TASYAKURAN DIES MAULIDIYAH KE-18 UKM JQH UNISMA: PERKUAT SILATURAHMI DAN ISTIQAMAH MENCETAK GENERASI QUR’ANI

MALANG — Unit Kreativitas Mahasiswa Jam’iyyatul Qurro’ wal Huffadz (UKM JQH) Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses menyelenggarakan kegiatan Tasyakuran Dies Maulidiyah ke-XVIII pada hari Sabtu, 9 Mei 2026. Kegiatan tahunan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan, serta dihadiri oleh jajaran pembina, alumni, demisioner, hingga seluruh anggota aktif UKM JQH UNISMA.

Rangkaian kegiatan diawali sejak pagi hari dengan persiapan kepanitiaan dan registrasi anggota. Tepat pada pukul 09.30 WIB, acara inti resmi dimulai dengan dipandu oleh M. Ridho dan Salsabila Zhika Prameswari selaku Master of Ceremony (MC). Suasana semakin religius ketika acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan oleh saudara Nasir Usman, dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nuril Anwar.

Sebagai bentuk kecintaan terhadap tanah air dan organisasi, seluruh peserta yang hadir secara serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars UKM JQH UNISMA di bawah panduan dirigen Kenes Maulidia Rahma.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi sambutan. Laporan kegiatan disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksana, Rizky Izzuddin Al Musyadieq, disusul oleh sambutan Ketua Umum UKM JQH UNISMA, Andiko Fatur Rachman. Turut hadir memberikan arahan dan wejangan mewakili Pembina UKM JQH UNISMA (Ustadz Ali Zainal Abidin Al-Hafidz), yakni Ustadz Muhammad Yunus, M.H., Al-Hafidz.

Untuk menambah semarak perayaan, Dies Maulidiyah ke-18 ini juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan bakat unggulan dari para anggota, di antaranya:

  • Penampilan Tartil (Kategori Putra) oleh saudara Ahmad Noval Basri.
  • Penampilan Qiro’ah Sab’ah (Kategori Putri) oleh saudari Dewi Izzah Saniyah.

Puncak acara tasyakuran ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas bertambahnya usia organisasi. Prosesi ini diikuti oleh seluruh anggota dan tamu undangan yang hadir. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi ramah tamah yang mempertemukan lintas generasi antara anggota, alumni, dan demisioner UKM JQH UNISMA.

Kehadiran para alumni dan demisioner dari berbagai angkatan memberikan kesan yang hangat sekaligus mempererat tali silaturahmi keluarga besar UKM JQH UNISMA. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan.

Melalui momentum perayaan ini, diharapkan UKM JQH UNISMA dapat terus berkembang menjadi organisasi kemahasiswaan yang aktif, inovatif, dan senantiasa istiqamah dalam mensyiarkan dakwah Al-Qur’an, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas, guna mencetak generasi Qur’ani yang berakhlakul karimah dan berprestasi.

Pewarta: Durrotun ‘Ainiya

Dari SMK ke Kuliah: Strategi, Peluang, dan Tantangan

BEM Fakultas Teknik Universitas Islam Malang telah melaksanakan kegiatan Kandidat Sarjana MEngabdi Ekuivalensi (KSM-E) dengan sosialisasi pendidikan di SMKN 6 Malang mengusung tema “Dari SMK ke Kuliah: Strategi, Peluang, dan Tantangan”. Kegiatan ini ditujukan bagi siswa kelas XII TKJ 1, DPIB 1, DPIB 2, RPL2 sebagai upaya memberikan wawasan serta motivasi dalam merencanakan pendidikan lanjutan setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan.

Acara diawali dengan pembukaan dan sambutan dari pihak sekolah serta ketua BEM yang menekankan pentingnya kesiapan siswa dalam menentukan langkah masa depan, baik untuk memasuki dunia kerja maupun melanjutkan ke perguruan tinggi. Selanjutnya, BEM Fakultas Teknik UNISMA memaparkan materi yang terbagi dalam tiga pokok bahasan utama.

