KOLABORASI LINTAS DISIPLIN, TIM P2MW UNISMA LOLOS PENDANAAN KEMDIKBUDRISTEK 2026 MELALUI INOVASI “IMUNOBAYAK PLUS”

MALANG — Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali membuktikan kualitas dan daya saing mahasiswanya di kancah nasional. Kabar membanggakan datang dari ajang bergengsi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Satu tim delegasi mahasiswa UNISMA secara resmi dinyatakan lolos dan berhak mendapatkan kucuran dana hibah pengembangan usaha dari pemerintah. Kepastian ini tertuang dalam surat pengumuman resmi yang dirilis melalui portal SIMBELMAWA Kemdiktisaintek (https://simbelmawa.kemdiktisaintek.go.id/portal/pengumuman-lolos-pendanaan-program-pembinaan-mahasiswa-wirausaha-p2mw-2026/).

Keberhasilan ini diraih melalui proposal inovasi bisnis bertajuk “Imunobayak Plus Milk Replacer Dengan Herbal Bawang Dayak dan Ekstrak Kunyit Untuk Kekebalan Ternak”. Produk ini digagas sebagai solusi aplikatif nan mutakhir bagi para peternak di Indonesia dalam menjaga tingkat kesehatan dan menekan angka mortalitas pada anakan hewan ternak.

Inovasi Suplemen Berbasis Kearifan Lokal Imunobayak Plus bukanlah sekadar produk pengganti susu induk (milk replacer) biasa. Keunggulan utama produk ini terletak pada formulasinya yang mengawinkan ilmu peternakan modern dengan kekayaan herbal nusantara, yakni Bawang Dayak dan Ekstrak Kunyit.

Bawang Dayak yang kaya akan antioksidan, dipadukan dengan kurkumin dari ekstrak kunyit, terbukti secara ilmiah mampu berfungsi sebagai imunomodulator alami. Perpaduan ini diformulasikan secara khusus untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh anakan ternak agar lebih tahan terhadap serangan penyakit endemis, memperbaiki sistem pencernaan, sekaligus mempercepat laju pertumbuhan ternak tanpa harus bergantung pada penggunaan obat-obatan kimia maupun antibiotik sintetis yang berisiko meninggalkan residu.

Sinergi Cerdas Peternakan dan Administrasi Bisnis Keberhasilan inovasi ini tidak lepas dari komposisi tim yang merepresentasikan kolaborasi lintas disiplin ilmu yang solid. Tim P2MW UNISMA ini dibimbing langsung oleh akademisi sekaligus pakar kesehatan hewan dari Fakultas Peternakan UNISMA, Dr. drh. Nurul Humaidah, M.Kes. Di bawah arahan tangan dingin beliau, gagasan mahasiswa tidak hanya tajam secara teoretis klinis, namun juga memiliki nilai komersialisasi yang tinggi.

Adapun tim mahasiswa inovator penggerak Imunobayak Plus ini beranggotakan empat mahasiswa berprestasi, yaitu:

  1. Musthofa (Program Studi Administrasi Bisnis)
  2. Lutfi Nur Hakiki (Program Studi Administrasi Bisnis)
  3. Ikhsan (Program Studi Peternakan)
  4. Naufal Dwi Oktavian (Program Studi Administrasi Bisnis)

Kehadiran Ikhsan dari Fakultas Peternakan memastikan bahwa formulasi milk replacer dan dosis herbal yang diaplikasikan memenuhi standar nutrisi dan kesehatan hewan yang ketat. Di sisi lain, dominasi tiga mahasiswa dari Program Studi Administrasi Bisnis (Musthofa, Lutfi, dan Naufal) menjadi ujung tombak dalam memetakan strategi business plan, analisis pasar, manajemen rantai pasok produksi, hingga penetrasi digital marketing agar produk ini dapat diserap oleh para peternak rakyat maupun industri skala besar.

Dampak dan Harapan ke Depan Lolosnya tim UNISMA dalam P2MW 2026 ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan sebuah manifestasi dari visi kampus untuk mencetak lulusan yang tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker), tetapi juga tangguh sebagai pencipta lapangan kerja (job creator).

Dengan adanya pendanaan dan pembinaan berkelanjutan dari Kemdikbudristek, produk Imunobayak Plus diharapkan dapat segera diproduksi secara massal, melewati proses legalitas dan sertifikasi, serta didistribusikan secara komersial. Prestasi ini sekaligus diharapkan dapat menjadi katalisator yang memantik semangat mahasiswa UNISMA lainnya untuk terus berani berinovasi, meriset, dan membangun ekosistem kewirausahaan yang berdampak positif bagi masyarakat luas, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan sektor peternakan nasional.