpengalamannya: Ustadzah Ainiyah, Ustadzah Hafifah, dan Ustadzah Nadhifah.

Kurikulum Berjenjang dan Tadabbur Alam Guna memastikan materi tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan psikologi perkembangan usia anak, para santri dibagi menjadi tiga tingkatan kelas:

  • Kelas Ula (46 santri): Diperuntukkan bagi jenjang TK/RA hingga kelas 2 SD/MI.
  • Kelas Wustho (74 santri): Dibagi menjadi 2 kelas untuk jenjang kelas 3, 4, dan 5 SD/MI.
  • Kelas Ulya (11 santri): Diperuntukkan bagi kelas 6 SD/MI hingga kelas 3 SMP/MTs sederajat.

Materi inti yang diberikan mencakup Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), Fiqih, Akhlak, serta Sirah Nabawiyah.

Selain pembelajaran tatap muka di dalam kelas, para santri juga diajak mengikuti sesi Tadabbur Alam dengan berkeliling menikmati keasrian lingkungan kampus UNISMA. Sesi ini dirancang untuk mengenalkan kebesaran Allah melalui alam sekitar dalam suasana belajar yang menyenangkan.

Metode pembelajaran inovatif juga diterapkan pada materi Sirah Nabawiyah yang diampu oleh Ust. Taufik Maulana dan Ust. Rizqi Habib. Para santri diajak meneladani kehidupan Rasulullah SAW melalui penayangan video edukasi sejarah Islam yang interaktif serta sesi dongeng islami yang memikat perhatian anak-anak.

Fasilitas Lengkap dan Penutupan Meriah Hanya dengan kontribusi pendaftaran (HTM) sebesar Rp100.000, para peserta mendapatkan fasilitas penunjang yang sangat memadai. Fasilitas tersebut meliputi buku pedoman, name tag, menu takjil, serta konsumsi berbuka puasa yang disediakan setiap hari. Hal ini bertujuan agar santri merasa nyaman dan dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan optimal.

Rangkaian PESMATIF Season 6 ditutup secara resmi pada 6 Maret 2026 melalui sebuah acara puncak yang meriah namun tetap khidmat. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ach. Fudhali Asrori, dan disusul dengan berbagai panggung unjuk bakat santri, pemutaran video dokumenter, hingga momen pembagian hadiah.

Menutup kegiatan, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., berharap ilmu yang diserap selama dua pekan ini dapat membawa manfaat nyata, diamalkan di lingkungan rumah, dan membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari santri.

Ke depannya, ARMY UNISMA berkomitmen agar PESMATIF terus hadir sebagai kawah candradimuka pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga berakhlakul karimah serta memiliki kecintaan yang tinggi terhadap masjid sebagai sentral pembinaan umat.

Penulis: Miranda Agustin dan Fira Imel Handayani

Gema Syiar Islam: ARMY UNISMA Sukses Gelar Festival Lentera Ramadhan 2026, Tembus 150 Peserta

MALANG — Suasana kreativitas dan sportivitas kental menyelimuti Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Minggu (1/3/2026). Asosiasi Remaja Masjid Ainul Yaqin (ARMY UNISMA) sukses menyelenggarakan Festival Lentera Ramadhan 2026. Kegiatan yang dihelat untuk menyemarakkan bulan suci ini berada di bawah naungan resmi Masjid Ainul Yaqin UNISMA dan binaan langsung Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I.

Partisipasi Lintas Instansi dan Penilaian Juri Nasional

Tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah partisipan yang mencapai 150 peserta. Acara ini berhasil menarik minat dari berbagai kalangan, mulai dari civitas akademika kampus, delegasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), Madrasah Diniyah (Madin), hingga perwakilan sekolah negeri maupun swasta.

