KEGIATAN SARJANA MENGABDI – EKUISVALENSI HIMPUNAN MAHASISWA SIPIL

HIMPUNAN MAHASISWA SIPIL

Pada hari Rabu, tanggal 1 April 2026, telah dilaksanakan kegiatan Sarjana Mengabdi – Ekuivalensi dengan tema “GEMAS (Gerakan Mitigasi Sekolah): Optimalisasi Mitigasi Bencana Banjir Melalui Perspektif Teknik Sipil dan Manajemen Drainase di Lingkungan SMKN 6 Malang” yang bertempat di SMKN 6 Malang dan dilaksanakan secara offline/tatap muka.

            Kegiatan seminar ini dimulai pada pukul 09.00 WIB sampai selesai dengan tujuan meningkatkan pemahaman serta kesadaran warga sekolah mengenai pentingnya mitigasi bencana banjir melalui penerapan konsep teknik sipil dan pengelolaan drainase yang baik di lingkungan sekolah. Seminar juga menjadi wadah edukasi bagi peserta dalam memahami langkah-langkah preventif guna mengurangi risiko banjir.

Acara dibuka oleh pihak sekolah dan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim pelaksana Sarjana Mengabdi – Ekuivalensi mengenai:

  1. Konsep dasar mitigasi bencana banjir.
  2. Pentingnya sistem drainase sekolah.
  3. Upaya optimalisasi pengelolaan saluran air.
  4. Edukasi kesiapsiagaan warga sekolah terhadap bencana banjir.

            Peserta kegiatan terdiri dari siswa/siswi, guru, serta pihak terkait di lingkungan SMKN 6 Malang. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti seminar dengan tertib dan antusias, ditandai dengan adanya sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif.

            Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah dapat memahami pentingnya mitigasi bencana banjir serta mampu menerapkan pengelolaan drainase yang lebih baik demi menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan tanggap terhadap potensi bencana.

            Demikian berita acara ini dibuat dengan sebenar-benarnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

24 SEMIFINALIS BERSAING KETAT DI SELEKSI TAHAP 2 PEMILIHAN DUTA KAMPUS UNISMA 2026

MALANG — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses menyelenggarakan Seleksi Tahap 2 Pemilihan Duta Kampus UNISMA 2026 pada Sabtu (14/3/2026). Mengusung tema “Magnificent Wisdom of Miracles”, ajang bergengsi ini berlangsung meriah di Hall KH. Hasyim Asy’ari UNISMA.

Tahap kedua ini mempertemukan 24 semifinalis terpilih. Mereka adalah peserta terbaik dari berbagai fakultas yang telah berhasil melewati ketatnya penyaringan pada Seleksi Tahap 1.

Acara dipandu secara komunikatif oleh dua Master of Ceremony (MC), yakni Duta Fikri dan Duta Tiara. Rangkaian kegiatan dibuka dengan penuh khidmat melalui lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathon, yang dinyanyikan dengan penuh semangat oleh seluruh hadirin.

Pengembangan Diri dan Representasi Kampus

Dalam sambutannya, Duta Nazil selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Duta Ardi, Ketua Umum UKM KPM UNISMA. Ia menekankan pentingnya ajang ini sebagai sarana penempaan karakter. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah pengembangan diri serta peningkatan kemampuan mahasiswa untuk menjadi representasi nyata dari Kampus UNISMA,” ujar Duta Ardi.

Uji Kompetensi: Open dan Close Interview

Memasuki agenda inti, tahapan seleksi dibagi menjadi dua sesi utama guna menggali potensi para peserta secara komprehensif:

  1. Open Interview: Sesi ini dipandu oleh Seksi Acara yang memberikan arahan dan pemaparan teknis pelaksanaan kepada seluruh peserta.
  2. Close Interview: Sesi wawancara tertutup yang dibagi menjadi empat pos pengujian spesifik. Setiap pos dipandu oleh tim pewawancara ahli, yaitu:
    • Pos Keunismaan: Diuji oleh Duta Malik dan Duta Virginia.
    • Pos Keaswajaan: Diuji oleh Duta Yusri dan Duta Ummiatul.
    • Pos Problem Solving: Diuji oleh Duta Nazil dan Duta Clarisca.
    • Pos Keorganisasian & Komitmen: Diuji oleh Duta Ardi dan Duta Zain.

