Oshika Maba 2025: Akreditasi dan Nilai Ke-NU-an Jadi Daya Tarik Utama UNISMA
Malang, 22 September 2025 — Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menarik minat ribuan calon mahasiswa baru dalam kegiatan Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika Maba) 2025 yang sedang berlangsung. Daya tarik UNISMA tidak hanya terletak pada kualitas pendidikan, tetapi juga pada identitas keislaman yang kuat. Dua mahasiswa baru yang berbeda latar belakang memberikan pandangan yang merepresentasikan alasan umum para mahasiswa baru memilih UNISMA: akreditasi unggul dan nilai-nilai ke-NU-an yang kental.
Salah satu mahasiswa baru yang memiliki pandangan tersebut adalah Muhammad Afzal Arsyad, yang jauh-jauh datang dari Flores untuk menempuh studi di Prodi Teknik Mesin. Afzal menjelaskan bahwa faktor utama yang meyakinkannya adalah reputasi akademik UNISMA. “Sebelum mendaftar, saya mencari tahu tentang akreditasi berbagai universitas. Saya sangat terkesan dengan akreditasi unggul UNISMA. Bagi saya, ini adalah jaminan kualitas pendidikan yang akan saya terima, yang sangat penting untuk masa depan karier saya,” ungkap Afzal. Pilihan Afzal mencerminkan kepercayaan publik terhadap standar akademik tinggi yang dipegang oleh UNISMA.

Sementara itu, cerita berbeda datang dari Ulumuddin, mahasiswa baru Prodi Ilmu Hukum asal Madura. Ulumuddin mengungkapkan bahwa faktor spiritual dan keagamaan menjadi penentu keputusannya. “Sebagai seorang santri, saya mencari kampus yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, khususnya yang sejalan dengan Nahdlatul Ulama. Di UNISMA, saya merasa menemukan rumah karena nilai-nilai ke-NU-an sangat kental dan diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan kampus,” tuturnya. Pemilihan Ulumuddin menunjukkan bahwa UNISMA berhasil menjaga identitasnya sebagai kampus yang menjunjung tinggi nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah) An-Nahdliyah.

Wakil Rektor III UNISMA, Dr. H. Muhammad Yunus, S.Pd., M.Pd., selaku Ketua Steering Committee (SC) menyatakan bahwa keragaman alasan ini mencerminkan keberhasilan UNISMA dalam menjaga kualitas pendidikan sambil mempertahankan identitasnya. “Kami bangga bahwa UNISMA mampu menjadi pilihan bagi mahasiswa dari berbagai daerah dengan motivasi yang berbeda. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas akademik dan, pada saat yang sama, memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam ahlussunnah wal jamaah,” kata Dr. Yunus.
Kisah Afzal dan Ulumuddin hanyalah dua dari ribuan cerita di balik terpilihnya UNISMA sebagai tempat menuntut ilmu. Keberagaman alasan ini semakin menguatkan posisi UNISMA sebagai institusi pendidikan tinggi yang inklusif dan berkualitas.
#UNISMA #OshikaMaba2025 #AkreditasiUnggul #NUNUSantara #MahasiswaBaru
Pewarta: NAILA MUFIDA – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam





