Kompak dan Penuh Semangat, Mahasiswa Baru FAI UNISMA Pukau Panitia


OSHIKA MABA — Pelaksanaan Oshika Fakultas pada hari Selasa 23 September 2025 di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Islam Malang (UNISMA) berlangsung meriah dan penuh kesan. Menurut Isyafa, salah satu panitia Oshika Fakultas Agama Islam, kegiatan tahun ini terasa sangat seru berkat antusiasme dan kekompakan yang ditunjukkan oleh para mahasiswa baru.

Isyafa mengungkapkan rasa bangganya melihat para peserta yang cepat beradaptasi dan sigap dalam menangkap setiap materi yang diberikan. “Mahasiswa baru FAI tahun ini sangat luar biasa. Mereka kompak sekali dan terlihat bersemangat mengikuti semua sesi. Hal ini membuat acara terasa lebih hidup dan menyenangkan bagi kami para panitia,” ujarnya.

Sebagai seorang pendamping, Isyafa merasa perannya sangat penting. Ia tidak hanya bertugas mengarahkan jalannya kegiatan, tetapi juga menjadi jembatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan fakultas dan menumbuhkan rasa percaya diri. “Misi kami adalah membantu mereka merasa nyaman di rumah baru mereka, yaitu FAI UNISMA,” tambahnya.

Pada akhir kegiatan, Isyafa menyampaikan pesan mendalam bagi para mahasiswa baru. Ia berpesan agar mereka terus menjaga kekompakan yang telah terjalin, tidak pernah lelah dalam belajar, dan aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus. “Jangan hanya fokus di kelas, karena pengalaman berharga juga bisa didapat dari kegiatan non-akademik. Jadikan setiap momen di UNISMA berkesan,” pesannya.

Semangat dan kekompakan yang ditunjukkan oleh mahasiswa baru FAI menjadi pertanda positif bagi dinamika akademik di fakultas ini. Diharapkan, hal ini akan terus berlanjut dan memotivasi mereka untuk meraih prestasi gemilang di masa depan.


#OshikaMaba2025 #UNISMA #FAIUNISMA #MahasiswaBaru #Kekompakan #OshikaFakultas
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Pengenalan Mendalam di Oshika Fakultas: Mahasiswa Baru UNISMA Jelajahi Dunia Akademik


OSHIKA MABA — Rangkaian acara Oshika Maba 2025 di Universitas Islam Malang (UNISMA) hari ini, Selasa 23 September memasuki sesi krusial, yaitu Oshika Fakultas. Seluruh mahasiswa baru secara serentak mengikuti kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan mereka secara mendalam pada lingkungan akademik, struktur fakultas, dan program studi masing-masing.

Sesi ini menjadi momen penting bagi mahasiswa baru untuk mendapatkan informasi yang lebih spesifik dan terperinci terkait jurusan yang mereka pilih. Para dekan, wakil dekan, serta kepala program studi menyambut langsung para mahasiswa, memberikan pemaparan tentang kurikulum, prospek karier, hingga peluang riset yang bisa mereka manfaatkan.

Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mengenal fakultas sebagai gedung, tetapi juga sebagai rumah akademik tempat mereka akan menghabiskan empat tahun ke depan. Para mahasiswa tampak antusias mendengarkan penjelasan tentang mata kuliah, fasilitas laboratorium, hingga jalur pengembangan diri, baik melalui kegiatan akademik maupun non-akademik di lingkup fakultas.

Seorang mahasiswa baru dari Fakultas Teknik menyampaikan kesannya, “Sosialisasi ini sangat membantu kami. Kami jadi lebih paham tentang apa saja yang akan kami pelajari dan bagaimana kami bisa memaksimalkan potensi di program studi ini. Kami juga jadi tahu tentang berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada di fakultas.”

Oshika Fakultas ini merupakan langkah awal UNISMA dalam memastikan setiap mahasiswa baru memiliki pemahaman yang kuat tentang lingkungan akademiknya. Dengan demikian, diharapkan mereka bisa segera beradaptasi dan lebih fokus dalam menempuh pendidikan, serta memanfaatkan setiap peluang yang ada untuk meraih prestasi terbaik.


#OshikaMaba2025 #UNISMA #OshikaFakultas #MahasiswaBaruUNISMA
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Kisah Inspiratif Oshika Maba 2025: Kegagalan Bukan Akhir, Beasiswa KIP Kuliah Jadi Bukti Perjuangan


OSHIKA MABA — Pelaksanaan Oshika Maba 2025 di Universitas Islam Malang (UNISMA) hari ini kembali menyoroti kisah-kisah perjuangan mahasiswa baru yang menginspirasi. Di antara ribuan wajah baru, terdapat dua mahasiswa yang berbagi cerita tentang ketekunan mereka dalam meraih beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, pada hari Selasa 23 September. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya.

Kedua mahasiswa, yang tidak ingin disebutkan namanya, menceritakan pengalaman mereka yang serupa: sempat ditolak dalam seleksi beasiswa pada kesempatan sebelumnya. Meski sempat merasa kecewa, mereka tidak menyerah. Sebaliknya, penolakan tersebut justru membangkitkan semangat mereka untuk berjuang lebih keras. Dengan doa, tekad yang kuat, dan dukungan dari lingkungan sekitar, mereka kembali mencoba dan akhirnya berhasil diterima sebagai penerima beasiswa KIP Kuliah di UNISMA.

“Kegagalan itu bukan akhir, justru awal dari perjalanan kita menuju impian,” ungkap salah satu mahasiswa. “Ini adalah bukti bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil, selama kita terus berjuang dan tidak putus asa.”

Kisah perjuangan mereka menunjukkan karakter mahasiswa yang tangguh dan memiliki mentalitas pantang menyerah. Hal ini sejalan dengan komitmen UNISMA untuk menjadi kampus yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang berkarakter kuat.

UNISMA sendiri terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Berbagai program beasiswa, termasuk KIP Kuliah, disediakan untuk mendukung generasi muda agar dapat mengembangkan potensi dan meraih cita-cita tanpa terhalang oleh kendala ekonomi. Komitmen ini membuktikan bahwa UNISMA peduli dan selalu membuka pintu bagi para pejuang mimpi.


#OshikaMaba2025 #UNISMA #BeasiswaKIPKuliah #KisahInspiratif #KampusPerjuangan
Pewarta: Anggita Oktavia – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

UNISMA Jadi Pilihan Alin Aulia: Paduan Keilmuan dan Kekuatan Keagamaan


OSHIKA MABA — Universitas Islam Malang (UNISMA) terus menarik minat mahasiswa baru dalam Oshika Maba 2025 dengan perpaduan keunggulan akademik dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Salah satu mahasiswa baru yang merasakan daya tarik tersebut adalah Alin Aulia, mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) asal Poncokusumo, Kabupaten Malang.

Dalam wawancara pada hari Senin 22 September, Alin menceritakan alasannya. Ia memilih UNISMA karena keyakinannya terhadap kualitas universitas ini sebagai lembaga pendidikan yang didirikan oleh para ulama dengan landasan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja). “Saya percaya bahwa UNISMA adalah universitas Islam terbaik yang tidak hanya fokus pada ilmu umum, tetapi juga sangat mendalami ilmu agama,” tutur Alin. Baginya, lingkungan yang berbasis Islami ini sangat penting untuk mendukung pertumbuhan spiritual dan intelektualnya secara seimbang.

Alin mengungkapkan bahwa pilihannya jatuh pada UNISMA karena keyakinannya akan reputasi kampus ini sebagai universitas Islam terbaik. Ia meyakini UNISMA didirikan oleh para ulama dengan landasan Ahlussunnah wal Jama’ah dan dikenal luas karena komitmennya dalam mendalami ilmu agama.

“Saya ingin menimba ilmu di tempat yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keagamaan yang kuat. UNISMA adalah pilihan yang tepat karena saya tahu kampus ini didirikan oleh para ulama dan sangat fokus pada pendidikan agama,” ujar Alin.

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan Oshika Maba 2025, khususnya sesi pengenalan Kampung UKM, Alin menemukan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya. Dengan minatnya dalam bidang seni, khususnya menyanyi dan banjari, Alin tertarik untuk bergabung dengan UKM Seni Islami.

