Pukau Delegasi Prancis, Tari Bapang Semarakkan Cross Cultural Exchange UNISMA – University of Lorraine

MALANG, Senin, 12 Januari 2026 — Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menegaskan komitmennya di kancah global. Melalui program International Cross Cultural Exchange, UNISMA menyambut delegasi dari University of Lorraine, Prancis, dalam sebuah agenda yang memadukan penguatan kerja sama akademik dengan diplomasi budaya nusantara.

Berlangsung dengan khidmat dan hangat, acara ini menjadi panggung perjumpaan dua negara untuk saling bertukar wawasan sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisional Indonesia, khususnya budaya khas Malangan, kepada masyarakat internasional.

Rektor UNISMA, Prof. Drs. H. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., dalam sambutan pembukanya memberikan apresiasi tinggi atas terjalinnya sinergi strategis antara UNISMA dan University of Lorraine. Menurutnya, pertukaran budaya bukan sekadar agenda tambahan, melainkan instrumen esensial dalam diplomasi pendidikan.

“Pertukaran budaya adalah jembatan penting untuk membangun pemahaman lintas bangsa. Melalui seni dan tradisi lokal, kita memperkuat diplomasi pendidikan yang dampaknya jauh melampaui batas-batas ruang kelas,” tegas Prof. Junaidi.

Visi senada turut disuarakan oleh Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A. Ia menggarisbawahi bahwa seni budaya bertindak sebagai bahasa universal yang efektif meluruhkan sekat-sekat perbedaan latar belakang dan bahasa antarnegara. Sementara itu, Dr. Sonny Elfiyanto, S.S., M.Pd., Ph.D., optimistis bahwa perjumpaan ini akan menjadi pijakan awal yang kokoh bagi kolaborasi berkelanjutan antara kedua institusi di bidang akademik dan kebudayaan di masa mendatang.

Interaksi Hangat Lewat Gerak Tari Bapang

Puncak kemeriahan acara tersaji lewat penampilan memukau dari Unit Kreativitas Mahasiswa (UKM) Seni Tari “Melati Sekar Langit” UNISMA. Mereka membawakan Tari Bapang, tarian tradisional ikonis kebanggaan masyarakat Malang.

Perpaduan gerak yang rancak dan tegas, ekspresi penari yang berkarakter kuat, serta kostum topeng yang khas sukses membius pandangan para delegasi dari Prancis. Tepuk tangan dan antusiasme mewarnai sepanjang pementasan.

Tidak hanya berhenti pada pertunjukan pasif, UKM “Melati Sekar Langit” turut membawa audiens internasional menyelami makna di balik tarian tersebut. Mereka memaparkan secara singkat filosofi gerak dan kostum Tari Bapang, sebelum akhirnya mengajak para peserta dari University of Lorraine untuk naik ke panggung.

Dalam suasana yang cair dan penuh keakraban, para tamu dari Prancis tampak antusias mencoba menirukan beberapa ragam gerak dasar Tari Bapang. Interaksi langsung ini menciptakan pengalaman lintas budaya yang organik dan berkesan.

Melalui suksesnya agenda International Cross Cultural Exchange ini, UNISMA berharap dapat terus memposisikan diri sebagai ruang perjumpaan budaya yang inklusif, sekaligus konsisten menggaungkan pesona seni tradisional Indonesia di panggung dunia.