Pada sesi pertama, disampaikan berbagai strategi untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, termasuk jalur seleksi masuk, pemilihan program studi yang sesuai dengan minat dan potensi, serta persiapan akademik yang perlu dilakukan sejak dini. Sesi berikutnya membahas peluang yang dapat dimanfaatkan oleh lulusan SMK, seperti program beasiswa, pendidikan vokasi, serta kesempatan kuliah sambil bekerja.

Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami berbagai tantangan yang mungkin dihadapi, di antaranya keterbatasan biaya, minimnya akses informasi, serta rendahnya kepercayaan diri. Melalui kegiatan ini, tim BEM Fakultas Teknik memberikan motivasi serta solusi praktis agar siswa mampu menghadapi tantangan tersebut secara bijak dan terarah.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Banyak siswa yang menyampaikan pertanyaan serta berbagi pandangan terkait rencana masa depan mereka.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa SMKN 6 Malang dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi serta mampu menyusun strategi yang tepat dalam meraih masa depan yang lebih baik.

#KSM-E #SMKKeKuliah #Pendidikan #GenerasiMuda #Malang

MAHASISWI UNISMA RAIH JUARA 1 GHINA’ ARABY SE-JATIM, HARUMKAN NAMA KAMPUS DI UIN MALANG

MALANG — Kabar membanggakan kembali datang dari kancah seni kampus. Mahasiswi Universitas Islam Malang (UNISMA), Anisa Syahrul Abidah, sukses membawa pulang piala Juara 1 dalam perlombaan Ghina’ Araby (Menyanyi Lagu Arab) Tingkat Umum Se-Jawa Timur. Ajang bergengsi ini diselenggarakan oleh Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Seni Religius UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam rangka perayaan Dies Maulidiyah.

Persaingan dalam kompetisi ini tergolong cukup ketat karena diikuti oleh deretan peserta berbakat dari berbagai daerah di Jawa Timur. Meski demikian, Anisa berhasil tampil memukau di hadapan dewan juri. Kualitas vokal yang merdu, ketepatan makharijul huruf (pelafalan bahasa Arab), serta penghayatan lagu yang mendalam menjadikannya sangat layak dinobatkan sebagai yang terbaik di ajang tersebut.

Keberhasilan Anisa ini sekaligus menegaskan bahwa anggota UKM Seni Islami UNISMA memiliki kualitas unggul yang mampu bersaing di kancah regional. Prestasi ini juga menjadi bukti nyata bahwa seni religi tetap memiliki ruang yang spesial dan terus dilestarikan oleh generasi muda masa kini.

Ketua Umum UKM Seni Islami UNISMA periode 2026, Kurniawan Rangga Putra Arifin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tertingginya atas pencapaian ini.

“Selamat untuk Anisa atas Juara 1 yang diraihnya. Ini adalah hasil dari kerja keras dan latihan yang konsisten. Kami di UKM Seni Islami selalu mendukung teman-teman untuk terus mengasah bakatnya. Semoga kemenangan ini bisa memantik semangat anggota yang lain untuk terus berkarya dan membawa nama baik almamater UNISMA di kompetisi-kompetisi berikutnya,” ungkap Kurniawan.

Pencapaian luar biasa ini bukan sekadar soal raihan piala dan sertifikat, melainkan tentang nyala semangat untuk terus membumikan seni Islami di tengah pesatnya perkembangan zaman. Kemenangan Anisa menjadi pengingat bagi seluruh mahasiswa bahwa proses dan latihan tidak akan pernah mengkhianati hasil, selama diiringi dengan kemauan keras untuk terus mencoba.

Semoga langkah inspiratif ini menjadi pembuka jalan bagi sederet prestasi besar lainnya, serta mampu memotivasi mahasiswa UNISMA untuk lebih berani menunjukkan bakat dan kemampuannya di publik. Sekali lagi, selamat kepada Anisa Syahrul Abidah. Teruslah bersinar dan membanggakan almamater tercinta!

Pewarta: Kurniawan Rangga Putra Arifin

UNSPOKEN IN LENS: TINGKATKAN KEPEKAAN ESTETIKA, UKM PANORAMA PHOTOGRAPHY UNISMA SUKSES GELAR PRAKTIK LAPANG

MALANG — Guna mengasah insting visual dan kemampuan teknis para anggotanya, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Panorama Photography Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses menggelar kegiatan Hunting dan Praktik Lapang pada Sabtu hingga Minggu (25–26/4/2026). Mengusung tema “Unspoken in Lens”, agenda ini menjadi langkah lanjutan dari rangkaian pelatihan dasar fotografi yang menitikberatkan pada pengalaman langsung di lapangan.