“Saya memiliki minat besar dalam menyanyi dan banjari,” ungkap Alin. “Setelah melihat penampilan dan program kerja UKM Seni Islami, saya merasa ini adalah tempat yang tepat untuk mengasah bakat saya sekaligus berdakwah melalui seni.”

Keputusannya untuk bergabung dengan UKM Seni Islami menunjukkan bahwa UNISMA tidak hanya menyediakan lingkungan akademis, tetapi juga memfasilitasi mahasiswa untuk mengeksplorasi dan mengasah minat non-akademis. Hal ini sejalan dengan visi UNISMA untuk membentuk lulusan yang berintegritas, berakhlak mulia, dan memiliki kemampuan holistik.


#UNISMA #MahasiswaBaru #PAI #AhlussunnahwalJamaah #UkmSeniIslami #OSHIKAMABA2025 #KAMPUNGUKM
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Deril Ardiansyah: Karateka Berprestasi Raih Mimpi di UNISMA Dengan Beasiswa Juara


OSHIKA MABA — Di antara ribuan mahasiswa baru yang memulai perjalanan akademiknya di Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam Oshika Maba pada hari Senin 22 September, ada kisah inspiratif dari seorang atlet berprestasi, Deril Ardiansyah. Mahasiswa asal Pasuruan dari Prodi Pendidikan Matematika, FKIP ini memilih UNISMA bukan tanpa alasan; ia terinspirasi oleh reputasi UNISMA sebagai universitas dengan kuota beasiswa terbanyak.

Sejak awal, UNISMA telah menjadi kampus bidikan utama bagi Deril. “Sebelumnya saya sudah mengincar UNISMA, dan ketika mendapat informasi bahwa kuota beasiswa di sini sangat besar, saya semakin mantap untuk mendaftar,” ungkapnya. Ia berhasil mendapatkan beasiswa yang membuka jalan baginya untuk melanjutkan pendidikan tinggi sambil terus mengembangkan bakat karatenya.

Perjalanan Deril di dunia karate dimulai sejak usia 9 tahun. Awalnya hanya sekadar hobi, namun berkat ketekunan, ia mulai berkompetisi dari tingkat kabupaten hingga akhirnya mencapai level provinsi dan internasional. Prestasi yang paling berkesan baginya adalah saat bertanding di tingkat nasional dan internasional. “Lomba di tingkat nasional dan internasional itu penuh perjuangan. Persiapan dan latihannya ekstra, benar-benar menguras tenaga,” kenangnya.

Setelah resmi menjadi mahasiswa UNISMA, Deril memiliki harapan besar untuk masa depannya. Ia ingin bakat dan karier karatenya semakin berkembang. “Saya berharap bisa lebih bangkit lagi, naik ke tingkat kejuaraan dunia, dan membawa nama Indonesia serta UNISMA di kancah global,” tuturnya penuh semangat.

Cita-cita terbesarnya adalah bisa berpartisipasi dalam ajang perlombaan karate terbesar di dunia, yaitu World Karate Federation (WKF). Organisasi ini mengadakan kejuaraan setiap tahunnya dan menjadi target utama Deril untuk mencapai kesuksesan di bidang yang ia geluti. Untuk mendukung ambisinya, ia berencana bergabung dengan UKM olahraga yang ada di UNISMA.

Sebagai penutup, Deril memberikan motivasi bagi teman-teman seperjuangannya yang juga mengejar beasiswa. “Apapun bakat dan keahlian kalian, jangan pernah menyerah. Kalau kalian gagal seribu kali, bangkitlah dua ribu kali. Jangan pernah putus asa,” pesannya. Menurutnya, menyerah tidak akan membawa hasil. “Sesulit apa pun cobaannya, hadapi. Itu adalah jalan yang harus dilewati menuju impian kalian. Tetap semangat!”


#UNISMA #MahasiswaBaru #BeasiswaUNISMA #AtletKarate #OshikaMaba2025 #Beasiswa JUARA
Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Semangat Tak Terbatas Septina: Kisah Mahasiswa Baru UNISMA Raih Mimpi Lewat Beasiswa

 


OSHIKA MABA — Di tengah ribuan mahasiswa baru yang memadati Universitas Islam Malang (UNISMA) dalam acara Oshika Maba 2025, hadir kisah inspiratif dari Septina Anggun Pratiwi. Mahasiswi asal Lumajang membagikan ceritanya pada hari Senin 22 September. Ia adalah mahasiswa baru dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menggapai mimpi.