Nilai jual utama dari festival kali ini terletak pada kualitas dewan juri. Panitia secara khusus melibatkan anggota internal ARMY UNISMA yang memiliki rekam jejak prestasi tingkat nasional. Deretan juri tersebut meliputi peraih Juara 1 Lomba Adzan se-Kabupaten Sumenep, Juara 3 Lomba Adzan Nasional, hingga kampiun Lomba Adzan tingkat Musabaqah Tilawatil Qur’an Mahasiswa Nasional (MTQMN). Kualifikasi ini memastikan objektivitas dan standar penilaian yang tinggi dalam setiap cabang lomba.

Festival ini menghadirkan tiga cabang lomba utama, yaitu:

  • Lomba Adzan (Kategori SD/MI Sederajat)
  • Lomba Mewarnai Kaligrafi (Kategori TK dan SD/MI Sederajat)
  • Lomba Cover Sholawat (Kategori SD/MI dan SMP/MTs Sederajat)

Pelaksanaan Terstruktur dan Dukungan Penuh Sponsor

Rangkaian acara berjalan tertib sesuai jadwal, dimulai pukul 08.00 WIB dengan registrasi peserta. Kemeriahan diawali dengan lantunan Sholawat Nuril Anwar yang dipimpin oleh Saudara Asrori, disusul dengan laporan Ketua Panitia. Pembina ARMY UNISMA, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., kemudian memberikan sambutan sekaligus membuka acara secara resmi sebelum para peserta dimobilisasi menuju ruang lomba masing-masing.

Kesuksesan gema syiar ini juga tidak lepas dari sinergi dan dukungan finansial berbagai pihak sponsor berskala besar. Sederet mitra strategis yang menyokong acara ini antara lain:

  • Sektor Perbankan: Bank Jatim, Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
  • Sektor Bisnis & Kreatif: Guee Collection, Maestro Digital Printing, dan Djoeragan Printing.

Festival Lentera Ramadhan 2026 sukses mewujudkan tujuannya sebagai wadah pengembangan bakat islami generasi muda sekaligus mempererat tali silaturahmi masyarakat di lingkungan Masjid Kampus Ainul Yaqin UNISMA.

Penulis / Pewarta: Miranda Agustin (Mahasiswa PAI UNISMA 2023 / ARMY UNISMA)

UNISMA Hadirkan “Kalam Ramadhan” di Batu TV, 30 Tema Inspiratif Tayang Selama Ramadhan 1447 H

Malang – Universitas Islam Malang (UNISMA) bekerja sama dengan Batu TV menghadirkan program dakwah bertajuk Kalam Ramadhan yang akan tayang setiap hari menjelang waktu berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah.

Program ini disiarkan secara rutin di Batu TV dan juga dapat diakses melalui kanal YouTube Humas Unisma Official, sehingga menjangkau masyarakat yang lebih luas, baik melalui televisi maupun media digital.

Sebanyak 30 tema keislaman disiapkan untuk mengisi hari-hari Ramadhan dengan pesan-pesan reflektif, edukatif, dan inspiratif. Materi yang diangkat meliputi penguatan tauhid, pemahaman fikih puasa, pendidikan jiwa, pembinaan akhlak, kepedulian sosial, hingga etika bermedia sosial di era digital. Setiap episode dikemas secara ringkas dengan durasi tujuh menit, padat makna dan mudah dipahami oleh pemirsa.

Para penceramah berasal dari unsur pimpinan yayasan, rektorat, pascasarjana, fakultas, hingga dosen di lingkungan UNISMA. Keterlibatan lintas unsur ini menunjukkan sinergi kelembagaan dalam menghadirkan dakwah berbasis keilmuan yang tetap membumi dan kontekstual.

Kehadiran Kalam Ramadhan menjadi penegasan komitmen UNISMA sebagai kampus Ahlussunnah wal Jama’ah yang konsisten mengintegrasikan ilmu, iman, dan pengabdian kepada umat. Ramadhan dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat spiritualitas, memperhalus akhlak, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Proses syuting telah dilaksanakan pada 21–22 Januari 2026 di sejumlah lokasi representatif, antara lain depan Kantor Yayasan Unisma, depan kantor Pusat UNISMA, Pascasarjana, Perpustakaan Pusat, Masjid Ainul Yaqin, Unisma Grand Stay, dan Rumah Sakit Islam UNISMA. Keberagaman lokasi tersebut semakin memperkaya nuansa visual tayangan sekaligus merepresentasikan harmoni antara dunia akademik, dakwah, dan pelayanan kesehatan dalam satu semangat pengabdian.

