Eksplor Alam Banyuwangi: UKM Panorama Photography menyelenggarakan Hunting Bersama

Selasa/15/Malang. UKM Panorama Photography menyelenggarakan Hunting bersama, yang diikuti seluruh anggota maupun calon anggota. Hunting bersama kali ini bertemakan “Amazing Nature of Banyuwangi” bertempat di 2 wisata ikonik Banyuwangi  Taman Nasional Baluran dan Hutan De Djawatan.

Ketua Pelaksana Teguh Wahyudi mengungkapkan alasannya mengambil tempat di Banyuwangi, karena agar para anggota UKM Panorama Photography lebih mengekspresikan karyanya terhadap kekayaan alam sekitar. Sejalan dengan ikonik dari Taman Nasional Baluran dan Hutan De Djawatan, yang dimana tempat tersebut terkenal dengan hewan uniknya dan magical hutannya.

Ketua UKM Panorama Photography yaitu Isma menyampaikan, untuk hunting kali ini para anggota dan calon UKM Panorama Photography bisa mengeksekusi dengan baik dan menghasilkan foto panorama yang ikonik.

Salah satu karya foto yang dihasilkan oleh para anggota dan calon anggota berhasil menangkap kegiatan dari seekor monyet. Dalam foto tersebut memperlihatkan sekeor monyent yang sedang duduk santai di lingkungan tempat dia berada.

Pada hunting di banyuwangi para anggota dan calon anggota diharapkan mendapatkan momen dari Taman Nasional Baluran maupun di Hutan De Djawatan. Salah satu calon anggota yaitu Rendy Mahrus mengungkapkan, “untuk hunting kali ini seru sekali saya bisa merasakan keakraban dari para anggota panorama dan saya juga bisa meningkatkan skill saya di bidang fotografi”.

Untuk hasil foto hunting bersama di Banyuwangi akan ditampilkan pada saat Dies Natalis UKM Panorama Photography yang ke 29.

BSI Goes to Campus di UNISMA: Mahasiswa Antusias Dapatkan Informasi Beasiswa BSI Scholarship

Malang – Kamis, 3 Oktober 2024, Universitas Islam Malang (UNISMA) menjadi tuan rumah acara BSI Goes to Campus, sebuah program yang digagas oleh BSI Maslahat dalam rangka memberikan informasi mengenai beasiswa BSI Scholarship. Acara ini dihadiri oleh sejumlah pimpinan BSI dan jajaran Wakil Rektor UNISMA.

 

Acara tersebut dihadir oleh Wakil Rektor 1 Dr. Erna Sulistyowati, MKes. PhD., Wakil Rektor 3 Dr. Muhammad Yunus, dan Wakil Rektor 4 Dr. Hasan Zayadi, MSi. UNISMA, serta tokoh penting dari BSI cabang Malang, di antaranya Siti Masfufa Muftiania (ARTBM Area Malang), Ery Efiyanto (BM KCP Malang Lawang), dan Imam Agung Kusuma (FTRM Area Malang). Imam Agung menyampaikan presentasi terkait BSI Scholarship, dengan kuota beasiswa tahun ini yang diperuntukkan bagi 25 mahasiswa semester 3 di UNISMA.

Ery Efiyanto, dalam sambutannya,  menjelaskan pentingnya peran beasiswa dalam mendorong prestasi mahasiswa, serta harapan agar lebih banyak mahasiswa UNISMA dapat memanfaatkan program ini untuk mendukung pendidikan mereka.

 

Salah satu mahasiswa yang hadir, Bagas, dari Fakultas Peternakan semester 3, mengungkapkan rasa antusiasnya mengikuti acara ini. “Saya senang bisa hadir karena bisa bertanya langsung kepada penerima beasiswa sebelumnya, apalagi pendaftaran hampir ditutup,” ujar Bagas. Ia berharap informasi yang didapatkan bisa membantunya meraih BSI Scholarship tahun ini.

Acara berlangsung dengan lancar, tidak hanya sesi penyerahan simbolis beasiswa dari BSI kepada UNISMA, tetapi juga sesi tanya jawab yang interaktif. BSI memberikan doorprize kepada peserta yang berani bertanya selama sesi tanya jawab, sehingga semakin mendorong partisipasi aktif dari para mahasiswa.