Kegiatan ini tidak hanya sekadar memindahkan ruang kelas ke alam terbuka, tetapi dirancang secara khusus untuk memperdalam pemahaman anggota mengenai komposisi, pencahayaan, dan kepekaan estetika. Peserta didorong untuk mengeksplorasi kreativitas serta menemukan gaya visual otentik mereka masing-masing saat menangkap sebuah momen.

Tema “Unspoken in Lens” sendiri diangkat untuk merepresentasikan kekuatan sebuah foto. Melalui lensa, sebuah karya visual diharapkan mampu menyampaikan pesan yang tak terucap. Setiap jepretan didorong untuk tidak sekadar menjadi gambar mati, melainkan menjadi medium yang mewakili emosi, cerita, serta sudut pandang personal sang fotografer.

Rangkaian Kegiatan yang Komprehensif

Intensitas kegiatan sudah terlihat sejak hari pertama (Sabtu, 25/4). Usai proses check-in dan pengarahan, rombongan langsung bertolak menuju lokasi diklat. Setibanya di sana, acara resmi dibuka dan dilanjutkan dengan pendirian tenda, istirahat, serta ice breaking untuk meleburkan kecanggungan antar peserta.

Memasuki sore hari, peserta langsung dihadapkan pada agenda utama, yakni sesi Hunting 1. Pada sesi ini, mereka ditantang untuk mengaplikasikan teori fotografi secara langsung dengan memanfaatkan karakter golden hour atau cahaya sore. Hasil jepretan tersebut kemudian dievaluasi bersama pada sesi “Bedah Karya” di malam hari, sebelum ditutup dengan malam keakraban (makrab) yang hangat.

Tantangan berlanjut pada hari kedua (Minggu, 26/4). Sejak dini hari, para peserta sudah bersiap untuk sesi Hunting 2. Kali ini, fokus utamanya adalah melatih adaptasi teknis terhadap kondisi pencahayaan yang berbeda, khususnya menangkap pendaran cahaya pagi. Sama seperti hari pertama, sesi ini ditutup dengan bedah karya interaktif di mana para pengurus memberikan masukan konstruktif atas presentasi karya para peserta.

Sebelum bertolak kembali ke kampus UNISMA, kegiatan diakhiri dengan pengumuman peserta terbaik dan sterilisasi area diklat. Hal ini merupakan wujud tanggung jawab moral UKM Panorama Photography dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Secara keseluruhan, kegiatan Hunting dan Praktik Lapang ini berjalan interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Diskusi yang hidup selama sesi bedah karya menjadi indikator utama keberhasilan acara. Melalui agenda ini, anggota UKM Panorama Photography diharapkan semakin percaya diri dalam menghasilkan karya visual yang bermakna dan siap menjadi fotografer muda yang kompeten.

Pewarta: Navisa Nur Rohmah

Menyemai An-Najah: Membangun Peradaban Lewat Cinta Tanah Air dan Ketajaman Visi Sejarah

MALANG — Di era pascamodernisme yang ditandai oleh arus globalisasi dan lunturnya batas-batas geografis, kesadaran akan urgensi tanah air (hubbul wathan) kerap kali mengalami pendangkalan makna. Padahal, dalam kosmologi Islam, akar identitas spiritual dan sosial seseorang bermula dari pijakannya terhadap tanah kelahirannya.

Mengurai benang merah antara nasionalisme, sejarah, dan kesuksesan, Dr. Kukuh Santoso, M.Pd.I., dalam mimbar “Mutiara Hikmah” di Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (Unisma) pada Senin (27/4/2026), membedah secara komprehensif maqolah mashur dari Prof. Dr. Said Al-Insyirot.

“Man laisa lahu ardhun, laisa lahu tarikh. Wa man laisa lahu tarikh, laisa lahu dzakirah,” kutip Dr. Kukuh. (Barangsiapa tidak memiliki tanah air, maka ia tidak memiliki sejarah. Barangsiapa tidak memiliki sejarah, maka ia akan dilupakan).