Septina memilih UNISMA melalui jalur beasiswa KIP Kuliah, sebuah kesempatan yang didapatkannya berkat perjuangan dan ketekunan. “Saya memilih UNISMA karena keterbatasan ekonomi, dan beasiswa ini adalah jalan bagi saya untuk bisa melanjutkan pendidikan tinggi,” ungkapnya.
Ia menceritakan perjuangannya dalam mempersiapkan dokumen dan berkas-berkas yang valid, serta ketekunannya dalam memantau informasi melalui media sosial UNISMA. “Semua prosesnya saya ikuti dengan teliti. Saya percaya, dengan usaha keras, peluang itu akan datang,” ujarnya.

Lebih dari sekadar akreditasi, Septina mengungkapkan alasan lain yang membuatnya mantap memilih UNISMA. Sebagai penyandang disabilitas, ia merasakan adanya keramahan dan dukungan fasilitas yang ia butuhkan di kampus ini. “Selain fasilitas, lingkungan kampus yang berbasis islami juga menjadi nilai tambah. Saya merasa di UNISMA lingkungannya sangat ramah dan berbasis Islami. Di sini, saya tidak hanya akan mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga bisa memperdalam ilmu keagamaan,” kata Septina.

Semangat juang Septina tidak hanya terlihat dari tekadnya melanjutkan studi, tetapi juga dari prestasi yang telah ia raih. Selain semangat akademiknya, Septina juga memiliki prestasi membanggakan di bidang seni. Ia mengenang momen paling berkesan saat mengikuti lomba cipta puisi. “Itu pertama kalinya saya ikut lomba puisi. Puisi itu saya tulis secara tidak sengaja, tapi malah berhasil menjadi juara. Itu sangat berkesan bagi saya,” kenangnya.

Kini, setelah resmi menjadi bagian dari keluarga besar UNISMA, Septina memiliki harapan besar. “Saya berharap bisa lulus tepat waktu dengan nilai yang baik. Lebih dari itu, saya ingin ilmu yang saya dapatkan bisa bermanfaat dan berguna bagi masyarakat,” tutupnya. Kisah Septina Anggun Pratiwi adalah bukti nyata bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan yang tepat, setiap mimpi dapat diwujudkan.


#UNISMA #MahasiswaBaru #KIPPKuliah #DisabilitasBisa #KampusInklusif
Pewarta: Naila Mufida – Pendidikan Agama Islam

Lebih dari Sekadar Acara, Panitia Oshika Maba 2025 Jadi Jembatan Adaptasi Mahasiswa Baru

 


OSHIKA MABA — Di balik suksesnya penyelenggaraan Oshika Maba UNISMA pada hari Senin 22 September 2025, peran vital para panitia menjadi sorotan utama. Beberapa panitia, yang berasal dari lintas fakultas, mengungkapkan bahwa tugas mereka lebih dari sekadar mengelola acara; mereka adalah garda terdepan dalam membantu ribuan mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Menurut salah satu panitia, fungsi mereka sangat krusial. “Kami hadir tidak hanya untuk mengatur jadwal dan logistik, tetapi juga sebagai pendamping yang siap sedia membantu adik-adik mahasiswa baru. Tujuannya agar mereka lebih cepat menyesuaikan diri, merasa nyaman, dan tidak canggung di lingkungan yang baru,” jelasnya.

Menjadi panitia Oshika Maba UNISMA 2025 bukanlah tanpa tantangan. Ia menyebutkan, “Tantangan terbesar tentu saja adalah mengelola kegiatan dengan ribuan peserta. Koordinasi antar divisi, manajemen waktu, dan memastikan setiap detail berjalan sesuai rencana itu sangat menantang.” Namun, di balik tantangan tersebut, ada keseruan yang tak terlupakan. “Kami bisa bekerja sama dengan teman-teman dari fakultas lain. Ini pengalaman luar biasa yang mempererat tali persaudaraan kami,” tambahnya.