 

Program BSI Scholarship sendiri terbagi menjadi dua kategori utama, yakni BSI Prestasi dan BSI Inspirasi. BSI Prestasi diperuntukkan bagi 10 perguruan tinggi negeri (PTN) terbaik di Indonesia dengan tunjangan sebesar Rp500 ribu per bulan. Sementara itu, BSI Inspirasi ditujukan bagi mahasiswa di kampus-kampus yang bekerjasama dengan BSI Syariah, termasuk UNISMA, dengan nilai beasiswa Rp3 juta per semester dan berlangsung hingga 4-6 semester.

 

Salah satu awardee BSI Scholarship angkatan 2023, Dinda, mahasiswa semester 7 jurusan Perbankan Syariah, memberikan testimoni. Ia mengungkapkan bahwa beasiswa ini sangat membantu dalam pembiayaan kuliah dan mendorong dirinya untuk lebih berprestasi. “Dengan adanya BSI Scholarship, saya bisa lebih fokus belajar dan mengembangkan diri tanpa terbebani masalah biaya,” tutur Dinda.

Kegiatan BSI Goes to Campus di UNISMA ini diselenggarakan oleh awardee beasiswa angkatan 2023 dan dibantu oleh awardee angkatan 2024. Acara ini rutin diadakan di berbagai kampus yang bekerjasama dengan BSI Syariah, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mahasiswa terkait peluang beasiswa serta mendorong mereka untuk berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik.

Kolaborasi BCA dan Universitas Islam Malang: Mencetak Pemimpin Tangguh di Tengah Ketidakpastian

Bank Central Asia (BCA) berkolaborasi dengan Universitas Islam Malang untuk menyelenggarakan kuliah umum sebagai rangkaian kegiatan BCA Berbagi Ilmu yang bertemakan “Becoming a Resilient Leader in the Times of Uncertainty” pada Rabu (02/10/2024).

Kuliah umum ini berlangsung di Hall and Auditorium Prof. Dr. KH. Tolchah Hasan (Gedung Bundar) Universitas Islam Malang dengan Antoniuos Widodo Mulyono selaku Direktur BCA sebagai narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh 934 mahasiswa dari seluruh program studi di Universitas Islam Malang.

Hianni selaku Kepala Kantor Wilayah VII dalam sambutannya mengungkapkan bahwa Bank Central Asia (BCA) sebagai lembaga perbankan nasional telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Bagi BCA, melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak adalah salah satu factor penting untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang bertujuan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan. Kegiatan BCA berbagi Ilmu merupakan perwujudan nyata dari pilar Bakti BCA yang bertujuan untuk memfasilitasi dan menyediakan berbagai pengetahuan yang bersumber dari praktisi.

Statement tersebut menunjukkan bahwa BCA menyediakan program yang memfasilitasi serta membuka kesempatan seluas-luasnya bagi generasi muda untuk belajar langsung dengan praktisi BCA. Dan program inilah yang ditujukan bagi mahasiswa atau lulusan baru yang ingin mendapatkan pengalaman bekerja di dunia perbankan.

Kuliah umum dengan tema “Becoming a Resilient Leader in the Times of Uncertainty” merupakan hasil kolaborasi antara Bank Central Asia (BCA) dan Universitas Islam Malang sebagai upaya untuk pemberdayaan calon-calon pemimpin di masa yang akan datang. Rektor Universitas Islam Malang yang diwakili oleh Dr. H. Muhammad Yunus, M.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa Universitas Islam Malang siap menjadi pemimpin yang tangguh di masa depan.

“Unisma dengan berbagai organisasi kemahasiswaannya, termasuk 20 Unit Kreativitas Mahasiswa siap dan sungguh-sungguh menyiapkan calon pemimpin masa depan yang resilien, yang tangguh menghadapi berbagai tantangan di hadapan kita semua. Pemimpin yang tangguh tidak hanya mampu menjalankan berbagai proses dan berbagai program yang telah ditetapkan, tetapi pemimpin yang tangguhlah yang mampu mendinamisir organisasinya serta memberikan kemanfaatan bagi orang banyak” ujar Yunus.

Yunus pun menambahkan bahwa Universitas Islam Malang menekankan kepada seluruh mahasiswa bahwa lulusan Unisma harus memiliki intelektualitas yang tangguh serta spiritualitas yang mumpuni, karena kedua aspek inilah yang akan mengantarkan lulusan Unisma menjadi pemimpin-pemimpin yang tangguh.