Melalui program ini, UNISMA kembali meneguhkan perannya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan umat, serta menghadirkan Ramadhan yang lebih bermakna dan mencerahkan bagi masyarakat luas.

Dari Kampus untuk Umat: Awardee BCB UNISMA Gelar Aksi Bersih Masjid Al-Ikhlas Merjosari Jelang Ramadhan 1447 H

Malang – Semangat kepedulian sosial kembali ditunjukkan para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) angkatan 6 dan 7 Universitas Islam Malang melalui kegiatan Ramadan Berseri (Bersih, Segar, dan Rapi). Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, para awardee menggelar aksi bersih-bersih di Masjid Al-Ikhlas sebagai bentuk kontribusi nyata dari kampus untuk umat.

Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Merjosari, Kota Malang tersebut meliputi pembersihan ruang utama masjid, tempat wudhu, halaman, serta penataan ulang sajadah dan perlengkapan ibadah. Para awardee juga memastikan fasilitas penunjang dalam kondisi rapi dan nyaman guna mendukung meningkatnya aktivitas ibadah selama bulan suci Ramadhan.

Koordinator BCB angkatan 7, Afifi, yang juga mahasiswa Program Studi Biologi Universitas Islam Malang, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Program Ramadhan 1447 H yang diinisiasi oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

“Sebagai awardee BCB, kami membawa amanah sebagai duta kebaikan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ini bukan hanya bersih-bersih, tetapi juga wujud rasa syukur dan kepedulian sosial dalam menyambut Ramadhan,” ujarnya.

Pemilihan Masjid Al-Ikhlas Merjosari didasarkan pada pertimbangan efektivitas koordinasi, mengingat salah satu awardee turut menjadi bagian dari kepengurusan takmir masjid. Hal tersebut memudahkan proses perizinan dan pelaksanaan kegiatan, terlebih informasi program diterima dalam waktu yang relatif singkat.

Meski waktu persiapan terbatas, kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Para awardee bekerja secara gotong royong, menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui aksi sederhana namun berdampak langsung bagi masyarakat.

Perwakilan takmir Masjid Al-Ikhlas Merjosari menyampaikan apresiasi atas inisiatif para mahasiswa penerima beasiswa tersebut. Pihaknya merasa terbantu, terutama dalam mempersiapkan kebersihan dan kerapian masjid menjelang Ramadhan.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian mahasiswa BCB UNISMA. Kehadiran mereka sangat membantu kami dalam mempersiapkan masjid agar lebih bersih dan nyaman bagi jamaah selama Ramadhan,” ungkap perwakilan takmir.

Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa dan pengurus masjid menjadi contoh sinergi positif antara kampus dan masyarakat. Kehadiran mahasiswa tidak hanya membawa semangat intelektual, tetapi juga kepedulian sosial yang nyata.

Program Ramadan Berseri menjadi salah satu implementasi komitmen BAZNAS dalam membentuk generasi penerima beasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan tanggung jawab moral.

Melalui kegiatan ini, awardee BCB UNISMA menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya.

Dengan semangat “Dari Kampus untuk Umat”, aksi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus menghadirkan kebermanfaatan, terutama dalam momentum spiritual seperti bulan suci Ramadhan.

Syiarkan Islam Moderat, UNISMA Terjunkan Mahasiswa Jadi Da’i Ramadhan di Pelosok Nganjuk

MALANG – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali memperkuat komitmen pengabdian masyarakatnya. Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, UNISMA menerjunkan lima mahasiswanya sebagai Da’i Ramadhan di Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk.

Kelima mahasiswa pilihan lintas fakultas ini adalah Jaka Zahirfan (Hukum Keluarga Islam), Abdunrohim Al Muflih (Pendidikan Bahasa Arab), Ahmad Luqman Hakim (Administrasi Publik), serta Abu Yazid Al Basthomi dan Affan Malikul Amin (Ilmu Hukum).