Seleksi Tahap 2 ini tidak hanya menjadi ajang unjuk gigi, tetapi juga memberikan wawasan berharga bagi para peserta. Melalui berbagai tayangan edukatif yang disajikan selama acara, peserta diajak mengenal lebih dalam peran Duta Kampus dan fungsi strategis UKM KPM UNISMA.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta dan panitia. Melalui seleksi ketat ini, diharapkan lahir generasi baru Duta Kampus UNISMA yang unggul, mampu memahami jati diri, dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi untuk mengharumkan nama almamater.

Pewarta: Tri Bima Sekti

Editor: Redaksi Kemahasiswaan UNISMA

Ujian Penutup di Gerbang Kemenangan: Refleksi Akhir Ramadan

Meneladani Akhlak Rasulullah: Kunci Keberhasilan Pendidikan di Era Modern

MALANG – Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadan, suasana kebatinan umat Islam biasanya terbelah antara sukacita menyambut Idulfitri dan kesedihan melepas bulan penuh berkah. Namun, di balik itu semua, terdapat satu fenomena krusial yang sering luput dari perhatian: ujian kesabaran di detik-detik terakhir. Isu inilah yang diangkat secara mendalam oleh Dr. H. Abdul Jalil, M.Pd.I dalam Kultum Mutiara Hikmah di Masjid Ainul Yaqin, Universitas Islam Malang (UNISMA), Sabtu (14/03/2026).

Dalam tausiyahnya, Dr. Abdul Jalil menyoroti bahwa hari-hari terakhir Ramadan bukanlah waktu untuk melonggarkan ikat pinggang spiritual. Sebaliknya, ini adalah fase “ujian akhir” di mana konsistensi seorang hamba diuji melalui berbagai tekanan, mulai dari kelelahan fisik hingga hiruk-pikuk persiapan duniawi menyambut lebaran. Beliau mengingatkan bahwa hakikat puasa adalah menahan diri, dan ujian menahan diri yang paling berat justru muncul saat garis finis sudah terlihat.

“Banyak dari kita yang berhasil melewati awal Ramadan dengan semangat membara, namun mulai goyah di penghujung jalan. Kesabaran di akhir Ramadan adalah penentu apakah kita lulus sebagai pribadi yang bertakwa atau hanya sekadar menjalankan rutinitas lapar dan dahaga,” papar Dr. Abdul Jalil di hadapan jamaah sivitas akademika UNISMA.

Beliau juga menekankan pentingnya menjaga kejernihan hati di tengah fenomena konsumerisme yang biasanya meningkat menjelang Idulfitri. Menurutnya, kesabaran menghadapi ujian di akhir Ramadan mencakup kemampuan untuk tetap fokus pada ibadah ritual dan sosial, tanpa terdistraksi oleh euforia yang berlebihan. Penutupan Ramadan yang baik (husnul khatimah) ditandai dengan peningkatan kualitas kesabaran, baik sabar dalam menjalankan ketaatan, sabar menjauhi maksiat, maupun sabar dalam menghadapi ketetapan Allah.

Kultum ini diakhiri dengan pesan reflektif bagi seluruh warga kampus untuk menjadikan hari-hari terakhir ini sebagai momentum pembersihan sisa-sisa penyakit hati. Dengan kesabaran yang kokoh, Ramadan diharapkan meninggalkan jejak transformasi karakter yang permanen, sehingga kemenangan di hari Idulfitri benar-benar menjadi kemenangan bagi jiwa yang telah berhasil menundukkan ego dan nafsu.

Sukses Digelar, Ramadhan Fest #10 UKM Musik Gaung 193 UNISMA Padukan Seni dan Kepedulian Sosial

MALANG — Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Musik Gaung 193 Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali sukses menyelenggarakan program kerja tahunan kebanggaannya, Ramadhan Fest #10. Mengusung tema “Unity in Ramadhan” dengan tagline “Nada Bersatu, Berkah Menyatu,” acara ini tak sekadar menjadi panggung kreativitas musisi kampus, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial di bulan suci.

Ketua pelaksana Ramadhan Fest #10 menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah berjalan lancar, tertib, dan sukses sesuai dengan rencana awal panitia. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk menyalurkan bakat seni musik, sekaligus sarana memupuk solidaritas, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.

Lewat tema kebersatuan yang diusung, UKM Musik Gaung 193 berharap kolaborasi seni yang tercipta mampu mempererat tali silaturahmi antar-mahasiswa, komunitas seni, hingga masyarakat umum.