Selama proses pendampingan, panitia berinteraksi langsung dengan mahasiswa baru, memberikan bimbingan, dan menjawab berbagai pertanyaan. Interaksi ini membangun ikatan yang kuat, di mana panitia tidak hanya dilihat sebagai pengurus acara, tetapi juga sebagai kakak tingkat yang ramah dan suportif.

Di akhir wawancara, panitia tersebut menyampaikan harapannya untuk para mahasiswa baru. “Kami berharap setelah mengikuti Oshika ini, mahasiswa baru dapat lebih disiplin, semangat, dan siap menjalani kehidupan perkuliahan. Jadikan pengalaman ini sebagai modal awal untuk meraih prestasi di UNISMA.”


#OshikaMaba2025 #UNISMA #PanitiaOshika #KisahDiBalikLayar
Pewarta:
NAFISATUL RUFAIDAH – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Kupas Tuntas Keunggulan UNISMA, Rektor Dialog Bersama Mahasiswa Baru

OSHIKA MABA — Rektor Universitas Islam Malang (UNISMA), Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., hari Senin 22 September berdialog langsung dengan mahasiswa baru 2025 dalam sebuah sesi khusus yang bertajuk “Kupas Tuntas Profil Keunggulan dan Kekhasan UNISMA”. Acara yang dimoderatori oleh Febti Ismiatun, S.Pd., M.Pd., ini bertujuan untuk memperkenalkan UNISMA secara mendalam dan memotivasi mahasiswa baru.

Dalam sesi dialog yang berlangsung interaktif tersebut, Prof. Junaidi memaparkan berbagai keunggulan UNISMA, mulai dari prestasi akademik, fasilitas modern, hingga kekhasan kampus yang kental dengan nilai-nilai keislaman dan ke-Indonesiaan. Beliau menekankan bahwa UNISMA tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga berkomitmen untuk membentuk karakter mahasiswa yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial.

“Kami ingin kalian memahami bahwa UNISMA bukan hanya tempat untuk mendapatkan gelar, tetapi juga tempat untuk tumbuh menjadi pribadi yang utuh. Kami memiliki fasilitas lengkap, tenaga pengajar berkualitas, dan lingkungan yang mendukung untuk kalian bisa berkembang secara optimal,” ujar Prof. Junaidi.

Sesi ini disambut dengan antusiasme tinggi dari para mahasiswa baru. Mereka aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai program unggulan, peluang riset, serta peran UNISMA dalam mendukung SDG. Salah satu mahasiswa baru menyampaikan, “Dialog ini sangat membuka mata kami. Kami jadi lebih yakin dan termotivasi untuk menempuh pendidikan di UNISMA karena banyak sekali keunggulan yang tidak kami ketahui sebelumnya.”

Febti Ismiatun, selaku moderator, menambahkan bahwa pemaparan ini sangat penting untuk menanamkan rasa bangga dan semangat pada mahasiswa baru sejak dini. “Dengan memahami keunggulan dan kekhasan UNISMA, diharapkan mahasiswa baru akan lebih semangat dalam belajar dan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan,” katanya.

Dialog ini menjadi bukti komitmen UNISMA untuk menjalin komunikasi dua arah dengan mahasiswa sejak awal perkuliahan. Diharapkan, pemahaman yang mendalam ini akan menjadi bekal bagi mahasiswa baru untuk meraih prestasi terbaik selama menempuh pendidikan di UNISMA.


#UNISMA #RektorUNISMA #MahasiswaBaru #UNISMAUnggul #KupasTuntasUNISMA
Pewarta: Anggita Oktavia – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Tarian “Melati Sekar Langit” Pukau Mahasiswa Baru di Oshika Maba 2025

 


OSHIKA MABA — Pelaksanaan Oshika Maba UNISMA 2025 hari ini, Senin 22 September 2025 dimeriahkan dengan penampilan istimewa dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Melati Sekar Langit. Dalam kesempatan tersebut, UKM yang bergerak di bidang seni tari ini tidak hanya menampilkan pertunjukan memukau, tetapi juga meluncurkan kreasi tari terbaru mereka yang diberi nama Tari Melati Sekar Langit.