Dalam kuliah umum ini, Antonious Widodo Mulyono selaku narasumber, menerangkan bahwa menjadi pemimpin merupakan proses yang panjang. Ia menjabarkan bahwa sebagai seorang pemimpin yang tangguh harus memiliki keinginan yang kuat dari dalam diri. Keinginan kuat yang dimaksud disini ialah keinginan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan di bidang hard skill maupun soft skill. Aspek penting berikutnya ialah membangun jaringan seluas-luasnya selama menjadi mahasiswa. Tidak dapat dipungkiri bahwa relasi, hubungan baik, dan pertemanan yang terjalin akan membantu untuk menjadi pemimpin. Dan yang terakhir ialah memanfaatkan peluang yang diberikan. Kesempatan baik tidak akan datang dua kali, jadi sebisa mungkin harus memanfaatkan dan memaksimalkan peluang yang ada.

Ia juga menerangkan pula mengenai VUCA (Volatility, Uncertainty, Compexity, and Ambiguity) yang dalam Bahasa Indonesia berarti volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas. Istilah ini digunakan untuk membantu organisasi dalam tim untuk dapat menghadapi situasi yang tidak pasti dan mampu mengelola resiko yang ada.

Kerjasama antara Bank Central Asia (BCA) dan Universitas Islam Malang ini menjadi bukti nyata komitmen BCA dalam menciptakan pemimpin masa depan yang kuat dan siap menghadapi berbagai tantangan global. Diharapkan melalui program ini, mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu dan pengalaman yang diberikan untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara.

 

Penulis : Sindy Kartika Rahayu – Ilmu Administrasi Bisnis (BPH UKM Panorama Photography)

 

Mahasiswa Asal Timor-Leste Belajar di Universitas Islam Malang

Universitas Islam Malang (Unisma) terus menunjukkan eksistensinya di kalangan mahasiswa internasional. Terbukti dengan banyaknya mahasiswa baru dari mancanegara yang menempuh pendidikan di Universitas Islam Malang. Salah satu diantaranya ialah Noni.

Ia adalah Natácia Tere Pereira Dos Santos, atau biasa disapa dengan Noni. Noni merupakan salah satu dari 33 mahasiswa baru asal Timor-Leste yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Islam Malang. Noni mengungkapkan bahwa awalnya ia direkomendasikan oleh kakak tingkatnya yang juga berasal dari negara yang sama. Tak menelan saran mentah-mentah, Noni juga berusaha mengumpulkan informasi terkait Universitas Islam Malang hingga akhirnya mantap memilih program studi akuntansi di kampus ini. Noni pun menambahkan, bahwa selain direkomendasikan kakak tingkatnya, ia juga tertarik masuk di Unisma karena kampus ini memiliki reputasi yang baik dan akreditasi yang unggul

“Motivasi saya memilih Universitas Islam Malang ialah karena kampus ini memiliki reputasi yang baik dan akreditasi yang unggul” tuturnya.

Natasya mengaku tidak mengalami kesulitan saat berkomunikasi dengan rekan rekan mahasiswa lainnya karena ia mendapat pembelajaran Bahasa Indonesia secara intensif selama dua bulan di BIPA Universitas Islam Malang bahkan sebelum menjalani OSHIKA MABA. Hal inilah yang membuatnya mudah beradaptasi baik dalam kegiatan akademik maupun sehari-hari di Indonesia.

Program ini mencerminkan bahwa Universitas Islam Malang memiliki komitmen dalam memperluas jangkauan pendidikannya ke mahasiswa internasional, khususnya dari negara-negara ASEAN.

“Tiga Sahabat” Kembali Bersatu di Kampus Unisma: Kisah Persahabatan yang Tak Terduga

Di tengah hiruk pikuknya Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus (Oshika) Mahasiswa Baru (Maba) Universitas Islam Malang (UNISMA) terselip kisah unik dan mengharukan dari tiga sahabat lama yang bertemu kembali sebagai mahasiswa baru di fakultas yang sama tanpa direncanakan.

