Menapaki Peran Akademik dan Sosial: Refleksi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab UNISMA

Tahun 2025 menjadi fase yang sangat bermakna dalam perjalanan akademik dan pengabdian sosial saya sebagai mahasiswa akhir semester tujuh Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Malang, sekaligus sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS. Pada tahun ini, saya tidak hanya dihadapkan pada tuntutan akademik dan proses penyusunan skripsi, tetapi juga kesempatan untuk mengimplementasikan ilmu dan nilai kebermanfaatan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Selama tahun 2025, proses pembelajaran yang saya jalani semakin menuntut kemandirian, kedewasaan berpikir, serta tanggung jawab yang lebih besar. Fokus akademik saya mulai diarahkan pada pendalaman keilmuan dan penyusunan skripsi sebagai puncak proses pembelajaran di perguruan tinggi. Proses ini melatih saya untuk berpikir kritis, sistematis, dan konsisten dalam mengelola waktu serta emosi. Saya menyadari bahwa skripsi bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan sarana pembentukan karakter ilmiah dan profesionalisme sebagai calon pendidik Bahasa Arab.

Salah satu pengalaman paling berkesan pada tahun ini adalah pelaksanaan PPLK (Praktik Pengalaman Lapangan Kependidikan) yang saya jalani pada masa liburan semester enam menuju semester tujuh. Melalui PPLK, saya memperoleh kesempatan langsung untuk terlibat dalam proses pembelajaran di lingkungan pendidikan. Pengalaman tersebut membuka wawasan saya tentang realitas dunia pendidikan, tantangan pengajaran Bahasa Arab di lapangan, serta pentingnya peran guru sebagai pendidik, pembimbing, dan teladan. Saya belajar bahwa penguasaan materi harus diiringi dengan empati, kesabaran, dan kemampuan memahami karakter peserta didik.
Di tengah pelaksanaan PPLK, saya juga melaksanakan KSM (Kandidat Sarjana Mengabdi) ekuivalen. Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi nilai kebermanfaatan sosial yang sangat sejalan dengan semangat Beasiswa Cendekia BAZNAS. Melalui KSM, saya berkesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan berkontribusi sesuai kapasitas keilmuan yang saya miliki. Pengalaman tersebut menanamkan kesadaran bahwa ilmu yang dipelajari di bangku kuliah seharusnya tidak berhenti pada capaian akademik semata, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. Dari sinilah saya semakin memahami bahwa peran mahasiswa adalah sebagai agen perubahan yang hadir memberi solusi, sekecil apa pun kontribusinya.

Sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya memandang seluruh proses akademik dan pengabdian yang saya jalani sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Beasiswa ini tidak hanya mendorong saya untuk berprestasi secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, integritas, dan kebermanfaatan. Saya berupaya menjaga kepercayaan tersebut dengan kesungguhan dalam studi, keterlibatan aktif dalam kegiatan pengabdian, serta komitmen untuk menyelesaikan studi tepat waktu. Memasuki tahun 2026, saya menetapkan beberapa rencana dan target pengembangan diri yang berorientasi pada keberlanjutan akademik dan sosial. Prioritas utama saya adalah menyelesaikan skripsi dengan baik sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan amanah beasiswa. Selain itu, saya menargetkan peningkatan kemampuan Bahasa Arab aktif, khususnya maharah kalam dan kitabah, agar dapat menjadi pendidik yang kompeten dan komunikatif.

Saya juga berencana untuk terus mengembangkan diri dalam kegiatan yang berdampak sosial, baik melalui pendidikan, pendampingan, maupun pengabdian masyarakat berbasis keilmuan Bahasa Arab. Melalui refleksi akhir tahun ini, saya menyadari bahwa perjalanan sebagai mahasiswa akhir bukan hanya tentang menyelesaikan studi, tetapi juga tentang menyiapkan diri menjadi insan yang bermanfaat. Dengan bekal pengalaman akademik, PPLK, dan KSM, serta nilai-nilai yang saya peroleh sebagai penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS, saya optimis dapat menjalani tahun 2026 dengan lebih matang, berdaya guna, dan berkontribusi nyata bagi pendidikan dan masyarakat.

Nama: Ibana Farikha Khoiriyah
NPM: 22201015007
Prodi: Pendidikan Bahasa Arab