Berdasarkan penugasan resmi rektorat, mereka akan menetap dan berdakwah di berbagai masjid serta mushala di wilayah Ngluyu selama hampir satu bulan penuh, mulai dari 28 Sya’ban hingga 20 Ramadhan 1447 H.

Program pengiriman Da’i ini bukan sekadar agenda kampus biasa. Ekspedisi dakwah ini merupakan hasil kolaborasi strategis yang melibatkan jejaring Nahdlatul Ulama dari tingkat wilayah hingga ranting, yakni Lembaga Dakwah PWNU Jatim, LD PCNU Nganjuk, dan Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Ngluyu.

Lebih dari itu, program ini juga bersinergi dengan sejumlah pondok pesantren besar di Jawa Timur, seperti Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Lirboyo Kediri, dan An-Nur Bululawang Malang.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UNISMA menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mencetak generasi pemimpin yang membumi. Menurutnya, terjun langsung ke masyarakat adalah ujian sesungguhnya bagi seorang akademisi.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul di ruang-ruang kuliah, tetapi juga harus mampu hadir, membaur, dan memberi solusi di tengah masyarakat. Ini adalah wujud nyata dari penguatan karakter kepemimpinan serta integrasi antara ilmu dan pengabdian,” ujarnya, Jumat (20/2/2026).

Melalui safari dakwah ini, UNISMA menargetkan para mahasiswa dapat mengasah kompetensi dakwah yang santun, moderat, dan kontekstual. Kehadiran mereka di Kabupaten Nganjuk diharapkan mampu memperkokoh pembinaan umat yang berlandaskan pada nilai-nilai Ahlussunah wal Jama’ah an-Nahdliyah, sekaligus menjadi jembatan sinergi yang kuat antara dunia akademik dan lembaga keagamaan.

Kritik Tradisi “Hitungan Weton”, KH Ikhsan Nur Serukan Kemurnian Syariat di Haul Akbar UNISMA 2026

MALANG – Suasana khidmat Haul Akbar Universitas Islam Malang (UNISMA) di Masjid Ainul Yaqin, Selasa (10/02/2026), menjadi momentum refleksi keagamaan yang mendalam. Di hadapan ribuan jamaah yang memadati masjid, KH. Ikhsan Nur, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah as Salafiyah, menyampaikan pesan tegas mengenai pentingnya menjaga kemurnian ajaran Islam di tengah gempuran budaya dan tradisi yang tidak sejalan dengan syariat.

Dalam mauidhoh hasanah-nya, Kiai Ikhsan menyoroti fenomena sosial di mana sebagian masyarakat Muslim masih mencampuradukkan ajaran Islam dengan tradisi mistis atau klenik. Beliau secara spesifik mengkritik kebiasaan menghitung hari baik atau “weton” dalam penentuan pernikahan yang justru kerap menghalangi niat ibadah.

“Ayo memegang agama Islam itu yang murni, sesuai syariat, jangan dicampuradukkan. Kadang ada yang Islam tapi itikadnya ghairu Islam (bukan Islam),” tegas Kiai Ikhsan.

Beliau menceritakan pengalaman pribadinya saat menikahkan santri yang sempat terhalang restu orang tua hanya karena hitungan weton yang dianggap tidak cocok atau “burung” (batal). Padahal, menurut syariat Islam, jika kedua calon mempelai sudah setuju dan memenuhi syarat, maka pernikahan harus disegerakan.

“Hitungan berapa, lahirnya kapan, setelah dihitung tidak cocok, akhirnya batal. Padahal anak laki-laki setuju, perempuan setuju. Itu ghairu Islam. Pusat agama itu di sini (pesantren/masjid), jangan dipalingkan ke hal-hal seperti itu,” ujar beliau dengan logat Jawa Timuran yang khas.