Mereka ialah Maman, Lintang, dan Zulfikar. Ketiganya merupakan mahasiswa baru yang berasal dari Malang. Program studi yang ditempuh ketiganya berada di fakultas yang sama yakni dibawah naungan Fakultas Teknik. Maman dan Lintang mengambil jurusan Teknik Elektro, sedangkan Zulfikar mengambil jurusan Teknik Mesin.  Persahabatan mereka dimulai sejak masa kanak-kanak, yang kemudian berlanjut saat mereka menempuh pendidikan sekolah dasar. Sempat terpisah saat sekolah menengah karena salah satunya menempuh pendidikan di pondok pesantren.

“Kami bertiga sudah bersahabat sejak TK, kemudian berlanjut saat masuk SD. Kami sempat terpisah waktu SMP karena beda sekolah. Waktu SMK itu hanya Maman dan Lintang yang bertemu lagi di sekolah yang sama soalnya saya mondok di Asy Syadzali waktu SMA”. Ungkap Zulfikar

Tanpa rencana dan komitmen aapun, ketiga sahabat masa kecil itu kembali bertemu sebagai mahasiswa baru Fakultas Teknik Universitas Islam Malang.

“Kami nggak ada niatan janjian sebetulnya, tiba-tiba ketemu waktu meet up mahasiwa teknik di Gedung B. Kami nggak ada janjian lewat chat atau apapun ternyata takdir mempertemukan kami kembali disini lengkap bertiga”.  Ungkap Maman

Masing-masing dari mereka memiliki motivasi yang berbeda saat memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuan untuk menempuh pendidikan tinggi.

Maman mengungkapkan bahwa ia memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuan karena ia diminta kedua orang tuanya untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Dan Universitas Islam Malang ialah perguruan tinggi yang direkomendasikan oleh orang tuanya.

“Sebelumnya saya memang diminta orang tua untuk melanjutkan pendidikan. Dan Universitas Islam Malang itu rekomendasi dari orang tua saya juga. Menurut orang tua saya Universitas Islam Malang adalah yang paling tepat untuk saya, jadi saya manut orang tua”.  Ujar Maman

Lain halnya dengan Lintang, ia mengungkapkan bahwa Universitas Islam Malang adalah pilihan keduanya. Ia memang sudah merencanakan jika ia tidak diterima di pilihan pertama, maka ia memilih Universitas Islam Malang.

“Kalau saya bedalagi motivasinya. Motivasi saya memilih melanjutkan disini karena memang saya menjadikan Universitas Islam Malang sebagai tujuan kedua saya kalua tidak diterima di pilihan pertama.” Ujarnya Lintang

Motivasi Zulfikar pun berbeda dengan kedua temannya. Zulfikar mengaku bahwa ia memang memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuannya. Ia merasa Universitas Islam Malang adalah perguruan yang tepat baginya setelah menempuh pendidikan di pondok.

“Kalau saya memang sudah dari hati memilih Universitas Islam Malang sebagai tujuan saya. Memang sudah dari hati. Toh sebelumnya juga saya menempuh pendidikan di pondok” Ujar Zulfikar

Kisah pertemuan mereka bertiga yang tidak terduga ini merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa unik saat OSHIKA MABA. Pertemuan ini menunjukkan bahwa persahabatan sejati akan selalu kembali. Tiga serangkai ini siap mengawali babak baru sebagai mahasiswa Universitas Islam Malang dengan membawa semangat persahabatan ke jenjang yang lebih tinggi.

Penulis : Sindy Kartika Rahayu – Ilmu Administrasi

Mahasiswa Baru Unisma: Membangun Persahabatan Dengan Berbagi Pengalaman dan Motivasi

Di tengah semangat mahasiswa baru Universitas Islam Malang (Unisma), kegiatan Orientasi Studi Kehidupan Kampus diadakan untuk membangun hubungan antar mahasiswa. Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi mereka untuk saling mengenai satu sama lain dan berbagi pengalaman. Diantara sekian banyak peserta, terdapat Ain yang berasal dari Medan, Safira, Silvia dan Jeni dari Malang serta Wanda yang berasal dari Blitar. Masing-masing dari mereka memiliki alasan yang unik untuk memilih Unisma sebagai tempat menempuh pendidikan.

Ain mengungkapkan bahwa ia memilih Unisma karena kampus ini dikenal sebagai kampus NU terbaik. Ia percaya bahwa pendidikan yang ditawarkan akan membantunya berkembang baik di bidang akademik maupun non-akademik. Sementara itu, Safira menyatakan bahwa keinginannya belajar di Unisma memang sudah ada sejak ia kecil.

