KEMAHASISWAAN

UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Meningkatkan Nutrisi Telur Puyuh Dan Inovasi Pakan Buat Tim PKM-RE Unisma Lolos Pendanaan Kemendikbudrist

Dengan adanya usaha dan kerja keras yang dilakukan oleh mahasiswa, di bawah bimbingan Ir. Brahmadhita Pratama Mahardika, S.Pt M.Si IPP, dosen Prodi Peternakan Universitas Islam Malang, tim yang beranggotakan empat mahasiswa ini (Nur Fadlilah Ahmad, Nisa Sifa Sabila, Rahmi Junia Hildayana dan Echa Fitriana) ini mengusulkan Program Kreativitas Mahasiswa untuk skema Riset Eksakta (PKM-RE).

Pada tahun ini, lagi lagi Tim PKM-RE dari Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang Lolos Pendanaan Kemendikbutristek. Mereka menciptakan Sebuah Inovasi Manipulasi Komposisi Asam Lemak Telur Puyuh Melalui Rekayasa Proses Biosintesis Pakan Berbasis Tepung Pucuk Kelor Tersuplementasi Enzim NSP (Non Starch Polysaccharides).

Tim PKM-RE melakukan penelitian dengan judul “Asam lemak telur puyuh melalui rekayasa proses biosintersis pakan berbasis tepung pucuk kelor tersuplementasi Enzim NSP”. Penelitian ini merupakan peningkatan kualitas pada telur puyuh, yaitu dengan penambahan bahan pakan yang kaya akan asam lemak omega-3 dan beta-karoten,seperti Daun kelor.

Potensi peningkatan kualitas telur puyuh melalui penambahan daun kelor dan enzin Non Starch Polysaccharides (NSP) pada pakan unggas bisa berhasil. Pada penelitian ini daun kelor terbukti dapat meningkatkan intake pakan, bobot badan, bobot daging, dan kualitas telur pada unggas.

“Model dalam penelitian ini dapat membahas tentang kandungan nutrisi telur puyuh seperti,protein,lemak,energi,dan kolestrol serta juga dapat meningkatkan kualitas telur, bobot badan, dan bobot daging pada unggas yang diberi pakan dengan penambahan daaun kelor.”

Subjek uji coba dari penerapan penambahan daun kelor dan Enzin NSP pada pakan unggas ialah telur puyuh, dikarenakan daun kelor memiliki kandungan protein,vitamin c, beta-karoten, mineral seperti zat besi dan kalsium, flasvonoid, sitokinin, saponin, asam-caffeolylquinat dan kandungan asam lemak tak jenuh sepeti linoleat dan alfalinolenat. Enzim NSP (Non Starch Polysccharides) memiliki 3 enzim yaitu: protease, xylanese dan amylase. Enzim ini juga tersusun atas hemiselulosa dan selulosa yang menyusun dinding sel dengan tingkat kelarutan yang rendah, NSP juga terdiri dari pektat yang larut dalam air polisakarida,arabinan galaktan,poligalakturonat serta arabinogalaktan. NSP berfungsi untuk meningkatan daya cerna pakan,meningkatkan kecemaan protein amylase dan meningkatkan energi pakan dan EIV (Energi Improvement Value).

Oleh karena itu, tim PKM-RE berharap Penmbahan daun kelor dan enzim NSP pada pakan unggas,khususnya telur puyuh,merupakan suatu upaya yang pontensial untuk meningkatkan kualitas telur puyuh secara keseluruhan.

Ir. Brahmadhita Pratama Mahardika, S.Pt M.Si IPP, selaku dosen pendamping PKM-RE sekaligus dosen Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang senantiasa memberikan motivasi, dukungan, dan bimbingan terhadap tim PKM. Harapannya, setelah selesainya penelitian ini, tim PKM-RE dapat melanjutkan proses ke jenjang berikutnya, yaitu mempersiapkan diri untuk berkompetisi dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2024.