Rangkaian Ramadhan Fest #10 ini dieksekusi melalui tiga tahapan utama. Berawal dari aksi penggalangan dana yang dilaksanakan di area kampus UNISMA pada Senin (09/03/2026). Panitia turun langsung mengumpulkan donasi dari para mahasiswa, civitas akademika, dan masyarakat sekitar kampus.

Kemeriahan acara kemudian berlanjut pada puncak acara berupa Live Performance yang digelar selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu (10–11/03/2026) di area Gerbang Barat UNISMA. Dimulai sejak pukul 15.00 WIB, panggung ini dimeriahkan oleh beragam penampilan dari komunitas seni dan unit kegiatan mahasiswa. Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, melainkan juga menjadi magnet untuk menarik partisipasi masyarakat dalam misi kemanusiaan yang digagas UKM Musik Gaung 193.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan realisasi program, rangkaian ini ditutup dengan penyerahan hasil donasi pada Kamis (12/03/2026). Perwakilan panitia menyerahkan langsung donasi yang terkumpul kepada para lansia di Panti Jompo Yayasan Peduli Kasih. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata serta membantu memenuhi kebutuhan para penghuni panti.

Secara keseluruhan, Ramadhan Fest #10 menuai apresiasi dan respons positif dari berbagai pihak, baik dari kalangan mahasiswa, performer, sponsor, media partner, maupun warga sekitar.

Kesuksesan ini menjadi bukti konkret bahwa seni musik memiliki dimensi yang sangat luas. Di tangan para mahasiswa UNISMA, musik tak hanya hadir sebagai sarana hiburan, tetapi bertransformasi menjadi instrumen penggerak untuk menebarkan nilai-nilai kebaikan, kepedulian, dan solidaritas kemanusiaan.

Pewarta: Fachry Wildan Mahmudi

GELAR SELEKSI TAHAP 1, KPM UNISMA SIAP LAHIRKAN DUTA KAMPUS 2026 YANG UNGGUL

MALANG — Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali bergerak mencari representasi wajah kampus melalui ajang Pemilihan Duta Kampus UNISMA 2026. Mengusung tema “Magnificent Wisdom of Miracles”, tahapan Seleksi 1 sukses diselenggarakan di Hall KH. Hasyim Asy’ari dan diikuti oleh antusiasme peserta dari berbagai fakultas.

Acara berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif, dipandu oleh dua Master of Ceremony (MC), yakni Duta Yusri dan Duta Mia. Rangkaian kegiatan diawali dengan sikap khidmat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta Mars Syubbanul Wathon yang diikuti oleh seluruh peserta.

Dalam sesi sambutan, Duta Nazil selaku Ketua Pelaksana menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Umum UKM KPM UNISMA, Duta Ardi. Ia berpesan agar ajang ini tidak hanya dilihat sebagai kompetisi, melainkan sebagai sarana pengembangan diri. “Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah peningkatan kapasitas mahasiswa agar benar-benar siap dan layak menjadi representasi dari Kampus UNISMA,” tutur Duta Ardi.

Rangkaian Ujian dan Sesi Unjuk Bakat

Memasuki sesi inti, para calon duta kampus dihadapkan pada dua tahapan evaluasi utama. Tahap pertama adalah Uji Tulis, yang dipandu langsung oleh Duta Malik selaku Penanggung Jawab Seksi Acara untuk memastikan kelancaran teknis pelaksanaan.

Setelah uji tulis, peserta memasuki tahap kedua berupa Wawancara Tertutup. Sesi ini diuji langsung oleh dewan panelis yang berkompeten di bidangnya, antara lain jajaran Badan Pengurus Harian Umum (BPHU) UKM KPM (Duta Ardi, Duta Citra, Duta Bagus, dan Duta Muthia), Ketua Pelaksana (Duta Nazil), serta pemenang Duta Kampus UNISMA 2025, Duta Fadil.

Untuk mencairkan ketegangan pasca-ujian, panitia menyuguhkan sesi interaktif berupa fashion show yang diikuti oleh para peserta. Melalui sesi ini, panitia berharap peserta dapat merasakan atmosfer acara yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga hangat dan menyenangkan.

Selain berkompetisi, seleksi tahap pertama ini juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal lebih dalam profil Duta Kampus UNISMA serta seluk-beluk UKM KPM melalui tayangan informatif yang diputar di sela-sela acara. Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

Melalui terselenggaranya Seleksi 1 ini, KPM UNISMA berharap dapat melahirkan generasi baru Duta Kampus yang tidak hanya memiliki penampilan menarik, tetapi juga cerdas menggali potensi diri, memahami jati diri, dan mampu memancarkan kepercayaan diri terbaik sebagai wajah Universitas Islam Malang.

