THE ART OF INDOOR STORYTELLING: DIKLAT LANJUT XXVIII UKM PANORAMA PHOTOGRAPHY ASAH SKILL FOTOGRAFI STUDIO
MALANG — Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Panorama Photography kembali menggelar agenda peningkatan kompetensi anggotanya melalui kegiatan Diklat Lanjut XXVIII. Mengusung tema “The Art of Indoor Storytelling”, kegiatan edukatif ini sukses diselenggarakan pada hari Minggu, 10 Mei 2026, bertempat di Studio Foto Papayo.
Diklat ini dirancang secara khusus sebagai program pengembangan bagi calon anggota UKM Panorama Photography. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis dan artistik peserta, khususnya di bidang pemotretan studio.
Kegiatan yang dimulai sejak pagi hari ini diawali dengan registrasi, dilanjutkan dengan pembukaan, sambutan-sambutan, dan pengenalan alur acara. Untuk memberikan wawasan yang komprehensif terkait proses kreatif fotografi indoor, panitia menghadirkan dua pemateri berpengalaman.
Konsep Narasi Visual dan Penguasaan Teknik Studio
Sesi pertama diisi oleh M. Badri yang membawakan materi mendalam tentang pengkaryaan fotografi. Ia menekankan pentingnya membangun konsep, menentukan tema, dan menyusun alur visual yang kohesif. Peserta diajak memahami esensi mendasar bahwa sebuah karya fotografi bukan sekadar gambar hasil bidikan kamera, melainkan medium yang harus memiliki narasi. Sesi ini memancing antusiasme peserta yang aktif berdiskusi mengenai ide dan proses kreatif dalam penciptaan karya.

Memasuki sesi kedua, Gagak Permadi—seorang praktisi fotografi sekaligus pemilik Studio Foto Papayo—membagikan ilmunya mengenai manajemen alat dan pencahayaan studio. Ia membedah fungsi berbagai peralatan vital, mulai dari lampu studio, softbox, reflector, hingga diffuser. Para peserta mendapatkan pemahaman krusial mengenai teknik pengaturan cahaya guna membangun mood spesifik yang mendukung konsep storytelling dalam sebuah frame.
Praktik Langsung dan Harapan Ke Depan
Tidak hanya mendapatkan asupan teori, peserta juga diwajibkan mengikuti sesi praktik foto individu di dalam studio. Dengan pendampingan langsung dari pemateri dan panitia, setiap individu berkesempatan mengaplikasikan ragam teknik pencahayaan yang baru saja dipelajari. Melalui simulasi nyata ini, peserta belajar cara mengatur komposisi, cahaya, dan ekspresi objek agar menghasilkan foto yang komunikatif.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama, sesi dokumentasi, dan penyerahan sertifikat kepada kedua pemateri sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang telah dibagikan.
Melalui pelaksanaan Diklat Lanjut XXVIII ini, diharapkan seluruh calon anggota UKM Panorama Photography mampu meningkatkan keterampilan teknis penggunaan peralatan studio. Lebih jauh lagi, kegiatan ini menjadi pemantik motivasi bagi para anggota untuk terus memproduksi karya fotografi yang tidak hanya memanjakan mata secara visual, tetapi juga sarat akan cerita dan makna yang mendalam.
Pewarta: Navisa Nur Rohmah