Menurut Dr. Kukuh, tanah air bukanlah sekadar entitas teritorial atau batas geografis di atas peta. Tanah air adalah rahim peradaban—tempat di mana manusia berpijak, memupuk patriotisme, dan mengartikulasikan penghambaannya kepada Allah (secara vertikal) sekaligus menebar maslahat (secara horizontal). Tanpa fondasi kecintaan terhadap tanah air ini, mustahil seorang anak manusia mampu menorehkan tinta emas sejarah.

“Sejarah adalah jejak abadi, baik berupa prasasti maupun prestasi. Namun, prestasi tersebut hanya akan dikenang abadi jika ia bermuara pada satu titik: kesuksesan yang hakiki,” papar beliau di hadapan civitas akademika Unisma.

Untuk membumikan gagasan tersebut, Dr. Kukuh memperkenalkan terminologi kesuksesan dalam kerangka Islam, yakni An-Najah. Kata ini tidak sekadar bermakna pencapaian material, melainkan mengandung filosofi mendalam yang tersusun dari tiga huruf penyusunnya: Nun, Jim, dan Ha.

Pilar pertama adalah Nun (Nadhar). Sebuah kesuksesan mensyaratkan adanya pengamatan, ketajaman visi, serta perencanaan strategis yang presisi sebelum bertindak. Pilar kedua adalah Jim (Jadd), yang merepresentasikan perjuangan gigih. Sesuai dengan janji Allah dalam QS. Al-Ankabut, Jadd menuntut implementasi kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas untuk mencari rida-Nya.

Pilar ketiga sekaligus pamungkas adalah Ha (Khauf). Di balik keberanian dan kerja keras, seorang muslim harus memiliki khauf—kewaspadaan dan kehati-hatian. Dr. Kukuh menarik relevansinya dengan falsafah Jawa, “eling lan waspada”, sebagai self-control agar ambisi tidak menggelincirkan manusia pada kesombongan atau kecerobohan taktis.

Lebih jauh, Dr. Kukuh mengontekstualisasikan wacana makro ini ke dalam ranah institusional. Beliau mengajak seluruh audiens untuk memperlakukan kampus Unisma layaknya “tanah air” perjuangan. Mengenang dedikasi para pendiri kampus seperti K.H. Tholchah Hasan dan K.H. Oesman Mansoer, beliau menegaskan bahwa amanah terbesar generasi hari ini adalah memastikan estafet kesuksesan tersebut tidak terputus.

“Tugas kita adalah melanjutkan tonggak sejarah agar masa ke masa kampus ini terus berkembang. Pertanyaannya, selepas kita nanti, catatan sejarah seperti apa yang akan mengenang diri kita?” gugatnya menutup kajian, memberikan refleksi tajam bagi setiap insan yang mengabdi di institusi tersebut.

FASILITAS BARU, SEMANGAT BARU: UNISMA RESMIKAN WALL CLIMBING UNTUK CETAK ATLET KELAS DUNIA

MALANG, Senin, 27 April 2026 — Guna mendukung pengembangan bakat dan minat mahasiswa di bidang olahraga ekstrem, Universitas Islam Malang (UNISMA) resmi meluncurkan fasilitas wall climbing (panjat tebing) terbaru. Fasilitas yang diperuntukkan bagi Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Pecinta Alam Ranti Pager Aji (RPA) ini berdiri megah di halaman depan Gedung Bundar Al-Asyari UNISMA dan diresmikan secara langsung oleh jajaran pimpinan universitas dan yayasan pada Senin pagi.

Peresmian ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota dan Kabupaten Malang, KONI Kota dan Kabupaten Malang, Dispora dan KONI Kota Batu Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), serta tim Vertical Rescue Indonesia. Kehadiran fasilitas baru ini merupakan hasil relokasi dari area SMA Islam Nusantara (SMAINUS) guna mengoptimalkan akses dan kualitas latihan mahasiswa.

Wakil Rektor 3 UNISMA, Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pimpinan kampus sehingga fasilitas bertaraf internasional ini dapat terealisasi. Ia memaparkan bahwa UKM RPA memiliki lima divisi utama: caving (penelusuran gua), rock climbing (panjat tebing), mountaineering (gunung hutan), rafting (arung jeram), dan konservasi alam.