Pewarta: Clarisca Aurelia Zahra Novian

Menembus Dusun Terpencil, Mahasiswa UNISMA yang Tergabung dalam Tim Safari Dakwah Bina Desa Aswaja LDNU Jatim Hidupkan Syiar Islam di Dusun Suru

Nganjuk – Mahasiswa Universitas Islam Malang yang Ditugaskan untuk mengikuti Program Safari Dakwah Ramadhan Bina Desa Aswaja Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur yang dilaksanakan di Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk tidak hanya menyasar wilayah yang mudah dijangkau. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus adalah Dusun Suruh, Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, sebuah dusun terpencil yang berada di kawasan lembah di antara perbukitan dan masih cukup jarang tersentuh kegiatan dakwah secara intensif.

Sejak awal program ini diumumkan, Dusun Suruh memang menjadi salah satu wilayah yang diusulkan untuk mendapatkan perhatian khusus dari para dai.

Wakil Ketua MWCNU Ngluyu, Mujiadi, menyampaikan bahwa dirinya sejak awal memang berharap ada dai yang bersedia ditempatkan di wilayah tersebut.

“Sejak awal ketika ada pemberitahuan akan ada program Safari Ramadhan, saya langsung meminta agar ada dai yang ditempatkan di Dusun Suruh. Sebab di sana memang sangat jarang tersentuh kegiatan keagamaan dan masyarakatnya masih cukup awam dalam pemahaman agama,” ujarnya.

Dusun Suruh sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah yang cukup terpencil di Kecamatan Ngluyu. Akses menuju dusun tersebut terbilang tidak mudah karena kondisi jalan yang rusak parah serta letak geografis yang berada di daerah lembah di antara perbukitan.

           (Foto Jalan Desa Lengkong Lor – Dusun Suru)

Ketua Ranting NU Lengkonglor, Purnomo, menjelaskan bahwa kondisi geografis inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa wilayah tersebut jarang dijangkau oleh kegiatan dakwah.

“Memang akses ke sana cukup sulit. Jalan yang rusak dan lokasi dusun yang berada di lembah di antara bukit-bukit membuat Dusun Suruh jarang tersentuh kegiatan dakwah. Membutuhkan Waktu Hampir 1 Jam Ketika Ingin Keluar Dari Dusun Tersebut dan Sampai di Jalan Raya, Oleh Karena itu para dai yang bertugas di sana harus benar-benar kuat dan siap menghadapi kondisi lapangan,” ungkapnya.

Meski demikian, masyarakat setempat dikenal memiliki sikap yang ramah dan terbuka terhadap para pendatang, khususnya terhadap para dai yang datang untuk berdakwah dan mengajar agama.

Ketua Ta’mir Musholla di Dusun Suruh, Lasno, mengatakan bahwa masyarakat setempat pada dasarnya beragama Islam, namun sebagian besar masih membutuhkan bimbingan dalam memahami ajaran agama secara lebih mendalam.

“Di sini itu orangnya ya Islam, tetapi banyak yang belum mengetahui ilmunya secara mendalam, bisa dikatakan masih awam. Namun masyarakat di sini sangat senang apabila ada tamu, apalagi seperti para dai yang mau datang untuk berdakwah dan mengajar agama. Warga di sini sangat terbuka,” tuturnya.

Kondisi geografis yang terpencil juga menjadi tantangan tersendiri bagi para dai yang ditugaskan di wilayah tersebut. Selain akses jalan yang cukup sulit, jaringan komunikasi juga sangat terbatas dan suasana dusun yang jauh dari keramaian membuat aktivitas dakwah membutuhkan kesabaran dan ketekunan yang lebih.

Mayoritas masyarakat Dusun Suruh menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian, khususnya sebagai petani jagung. Setiap keluarga di wilayah tersebut rata-rata memiliki lahan pertanian jagung dengan luas minimal antara satu hingga dua hektar, bahkan tidak sedikit yang memiliki lahan hingga puluhan hektar.

Pada masa panen seperti saat ini, para petani biasanya menghabiskan hampir seluruh waktunya di ladang, mulai dari pagi hingga sore hari. Kondisi ini membuat sebagian warga sering kali merasa sangat lelah ketika malam hari sehingga tidak selalu dapat mengikuti kegiatan keagamaan secara rutin di musholla.

Mahasiswa Universitas Islam Malang yang juga termasuk Salah satu dai yang bertugas di Dusun Suruh. Luqman, menjelaskan bahwa kondisi tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan pendekatan dakwah yang dilakukan oleh para dai.