Kiai Ikhsan juga mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang Islam yang bermula dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Beliau memperingatkan agar umat Islam tidak membiarkan Islam hanya tinggal nama dan Al-Qur’an hanya tinggal tulisan (La yabqol Islamu illa ismuhu, wala yabqol Quran illa rosmuhu).

Sebagai penutup, beliau berwasiat kepada seluruh sivitas akademika UNISMA untuk menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan ibadah khusus, seperti salat berjamaah dan membaca Al-Qur’an, sebagai benteng pertahanan spiritual keluarga dan institusi.

Filosofi “Mikul Dhuwur Mendhem Jero” di Haul Akbar UNISMA: Meneladani Kebajikan, Menuju World Class University

MALANG – Gema tahlil dan doa memenuhi Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Selasa (10/02/2026). Ribuan sivitas akademika, mulai dari jajaran Yayasan, Rektorat, hingga keluarga besar para pendiri (muassis), berkumpul dalam kehusyukan Haul Akbar 2026.

Dalam momen sakral tersebut, Ketua Pengurus Yayasan UNISMA, Prof. Dr. Ir. H. Agus Sugianto, S.P., M.P., menyampaikan pesan mendalam tentang etika mengenang para pendahulu. Ia menekankan filosofi Jawa “Mikul Dhuwur Mendhem Jero” sebagai landasan moral bagi generasi penerus kampus Nahdlatul Ulama tersebut.

“Hari ini UNISMA telah melaksanakan Mikul Dhuwur Mendhem Jero. Artinya, kita kenang kebaikannya (para pendiri) dan kita curahkan penghormatan hari ini. Adapun sisi kemanusiaan atau kekurangan mereka, kita pendam sedalam-dalamnya dan tidak kita ungkap kembali,” ujar Prof. Agus di hadapan para hadirin.

Prof. Agus mengingatkan bahwa perjalanan 44 tahun UNISMA bukanlah waktu yang singkat. Berbagai dinamika suka dan duka telah dilalui hingga kampus ini berdiri kokoh. Menurutnya, para pendiri bukanlah malaikat tanpa cela, namun jasa besar mereka dalam meletakkan fondasi pendidikan patut menjadi teladan abadi.

“Apa yang kita kenang sampai hari ini adalah kebaikan-kebaikannya. Sehingga UNISMA akan mendapatkan barakah untuk terus bisa melanglang dunia sesuai dengan tujuannya, yaitu menjadi World Class University,” tegasnya.

Ia juga memberikan peringatan keras namun penuh kasih agar UNISMA tidak berhenti berinovasi. Semangat kerja keras para pendiri harus ditransformasikan menjadi energi untuk keberlangsungan institusi di masa depan. “Jangan sampai UNISMA ini kemudian berhenti di tengah jalan. Tidak dikehendaki oleh para pendiri bahwa UNISMA berhenti di tengah jalan,” imbuh Prof. Agus.

Acara Haul Akbar ini turut dihadiri oleh keluarga besar pendiri, termasuk keluarga KH. Masykur, KH. Oesman Mansoer, dan Prof. KH. M. Tholchah Hasan. Rektor UNISMA beserta jajarannya juga tampak hadir, mengamini harapan agar amal jariyah para pendiri terus mengalir seiring kemajuan universitas.

Mengenang Jejak Perintis, Rektor UNISMA Tekankan Spirit Keikhlasan dan Transformasi di Haul Akbar 2026

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menggelar tradisi spiritual tahunan, Haul Akbar, guna mendoakan para pendiri, perintis, dan pengabdi universitas yang telah berpulang. Bertempat di Masjid Ainul Yaqin UNISMA, Selasa (10/02/2026), acara ini bukan sekadar ritual doa, melainkan momentum refleksi sejarah bagi seluruh sivitas akademika.

Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa Haul Akbar memiliki dua dimensi krusial. Pertama, dimensi spiritual sebagai bentuk bakti kepada para pendahulu. Kedua, dimensi edukatif untuk menyerap kembali semangat perjuangan (“ghirah”) para pendiri.

