Jawab Tantangan Zaman, UNISMA Malang dan LDNU Jatim Siapkan 200 Dai Digital Berwawasan Moderat

Malang – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial, tantangan dakwah Islam semakin kompleks. Ruang digital yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda menghadirkan peluang besar untuk menyebarkan nilai-nilai Islam, sekaligus menyimpan tantangan berupa maraknya disinformasi, ujaran kebencian, hingga penyebaran paham keagamaan yang ekstrem. Menjawab kondisi tersebut, Universitas Islam Malang (UNISMA) bersama Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur (LD PWNU Jatim) menyelenggarakan Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah sebagai upaya mencetak generasi pendakwah muda yang moderat, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif.

Pelatihan yang mengusung tema “Mencetak Da’i Muda Inspiratif, Moderat, dan Adaptif di Era Digital” tersebut diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026, bertempat di Hall KH Hasyim Asy’ari, Lantai 7, Gedung Utsman bin Affan, Universitas Islam Malang. Sebanyak 200 peserta yang terdiri atas mahasiswa UNISMA serta pelajar SMA/MA Ma’arif dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti kegiatan dengan penuh antusias.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian Lustrum IX Universitas Islam Malang yang menandai usia ke-45 tahun UNISMA. Melalui momentum lustrum, UNISMA terus memperkuat komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga aktif membangun karakter generasi muda melalui kolaborasi dengan berbagai lembaga strategis, salah satunya Nahdlatul Ulama.

Rektor UNISMA, Prof. Junaidi, M. Pd., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter, integritas, serta komitmen dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.

Menurutnya, dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih kreatif dan komunikatif. Generasi muda harus mampu menjadikan media digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai Islam yang damai, moderat, dan rahmatan lil ‘alamin, sehingga mampu menjadi penyejuk di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat.

Sementara itu, Ketua LD PWNU Jawa Timur, Dr. KH. Syukron Djalilan Badri, M.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa ruang digital saat ini telah menjadi salah satu medan dakwah yang sangat strategis. Karena itu, kader-kader dai muda harus dibekali kemampuan memahami ajaran Islam secara komprehensif sekaligus memiliki kecakapan dalam berkomunikasi agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman secara santun, argumentatif, dan mudah diterima oleh masyarakat, khususnya Generasi Z.

“Dakwah tidak cukup hanya benar dalam substansi, tetapi juga harus tepat dalam cara penyampaiannya. Pendakwah masa kini dituntut mampu menghadirkan Islam yang ramah, menyejukkan, serta menjadi solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” ungkapnya.

Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang yang saling melengkapi. Dr. KH. Syukron Djalilan Badri, M.Ag., M.Pd. memberikan penguatan mengenai paradigma dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah perkembangan masyarakat digital. Ia menekankan pentingnya membangun dakwah yang mengedepankan hikmah, moderasi, toleransi, dan persaudaraan sebagai fondasi kehidupan berbangsa.

Selanjutnya, Hj. Nur Cita Qomariyah, M.Kom.I., MC profesional sekaligus Founder Cita Entertainment, membekali peserta dengan keterampilan komunikasi publik (public speaking). Materi yang disampaikan meliputi teknik berbicara di depan umum, membangun kepercayaan diri, mengelola vokal dan bahasa tubuh, hingga strategi menyampaikan pesan dakwah secara efektif dan menarik, baik di atas mimbar maupun melalui berbagai platform media digital.

Sesi berikutnya menghadirkan Ahmad Idris, mahasiswa Da’i UNISMA, yang berbagi pengalaman sebagai pendakwah muda. Ia mengajak peserta untuk menjadikan media sosial sebagai ruang dakwah yang produktif dengan menghadirkan konten-konten edukatif, inspiratif, dan relevan dengan kehidupan generasi muda. Menurutnya, kreativitas dalam memanfaatkan teknologi harus berjalan seiring dengan kedalaman ilmu, akhlak, dan keteladanan.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi interaktif, praktik komunikasi dakwah, serta simulasi penyampaian materi keagamaan. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memperoleh penguatan wawasan keislaman, tetapi juga pengalaman praktis dalam menyampaikan dakwah yang komunikatif, persuasif, dan sesuai dengan karakter masyarakat digital.

Penyelenggaraan Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi keagamaan dalam menyiapkan kader-kader muda yang siap menghadapi tantangan zaman. Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan dai-dai muda yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki literasi digital, kemampuan komunikasi, jiwa kepemimpinan, serta komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, keindonesiaan, dan kemanusiaan.

Sebagai bagian dari rangkaian Lustrum IX UNISMA, kegiatan ini sekaligus mempertegas peran Universitas Islam Malang sebagai kampus yang terus berinovasi dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan berdampak. Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, UNISMA berharap para peserta Pelatihan Da’i Gen Z An-Nahdliyah dapat menjadi agen perubahan yang menghadirkan dakwah Islam yang mencerahkan, memperkuat persatuan, serta mampu menjawab tantangan kehidupan masyarakat di era digital.