“Mayoritas warga di sini adalah petani jagung, dan saat ini memang sedang memasuki masa panen. Banyak warga yang sejak pagi hingga sore berada di ladang sehingga ketika malam hari mereka sudah sangat lelah. Karena itu kami lebih memfokuskan pembinaan kepada anak-anak, terutama dalam pengajaran dasar-dasar agama seperti fiqih dan bacaan sholat,” ujarnya.

             (Foto Bersama Anak-anak Setelah Mengaji)

Selain pembinaan kepada anak-anak melalui kegiatan mengajar Al-Qur’an dan penguatan pemahaman fiqih dasar, para dai juga tetap memberikan kajian keagamaan kepada masyarakat yang hadir di musholla pada malam hari Ketika Setelah Sholat Tarawih.

Kajian tersebut lebih menekankan pada pentingnya menjaga ibadah di tengah kesibukan bekerja serta memberikan pemahaman dasar tentang amaliyah dan tradisi keagamaan dalam lingkungan Nahdlatul Ulama.

             (Foto Ketika Kultum Setelah Sholat Tarawih)

Selain melakukan kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan, para dai juga turut melakukan kegiatan sosial berupa perbaikan fasilitas musholla yang sudah lama tidak terawat.

Mahasiswa Universitas Islam Malang yang menjadi Salah satu dai yang bertugas di Dusun Suru. Muflih, menyampaikan bahwa mereka bersama masyarakat setempat melakukan kerja bakti membersihkan dan menata kembali lingkungan musholla agar lebih nyaman digunakan untuk beribadah.

“Kami juga melakukan perbaikan pada kamar mandi musholla yang sebelumnya sudah lama tidak digunakan. Tempat wudhu yang cukup kotor kami bersihkan, begitu juga dengan area dalam musholla yang kami tata ulang agar lebih nyaman dan menenangkan ketika digunakan untuk beribadah,” jelasnya.

            (Foto Ketika Membersihkan Tempat Wudhu)

Melalui berbagai kegiatan tersebut, para dai berharap keberadaan mereka di Dusun Suruh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan pemahaman agama serta menumbuhkan semangat beribadah di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Kepemimpinan, Kepedulian, dan Perlindungan Generasi: Refleksi Ramadan Bersama Prof. Mas’ud Said di UNISMA

MALANG – Momentum bulan suci Ramadan sejatinya merupakan kawah candradimuka untuk melatih kepekaan spiritual sekaligus tanggung jawab sosial umat Islam. Pesan fundamental ini diuraikan dengan penuh kedalaman dalam sesi Kultum Mutiara Hikmah yang diselenggarakan pada Selasa, 10 Maret 2026, bertempat di Masjid Ainul Yaqin, Universitas Islam Malang (UNISMA).

Mengangkat tema besar mengenai “Pengabdian dan Kepedulian dalam Bulan Ramadan”, Prof. H. Mas’ud Said, MM., Ph.D. hadir sebagai penceramah utama. Beliau mengajak seluruh sivitas akademika untuk meredefinisi makna kepemimpinan dan interaksi sosial di era modern. Dalam paparannya, Prof. Mas’ud Said memberikan penegasan kuat bahwa model kepemimpinan yang ideal dan sejati adalah kepemimpinan yang tidak sekadar menduduki posisi struktural, melainkan kepemimpinan yang mampu membawa berkah serta terbukti memiliki kapasitas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan konkret yang menjerat masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, kepedulian tidak boleh hanya berhenti pada retorika, melainkan harus termanifestasi sebagai bentuk kepekaan nurani yang tajam terhadap kesulitan yang tengah dipikul oleh orang lain di sekitar kita.

Lebih jauh, kultum ini secara spesifik menyoroti sebuah fenomena krisis kontemporer yang amat mendesak, yakni dampak destruktif dari disrupsi digital terhadap psikologi anak. Prof. Mas’ud Said menggarisbawahi terjadinya krisis psikologis yang secara masif melanda anak-anak pada rentang usia 10 hingga 15 tahun, sebagai akibat langsung dari paparan teknologi yang tidak terkendali.

Sebagai konklusi sekaligus solusi taktis, beliau mengingatkan para jamaah akan urgensi pembatasan penggunaan gawai (gadget) pada anak-anak. Tindakan preventif dan pembatasan yang tegas ini, menurut beliau, bukanlah bentuk pengekangan, melainkan sebuah kewajiban moral dan wujud pengamalan langsung dari perintah Allah SWT dalam Al-Qur’an: Qu anfusakum wa ahlikum nara—jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka.