“Kita belajar dari semangat para pendahulu kita. Semangat pengabdian beliau-beliau itu luar biasa. Berjuang tanpa pamrih, bahkan pada masa awal, beliau-beliau bekerja tanpa gaji hanya demi keinginan mensyiarkan agama Islam melalui jenjang pendidikan tinggi,” ujar Prof. Junaidi di hadapan para keluarga pendiri, jajaran Yayasan, dan sivitas akademika yang memadati masjid.

Dalam pidatonya, Rektor menyoroti sejarah heroik berdirinya UNISMA. Ia mengungkapkan fakta sejarah bahwa universitas besar ini bermula dari inisiatif sembilan orang pendiri yang mengumpulkan dana patungan (“udunan”) masing-masing sebesar satu juta rupiah, sehingga terkumpul modal awal sembilan juta rupiah.

“Jabatan-jabatan saat itu dirangkap, bukan karena rakus jabatan, tetapi karena memang tidak ada orangnya dan tidak ada dana untuk membayar. Namun, berkat keikhlasan beliau-beliau, UNISMA kini tumbuh menjadi besar seperti yang kita nikmati saat ini,” tambahnya.

Prof. Junaidi juga menekankan bahwa kemajuan UNISMA saat ini membawa konsekuensi moral bagi generasi penerus. Ia mengajak seluruh elemen kampus, mulai dari dosen hingga mahasiswa, untuk memperbarui niat (tajdidun niat) dalam mengabdi dan mengembangkan institusi sebagai amal jariyah.

Acara ini turut dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah As-Salafiyah, KH. Ikhsan Nur yang berlokasi di Ketitang Pajaran, Poncokusumo, Malang, Jawa Timur, jajaran Dewan Pembina dan Pengawas Yayasan, serta keluarga besar para pendiri. Namun, Rektor menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Abuya KH. Nur Hasanuddin yang berhalangan hadir dikarenakan kondisi kesehatan, seraya memohon doa untuk kesembuhan beliau.

Lantik Pengurus UKM 2026, UNISMA Pacu Transformasi “UKM Berdampak” Demi Target World Class University

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi melantik ratusan pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2026 di Auditorium Prof. Dr. KH. Muhammad Tholhah Hasan. Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi Kampus Hijau untuk menegaskan visi barunya: transformasi organisasi mahasiswa yang tidak sekadar rutin berkegiatan, namun memberikan dampak nyata (impactful) bagi masyarakat dan komunitas global.

Pertahankan Predikat Kampus Jawara Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya mengungkapkan apresiasi tinggi atas kinerja pengurus UKM periode 2025. Berkat kontribusi aktif mahasiswa, UNISMA berhasil meraih prestasi gemilang sebagai Perguruan Tinggi Terbaik ke-3 dalam bidang Pembinaan Kemahasiswaan di wilayah LLDIKTI VII Surabaya pada tahun 2025.

“Prestasi ini harus kita jaga dan tingkatkan. Jika tahun 2025 kita di peringkat 3, maka target tahun 2026 minimal naik ke peringkat 2, atau bahkan menjadi yang pertama. Harapan itu ada di pundak anak-anakku pengurus UKM 2026,” tegas Rektor, seraya mengingatkan tagline baru “UNISMA Terbang Melesat Menuju World Class University”.

Strategi “UKM Berdampak” dan Pemetaan Talenta Guna mendukung target internasional tersebut, Bidang Kemahasiswaan UNISMA melakukan perombakan strategi. Wakil Rektor 3 UNISMA , Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., menekankan pergeseran paradigma dari sekadar menjalankan rutinitas (proker biasa) menjadi fokus pada penyelesaian masalah dan penguatan talenta spesifik.

“Kami meminta pengurus memetakan talenta secara detail. Misalnya, berapa anggota UKM Pagar Nusa yang punya kemampuan tingkat tinggi? Berapa anggota UKM Musik Gaung 193 yang ahli instrumen tertentu? Atau UKM Global Language Community (GLC) yang kami targetkan anggotanya menguasai minimal 7 bahasa asing (Inggris, Arab, Mandarin, Jepang, Korea, Thailand, dll),” jelas Wakil Rektor 3.

