Penulis : Syita Aulia Asyhari (22201011058)
Pada tanggal 13 Juli 2025 bertepatan hari Minggu telah dilaksanakannya webinar secara daring atau online melalui platform Google Meet yang mengangkat tema “Literasi Halal Sebagai Pilar Keamanan Produk dan Kepercayaan Publik”. Webinar ini diselenggarakan oleh Unit Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan “Golden Preneur” Universitas Islam Malang.
Acara dimulai pada jam 09.00 WIB yang diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjut dengan pembacaan Sholawat Nuril Anwar lalu pemberian sambutan. Sambutan yang pertama di sampaikan oleh Saudari Gishela Ameliya Putri selaku Ketua Umum Unit Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan “Golden Preneur” Universitas Islam Malang 2025, yang menekankan pentingnya literasi halal bagi para pelaku UMKM. Sambutan kedua diberikan oleh pembina Unit Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan “Golden Preneur” Universitas Islam Malang yakni Bapak Mohamad Bastomi S.E M.M
Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber yang masing-masing membahas beberapa dimensi yang berbeda dari literasi halal. Narasumber pertama yakni Bapak Mohamad Bastomi, SE., MM., MOS., CRMP., CIBA, Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan memaparkan materi dengan judul “Pilar Keamanan Produk dan Kepercayaan Publik” yang mencangkup bahwasannya.
“Sertifikasi halal lebih dari sekedar makanan saja, bisa juga alat maupun bahan kosmetik dan perawatan, obat-obatan atau kesehatan, serta pariwisata halal yang sesuai dengan prinsip syariah untuk wisatawan muslim” ucap beliau.
Untuk narasumber yang terakhir yakni Ibu Sumiarah sekaligus owner P.T Sambal Annaba Sejahtera, membawakan materi dengsn judul “Jemput Berkah, Raih Omzet. Produk Halal Sebagai Magnet Konsumen”.

“Pentingnya produk halal untuk alat pemasaran yang efektif, menjamin keamanan, kesehatan, dan kualitas produk. Kehalalan produk bermanfaat untuk memperluas pemasaran produk, memberikan kepastian dan kepercayaan kepada konsumen muslim, meningkatkan daya tarik dan daya saing, ” tutur beliau.
Tujuan dari acara webinar ini untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang betapa pentingnya sertifikasi halal serta kehalalan produk bagi para pelaku UMKM.Tak hanya itu kegiatan ini juga menjadi sharing session untuk para pelaku UMKM yang ada disekitar malang.
Jumlah peserta yang berpartisipasi dalam acara ini sebanyak 40 orang, yang terdiri dari para pelaku UMKM sekitar malang, mulai dari pelaku UMKM dari kalangan mahasiswa hingga masyarakat umum.
Acara webinar ini berjalan dengan lancar dan interaktif. Serta sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Diskusi yang terjadi pada webinar ini menunjukkan sikap antusias yang tinggi dari para peserta terhadap topik yang dibawakan oleh masing-masing narasumber .

Di penghujung acara, Salsabila Nur Hakim sebagai moderator pada acara webinar ini memberikan kesimpulan yang telah ia rangkum, kesimpulan untuk materi yang dituturkan oleh materi pertama yakni “Sertifikasi halal bukan hanya kewajiban syariah, tapi juga peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pasar, dan menaikkan omzet. Dengan dukungan regulasi dan strategi digital marketing yang tepat, pelaku usaha bisa lebih mudah bersaing dan berkembang di pasar lokal maupun global”. Serta kesimpulan dari pemateri ke-dua yakni “Literasi halal bukan sekadar pemahaman agama, melainkan fondasi penting untuk menjamin keamanan, kualitas, dan kepercayaan produk di era global. Sertifikasi halal mencakup berbagai sektor dan menjadi simbol kepatuhan syariah serta etika bisnis yang meningkatkan kepercayaan konsumen. Dengan visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia, literasi halal adalah investasi strategis yang membutuhkan sinergi semua pihak. Mari bersama membangun ekosistem halal yang berkelanjutan, unggul, dan terpercaya”.
Para panitia telah menyediakan e-sertifikat bagi para peserta yang telah mengikuti acara webinar Literasi Halal dari awal hingga selesai.
Demikian berita acara ini, disusun sebagai bentuk dokumentasi serta laporan pelaksanaan acara Webinar Literasi Halal. Semoga acara ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
Malang, 14 Juli 2025