Tarian yang merupakan karya kreator kedua dari UKM ini berhasil mencuri perhatian ribuan mahasiswa baru dengan gerakan yang harmonis dan penuh makna. Penampilan ini menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian acara, menunjukkan kekayaan seni dan kreativitas yang ada di UNISMA.

Salah satu keunikan dari UKM Melati Sekar Langit adalah keberagamannya. Selain melestarikan tarian tradisional, UKM ini juga membuka ruang bagi berbagai genre tarian modern dan internasional, seperti K-Pop, Hip-Hop, dan tarian kontemporer. Keberagaman ini menjadikan UKM Melati Sekar Langit sebagai wadah yang inklusif bagi seluruh mahasiswa dengan minat tari yang berbeda.

Melalui penampilan ini, UKM Melati Sekar Langit berharap dapat menarik minat para mahasiswa baru yang memiliki bakat dan passion di bidang tari. Mereka mengundang seluruh mahasiswa yang ingin mengembangkan kemampuan menari, baik tradisional maupun modern, untuk bergabung dan menjadi bagian dari keluarga besar UKM ini.

“Kami ingin menjadi rumah bagi mereka yang mencintai seni tari. Di sini, setiap mahasiswa bisa menyalurkan bakatnya dan belajar dari berbagai genre tarian. Kami sangat berharap dapat melihat wajah-wajah baru yang bergabung dan bersama-sama memajukan seni tari di UNISMA,” ujar salah satu anggota UKM Melati Sekar Langit.

Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga ajakan nyata bagi mahasiswa baru untuk aktif dalam kegiatan non-akademik dan mengembangkan potensi diri di luar kelas.


#UNISMA #OshikaMaba2025 #UKMMelatiSekarLangit #SeniTari #MahasiswaKreatif

Pewarta: NADYA MARSA SAUQI – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam

Suasana Menyenangkan Warnai Pra-Oshika UNISMA 2025: Mahasiswa Baru Beri Kesan Positif

 


OSHIKA MABA — Pelaksanaan Pra-Oshika (Orientasi Studi dan Kehidupan Kampus) UNISMA 2025 yang digelar hari ini, Minggu, 21 September, menuai respons positif dari ribuan mahasiswa baru. Sejak hari pertama, kegiatan ini berhasil menciptakan suasana yang seru dan menyenangkan, jauh dari kesan kaku yang sering kali melekat pada acara orientasi.

Antusiasme ini salah satunya datang dari Naila, mahasiswi Prodi Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia mengungkapkan pengalamannya dengan penuh semangat. “Kegiatannya seru banget. Saya tidak menyangka pra-Oshika akan seasyik ini,” ujarnya. Menurut Naila, suasana yang menyenangkan ini tak lepas dari peran serta para panitia. “Kakak-kakak panitianya ramah dan baik-baik. Mereka sangat membantu kami beradaptasi dan membuat kami lebih bersemangat mengikuti semua rangkaian acara,” tambahnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Fathoni, mahasiswa baru Prodi Hukum Keluarga Islam dari Fakultas Agama Islam. Fathoni menuturkan, interaksi yang positif dengan panitia membuat ia merasa nyaman dan disambut dengan hangat. “Pendampingan dari kakak panitia benar-benar terasa. Mereka tidak hanya mengarahkan, tetapi juga menjadi teman diskusi. Ini membuat kami, para mahasiswa baru, merasa lebih tenang dan termotivasi,” ungkapnya.

Kesan positif ini menjadi bukti bahwa UNISMA berhasil menciptakan lingkungan orientasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga humanis dan ramah bagi mahasiswa baru. Pra-Oshika menjadi jembatan awal bagi para mahasiswa untuk mengenal lebih dalam lingkungan kampus, membangun relasi, dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan perkuliahan.

Dengan respons yang baik ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan Oshika UNISMA 2025 yang akan berlangsung hingga 24 September mendatang dapat berjalan lancar dan memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh mahasiswa baru.


#PraOshikaUNISMA2025 #UNISMA #MahasiswaBaru #GenerasiUNISMA

Pewarta: Naila Mufida – Mahasiswa Pendidikan Agama Islam