Sukses Besar! PESMATIF Season 6 ARMY UNISMA Cetak Generasi Qur’ani Melalui Kolaborasi Lintas Pesantren

MALANG – Asosiasi Remaja Masjid Ainul Yaqin (ARMY) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menorehkan prestasi dalam syiar agama dengan sukses menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan Eksekutif (PESMATIF) Season 6.

Kegiatan edukatif yang berlangsung selama dua pekan, mulai 21 Februari hingga 6 Maret 2026 ini, sukses menjadi magnet dan disambut antusias oleh 130 santri dari berbagai sekolah di wilayah Malang Raya.

Ketua Takmir Masjid Ainul Yaqin sekaligus Pembina ARMY UNISMA, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara tersebut. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran pengurus ARMY UNISMA yang telah berinisiatif menghadirkan wadah kegiatan positif bagi para pelajar selama bulan suci Ramadhan.

Kegiatan ini dipandang sebagai bentuk syiar Ramadhan yang sangat bermanfaat karena menggabungkan aktivitas edukatif sekaligus religius.

“Kami sangat mengapresiasi panitia ARMY yang telah berinisiatif menyelenggarakan PESMATIF Season 6. Kepada para santri, niatkan mengikuti PESMATIF sebagai ikhtiar dalam menuntut ilmu untuk menghilangkan kebodohan karena Allah Ta’ala,” ujar Dr. Kukuh dalam sambutannya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Masjid Ainul Yaqin UNISMA. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar belajar agama, melainkan juga wadah bersosialisasi tanpa memandang kelas, serta melatih kecerdasan emosional dan psikologis santri.

Kolaborasi Lintas Disiplin Ilmu dan Pesantren Meskipun jumlah peserta melonjak melampaui ekspektasi awal, seluruh rangkaian acara tetap berjalan tertib berkat manajemen yang matang dari panitia ARMY UNISMA. Menariknya, panitia pelaksana berasal dari latar belakang keilmuan yang sangat beragam—mulai dari program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum, HKI, Manajemen, PGMI, PIAUD, Farmasi, Kedokteran, hingga Agroteknologi. Hal ini menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi lintas disiplin di lingkungan kampus hijau tersebut.

Kekuatan pengajaran dalam PESMATIF kali ini juga didukung oleh sinergi antarlembaga yang solid. Selain panitia internal, kegiatan ini dibantu oleh tenaga pengajar dari Pondok Pesantren Al-Amin UNISMA, yakni Ustadzah Mega dan Ustadzah Hanifah (Fakultas Kedokteran). Dukungan tambahan juga datang dari Pondok Pesantren Darul Furqon yang mendelegasikan tiga pengajar berpengalamannya: Ustadzah Ainiyah, Ustadzah Hafifah, dan Ustadzah Nadhifah.

Kurikulum Berjenjang dan Tadabbur Alam Guna memastikan materi tersampaikan secara efektif dan sesuai dengan psikologi perkembangan usia anak, para santri dibagi menjadi tiga tingkatan kelas:

  • Kelas Ula (46 santri): Diperuntukkan bagi jenjang TK/RA hingga kelas 2 SD/MI.
  • Kelas Wustho (74 santri): Dibagi menjadi 2 kelas untuk jenjang kelas 3, 4, dan 5 SD/MI.
  • Kelas Ulya (11 santri): Diperuntukkan bagi kelas 6 SD/MI hingga kelas 3 SMP/MTs sederajat.

Materi inti yang diberikan mencakup Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ), Fiqih, Akhlak, serta Sirah Nabawiyah.

Selain pembelajaran tatap muka di dalam kelas, para santri juga diajak mengikuti sesi Tadabbur Alam dengan berkeliling menikmati keasrian lingkungan kampus UNISMA. Sesi ini dirancang untuk mengenalkan kebesaran Allah melalui alam sekitar dalam suasana belajar yang menyenangkan.

Metode pembelajaran inovatif juga diterapkan pada materi Sirah Nabawiyah yang diampu oleh Ust. Taufik Maulana dan Ust. Rizqi Habib. Para santri diajak meneladani kehidupan Rasulullah SAW melalui penayangan video edukasi sejarah Islam yang interaktif serta sesi dongeng islami yang memikat perhatian anak-anak.