“Universitas Islam Malang sudah saya jadikan tujuan sejak saya kecil, karena sejak madrasah saya selalu masuk sekolah yang memang menjunjung tinggi nilai keagamaan” ujar Safira.

Pendapat yang hampir sama juga diungkapkan oleh Silvia. Menempuh pendidikan tinggi di Universitas Islam Malang sudah menjadi cita-cita Silvia sejak kecil meski pada mulanya ia bersekolah di sekolah negeri.

“Sejak kecil saya bercita-cita menjadi mahasiswa di Unisma meski waktu sekolah menengah menempuh pendidikan di sekolah negeri. Waktu SMA itu saya pengennya masuk MAN, tapi ternyata malah keterima di negeri. Meskipun begitu, saya tetap ingin kuliah di Unisma” ungkap Silvia. Wanda pun menambahkan bahwa ia masuk Unisma karena ingin melanjutkan pendidikan dari MAN.

Lain halnya dengan Jeni, alasan Jeni memilih Unisma ialah karena direkomendasikan oleh guru yang juga pengasuh pondok tempat ia menempuh pendidikan sekolah menengah.

Pertemuan mereka diawali dari perkenalan mereka secara personal dengan Ain, namun yang lainnya tidak saling mengenal. Ain berinisiatif saat melakukan validasi di kampus mengajak sekalian semua yang ia kenal agar saling kenal. Dengan semangat kebersamaan ini, mereka bertekad untuk saling mendukung meski nanti akan terpisah saat berlangsungnya Oshika karena mereka semua tidak berada dalam satu regu yang sama.

Penulis : Sindy Kartika Rahayu – Ilmu Administrasi Bisnis – BPH UKM Panorama Photography

Fasilitasi Ide Inovatif Mahasiswa, UNISMA Launching UKM Kreativitas Dan Inovasi Ilmiah

Malang, 09 September 2024 – Universitas Islam Malang (UNISMA) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan mahasiswa dengan meluncurkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baru yang bernama UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah. UKM ini dihadirkan sebagai wadah bagi mahasiswa yang memiliki ide-ide kreatif dan inovatif, serta sebagai sarana kolaborasi antar mahasiswa dari berbagai jurusan. UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa Unisma yang kreatif dan inovatif, sesuai dengan visi organisasi, yaitu “Membentuk karakter mahasiswa Universitas Islam Malang yang kreatif dan inovatif.”

Dalam menjalankan perannya, UKM ini juga mengusung beberapa misi, antara lain:

  • Sebagai motor penggerak mahasiswa dalam mewujudkan UNISMA sebagai Kampus Pelopor Peradaban.
  • Menghasilkan kader-kader yang kompetitif, inovatif, dan kreatif serta memiliki daya saing tinggi di bidang keilmuan dan penelitian.

 

Ketua Umum UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah  menjelaskan bahwa UKM ini akan menjadi pusat pengembangan soft skill dan hard skill bagi mahasiswa UNISMA. Beberapa program kerja yang telah dirancang meliputi workshop, pelatihan, serta pengembangan keterampilan, baik yang bersifat akademik maupun non-akademik. Selain itu, UKM ini juga akan rutin menyelenggarakan lomba yang bertujuan untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam berkompetisi.

 

Secara struktural, UKM ini terdiri dari beberapa bidang, yaitu:

1          Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) yang berfokus pada peningkatan kapasitas anggota.

2          Bidang Humas, Branding, dan Publikasi, yang bertanggung jawab terhadap citra UKM di kalangan masyarakat dan mahasiswa.

3          Bidang DIKTI yang menangani Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)  di 10 bidang keilmuan.

4          Bidang Non-DIKTI yang berfokus pada karya tulis ilmiah, non-ilmiah, serta berbagai kompetisi olimpiade.

 

Dian Eka, Ketua Umum UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah, menyatakan harapannya bahwa pembentukan UKM ini akan menjadi langkah strategis untuk mendukung minat dan bakat mahasiswa Unisma. UKM ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengekspresikan ide-ide kreatif dan mengembangkan potensi di berbagai bidang.

 

“Kami berharap UKM ini menjadi terobosan baru yang menyediakan ruang bagi mahasiswa yang memiliki minat dalam inovasi dan kreativitas. Kami juga merancang agar UKM ini dapat mengakomodasi bakat mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, menghasilkan ide-ide yang bermanfaat bagi kampus dan masyarakat sekitar Unisma,” ungkapnya.