Untuk mempertajam fokus, 20 UKM di UNISMA kini dikelompokkan menjadi empat klaster strategis: (1) Seni dan Budaya, (2) Olahraga dan Bela Negara, (3) Penalaran, Bahasa, dan Kewirausahaan, serta (4) Religi, Pengabdian, dan Karakter.

Hapus Stigma & Aturan Baru Beasiswa Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga menantang para aktivis untuk menghapus stigma bahwa mahasiswa organisasi identik dengan lulus lama dan IPK rendah. “Mahasiswa idaman adalah yang unggul secara akademik dan unggul dalam kreativitas organisasi,” pesan Rektor.

Sebagai langkah konkret meningkatkan partisipasi mahasiswa yang saat ini berada di angka 40%, UNISMA menerbitkan kebijakan baru. Sebanyak 390 mahasiswa penerima beasiswa angkatan 2025 (KIP, Juara, dan OSC) diwajibkan bergabung dalam salah satu UKM. Hal ini menjadi instrumen evaluasi kinerja penerima beasiswa setiap semesternya, guna mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi.

Lantik DPM dan BEM Universitas 2026, Rektor UNISMA Ingatkan Bahaya “Organisasi Stunting”

MALANG – Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi melantik jajaran pengurus Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat Universitas untuk periode 2026. Acara yang digelar di Hall KH. Abdurrahman Wahid (Hall Gus Dur) ini menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan mahasiswa di lingkungan Kampus Hijau.

Dalam sambutannya, Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi kepada Mas Muhammad Hafiz (Ketua DPM-U 2025) dan Mas Magda (Ketua BEM-U 2025) beserta jajarannya yang telah menorehkan prestasi cemerlang. Estafet kepemimpinan kini resmi diserahkan kepada pengurus baru periode 2026 dengan mengusung semangat “Meneguhkan Kepemimpinan Mahasiswa untuk Mewujudkan Kampus Progresif dan Berdaya Saing.”

Filosofi Wakil dan Eksekutor Rektor menekankan perbedaan peran vital antara DPM dan BEM. Kepada DPM, Rektor mengingatkan filosofi “sampel” dalam penelitian.

“DPM sebagai wakil, suaranya harus paralel dengan yang diwakili. Syarat utama sampel adalah representativeness. Maka, DPM yang bagus adalah yang suaranya seiring sejalan dengan populasi mahasiswa. Seraplah aspirasi sebanyak-banyaknya,” tegas Rektor.

Sementara untuk BEM sebagai eksekutor, Rektor menambahkan satu nilai penting dalam tema tahun ini, yaitu “Berdampak”. Program kerja tidak boleh hanya sekadar berjalan, namun harus memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa internal maupun masyarakat luas.

Warning: Hindari Jebakan Euforia Poin menarik disampaikan Rektor mengenai siklus organisasi mahasiswa. Beliau mengingatkan pengurus baru agar tidak terlena dengan euforia pelantikan yang seringkali disusul oleh “masa kritis”. Rektor memaparkan tiga skenario nasib organisasi:

Mati Perlahan (Rest In Peace): Organisasi yang pasif setelah pelantikan dan baru muncul saat laporan pertanggungjawaban.

Organisasi Stunting: Organisasi yang hidup namun kerdil, tidak berkembang, dan semangatnya terus melemah di tengah jalan.

Developing Organization: Organisasi yang langsung berkonsolidasi dan mengeksekusi rencana dengan matang.

“Saya pastikan dan harapkan BEM UNISMA tidak menjadi organisasi yang stunting atau mati suri. Kalian harus menjadi organisasi yang berkembang dan maju,” pesan Rektor.

Menutup sambutannya, Rektor mengutip prinsip manajemen strategis, “Plan what you are going to do, and do what you have planned,” menegaskan bahwa kegagalan dalam merencanakan program adalah awal dari kegagalan organisasi itu sendiri.