Fasilitas Lengkap dan Penutupan Meriah Hanya dengan kontribusi pendaftaran (HTM) sebesar Rp100.000, para peserta mendapatkan fasilitas penunjang yang sangat memadai. Fasilitas tersebut meliputi buku pedoman, name tag, menu takjil, serta konsumsi berbuka puasa yang disediakan setiap hari. Hal ini bertujuan agar santri merasa nyaman dan dapat mengikuti seluruh kegiatan dengan optimal.

Rangkaian PESMATIF Season 6 ditutup secara resmi pada 6 Maret 2026 melalui sebuah acara puncak yang meriah namun tetap khidmat. Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ach. Fudhali Asrori, dan disusul dengan berbagai panggung unjuk bakat santri, pemutaran video dokumenter, hingga momen pembagian hadiah.

Menutup kegiatan, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., berharap ilmu yang diserap selama dua pekan ini dapat membawa manfaat nyata, diamalkan di lingkungan rumah, dan membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari santri.

Ke depannya, ARMY UNISMA berkomitmen agar PESMATIF terus hadir sebagai kawah candradimuka pembinaan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara keagamaan, tetapi juga berakhlakul karimah serta memiliki kecintaan yang tinggi terhadap masjid sebagai sentral pembinaan umat.

Penulis: Miranda Agustin dan Fira Imel Handayani

Kontribusi Nyata, Mahasiswa UNISMA Gelar Pembinaan Keagamaan Melalui Pondok Ramadhan di SMPN 9 Malang

MALANG — Sebanyak 24 mahasiswa Universitas Islam Malang (UNISMA) menunjukkan dedikasi nyata dalam pembinaan karakter generasi muda melalui kegiatan Pondok Ramadhan di SMP Negeri 9 Kota Malang. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu (2–4 Maret 2026) ini, menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu keguruan mereka secara langsung di lapangan.

Program ini dilaksanakan dengan tujuan utama untuk meningkatkan pemahaman keislaman, memperdalam pengetahuan Al-Qur’an, serta menumbuhkan akhlakul karimah (akhlak mulia) pada diri siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Komitmen di Tengah Masa Libur

Di balik kelancaran acara, terdapat tantangan tersendiri yang harus dihadapi oleh tim. Meski telah menyiapkan 24 pengajar, beberapa mahasiswa berhalangan hadir secara penuh karena kendala tertentu. Namun, dinamika ini tidak menghambat jalannya kegiatan.

Mengingat agenda ini bertepatan dengan masa libur perkuliahan, para mahasiswa UNISMA menunjukkan sikap responsif dan profesional. Mereka bergerak cepat mencarikan pengajar pengganti untuk memastikan setiap kelas tetap mendapatkan materi keagamaan secara optimal.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan kepada para mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa UNISMA berada di bawah pembinaan dosen Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., serta mendapat arahan langsung dari Bapak Toha selaku guru pamong di SMP Negeri 9 Kota Malang. Sinergi apik antara akademisi kampus dan praktisi pendidikan ini menjaga standar mutu pengajaran yang diberikan kepada para siswa.

Pengalaman Berharga Calon Pendidik

Interaksi langsung dengan para siswa jenjang menengah pertama ini menjadi momen emosional dan membanggakan bagi para mahasiswa. Nanda Risky Abdillah, salah satu perwakilan mahasiswa pengajar, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berharga yang diberikan pihak sekolah.

“Alhamdulillah, kesempatan mengajar di SMP Negeri 9 Malang merupakan salah satu pengalaman terbaik yang kami peroleh setelah mempelajari berbagai teori pembelajaran di bangku perkuliahan. Dapat berinteraksi secara langsung dengan para siswa menjadi pengalaman yang sangat berharga,” ujar Nanda.

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Malang yang berkenan memberikan kesempatan kepada kami untuk turut membersamai kegiatan Pondok Ramadhan. Terima kasih juga kepada Bapak Toha yang menyambut kami dengan hangat. Kami berharap di masa mendatang sinergi ini dapat terus berlanjut,” imbuhnya.

Kegiatan Pondok Ramadhan ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah mampu menciptakan dampak positif bagi penguatan spiritualitas pelajar. Melalui dedikasi para calon pendidik masa depan ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kokoh.

