Refleksi Akhir Tahun 2025: Mahasiswa UNISMA Menapaki Proses Akademik, Literasi, dan Pengabdian

Naman :Safira Ramadani Mahfud

NPM   : 22201071010

Podi     : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Tahun 2025 menjadi salah satu fase penting dalam perjalanan akademik dan pengembangan diri saya sebagai mahasiswa. Berbagai pengalaman, pencapaian, dan tantangan hadir silih berganti, membentuk proses pembelajaran yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga personal dan spiritual. Melalui refleksi akhir tahun ini, saya berupaya melihat kembali perjalanan yang telah dilalui sebagai bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam merancang langkah pengembangan diri di tahun 2026.

Sepanjang tahun 2025, saya memperoleh banyak pengalaman berharga dari berbagai aktivitas yang saya jalani. Salah satu pencapaian yang sangat saya syukuri adalah kembali lolos dalam sayembara penerbitan buku cerita anak yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Timur. Dengan capaian ini, saya kini telah memiliki tiga buku cerita anak yang berhasil diterbitkan oleh Balai Bahasa. Pengalaman ini menjadi penguat bagi saya untuk terus berkarya di bidang literasi dan meneguhkan keyakinan bahwa proses yang konsisten akan menghasilkan karya yang bermakna.

Selain itu, saya juga terlibat aktif dalam penelitian bersama dosen, Dr. Ari Ambarwati, yang mengkaji aktualisasi ekoliterasi di sekolah. Kegiatan penelitian ini memberikan saya pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya integrasi nilai-nilai lingkungan dalam pendidikan. Di waktu yang bersamaan, saya juga melaksanakan Program Pengenalan Lapangan (PPL) di SMP Negeri 01 Dau. Pengalaman mengajar dan berinteraksi langsung dengan peserta didik memberikan pelajaran berharga tentang dinamika dunia pendidikan serta tanggung jawab seorang pendidik.

Memasuki paruh akhir tahun 2025, saya mulai fokus mengerjakan skripsi sebagai tugas akhir perkuliahan. Pada bulan November, saya telah melaksanakan seminar proposal, meskipun harus melalui proses yang cukup berat dan menuntut banyak pengorbanan waktu serta tenaga. Berbagai kesibukan tersebut mengajarkan saya tentang berharganya sebuah kesempatan dan pentingnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menaklukkan kesempatan tersebut. Saya juga belajar tentang makna tanggung jawab, terutama dalam menyeimbangkan peran sebagai mahasiswa di kelas, santri di pesantren, serta individu yang aktif dalam kegiatan di luar akademik.

Adapun pencapaian-pencapaian di tahun 2025 sebagian besar telah saya uraikan sebelumnya. Namun, di balik pencapaian tersebut, saya juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Tantangan terbesar yang saya rasakan adalah menjaga konsistensi. Konsistensi dalam belajar, berkarya, dan mengelola waktu menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan. Saya menyadari bahwa tanpa konsistensi, potensi dan kesempatan yang ada tidak akan dapat dimaksimalkan.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya memandang peran ini bukan sekadar bantuan finansial, melainkan amanah dan tanggung jawab moral. Beasiswa ini mendorong saya untuk terus berupaya menjadi pemuda yang bermanfaat bagi sesama, menjadi teladan, serta mampu berbagi ilmu dan pengalaman yang saya miliki. Nilai ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk menjadikan ilmu dan pengalaman yang saya peroleh sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat.

Memasuki tahun 2026, saya menetapkan fokus utama pada penyelesaian skripsi sebagai prioritas akademik. Selain itu, saya mulai merancang agenda pasca lulus dengan lebih terarah. Beberapa perencanaan telah saya susun, baik terkait rencana pendidikan lanjutan maupun perencanaan karier setelah menyelesaikan studi. Saya berharap, dengan perencanaan yang matang, tahun 2026 dapat menjadi awal langkah baru yang lebih terstruktur, produktif, dan berorientasi pada pengembangan diri jangka panjang.

Melalui refleksi ini, saya menyadari bahwa setiap proses memiliki nilai pembelajaran tersendiri. Dengan evaluasi diri yang jujur dan perencanaan yang realistis, saya optimis dapat melangkah ke tahun 2026 dengan kesiapan yang lebih baik, baik sebagai mahasiswa, penerima beasiswa, maupun sebagai individu yang berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.