“Fasilitas ini tidak hanya terbatas pada anggota RPA. Kami mendorong adanya open house agar mahasiswa UNISMA secara umum yang ingin melakukan uji coba panjat tebing bisa difasilitasi dengan pendampingan yang aman,” ujar Dr. Muhammad Yunus. Ia juga menegaskan bahwa tingkat kemiringan dinding panjat ini telah memenuhi standar untuk kompetisi internasional.

Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., dalam sambutannya menekankan bahwa kampus senantiasa berkomitmen meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik melalui 20 UKM yang ada. Ia menyoroti RPA sebagai salah satu UKM tertua di UNISMA yang lahir pada tahun 1989.

“Meski minat pada olahraga ekstrem ini cukup spesifik, kami berharap dengan fasilitas baru ini frekuensi latihan tidak lagi terhambat kendala teknis. Siapa tahu ke depannya, atlet Spider-Woman atau Spider-Man andalan Indonesia terlahir dari UKM Ranti Pager Aji kita,” tutur Prof. Junaidi yang disambut tepuk tangan hadirin. Ia juga menggarisbawahi sinergi erat UNISMA dengan pemerintah daerah dalam pengembangan olahraga, termasuk kepercayaan menjadikan kampus ini sebagai salah satu venue Porprov.

Dukungan serupa datang dari Ketua Pengurus Yayasan UNISMA, Prof. Dr. H. Agus Sugianto, S.T., M.P. Beliau mengenang sejarah panjang anggota RPA yang sejak dahulu dikenal berkarakter kuat, berpenampilan nyentrik, namun selalu konsisten menyumbang prestasi. Menurutnya, pembangunan fasilitas ini adalah langkah strategis yang sejalan dengan visi besar kampus.

“Tahun 2027, UNISMA menargetkan masuk dalam pemeringkatan World Class University. Cita-cita ini harus didukung oleh prestasi mahasiswa. Jangan berhenti di tingkat lokal Malang saja. Mahasiswa harus out of the box, tembus prestasi nasional bahkan internasional,” tegas Prof. Agus. Sembari berkelakar tentang ketakutannya pada ketinggian, ia menantang para mahasiswa untuk mencetak prestasi yang kelak akan dicatat dengan tinta emas dalam sejarah UNISMA.

Dengan diresmikannya wall climbing ini, atmosfer olahraga panjat tebing di lingkungan UNISMA diharapkan semakin dinamis, melahirkan generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga berkarakter dan berprestasi di kancah global.

Negosiasi Takdir dan Sakralnya Tali Rahim: Menguji Kualitas Iman di Lingkaran Terdekat

MALANG — Dalam lanskap kehidupan manusia, takdir dan keluarga adalah dua entitas yang datang tanpa bisa dipilih. Banyak orang berlomba-lomba mengejar kesalehan sosial di ranah publik, namun ironisnya, gagal merawat harmoni di lingkaran paling inti. Menyikapi fenomena ini, mimbar “Mutiara Hikmah” di Masjid Kampus Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Kamis (23/4/2026), menghadirkan refleksi spiritual yang tajam dari Dr. H. Syamsu Madyan, LC., MA.

Kajian ini membedah dua kutub krusial dalam teologi Islam: kekuatan absolut takdir dan amanah sakral bernama silaturrahim. Mengawali paparannya, Dr. Syamsu menegaskan bahwa takdir adalah ketetapan Allah SWT yang tidak bisa dilawan oleh kekuatan apa pun di dunia. Kendati demikian, rahmat Tuhan senantiasa menyisakan satu ruang dialog bagi hamba-Nya. Ruang “negosiasi” itu bernama doa.

Merujuk pada sabda Nabi Muhammad SAW, la yaruddul qodho illa ad-du’a (tidak ada yang bisa menolak ketetapan Allah kecuali doa), Dr. Syamsu memposisikan doa sebagai satu-satunya instrumen penawar di tengah kemutlakan nasib. Selebihnya, manusia diwajibkan untuk berlapang dada menerima realitas kehidupan.