 

Dian menambahkan bahwa UKM ini dirancang untuk mendorong prestasi mahasiswa, baik dalam bidang ilmiah seperti karya tulis dan penelitian, maupun non-ilmiah seperti kompetisi dan olimpiade. “Kami ingin mahasiswa Unisma unggul dalam berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.

 

Lebih jauh, Dian menekankan pentingnya kolaborasi antar mahasiswa untuk menciptakan solusi inovatif yang relevan dengan perkembangan zaman. Menurutnya, era globalisasi menuntut mahasiswa berani berinovasi, kreatif, dan proaktif dalam melihat peluang baru.

 

Universitas Islam Malang mendukung penuh inisiatif ini, berharap UKM Kreativitas dan Inovasi Ilmiah dapat menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Unisma sebagai Kampus Pelopor Peradaban, serta mengantarkan Unisma menuju World Class University (WCU) Diharapkan UKM ini mampu mendorong mahasiswa untuk terus berprestasi dan siap bersaing di era globalisasi.

Pentas Keliling UKM Komunitas Teater Unisma

Teater Bangkit telah melaksanakan salah satu program kerja yaitu pentas keliling pada tanggal 7 september 2024 yang  tahun ini bertempat di Bangkalan, Madura, tepatnya di Universitas Trunojoyo.

Pentas keliling merupakan program kerja tahunan Teater Bangkit yang diadakan dari tahun ke tahun di berbagai tempat di luar kota malang dan UKM Komunitas Teater sebagai fasilitator dan pengawas agar program kerja terlaksana dengan baik.

Teater Bangkit mementaskan naskah “Sebuah Salah Paham” karya Samuel Beckett penulis kelahiran irlandia dalam acara bertajuk Turnojono Art Festival sekaligus Diesnatalis UKM Seni Nanggala yang berlangsung selama dua hari dan dimeriahkan oleh berbagai kelompok teater dan seniman, seperti Teater Mbureng dari Jombang, Teater Pangestu dari Madura, Bimala Art dari jakarta, Mahdi Becak dari Surabaya dan masih banyak lagi.

“ Harapannya pentas keliling ini menjadi sarana kita melestarikan budaya Indonesia terutama dalam ranah seni pertunjukan dan juga sebagai branding Universitas Islam Malang setiap tahunnya.” Ujar Sigit selaku ketua umum UKM Komunitas Teater

 

PPAP VII Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) UKM KAMAPALA ‘’RANTI PAGER AJI’’ UNISMA MALANG

Pemantapan Potensi Anggota Penuh (PPAP) VII UKM Kamapala Ranti Pager Aji Unisma Malang merupakan rangkaian pendidikan yang ditempuh oleh anggota penuh guna untuk mengaplikasikan materi dan pemahaman divisi yang diminati ke lapangan atau medan yang sebenarnya. Kegiatan divisi yang ditempuh oleh peserta PPAP VII yakni di Divisi Rock Climbing Pada PPAP V ini UKM KAMAPALA “ Ranti Pager Aji “ UNISMA setelah dibuka dengan upacara pemberangkatan all divisi kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan Divisi Rock Climbing yang diberangkatkan pada Sabtu, 28 Agustus 2024 Sampai, 6 September 2024 bertempat di Tebing Parang, Purwakarta, Jawa Barat Yang di ikuti oleh 1 Peserta dan 2 Pendamping.

Di PPAP VII ini para peserta telah melewati tahap di Pra Kegiatan seperti latihan-latihan dan simulasi akhirnya baru bisa diberangkatkan ke Pelaksanaan Kegiatan yang sudah di konsep di awal. Di Pra Kegiatan sebelum Pelaksanaan harus benar-benar giat dan rajin di ilmu divisi guna untuk kesafetyan peserta sendiri saat pengaplikasian Pelaksanaan kegiatan

Beberapa muatan yang dibawah ke lapang Divisi Rock Climbing diantaranya  Aplikasi runner to runner, Aplikasi vertical rescue, Aplikasi artivicial, Aplikasi himalayan tactic, Aplikasi alphine tactic, Konservasi tebing (inventarisasi satwa).