Penulis: Miranda Agustin dan Elvina Hera (Mahasiswa PAI UNISMA)

Sinergi Lintas Institusi: Masjid Kampus UNISMA Sukses Gelar Pondok Ramadhan Inklusif di SMPN 2 Malang

MALANG — Semangat kolaborasi dan pengabdian lintas institusi kembali diwujudkan oleh Masjid Kampus Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (UNISMA). Mengusung nilai toleransi dan pendidikan karakter, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam tim pengajar sukses menjalin kerja sama dengan SMPN 2 Kota Malang untuk menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadhan (PONRO) dan Pondok Kasih bagi siswa non-muslim, pada 26–27 Februari 2026.

Kegiatan yang melibatkan seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 ini berlangsung dinamis dan menjunjung tinggi nilai inklusivitas. Sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai Program Studi Keagamaan UNISMA diterjunkan langsung untuk mendampingi setiap kelas, mulai dari kelas 7A hingga 9J.

Pelaksanaan program ini berada di bawah bimbingan penuh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SMPN 2 Kota Malang, yakni Ibu Lailia Ikrimah, S.Pd.I. dan Bapak Fajar Wahyudi, S.Pd.I., serta di bawah arahan pembina dari UNISMA, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I. Kehadiran para mahasiswa pengajar ini membawa angin segar melalui metode pembelajaran keagamaan yang interaktif dan relevan dengan generasi muda.

Dari Tadarus hingga Keputrian

Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB yang diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah dan tadarus Al-Qur’an guna memperkuat fondasi spiritualitas siswa. Di saat yang bersamaan, para siswa non-muslim mengikuti rangkaian program Pondok Kasih. Berjalannya dua kegiatan ini secara berdampingan menciptakan suasana sekolah yang damai dalam keberagaman.

Salah satu sesi yang paling memantik antusiasme peserta adalah materi “Keputrian” yang dikhususkan bagi siswi perempuan. Sesi ini dipandu secara interaktif oleh Shofie Auliya’illah Rojabiyah, pengajar di kelas 8J. Melalui pembawaan yang energik dan materi yang relevan, Shofie berhasil mengajak para siswi berdiskusi mendalam mengenai dunia wanita dari perspektif Islam. Rangkaian kegiatan hari Jumat tersebut kemudian ditutup dengan khidmat melalui pelaksanaan salat Jumat berjamaah bagi para siswa dan pengajar laki-laki.

Apresiasi dan Sinergi Lintas Prodi

Mewakili rekan-rekan mahasiswa pengajar, M. Nanda Rizky Abdillah menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran tenaga pendidik SMPN 2 Kota Malang. Menurutnya, dukungan emosional dan mental dari guru pamong menciptakan ruang yang nyaman bagi mahasiswa selama bertugas.

“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat dari bapak-ibu guru. Hal yang paling berkesan adalah ucapan salam tulus dari siswa-siswi setiap kali jam pelajaran berakhir. Kesan baik dan keramahan mereka adalah hadiah terbaik bagi kami. Terima kasih, SMPN 2!”M. Nanda Rizky Abdillah (Perwakilan Tim Pengajar Mahasiswa)

Keberhasilan program ini tidak lepas dari dedikasi 30 mahasiswa pengajar lintas program studi yang terbagi ke dalam tiga tingkatan kelas:

  • Kelas 7: Siti Ma’rifatul Mukhlisah (7A), Naila Mufida (7B), Anggita Oktavia (7C), Nazwa Dini Fitria (7D), M. Afif Nasyd (7E), Nabilatul Khusna (7F), M. Imam Abu Hasan (7G), Ghazzy Fairuz Akhdan Sulistiadi (7H), Nurul Ivani Rosidah (7I), Kurnia Syahna (7J).
  • Kelas 8: Miranda Agustin (8A), Wahyuni Syaputri (8B), Shafira Choirunnisa (8C), Fathur Rohman Hadi Asy’ari (8D), Wardatun Niswah (8E), Adelya Nihayatul Khoir (8F), Rossy Dwi (8G), Muhammad Ridho (8H), Nanda Rizky Abdillah (8I), Shofi Auliya Illah (8J).
  • Kelas 9: Wibi Aulia Yasmine (9A), Amalia Faiqotus Silvia (9B), Muhammad Rikza Masyhadi (9C), Muhammad Yusuf Kamil (9D), Elvina Hera Ruslita (9E), Ahmad Nauval Arrozi (9F), Sri Hartini (9G), Rizky Izzudin A.M. (9H), Shima Adhibah Marwaa (9I), Syifaur Rohania (9J).

Sinergi apik antara Masjid Kampus Ainul Yaqin UNISMA dan SMPN 2 Kota Malang ini diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual, tangguh secara spiritual, dan moderat dalam beragama.

Pewarta: Miranda Agustin