MERAJUT SILATURAHIM DAN KEIMANAN: MASJID AINUL YAQIN UNISMA GELAR PERINGATAN ISRA’ MI’RAJ 1447 H
MALANG — Dalam rangka memperingati perjalanan suci Nabi Muhammad SAW, Masjid Ainul Yaqin Universitas Islam Malang (UNISMA) menyelenggarakan Peringatan Isra’ Mi’raj 1447 H pada Jumat (16/1/2026). Diinisiasi oleh Asosiasi Remaja Masjid Kampus Ainul Yaqin, acara religius ini mengusung tema agung, “Merajut Silaturahim dan Memperkuat Keimanan dalam Cahaya Isra’ Mi’raj”.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi, dihadiri oleh jamaah masjid reguler, jajaran sivitas akademika UNISMA, hingga masyarakat umum di sekitar lingkungan kampus.
Rangkaian acara yang sarat makna ini diawali tepat pada pukul 18.00 WIB dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah. Momen ini sekaligus menjadi pengingat substansi dari peristiwa Isra’ Mi’raj itu sendiri, yakni diturunkannya perintah salat lima waktu sebagai kewajiban utama dan sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Allah SWT.
Memasuki pukul 18.21 WIB, acara dibuka secara resmi dan khidmat, diiringi dengan pembacaan Sholawat Nuril Anwar. Lantunan selawat ini menggema di dalam masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang kuat sebagai bentuk kecintaan umat kepada Baginda Rasulullah SAW.

Dalam sesi sambutan, Ketua Pengurus Yayasan dan Rektor UNISMA turut hadir memberikan pesan spiritual. Keduanya memberikan penekanan yang selaras: peringatan Isra’ Mi’raj harus menjadi momentum refleksi diri untuk meningkatkan kualitas ibadah, sekaligus memperkuat peran masjid kampus sebagai pusat pembinaan umat yang inklusif.
Suasana kebersamaan semakin erat manakala Tim Hadroh Seni Islami membawakan Sholawat Ad-Diba’i. Tabuhan hadrah dan lantunan syair selawat berhasil merajut rasa ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) antarjamaah yang hadir.
Puncak acara pada malam tersebut diisi dengan Mauidloh Hasanah (ceramah agama) oleh Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag., selaku Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Baznas Kota Malang.
Dalam tausiyahnya, Prof. Kasuwi menjabarkan bahwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan spiritual mahadahsyat yang harus diimani dengan pendekatan rohani, bukan sekadar logika. Beliau turut menceritakan kilas balik masa-masa berat Rasulullah SAW sebelum peristiwa tersebut, termasuk wafatnya sang istri tercinta, Sayyidah Khadijah RA, yang telah mengorbankan seluruh jiwa dan hartanya demi tegaknya dakwah Islam.
Lebih lanjut, Prof. Kasuwi menyoroti pentingnya menjaga kualitas salat. “Tingkatan kualitas salat itu beragam, mulai dari salat yang masih lalai, hingga salat khusyuk yang mampu menghadirkan kesadaran penuh akan kehadiran Allah SWT. Salat yang paripurna inilah yang akan melahirkan ketenangan batin dan akhlakul karimah,” jelasnya. Beliau juga kembali menegaskan peran strategis masjid sebagai pusat ibadah, ukhuwah, dan pergerakan sosial umat.
Rangkaian peringatan ini ditutup dengan penuh kekhusyukan melalui pembacaan Shalawat Jibril dan doa bersama. Jamaah kemudian melaksanakan salat Isya berjamaah, yang dilanjutkan dengan sesi ramah tamah untuk mempererat tali silaturahmi.
Secara keseluruhan, kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Ainul Yaqin UNISMA berjalan lancar dan penuh hikmah. Melalui perhelatan ini, diharapkan keimanan sivitas akademika dan masyarakat luas semakin kokoh, persaudaraan semakin erat, dan masjid kampus terus memancarkan cahaya pembinaan bagi umat.