KAMAPALA “ Ranti Pager Aji “ berharap PPAP VII ini peserta mendapat ilmu serta pengalaman yang sudah diperoleh bisa bermanfaat untuk dirinya, organisasi, almamater dan terus bisa disalurkan dimana pun dan kapan pun nantinya.

“Juga bisa menjadi pendobrak dalam bidang divisi yang diminati guna lebih menjadikan RPA yang lebih berprestasi dan lebih meroket lagi dan terimakasih juga disampaikan kepada jajaran BPH dan Pengurus yang telah mensukseskan PPAP V ini. Hello Gank!! VIVA RPA!! “

Mahasiswa Anggota UKM Panorama Photography Unisma Raih Juara di Peksiminas 2024 dengan Karya yang Memukau

Muhammad Fadhil Alfan Hermansyah, mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Islam Malang berhasil memperoleh juara 3 di tangkai lomba Fotografi Artistik dalam Pekan Seni Mahasiswa Nasional XVII, Jum`at (07/09/2024).

Alfan merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi di UKM Panorama Photography yakni sebagai kepala koordinator divisi penelitian dan pengembangan. Ia gemar memotret dan sering melakukan pengambilan gambar di area Malang, hal tersebut terbukti dengan postingan instagram pribadinya @vadhyl._ yang berisi tentang berbagai hasil jepretannya. Alfan memang sering mengikuti perlombaan di bidang fotografi. Selama menjadi anggota UKM Panorama Photography, Alfan terhitung telah mengikuti 3 perlombaan dan kesemuanya berhasil membawa pulang penghargaan.

“Awalnya saya masuk Panorama hanya karena banyak waktu kosong saja. Saya samasekali tidak mengira kalau masuk Panorama ternyata bisa mengantarkan saya sampai ke Peksiminas. Teman-teman panpho juga suportif sekali kepada saya,” ujarnya.

Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) adalah kompetisi di bidang seni bagi mahasiswa Indonesia yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud dengan menunjuk salah satu pengurus Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) sebagai panitia kegiatan. Peserta yang ada didalamnya merupakan hasil seleksi terbaik dari mahasiswa peserta yang ikut pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida). Peksiminas ke-17 ini diselenggarakan di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada tanggal 1-7 September 2024.

Dalam kompetisi ini, Alfan mengusung sebuah karya luar biasa yang berjudul “Di Antara Dua Dunia”. Ia menjabarkan bahwa karya tersebut menggambarkan seorang kakek merenungi dua zaman yang kontras. Wajah penuh kerutan melambangkan perjalanan panjang hidupnya, sementara siluet gedung-gedung pencakar langit yang tercermin di kepalanya menggambarkan transformasi kota semakin modern. Kakek ini seolah menjadi jembatan antara sederhananya masa lalu dan masa kini yang serba cepat dan canggih. Foto ini menghadirkan perenungan mendalam tentang bagaimana kota, yang dulu akrab bagi sang kakek, kini telah berubah menjadi asing dan modern. Betapa cepatnya perubahan terjadi, sementara kenangan tetap terpatri dalam ingatan.

“Pada dasarnya, pesan yang ingin saya sampaikan ialah sebuah pengingat bagi setiap manusia yang terlahir sebagai laki laki. Terlahir sebagai laki-laki tidaklah mudah, kami memiliki kewajiban untuk bekerja seumur hidup, dituntut senantiasa kuat dalam berbagai situasi, pantang mengeluh dan menangis” tambahnya.

Alfan mengaku sempat menemui kesulitan saat pengambilan gambar, diantaranya ialah cuaca Jakarta yang panas dan banyaknya object yang ada sehingga ia sempat bingung menentukan object mana yang sesuai. Namun berkat bimbingan dari Darmono Ketua Umum Demisioner UKM Panorama Photography Periode 2010 secara online dan Pak Romdy, dosen televisi dan film dari UNEJ yang membantu membuat mindset pengambilan gambar dan arahan editing, Alfan sukses memikat juri dengan karyanya.

Meskipun menempati posisi ketiga dalam kompetisi ini, Alfan masih memiliki semangat dan tekad yang kuat untuk mengikuti kompetisi serupa di masa yang akan datang. Tak lupa, ia pun terus memberikan motivasi kepada teman-temannya agar senantiasa percaya dengan kemampuan diri sendiri, selalu rendah hati, dan terus berlatih.