Salah satu bentuk takdir yang paling nyata dan sering menjadi ujian terberat adalah keluarga. Dr. Syamsu mendekonstruksi pemahaman umum mengenai silaturrahim. Selama ini, silaturrahim kerap direduksi sekadar menjadi ajang kumpul teman atau kerabat jauh. Padahal, makna fundamental dari rahim adalah orang-orang yang oleh Allah ditetapkan memiliki hubungan sedarah, di mana manusia tidak memiliki kuasa untuk menolaknya.

“Kita bisa memilih teman atau tetangga, tapi kita tidak bisa memilih siapa orang tua, anak, paman, atau bibi kita. Mereka adalah orang-orang yang sakral dalam hidup, yang disebut dengan rahim dalam makna yang sebenarnya,” papar beliau di hadapan jamaah.

Ujian keimanan yang sesungguhnya berada pada ring satu ini. Dr. Syamsu memberikan perumpamaan yang sangat menohok terkait orang yang rajin beribadah vertikal (salat, puasa, zakat) namun memutus tali keluarga. Ibadah tersebut diibaratkan seperti mengecas daya ponsel di tengah kondisi pemadaman listrik. Sebanyak apa pun waktu dihabiskan untuk beribadah di depan Ka’bah, jika hubungan dengan kerabat sedarah terputus, maka terputus pula aliran rahmat dari Allah SWT.

Lebih jauh, ikatan ini juga meluas pada institusi pernikahan. Menariknya, dalam yurisprudensi Islam (fiqh), pernikahan bukan semata-mata mengikat dua mempelai, melainkan menyatukan dua keluarga secara abadi. Hubungan menantu dengan mertua berstatus mahram muabbad (mahram selamanya) yang tidak mengenal istilah mantan.

Sebagai penutup, Dr. Syamsu mengingatkan kembali janji profetik bagi siapa saja yang merawat amanah silaturrahim ini dengan penuh kesabaran. Menjaga hubungan dengan orang-orang yang telah digariskan Allah sebagai keluarga adalah kunci emas pembuka pintu rezeki yang berkah dan usia yang bermanfaat. Sebuah pesan yang mengembalikan esensi beragama pada titik nol: memanusiakan manusia di dalam rumah sendiri.

Mengukur Kedalaman Iman: Tiga Syarat Menjadi Mukmin Sejati Menurut Kitab Nashaihul Ibad

MALANG — Berpredikat sebagai seorang Muslim secara identitas formal belumlah cukup untuk menggaransi kualitas spiritual seseorang di hadapan Allah SWT. Terkadang, keislaman seseorang tidak selalu berbanding lurus dengan keimanannya, terutama ketika dihadapkan pada realitas kehidupan yang penuh dengan dinamika dan ujian.

Menyoroti problematika spiritual tersebut, Dr. Nur Hasan, M.Ed., dalam mimbar “Mutiara Hikmah” di Masjid Kampus Universitas Islam Malang (UNISMA) pada Rabu (22/4/2026), mengajak civitas akademika untuk melakukan introspeksi diri. Melalui telaah mendalam dari Kitab Nashaihul Ibad, beliau membedah sebuah riwayat dialog bersejarah antara Rasulullah Muhammad SAW dengan para sahabatnya mengenai parameter keimanan yang sesungguhnya.

“Kanjeng Nabi suatu saat pernah bertanya kepada sahabat, ‘Kaifa asbahtum?’ (Bagaimana keadaan kalian saat ini?). Para sahabat menjawab dengan mantap bahwa mereka berada dalam keadaan beriman. Namun, Rasulullah tidak berhenti di situ, beliau menguji klaim tersebut dengan bertanya tentang apa tanda pasti dari keimanan mereka,” papar Dr. Nur Hasan mengawali kisahnya.

Dari dialog tersebut, terungkaplah tiga fondasi psikologis dan spiritual yang menjadi indikator sahnya iman seseorang. Pertama, para sahabat menjawab “Nasbiru ‘alal bala'” (Kami bersabar atas cobaan). Seorang mukmin sejati tidak akan mudah mengeluh (ngeresulo) ketika ditimpa musibah, rasa sakit, atau kesulitan ekonomi, melainkan menghadapinya dengan ketabahan.

