Inovasi Energi Terbarukan, Tim PKM-RE UNISMA Berhasil Raih Pendanaan Kemristekdikti 2026 Lewat Riset Bio-Oil

MALANG — Kabar gembira sekaligus membanggakan kembali datang dari kancah riset dan inovasi mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA). Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) UNISMA secara resmi dinyatakan lolos dan berhak menerima pendanaan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemristekdikti) dalam ajang bergengsi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Pendanaan Tahun 2026.

Keberhasilan ini didapat berkat proposal riset inovatif mereka yang berjudul “INTEGRASI KATALIS MAGNETIK FE₃O₄ DALAM CO-PIROLISIS LIMBAH PERTANIAN DAN PLASTIK BERBASIS INDUKSI ELEKTROMAGNETIK UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BIO-OIL”. Penelitian kolaboratif ini dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan, tidak hanya dalam ranah pengembangan keilmuan akademik, tetapi juga sebagai solusi konkret atas dua persoalan krusial saat ini: penumpukan limbah dan krisis energi.

Gagasan yang diusung oleh tim mahasiswa UNISMA ini menawarkan terobosan mutakhir dalam teknologi konversi energi. Melalui metode co-pirolisis—sebuah proses dekomposisi termal—mereka memadukan limbah pertanian dan limbah plastik menjadi satu kesatuan bahan baku. Keunggulan utama dari riset ini terletak pada penggunaan katalis magnetik Fe₃O₄ (Ferit) yang dikombinasikan dengan sistem induksi elektromagnetik. Integrasi teknologi ini diproyeksikan mampu mengoptimalkan proses perengkahan rantai karbon, yang pada akhirnya akan menghasilkan bio-oil (minyak hayati) dengan kualitas pembakaran yang jauh lebih tinggi dan emisi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan metode konvensional.

Prestasi ini tentu tidak lepas dari tangan dingin dan arahan komprehensif dari dosen pembimbing, Riswan Sepriyatno, S.T., M.T., yang terus mengawal proses perumusan ide hingga penyusunan proposal yang rigid. Di bawah bimbingan beliau, kelima mahasiswa yang tergabung dalam tim ini menunjukkan sinergi lintas disiplin ilmu yang sangat solid. Sinergi ini mempertemukan kepakaran teknis dari bidang teknik dengan pemahaman komprehensif mengenai material organik dari bidang agribisnis.

Adapun susunan mahasiswa berprestasi yang tergabung dalam tim PKM-RE tersebut adalah:

  1. M Fajriyul Jabin (Program Studi Teknik Mesin)
  2. Rahmania Auladina (Program Studi Agribisnis)
  3. M Rafi Nurfiki (Program Studi Teknik Mesin)
  4. Yulianto Saputro (Program Studi Teknik Mesin)
  5. Yoga Prawira Yuda (Program Studi Teknik Mesin)

Keterlibatan dominan dari mahasiswa Teknik Mesin yang dikolaborasikan dengan sudut pandang Agribisnis membuktikan bahwa UNISMA sangat mendukung iklim penelitian lintas program studi. Kolaborasi ini dirancang agar teknologi mesin yang dikembangkan benar-benar aplikatif dan relevan dengan ketersediaan biomassa di sektor pertanian Indonesia.

Pengumuman kelolosan pendanaan ini telah dipublikasikan secara resmi melalui portal Sistem Informasi Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Simbelmawa) Kemdiktisaintek. Publikasi tersebut menjadi bukti legal dan pengakuan pemerintah pusat atas kualitas riset yang ditawarkan oleh mahasiswa kampus hijau UNISMA. Dokumen pengumuman selengkapnya dapat diakses oleh publik melalui tautan resmi: https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/pengumuman-pendanaan-program-kreativitas-mahasiswa-pkm-skema-pendanaan-tahun-2026/.

Lolosnya tim PKM-RE ini semakin mengukuhkan posisi Universitas Islam Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif melahirkan generasi pemikir kritis dan problem solver. Ke depannya, tim akan segera memasuki fase implementasi riset di laboratorium. Seluruh sivitas akademika UNISMA menaruh harapan besar agar penelitian ini dapat berjalan lancar, memberikan hasil pengujian yang sesuai dengan hipotesis, dan bermuara pada publikasi ilmiah bereputasi serta perolehan paten.

Lebih jauh, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi katalisator semangat—sebagaimana katalis magnetik yang mereka teliti—bagi mahasiswa UNISMA lainnya untuk terus berani bermimpi, meriset, dan berinovasi di ajang PKM tahun-tahun berikutnya.