Kedua, “Wa nasykuru bir rakha'” (Kami bersyukur atas nikmat). Dimensi ini menuntut kepekaan hati untuk menyadari dan mengapresiasi setiap karunia Allah, sekecil apa pun bentuknya. Mulai dari kesehatan, kesempatan hidup, hingga rezeki yang cukup, semuanya dibalas dengan puji syukur tanpa henti.

Ketiga, “Wa nardha bil qadha'” (Kami ridha terhadap takdir/ketentuan). Puncak dari keimanan adalah penerimaan total terhadap skenario Allah SWT. Kelapangan dada dalam menerima ketetapan Ilahi menghindarkan manusia dari rasa frustrasi dan keputusasaan.

Mendengar ketiga jawaban tersebut, Rasulullah SAW pun memberikan validasinya: “Fa inna imanukum haqqon” (Maka sesungguhnya iman kalian adalah iman yang sebenar-benarnya).

Di akhir pemaparannya, Dr. Nur Hasan memberikan otokritik bagi masyarakat modern. “Jika tiga hal ini melekat pada kita, insyaallah iman Islam kita selamat. Namun, jangan-jangan kita tidak memiliki ketiganya; kena cobaan sedikit langsung mengeluh, diberi nikmat sedikit masih merasa kurang,” tegasnya.

Kajian ini menjadi pengingat yang tajam bahwa keistiqomahan dalam ibadah (seperti rutinitas salat berjamaah) harus bermuara pada terbentuknya mentalitas spiritual yang sabar, bersyukur, dan rida, demi menggapai akhir hayat yang husnul khatimah.

DIKLAT DASAR VOL.8 UKM KPM UNISMA 2026: “READY TO REPRESENT, READY TO GROW”

MALANG — Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi unggul dengan menyelenggarakan kegiatan Diklat Dasar Vol.8 Tahun 2026.

Mengusung tema besar “Ready to Represent, Ready to Grow”, kegiatan ini menjadi gerbang utama kaderisasi anggota baru untuk membentuk pribadi yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi di bidang keprotokoleran.

Rangkaian acara diawali dengan opening ceremony yang berlangsung khidmat. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Umum UKM KPM UNISMA, Duta Ahmad Ardiansah, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan diri setiap kader untuk menjadi representasi wajah kampus.

Guna membekali para peserta dengan fondasi pengetahuan yang kuat, panitia menghadirkan sesi pemaparan materi dari narasumber-narasumber kompeten di bidangnya. Rangkaian materi tersebut meliputi:

  • Keprotokoleran: Disampaikan oleh Duta Ike Zhiana Huzaini (Kepala Divisi Protokoler KPM 2025). Materi ini memberikan pemahaman mendalam mengenai tugas pokok, fungsi strategis, serta etika yang harus dijunjung tinggi dalam dunia keprotokoleran.
  • AD/ART Organisasi: Disampaikan oleh Duta Gusti Ayu Monica (Ketua Umum UKM KPM 2025). Sesi ini mengupas tuntas dasar organisasi, aturan yang mengikat, serta pedoman kerja dalam menjalankan roda organisasi UKM KPM.
  • Public Speaking: Disampaikan oleh Duta Alya Nabila (Pemenang Duta Kampus UNISMA 2024). Sesi interaktif ini secara khusus membekali peserta dengan kemampuan komunikasi yang efektif, cara membangun kepercayaan diri, serta teknik berbicara di depan umum yang persuasif.

Setelah menyerap berbagai materi, daya kritis peserta diuji melalui Focus Group Discussion (FGD). Forum ini menjadi sarana interaktif untuk mendiskusikan studi kasus dan memperdalam materi yang telah didapatkan.

Dinamika kegiatan kemudian berlanjut pada persiapan inagurasi. Fase ini dirancang secara khusus untuk membentuk karakter, melatih kekompakan, serta memupuk rasa kebersamaan antarpeserta. Puncak acara inagurasi berlangsung meriah dan penuh antusiasme, menjadi panggung kreativitas bagi peserta untuk menampilkan potensi diri sekaligus mempererat ikatan kekeluargaan angkatan baru.

Sebagai penutup, dilaksanakan prosesi pengukuhan peserta Diklat Dasar Vol.8. Prosesi sakral ini menjadi tanda resmi bahwa para peserta telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pelatihan, sekaligus menjadi titik awal perjalanan pengabdian mereka di UKM KPM UNISMA.

Melalui Diklat Dasar ini, seluruh kader baru diharapkan tidak hanya menyerap teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam setiap denyut nadi kegiatan organisasi ke depannya.

*** Pewarta: Sandadin Akmalyaturrohmah (Ketua Humas Diklat UKM KPM UNISMA 2026)

UKM PANORAMA PHOTOGRAPHY UNISMA GELAR PELATIHAN PRA HUNTING: BEKALI ANGGOTA BARU DENGAN TEKNIK DASAR DAN PRAKTIK LAPANG

MALANG, Minggu, 19 April 2026 — Dalam upaya meningkatkan kompetensi visual anggota barunya, Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Panorama Photography Universitas Islam Malang (UNISMA) sukses menggelar kegiatan Pelatihan Fotografi Pra Hunting. Mengusung tema “Unspoken in Lens”, acara yang berlangsung pada Minggu (19/4) ini bertempat di Ruang Kelas F1.13 Gedung Asy’ari UNISMA.

Kegiatan yang dirancang sebagai program pengembangan fundamental fotografi ini dimulai sejak pukul 07.00 WIB untuk registrasi peserta dan resmi dibuka pada pukul 08.00 WIB. Acara diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya disusul Hymne Panorama, dan dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari Ketua Pelaksana serta Ketua Umum UKM Panorama Photography.

Penguatan Materi Fundamental Fotografi

Inti dari pelatihan ini dibagi ke dalam empat sesi materi utama yang disampaikan oleh para pakar internal organisasi.

Sesi pertama, materi Komposisi Fotografi dibawakan oleh Alamul Huda. Pada sesi ini, peserta diajak untuk memahami dasar-dasar penataan elemen visual guna menghasilkan karya foto yang menarik dan seimbang. Dilanjutkan dengan materi kedua, Teknik Dasar Fotografi (TDF) oleh Ahmad Riza Ubaidillah. Materi ini berfokus pada pemahaman exposure triangle (ISO, aperture, shutter speed), pengenalan fungsi kamera, serta teknik pengambilan gambar yang presisi.

Materi ketiga bergeser pada pengenalan organisasi melalui sesi Kepanoramaan yang dibawakan oleh Romo Pambudi. Sesi ini memaparkan gambaran umum, peran, serta visi-misi UKM Panorama Photography. Sebagai penutup rangkaian teori, Gagak Permadi menyampaikan materi Peralatan Fotografi, yang mengenalkan peserta pada berbagai varian alat fotografi, mulai dari level pemula hingga standar profesional industri.

Praktik Lapang di Lingkungan Kampus UNISMA

Setelah pembekalan teori selesai, kegiatan dilanjutkan dengan agenda praktik lapang atau hunting foto di area lingkungan kampus Universitas Islam Malang. Sesi ini menjadi momen krusial bagi peserta untuk mengaplikasikan ilmu yang baru saja didapat, meliputi penyesuaian pengaturan kamera, observasi arah cahaya alami (natural light), dan penerapan komposisi visual.

Dengan kebebasan mengeksplorasi sudut-sudut kampus, suasana praktik berlangsung dinamis dan penuh antusiasme. Peserta ditantang untuk menangkap objek dan momen bernilai estetika tinggi yang mampu bercerita secara visual, selaras dengan tema “Unspoken in Lens”. Selama proses hunting, para pemateri turut terjun ke lapangan untuk mendampingi, memberikan evaluasi langsung, serta memandu peserta memecahkan kendala teknis di lapangan.

Seluruh rangkaian acara yang berakhir pada pukul 15.00 WIB ini berjalan dengan tertib, interaktif, dan lancar. Antusiasme peserta terlihat jelas dari keaktifan mereka berdiskusi dan berkreasi sepanjang sesi praktik.

Pelatihan Fotografi Pra Hunting ini kemudian resmi ditutup dengan doa bersama dan sesi foto dokumentasi. Melalui pelatihan terpadu ini, para anggota baru diharapkan tidak sekadar menguasai fotografi pada tataran teori, namun juga mahir mengeksekusinya secara langsung di lapangan, serta memiliki kesiapan penuh untuk agenda hunting fotografi UKM Panorama berikutnya.

Pewarta: Navisa Nur Rohmah